Penjelasan Apa Itu UWB dan Proses Sertifikasi DJID yang Wajib Dilakukan

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Contoh keyless mobil, salah satu teknologi UWB. Ini penjelasan tentang apa itu UWB.

Beberapa produsen teknologi membuat berbagai gebrakan. Salah satunya, perangkat-perangkat cerdas yang mereka buat kini mampu menemukan barang hilang! Ini adalah salah satu bentuk evolusi teknologi yang sangat bermanfaat buat manusia.

Meski begitu, pernahkan anda berpikir bagaimana cara kerja teknologi tersebut hingga se-powerfull itu? Apa yang tersemat di dalamnya? jawabannya adalah Ultra Wideband atau UWB.

Teknologi ini sebenarnya umum dipakai untuk berbagai kebutuhan seperti screening barang di gudang dan sebagainya.

Karena memanfaatkan frekuensi radio, UWB, lebih tepatnya produk yang memiliki fitur UWB, memerlukan izin khusus agar bisa diperjualbelikan di Indonesia. Salah satunya Sertifikasi POSTEL, dikenal juga dengan Sertifikasi DJID.

Supaya lebih jelas, disini Dimulti Indonesia akan menjelaskan apa itu UWB dan proses sertifikasi DJID produk yang punya teknologi tersebut. Ini penting bagi pelaku usaha maupun distributor/importir agar produk anda legal.

Apa Itu UWB?

Sudah banyak penjelasan tentang apa itu UWB di Internet. Untuk kebutuhan pelajaran, anda bisa mencarinya dan pahami bahasa-bahasa teknis dalam penjelasan tersebut.

Tapi kami akan membuat penjelasan ini lebih mudah. Pada intinya, UWB adalah teknologi komunikasi perangkat jarak dekat dengan mekanisme lebar pita frekuensi (bandwidth) yang besar. Itulah mengapa dinamakan Wideband.

Kelebihan Teknologi UWB

Lalu, apa dampak lebar pita frekuensi terhadap pengiriman data? bayangkan anda berada di sebuah jalanan yang besar.

Jalan tersebut punya panjang 1 Km dan padat. Jika dihitung, ada sekitar seribu mobil yang memadati jalanan tersebut.

Sekarang, dengan panjang jalan yang sama, lebar jalan lainnya punya ukuran setengah kali jalanan sebelumnya. Tebak, berapa banyak mobil yang memenuhi jalanan tersebut? lebih sedikit, bukan?

Itulah keuntungannya. Semakin lebar bandwidth, semakin banyak/padat data yang bisa ditransmisikan.

Tapi ingat, dibuatnya teknologi UWB ini untuk memaksimalkan transmisi data jarak pendek. Jadi, kepadatan data tidak akan berpengaruh negatif.

Justru jadi keuntungan karena dalam waktu singkat (jarak pendek), ada lebih banyak data yang bisa diterima pengguna.

Sekarang mari kita bermain analogi lagi. Kondisinya masih sama, jalan dengan panjang 1 Km dan padat. Sementara kecepatan rata-rata kendaraannya adalah 30 km/jam.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kendaraan untuk keluar jalan tersebut? Tenang, tak perlu mengeluarkan kalkulator. Kami hitungkan jawabannya, yakni sekitar 2 menit.

Sekarang jika panjang jalannya diubah menjadi 10 km, berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kendaraan untuk melewati jalan tersebut? ya, sekitar 20 menit.

Kesimpulannya, semakin jauh jaraknya, maka kecepatan pengiriman datanya akan lebih lambat. Apalagi dengan kondisi data yang padat. Karena itu, UWB memang tidak didesain untuk komunikasi jarak jauh.

Satu lagi manfaat bandwith besar dalam UWB adalah minimnya latensi atau keterlambatan pengiriman data. Karena itu, teknologi ini jadi yang paling akurat dalam hal pelacakan lokasi karena minim delay. Pengguna bisa melacak real time.

Cara Kerja UWB

Seperti dijelaskan, UWB memanfaatkan frkeunsi gelobang radio utnuk mentransmisikan data. Gelombang radio sendiri punya banyak frekuensi. Untuk mentransmisikan data di frekuensi gelombang tersebut, tiap teknologi berbeda-beda caranya.

Untuk UWB,prinsip transisi datanya adalah dengan bentuk pulsa pendek. Singkatnya, data dikompresi seminimal mungkin. Setelah itu, dialiri di frekuensi dengan bandwidth yang besar (sekitar 500 MHz).

Dengan begitu, bisa sampai miliaran pulsa radio (data) yang bisa ditransmisikan dalam satu waktu.

Spesifikasi UWB Berbeda Tiap Wilayah

Frekuensi kerja UWB berbeda-beda tergantung wilayah. Ini juga perlu diperhatikan produsen atau distributor yang ingin memperjualbelikan produk dengan fitur UWB di dalamnya.

