Mencegah Kegagalan Pengujian Produk Telekomunikasi untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Kertas bertuliskan fail yang menandakan kegagalan. Ini cara mencegah kegagalan pengujian produk telekomunikasi di balai uji.

Proses sertifikasi produk telekomunikasi di Indonesia, atau dikenal dengan Sertifikasi DJID/Sertifikasi Postel/Sertifikasi SDPPI, cukup panjang.

Semua proses ini bermuara pada penerbitan dokumen. Dokumen-dokumen inilah yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Salah satu dokumen tersebut adalah Laporan Hasil Uji (LHU) yang didapat setelah melalui proses pengujian produk di balai uji. Laporan ini menggambarkan bagaimana kondisi produk tersebut.

Selain itu, LHU juga akan memberikan notifikasi jika terdapat kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID. Tentu saja, hal ini sangat dihindari oleh pemohon sertifikasi.

Di artikel ini kami akan menjelaskan semua yang perlu anda ketahui tentang kegagalan pengujian produk telekomunikasi tersebut, mulai penyebab, dampak hingga cara mencegahnya.

Apa Maksudnya Kegagalan Pengujian Produk Telekomunikasi?

Kegagalan pengujian produk bukan berarti produk anda tidak bisa dilakukan pengujian sama sekali (walaupun ini bisa jadi salah satu parameternya).

Kegagalan pengujian produk telekomunikasi yang kami maksud adalah hasil pengujian pada produk anda tidak masuk persyaratan yang tertera dalam standar teknis.

Misalnya, produk anda menggunakan fitur Bluetooth. Pita frekuensi Bluetooth yang diizinkan sesuai standar teknis adalah 2.400 – 2.4835 GHz.

Namun ternyata ketika dilakukan pengujian, Bluetooth pada produk anda terbaca mengeluarkan frekuensi 2.485 GHz. Walaupun sedikit, tetap saja ini tidak diperbolehkan.

Kewajiban Pengujian Produk

Jika sebuah produk telekomunikasi tidak boleh mengalami kegagalan pengujian, berarti langkah ini wajib? Yap, betul sekali.

Kewajiban pengujian perangkat telekomunikasi untuk sertifikasi DJID tertuang di dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

Dalam Pasal 3 dijelaskan:

Setiap Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang dibuat, dirakit, atau dimasukkan, untuk diperdagangkan dan/atau digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memenuhi Standar Teknis.

Standar teknis sendiri merupakan acuan yang digunakan dalam pengujian, tergantung teknologi.fitur telekomunikasi apa yang ada dalam produk tersebut.

Kita ambil contoh dari produk dengan fitur Bluetooth lagi. Teknologi ini merupakan bagian dari Short Range Device (SRD). Karena itu, pengujian Bluetooth dilakukan mengacu pada standar teknis Kepmen Kominfo Nomor 260 Tahun 2024 Tentang SRD. 

Untuk mengetahui daftar lengkap acuan standar teknis pengujian produk telekomunikasi, anda bisa mengunjungi laman sertifikasi.postel.go.id.

Pengujian sendiri harus dilakukan di balai uji. Dalam regulasi dijelaskan, anda bisa menggunakan balai uji yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.  Daftar balai uji dalam dan luar negeri juga bisa anda lihat di laman sertifikasi.postel.go.id.

Meski begitu, perlu ditekankan juga kalau pengujian bukanlah satu-satunya syarat permohonan sertifikasi. Ada banyak dokumen untuk sertifikasi DJID yang perlu dilengkapi. Anda bisa melihatnya di tautan yang kami cantumkan.

Tanda Produk Gagal Lolos Pengujian

Seperti sudah dijelaskan di atas, pengujian dilakukan di Bali Uji yang diakui DJID, baik dalam maupun luar negeri. Setiap balai uji memiliki format Laporan Hasil Uji (LHU) masing-masing.

Bisa jadi interpretasi kegagalan pengujian sebuah produk telekomunikasi yang dimaksud dijelaskan hanya dengan keterangan “tidak lulus”.

