{"id":4636,"date":"2026-01-13T08:42:04","date_gmt":"2026-01-13T08:42:04","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4636"},"modified":"2026-01-13T08:42:04","modified_gmt":"2026-01-13T08:42:04","slug":"apa-itu-emc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4636\/apa-itu-emc\/","title":{"rendered":"Apa Itu EMC? Penjelasan, Regulasi Hingga Pengujian di Proses Sertifikasi DJID"},"content":{"rendered":"\n<p>Buat anda yang cukup sering mengajukan permohonan sertifikasi, mungkin sudah familiar dengan apa itu EMC. Ini adalah salah satu jenis pengujian yang wajib dilakukan jika ingin mendapatkan sertifikat DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski sudah melakukan pengujian dan berulang kali berhasil melaluinya hingga mendapatkan sertifikat setelah melakukan <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4626\/sistem-pembayaran-host-to-host\/\">pembayaran host to host<\/a> sistem DJID, apakah anda benar-benar memahami apa itu EMC secara komprehensif?<\/p>\n\n\n\n<p>Nyatanya, pengujian ini sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan pengguna produk anda. Jadi, kami akan menjelaskannya disini sekaligus semua tentang EMC yang berkaitan dengan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu EMC?<\/h2>\n\n\n\n<p>EMC merupakan kependekan dari Electromagnetic Compatibility. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama kompatibilitas elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui, setiap perangkat elektronik termasuk produk telekomunikasi pasti menghasilkan gelombang elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kita cari di Google, Gelombang elektromagnetik didefinisikan sebagai gelombang yang terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang saling tegak lurus dan berosilasi, merambat bersamaan membawa energi tanpa memerlukan medium perantara seperti suara, sehingga bisa berjalan di ruang hampa.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, gelombang tersebut bisa mempengaruhi baik kesehatan manusia maupun peralatan atau produk lainnya yang menghasilkan gelombang elektromagnetik juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, gelombang elektromagnetik yang dihasilkan sebuah produk harus tidak menimbulkan masalah kesehatan manusia serta tidak mengganggu produk lainnya saat digunakan bersamaan. Inilah yang disebut kompatibilitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, EMC menunjukkan bahwa sebuah produk\/alat\/perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik tidak menimbulkan masalah kesehatan maupun mengganggu fungsi produk lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui kompatibilitas tersebut, produk harus dilakukan serangkaian pengujian. Pengujian ini diterapkan dalam banyak regulasi atau aturan. Salah satunya sebagai syarat mendapatkan sertifikat DJID.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Penting Dilakukan Pengujian pada Produk Telekomunikasi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa gelombang elektromagnetik itu pasti ada di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita terpapar dalam jumlah yang sangat sedikit, mungkin tidak masalah. Namun jika dalam jumlah banyak, kita bisa mengalami masalah kesehatan mulai dari kanker, kerusakan sistem saraf bahkan penurunan imunitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Disisi lain, perangkat telekomunikasi hampir pasti kita temukan dalam kehidupan. Tidak usah jauh-jauh. Komputer dan ponsel cukup jadi contohnya. Belum lagi perangkat router, remote tv, AC dan Kulkas yang menggunakan Wifi, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain dampak kesehatan pada pengguna, pengujian EMC pada produk telekomunikasi juga bertujuan untuk mencegah gangguan pada produk lain saat digunakan bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh paling mudahnya adalah frekeunsi pada radio. Mungkin anda sering mengalami masalah frekuensi sebuah stasiun radio tidak terdengar jelas dan timbul suara berisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu adalah salah satu jenis gangguan elektromagnetik karena anda menyalakan perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik saat menyalakan radio.<\/p>\n\n\n\n<p>Atau bisa juga, stasiun radionya sendiri yang mengalami gangguan karena gelombang elektromagnetik dari perangkat lain di sekitar pemancarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Regulasi Pengujian EMC dalam Sertifikasi DJID<\/h2>\n\n\n\n<p>Laporan Hasil Uji (LHU) dari sebuah pengujian merupakan bagian dari persyaratan dokumen sertifikasi DJID. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah EMC ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pada dasarnya pengujian merupakan bagian dari sertifikasi DJID sebuah produk. Sementara regulasi atau standar teknis di Indonesia mengatur tentang sebuah produk atau teknologi, bukan spesifik jenis pengujiannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, sebetulnya tidak ada secara spesifik aturan yang mengatur tentang jenis pengujian, termasuk EMC. Karena semuanya akan bergantung dari produk dan teknologi telekomunikasi apa yang akan disertifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun secara umum, semua regulasi tentang sertifikasi produk telekomunikasi termasuk pengujiannya tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024 tentang sertifikasi alat telekomunikasi dan\/atau perangkat telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Produk Telekomunikasi yang Wajib Dilakukan Pengujian EMC<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, semua