Intelligent Transport System: Cara Kerja, Manfaat dan Proses Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi Intelligent Transport System. Ini semua yang perlu diketahui.

Teknologi nirkabel kini digunakan di semua lini kehidupan. Bahkan, di jalan raya. Dan tentu saja, banyak manfaatnya.

Kita hampir setiap hari berada di jalanan. Dengan penerapan teknologi, pengalaman berkendara dan menggunakan jalan bisa semakin aman dan efisien.

Teknologi yang diterapkan untuk sistem transportasi seperti itu dikenal dengan nama Intelligent Transport System atau ITS.

Pada dasarnya, ITS seperti teknologi nirkabel lain: memanfaatkan frekuensi radio untuk berkomunikasi. Apa maksudnya? bagaimana cara kerjanya? kami akan bahas di artikel ini.

Satu hal yang tak boleh terlewat. Produsen ataupun distributor yang mau memperjualbelikan perangkat yang mendukung ITS wajib mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Kalau tidak, produk anda dianggap legal dan bisa dimusnahkan. Selain itu, bisa mempengaruhi reputasi perusahaan anda di Indonesia.

Apa Itu Intelligent Transport System?

Intelligent Transport System (ITS), atau dikenal juga dengan sistem transportasi cerdas, adalah penggunaan teknologi nirkabel dalam sistem transportasi.

Seperti diketahui, pertumbuhan produk dan pengguna kendaraan terus meningkat. Artinya, semakin banyak kendaraan di jalanan.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, kepadatan kendaraan di jalanan membuat banyak ruas jalan macet. Coba pergi ke Jakarta. Jalanan mana yang tidak dipenuhi kendaraan?

Untuk membuat kendaraan tersebut lebih teratur, maka dibuatlah sistem. Dan sistem yang memanfaatkan teknologi nirkabel bisa jadi jawabannya.

Tujuan utama penerapan ITS sebetulnya agar lalu lintas lebih teratur. Pengguna bisa mendapatkan informasi secara real time tentang apapun yang dibutuhkan di jalanan.

Dan yang tak kalah penting, sistem transportasi cerdas seperti ini meminimalisir kecelakaan. Melalui otomatisasi sistem, pengguna bisa mengetahui sekaligus melakukan aksi yang tepat dalam kondisi jalan tertentu.

Mekanisme dan Contoh Penerapan ITS

Berikut merupakan mekanisme ITS yang banyak diterapkan saat ini. Kami juga akan berikan contoh penerapannya disini:

1. V2V

Pertama Vehicle to Vehicle (V2V) alias komunikasi antar kendaraan yang ada di jalan. Artinya, setiap kendaraan bisa mengetahui kondisi kendaraan lain. Bahkan bisa mencapai tahap apa yang akan dan/atau harus dilakukan kendaraan tersebut di jalan.

Misalnya, sebuah kendaraan bisa memberikan informasi kepada kendaraan lain kalau ia sudah melewati batas kecepatan di ruas jalan tertentu. Informasi ini bisa muncul, misalnya, di head unit mobil.

2. V2I

Kedua, Vehicle to Infrastructure (V2I). Artinya, kendaraan bisa berkomunikasi dengan infrastruktur jalan seperti lampu lalu lintas dan rambu. Tujuannya kendaraan otomatis mematuhi infrastruktur jalan tersebut. Begitu sebaliknya, infrastruktur juga bisa mendukung pengendara sesuai dengan kondisi jalan.

Misalnya, kendaraan bisa mendapatkan informasi adanya lubang di jalan dari infrastruktur lampu lalu linta yang dekat jalan berlubang tersebut.

Misalnya lagi, di malam hari, lampu penerangan jalan otomatis menyala ketika ada kendaraan yang lewat. Dan akan mati jika tidak ada. Ini tentu bisa menghemat penggunaan listrik.

3. C-V2X

Ketiga, disebut dengan Cellular Vehicle to Everything atau C-V2X. Artinya, kendaraan bisa berkomunikasi dengan kendaraan lain, infrastruktur jalan, pejalan kaki, serta jaringan seluler.

Sebagai contoh, pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan bisa mengirimkan sinyal dari ponselnya kepada kendaraan yang melintas untuk menurunkan kecepatan (mekanisme C-V2X).

4. Radar Kendaraan

Radar merupakan sensor yang terpasang di kendaraan. Contoh penerapannya di sistem IST adalah, sensor bisa mendeteksi jalanan yang berlubang dalam jarak tertentu sehingga bisa menghindar.

Dengan kata lain, kendaraan tidak berkomunikasi dengan objek ITS lain dalam mekanisme seperti ini.