Namun, ada juga yang tidak menyertakan keterangan tersebut, tapi memberikan warna tertentu (biasanya merah) pada angka yang menentukan tidak masuk standar teknis.

Dalam dunia pengujian produk elektronika, kondisi seperti ini dikenal dengan istilah Out of Spec (Specification). Maknanya sama saja: produk tersebut tidak memenuhi standar teknis.

Jika anda menggunakan jasa Dimulti Indonesia, tidak perlu pusing melihat LHU yang panjang dengan berbagai angka. Kami yang akan menginterpretasikan dan melaporkan hasilnya kepada anda.

Jika terdapat kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID produk yang dimaksud, kami sekaligus memberikan langkah-langkah yang bisa anda tempuh.

Dampak Kegagalan Pengujian Produk

Kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID membuat anda harus mengulang prosesnya. Karena ingat, ini adalah wajib dan tidak bisa dilewatkan.

Dan ketika melakukan pengujian ulang, setidaknya anda bisa mengalami dua kerugian besar berikut ini:

1. Waktu Sertifikasi Semakin Lama

Di Dimulti Indonesia, kami memberikan estimasi waktu keseluruhan proses sertifikasi sekitar 4 sampai 6 minggu. Kami berikan estimasi karen tergantung prosesnya, lambat atau cepat mengurus sertifikat DJID.

Jika semuanya berjalan lancar, bisa jadi hanya 4 minggu. Namun jika molor salah satunya karena kegagalan pengujian tersebut, bisa jadi 6 minggu.

Estimasi waktu ini bisa anda jadikan acuan untuk menentukan tanggal perilisan produk. Dan ini memang sudah banyak dilakukan oleh klien kami.

Jadi, kalau pengujian tersebut gagal, bisa mengancam tanggal perilisan produk tersebut. Dan kalau sampai berubah dari waktu yang direncanakan, pelanggan dan investor anda bisa kabur. Artinya, potensi keuntungan bisa menipis.

2. Perlu Biaya Lagi

Kami yakin biaya sertifikasi DJID tidak akan seberapa dibanding keuntungan yang didapatkan perusahaan tiap tahun bahkan bulannya dari produk tersebut.

Namun dalam bisnis, sekecil apapun pengeluaran harus efisien. Selain itu, pengeluaran juga sifatnya harus produktif.

Semua demi kesehatan keuangan perusahaan. Jika keuangan “sakit” keberadaan perusahaan terancam. Perlu diingat, ada banyak nyawa yang menggantungkan hidup di perusahaan anda.

Pengeluaran karena kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID bisa jadi penyebab dari dampak tersebut.

Bahkan bukan tidak mungkin, ini jadi catatan hitam bagi para pemegang wewenang sertifikasi produk di perusahaan anda oleh jajaran manajemen Top Level.

Tips Mencegah Kegagalan Pengujian Produk

Ini yang paling utama. Kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID membuat anda merugi dan tentu harus dicegah.

Dimulti Indonesia yang sudah melayani jasa sertifikasi DJID sejak tahun 2008 sangat sering mendapatkan LHU yang menandakan adanya kegagalan pengujian produk.

Kami pasti menyampaikan apa adanya kepada klien kami. Namun seiring berjalannya waktu, hal ini bisa kami minimalisir karena kami juga rutin memberikan saran dan edukasi pencegahannya pada klien kami.

1. Pahami Standar Teknis

Mau tidak mau, suka tidak suka, anda mau menjual produk telekomunikasi di Indonesia dan waji nurut aturan mainnya.

Jadi, apapun status anda sebagai pemohon sertifikasi, entah pemilik brand atau perwakilan produsen luar negeri, wajib memahami setiap regulasi sertifikasi, terutama yang berkaitan dengan produk anda.

Tentu memahami saja tidak cukup. Produk anda perlu menyesuaikan dengan ketentuan dalam standar teknis tersebut.

Ini sebenarnya hal yang umum terjadi di dunia. Spesifikasi sebuah produk di sebuah negara bisa berbeda dengan negara lain karena regulasi yang berbeda. Karena itu, jangan khawatir ini akan merubah value produk anda.