Sebagai contoh, Federal Communication Federation (FCC), Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat menetapkan, rentang frekuensi UWB yang bisa digunakan di wilayah mereka adalah 3,1 GHz hingga 10,6 GHz.

Sementara Electronic Communications Committee (ECC), Komite Komunikasi Elektronik Eropa mengalokasikan berbagai rentang frekuensi, yakni 3,1 GHz – 4,8 GHz, 6 GHz – 8,5 GHz, dan 8,5 GHz – 9 GHz.

Sementara di Indonesia, berdasarkan standar teknis (akan kami jelaskan di poin lainnya), rentang frekuensi pemanfaatan UWB sama seperti yang ditetapkan FCC, yakni 3,1 GHz hingga 10,6 GHz.

Pemanfaatan UWB

Kami sudah jelaskan jika UWB saat ini kebanyakan digunakan untuk pelacakan objek jarak dekat. Tapi sebenarnya masih banyak manfaatnya. Berikut ini kami jelaskan beberapa di antaranya:

1. Keyless Entry

Dengan sensor berteknologi UWB, anda tidak perlu lagi menggunakan kunci manual untuk membuka pintu kendaraan. Ketika anda mendekat dan di tubuh anda terdapat keyless, pintu otomatis terbuka.

Ini membuktikan jika transmisi data UWB berlangsung begitu cepat. Bahkan, anda tidak perlu mendekatkan kunci tersebut ke pintu karena proses transmisi data sudah berlangsung sebelumnya.

2. Smart Home

Hal yang sama terjadi pada perangkat smart home. Contohnya, anda mungkin pernah melihat (atau saat ini sedang menggunakan) lampu. Yang mana, lampu akan menyala otomatis jika ada orang yang lewat di bawahnya. Setelah orang tersebut lewat, lampu akan mati kembali.

Prinsipnya sama seperti keyless. Sensor akan mengirimkan data kemudian diolah oleh perangkat (lampu) dengan cepat. Setelah itu, action (lampu menyala/mati) akan terjadi dengan cepat sehingga real time.

3. Radar

Untuk penggunaan yang lebih powerfull, UWB juga diintegrasikan dalam radar beresolusi tinggi seperti Through Wall Radar (TWR) untuk mendeteksi objek di balik dinding, Ground Penetrating Radar (GPR) untuk eksplorasi bawah tanah, dan Civil Marine Radar (CVR) untuk navigasi maritim.

Sertifikasi DJID Produk dengan Fitur UWB

Kita sudah memahami apa itu UWB serta berbagai manfaat yang ditawarkan. Dan, seperti dijelaskan, perangkat apapun yang memiliki fitur ini di dalamnya, harus disertifikasi DJID.

Perlu diketahui, sertifikasi DJID dilakukan pada setiap alat dan/atau perangkat yang menggunakan sistem elektromagnetik di dalamnya.

UWB sendiri memanfaatkan gelombang radio untuk operasional. Gelombang radio merupakan salah satu sistem elektromagnetik. Jadi, wajib hukumnya disertifikasi DJID.

1. Standar Teknis

Dalam pemanfaatan gelombang atau frekuensi radio, produk bisa menyematkan berbagai teknologi, UWB salah satunya. Ada juga, misalnya, NFC, RFID, Bluetooth, dan sebagainya.

Seperti dijelaskan, setiap teknologi memiliki cara kerjanya masing-masing. Ada juga beberapa teknologi yang punya cara kerja hampir sama sehingga dikelompokkan.

Untuk menentukan apakah teknologi yang tertanam dalam perangkat aman digunakan di Indonesia, serta tidak mengganggu produk lainnya, diperlukan pengujian pada produk.

Dan karena banyaknya teknologi Radio Frekuensi, acuan pengujian dan metodenya kebanyakan dibedakan sendiri-sendiri. Acuan ini disebut juga standar teknis.

Untuk UWB, acuan standar tenisnya adalah Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Device (SRD).

Seperti dijelaskan, beberapa teknologi bisa dikelompokkan berdasarkan cara kerjanya. Karena UWB bekerja dalam jarak dekat, dikelompokkan menjadi SRD, sama seperti Bluetooth, NFC, atau RFID.

Supaya pengetahuan kita lengkap, beberapa contoh teknologi yang punya standar teknis untuk proses sertifikasi DJID antara lain LPWA (anda bisa membaca apa itu LPWA di link yang kami sematkan), PSTN (apa itu PSTN dan semua yang perlu diketahui bisa anda baca di link tersebut), IP Phone, WLAN, Ethernet, dan sebagainya.