Integrasi dan Pemanfaatan Aplikasi

Seperti diterapkan di banyak negara, jalan umum biasanya dikelola oleh operator. Mereka juga bisa mengintegrasikan aplikasi untuk mendukung sistem Intelligent Transport System ini.

Jadi, semua aktivitas di jalan melalui sistem ITS ini bisa terekam di aplikasi. Fungsinya apa? untuk peningkatan pelayanan.

Selain itu, seperti yang sudah diterapkan di Indonesia, aplikasi ini juga bisa jadi wadah pengguna jalan memberikan masukan terkait apa yang harus dilakukan di ruas jalan tertentu.

Sebagai contoh, Indonesia kental dengan tradisi mudik. Di momen tersebut, sudah bisa dipastikan jalanan penuh.

Melalui integrasi aplikasi pada sistem ITS, pengelolaan arus mudik dan/atau balik bisa dilakukan lebih efisien oleh operator berdasarkan insight dari pemudik.

Tujuannya banyak, terutama untuk mengurai kemacetan. Selain itu, memberikan informasi tempat peristirahatan. Dan lain sebagainya.

Karena secara garis besar, ITS merupakan integrasi teknologi dalam pengelolaan lalu lintas. Jadi, apapun teknologi yang cocok dengan sistem ini, bisa diintegrasikan (tak hanya untuk komunikasi pengguna jalan).

Cara Kerja

Butuh dukungan teknologi nirkabel bagi semua pengguna jalan. Tak terkecuali. Artinya, apapun yang lewat di jalanan perlu memiliki sistem teknologi nirkabel di dalamnya.

Untuk kendaraan, teknoldi terpasang di unitnya (dan saat ini sudah banyak digunakan). Untuk infrastruktur jalan pun demikian.

Sementara untuk pejalan kaki, ponsel atau alat apapun dengan koneksi nirkabel dan bisa terhubung ke sistem ITS perlu selalu mereka bawa.

Intelligent Transport System dirancang untuk komunikasi di jalanan pada jarak pendek. Mungkin hanya mencakup ruas jalan tertentu, tergantung frekuensi radio pada teknologi nirkabel yang digunakan.

Tergantung tujuan penerapan ITS,  data dari dan/atau ke kendaraan ditransmisikan melalui gelombang radio.

Perangkat atau alat yang terpasang di kendaraan atau infrastruktur maupun yang dibawa oleh pejalan kaki memancarkan sinyal berupa data.

Data tersebut kemudian diubah menjadi sinyal digital lau ditransmisikan melalui gelombang radio. Sinyal kemudian ditangkap perangkat lain dan diubah kembali menjadi bentuk informasi semula.

Mengapa Diterapkan?

Tujuan penerapan sistem ITS untuk mengelola transportasi di jalan supaya teratur dan menghindari kecelakaan, sudah pasti.

Tapi kalau kita baca semua penjelasan di atas, mungkin timbul atau pertanyaan? mengapa harus dibuat sistem sendiri? mengapa tidak menggunakan teknologi yang sudah ada (dan sudah diterapkan)?

Misalnya, untuk sekedar memilih ruas jalan yang macet atau tidak, bisa memanfaatkan aplikasi peta (maps) yang saat ini jumlahnya puluhan. Jawabannya adalah sistem yang lebih terkontrol.

Misalnya begini, kita mungkin bisa menggunakan berbagai aplikasi umum untuk kebutuhan di jalan. Namun, kita perlu sadar bahwa aplikasi tersebut terpasang di ponsel atau head unit dan terhubung dengan banyak aplikasi lain untuk berkomunikasi.

Bisa jadi ketika menggunakan aplikasi maps, tiba-tiba notifikasi pesan masuk. Bukannya fokus di jalan, malah terdistraksi. Ini justru meningkatkan potensi kecelakaan.

Satu lagi, kembali ke tujuan penggunaannya. Data-data yang terjadi di jalanan secara real dibutuhkan operator untuk evaluasi dan peningkatan pelayanan. Jika pelayanan meningkat, pengguna jalan juga yang diuntungkan, bukan?

Contoh yang sebelumnya kami sebutkan mungkin masih belum cukup sehingga memunculkan masalah ini. 

Kalau begitu, anda bisa cari di internet contoh penerapan Intelligent Transportation System dan lihat betapa banyak manfaatnya.

Sertifikasi DJID Perangkat ITS

Di Indonesia, setiap perangkat pendukung sistem ITS wajib memiliki sertifikat DJID. Ini adalah sertifikasi yang diselenggarakan Direktorat Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Tujuannya, supaya setiap perangkat tersebut aman digunakan serta tidak mengganggu perangkat lainnya.

Perlu diingat, sistem ini memanfaatkan gelombang radio di udara bebas. Interferensi atau gangguan sinyal adalah masalah umum. 