2. Gunakan Komponen yang Berkualitas

Kami tak jarang menemukan ketika melakukan pre-test, kondisi komponen (misalnya modul Radio Frekuensi) kurang bagus bahkan jelek.

Ketika kami coba lakukan pengujian, benar saja, tidak ada spektrum frekuensi yang terdeteksi. Mau tidak mau, anda perlu memperbaikinya. Bukan tidak mungkin, anda juga harus mengubah material atau menggunakan modul yang lain yang lebih bagus.

Kami bukan mau mengajari produsen atau pabrik. Jangan juga tanyakan pada kami bagaimana material atau komponen berkualitas. Anda pasti jauh lebih paham.

Tugas kami hanya memastikan kelancaran proses sertifikasi DJID. Dan faktanya, material atau komponen yang kurang bagus bisa menghambat proses ini.

3. Konsultasikan ke Balai Uji atau Agen Sebelum Pengujian

Cara buat memahami regulasi yang berlaku untuk produk telekomunikasi anda salah satunya dengan berkonsultasi dengan balai uji.

Tenang saja, balai uji pasti memberikan informasi bagaimana standar teknis terhadap produk yang akan anda ajukan sertifikasi tersebut.

Meski begitu, harap bersabar karena ada puluhan bahkan ratusan klien yang berkonsultasi dengan balai uji setiap hari.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan agen seperti Dimulti Indonesia. Kalau anda menggunakan layanan kami, sejak awal kami akan memberikan penjelasan regulasi dan acan teknisnya.

Kami berpengalaman selama belasan tahun dalam mendampingi klien melakukan sertifikasi produk telekomunikasi. Berkali-kali regulasi berubah dan kami terus mempelajari ulang dan beradaptasi. Jadi, jangan khawatir soal kedalaman pemahaman tim kami.

Bahkan kalau berkonsultasi dengan Dimulti Indonesia, anda sama sekali tidak perlu lagi berkomunikasi dengan balai uji karena tugas itu sudah jadi tanggung jawab kami. Anda hanya tinggal menunggu updatenya dari kami.

4. Layanan Pre-Test Dimulti Indonesia

Masalah kegagalan pengujian produk telekomunikasi untuk sertifikasi DJID ini sudah lama jadi perhatian Dimulti Indonesia. Kami tau ini bisa menghambat proses. Namun disisi lain, pemohon sertifikasi memang harus taat terhadap aturan.

Karena itu, kami menemukan sebuah solusi yang hingga saat ini bermanfaat untuk banyak klien kami. Namanya layanan pre test.

Pada intinya, produk anda akan diuji menggunakan alat uji di lab internal kami sebelum dilakukan pengujian resmi di balai uji.

Saat ini, kami hanya melayani pre test untuk produk radio frekuensi karena kami baru memiliki alat Spectrum Analyzer.

Meski begitu, karena sebagian besar produk telekomunikasi menyematkan fitur yang menggunakan radio frekuensi, sejauh ini layanan kami membantu hampir semua klien.

Dengan melakukan pengujian awal, anda bisa mengetahui keadaan produk anda. Anda juga bisa membandingkannya dengan standar teknis dan segera melakukan perbaikan jika masih out of spec.

Tenang saja, layanan ini sudah termasuk biaya jasa sertifikasi DJID yang kami tawarkan. Jadi walaupun berkali-kali pengujiannya gagal, anda tidak perlu membayar lagi.

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi perhitungan biaya dengan kalkulator dan pencatatan. Ini tarif pengujian untuk sertifikasi DJID.

Daftar Tarif Pengujian untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Mengetahui tarif untuk sertifikasi DJID bisa memudahkan anda menyusun anggaran. Ini selengkapnya.

Ilustrasi sertifikat yang dikeluarkan untuk alat telekomunikasi. Ini semua tentang penerbitan sertifikat DJID.

Penerbitan Sertifikat DJID: Contoh, Prosedur, Biaya Hingga Masa Berlaku

M. Fakhri Adzhar

Penerbitan sertifikat DJID melalui proses panjang. Ada juga syarat yang harus dipenuhi. Jangan sampai terlewat!

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Leave a Comment