2. Jenis Pengujian

Standar teknis SRD mencantumkan pengujian Electrical Safety, Electromagnetic Compatibility (EMC) dan Pengujian RF untuk semua teknologi yang termasuk ke dalamnya.

Namun, hal tersebut tergantung dengan kondisi produk itu sendiri, terutama untuk pengujian electrical safety. Mungkin dibutuhkan, mungkin juga tidak.

Tapi karena produk yang mengguynakan teknologi UWB memaungkinakan, kebanyakan seleuruh pengujian ini perlu dilekaukan.

3. Parameter dan Metode Pengujian

Setiap jenis uji yang kami sebutkan di atas memiliki parameternya sendiri. Berikut ini kami jelaskan untuk pengujian UWB serta metode pengujiannya (yang tercantum di standar teknis).

a. Electrical Safety

Pengujian ini dilakukan untuk menilai parameter tegangan berlebih atau kuat listrik/kuat dielektrik dan arus bocor atau arus sentuh.  Pengujian ini dilaksanakan sesuai metode yang ditetapkan dalam:

  • SNI IEC 60950-1:2016
  • SNI IEC 62368-1:2014
  • SNI 04-6253
  • IEC 62368-1
  • IEC 60950-1
  • IEC 60065
  • Standar SNI atau IEC yang relevan, khusus untuk perangkat selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

SRD dicatu daya AC atau DC. Semua tolok ukur parameter dalam metode yang digunakan harus terpenuhi saat menggunakan catu daya tegangan AC 220 V ±10% dan frekuensi 50 Hz ±2%.

Bila menggunakan catu daya eksternal, misalnya converter daya AC/DC, komponen tersebut tidak boleh mempengaruhi kemampuan SRD untuk memenuhi semua tolok ukur parameter teknis.

Selain itu, dalam regulasi juga dijelaskan, Pengujian electrical safety dilakukan berdasarkan asumsi SRD dicatu secara terus-menerus dengan sebuah catu daya eksternal khusus (konverter AC/DC atau adaptor/pengisi daya) atau dengan catu daya AC.

Dan, SRD beroperasi dengan SELV pada lingkungan dimana kelebihan tegangan dari jaringan telekomunikasi tidak mungkin terjadi. SELV merujuk pada tegangan yang tidak melebihi 42,4 V puncak atau 60 V DС.

 b. EMC

Sampel pengujian EMC dengan teknologi SRD dibedakan menjadi 3:

  • Fixed equipment: Perangkat yang dipasang secara tetap  atau dicatu daya menggunakan catu daya AC
  • Vehicular equipment: Perangkat yang digunakan dalam kendaraan dan dicatu daya menggunakan baterai utama kendaraan
  • Portable equipment: Perangkat yang digunakan untuk penggunaan portable dan memiliki catu daya utama berupа baterai

Jika portable equipment dan/atau vehicular equipment memiliki kemampuan dicatu daya AC, harus diklasifikasikan sebagai fixed equipment.

Pengujian EMC perangkat SRD (termasuk UWB) harus memenuhi kriteria dalam SNI IEC CISPR 32:2015, IEC CISPR 32, dan/atau salah satu seri ETSI EN 301 489.

c. RF

Bisa dibilang, pengujian ini merupakan yang utama untuk produk telekomunikasi dengan fitur RF. Seperti dijelaskan, setiap teknologi memiliki cara kerjanya masing-masing. Hal ini akan mempengaruhi cara pengujian dan metode yang digunakan.

Parameter pengujian RF untuk teknologi UWB sendiri tertuang dalam lampiran Standar Teknis SRD Tabel 4. Berikut daftarnya: 

Rentang FrekuensiMean Power Spectral DensityPeak EIRP DensityOther EmissionMetode Pengujian
3,1-3,4 GHz-70-36Mengikuti parameter yang tertera dalam ETSI EN 302 065ETSI EN 302 065 atau EN 303 883
3,4-3,8 GHz-80-40
3,8-6,0 GHz-70-30
6,0-8,5 GHz-41,30
8,5-10,6 GHz-65-25

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi perhitungan biaya dengan kalkulator dan pencatatan. Ini tarif pengujian untuk sertifikasi DJID.

Daftar Tarif Pengujian untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Mengetahui tarif untuk sertifikasi DJID bisa memudahkan anda menyusun anggaran. Ini selengkapnya.

Ilustrasi sertifikat yang dikeluarkan untuk alat telekomunikasi. Ini semua tentang penerbitan sertifikat DJID.

Penerbitan Sertifikat DJID: Contoh, Prosedur, Biaya Hingga Masa Berlaku

M. Fakhri Adzhar

Penerbitan sertifikat DJID melalui proses panjang. Ada juga syarat yang harus dipenuhi. Jangan sampai terlewat!

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Leave a Comment