Sertifikasi ini mewajibkan semua alat atau perangkat yang menggunakan sistem elektromagnetik untuk disertifikasi. Salah satu contoh sistem elektromagnetik adalah gelombang radio. Jadi jelas, perangkat ITS wajib disertifikasi.

Proses sertifikasi DJID pada intinya mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen ini bisa didapatkan dengan berbagai cara. Anda bisa membacanya di artikel tentang persyaratan dokumen untuk sertifikasi DJID di website ini.

Satu hal yang kami highlight adalah, setiap produk telekomunikasi wajib dilakukan pengujian. Langkah ini yang akan menunjukkan bagaimana kondisi produk anda dan apakah sudah mendukung tujuan sertifikasi DJID itu sendiri.

Setiap pengujian dilakukan berdasarkan acuan standar teknis. Standar teknis biasanya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi.

Untuk sertifikasi DJID perangkat Intelligent Transport System, mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Republik Indonesia Nomor 260 Tahun 2024 Tentang Standar Teknis Short Range Devices (SRD).

Standar ini berisi persyaratan yang wajib dipenuhi perangkat yang punya teknologi nirkabel kategori SRD (ITS adalah salah satunya. Ingat,SRD dibuat untuk komunikasi jarak dekat/short range).

1. Pengujian Electrical Safety dan EMC

Ada tiga jenis pengujian produk IST yang wajib dilakukan sesuai standar teknis, yakni Electrical Safety, Electromagnetic Compatibility (EMC) dan Radio Frekuensi (RF).

Untuk pengujian Electrical Safety dan EMC, persyaratan untuk semua teknologi yang masuk kategori SRD sama saja.

Anda bisa melihatnya di artikel kami tentang Sertifikasi DJID Perangkat Telepon Cordless. Juga terdapat di artikel lain. Pokoknya semua teknologi kategori SRD yang sudah kami tulis.

2. Pengujian RF

Dalam standar teknis, pengujian RF dibedakan untuk masing-masing teknologi. Hal ini karena pemanfaatan pita frekuensi radio yang umumnya berbeda.

Pada Tabel 8 Standar Teknis tersebut bisa kita lihat, semua mekanisme IST yang kami sebutkan di atas diatur dalam pengujian RF.

Parameter pengujiannya ada tiga: Daya Pancar (Output Power), Spurious Emission, dan Bandwidth. Supaya lebih jelas, kami akan jelaskan dalam tabel di bawah ini: 

Pita FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode PengujianBandwithAplikasi
5725 – 5850 MHz≤ 33 dBm EIRPSesuai yang tertera dalam EN 300 674-2-1Sesuai yang tertera dalam EN 300 674-2-1≤ 10MHzDSRC (V2V dan V2I)
≤ -21 dBm EIRP pada boresight untuk Set A; dan ≤-14 dBm EIRP pada boresight untuk Set BSesuai yang tertera dalam EN 300 674-2-2Sesuai yang tertera dalam EN 300 674-2-2
5850 – 5925 MHz≤ 33 dBm EIRPSesuai yang tertera dalam EN 302 571Sesuai yang tertera dalam EN 302 571
5855 – 5925 MHz≤ 33 dBm EIRPSesuai yang tertera dalam ETSI TS 136 101 atau ETSI TS 138 101Sesuai yang tertera dalam ETSI TS 136 521 atau ETSI TS 138 521≤ 40MHzC-V2X
24 – 24,25 GHz≤ 20 dBm EIRPSesuai yang tertera dalam EN 302 858Sesuai yang tertera dalam EN 302 858Radar Kendaraan
76 – 77 GHz≤ 55 dBm EIRPSesuai yang tertera dalam EN 301 091-1Sesuai yang tertera dalam EN 301 091-1 dan/atau EN 303 396
Sesuai yang tertera dalam FCC Part 95.3379Sesuai yang tertera dalam FCC Part 95M dan ANSI C63.26/ANSI C63.10

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi perhitungan biaya dengan kalkulator dan pencatatan. Ini tarif pengujian untuk sertifikasi DJID.

Daftar Tarif Pengujian untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Mengetahui tarif untuk sertifikasi DJID bisa memudahkan anda menyusun anggaran. Ini selengkapnya.

Ilustrasi sertifikat yang dikeluarkan untuk alat telekomunikasi. Ini semua tentang penerbitan sertifikat DJID.

Penerbitan Sertifikat DJID: Contoh, Prosedur, Biaya Hingga Masa Berlaku

M. Fakhri Adzhar

Penerbitan sertifikat DJID melalui proses panjang. Ada juga syarat yang harus dipenuhi. Jangan sampai terlewat!

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Leave a Comment