produk telekomunikasi wajib melakukan pengujian EMC jika ingin mendapatkan sertifikat DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski dalam regulasi umum sertifikasi DJID, yakni di Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024 tidak disebutkan secara spesifik aturan ini, kewajiban pengujian EMC bisa dilihat dari persyaratan label tanda peringatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Pasal 25 Ayat 4 Regulasi tersebut dijelaskan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTanda peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c memuat informasi mengenai larangan melakukan perubahan spesifikasi yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan\/atau elektromagnetik terhadap lingkungan sekitarnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Disini bisa diartikan bahwa tanda peringatan ini menunjukkan bahwa setiap produk telekomunikasi yang disertifikasi sudah bebas dari potensi gangguan elektromagnetik. Disisi lain, dilarang merubah spesifikasi agar tidak menghasilkan gangguan elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan di poin apa itu EMC, sebenarnya gangguan elektromagnetik sudah jadi makanan kita sehari-hari seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, ada batas yang harus kita waspadai.<\/p>\n\n\n\n<p>Sertifikasi pada produk telekomunikasi yang seluruhnya menghasilkan gelombang elektromagnetik membuat kita bisa mencegah dampak buruk radiasi atau emisi gelombang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis dan Standar Teknis Pengujian EMC<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan dalam poin apa itu EMC, pada dasarnya pengujian EMC dilakukan untuk mengetahui dua kondisi produk, yakni ketahanan serta daya pancar emisi produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang juga kami jelaskan di atas, tidak ada regulasi spesifik yang membahas pengujian ini. Namun, semuanya sudah tertera dalam masing-masing regulasi teknis jenis teknologi dari produk yang mau disertifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari semua regulasi teknis tersebut, mengacu pada regulasi lain untuk melakukan pengujian EMC dengan parameter pengujian kekebalan dan emisi tadi. Supaya lebih jelas, kami akan mengajarkannya disini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kekebalan\/Immunity<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengujian EMC parameter Kekebalan atau Imunitas yang dipersyaratkan pada produk telekomunikasi pada intinya untuk melihat kemampuan fungsi produk tersebut ketika terkena atau terpapar gelombang elektromagnetik dari produk telekomunikasi lainnya saat dinyalakan bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya pengujian EMC ini tidak jadi persyaratan dalam dokumen LHU untuk dilampirkan. Namun mulai tahun 2025, beberapa produk di bawah ini wajib melakukan pengujian EMC parameter immunity:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perangkat Wavelength Division Multiplexing<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat Passive Optical Network (PON)<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat Jaringan Ethernet<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat Free Space Optics<\/li>\n\n\n\n<li>Modem Kabel Koaksial (Home Network)<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat Terminal ISDN (Integrated Service Digital Network)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sementara regulasi standar teknis untuk melakukan pengujian MEC parameter kekebalan ini menggunakan IEC CISPR 35.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam regulasi tersebut, produk harus mampu berfungsi ketika terkenaElectrostatic Discharge (ESD)<strong>, <\/strong>Electrical Fast Transients (EFT)<strong>, <\/strong>Surge\/Lonjakan Arus<strong>, <\/strong>Radiated Immunity<strong>, <\/strong>Conducted Immunity sertaVoltage Dips dan Interruptions.<\/p>\n\n\n\n<p>Regulasi pengujian EMC parameter Immunity berlaku kalau sudah ada minimal 2 balai uji terakreditasi KAN untuk melakukan pengujian ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, sudah ada 3 alai uji lokal yang terakreditasi tersebut yakni BBPPT, HCT, dan Qualis. Jadi, semua produk telekomunikasi di atas sekarang sudah wajib melakukan pengujian ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Emisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengujian EMC Parameter emisi yang jadi persyaratan sertifikasi DJID ada dua, yakni <em>conducted emission <\/em>dan <em>radiated emission.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Emisi radiasi merupakan jumlah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dan berpotensi mempengaruhi fungsi telekomunikasi produk lain dari sebuah produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara emisi konduksi merupakan jumlah panas atau listrik yang terlepas dari sebuah produk telekomunikasi. Sama juga, yang berpotensi mengganggu fungsi produk lain bahkan bisa berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melakukan pengujian EMC parameter emisi ini (baik conducted maupun radiated), menggunakan regulasi teknis IEC CISPR 32, SNI IEC CISPR 32:2015 (Adopsi), atau ETSI EN 301 489.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua jenis regulasi standar teknis tersebut isinya sebetulnya sama saja, hanya berbeda badan yang menerbitkan. IEC merupakan badan teknologi kelistrikan internasional sementara ETSI badan yang sama namun melingkupi negara-negara di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara SNI merupakan badan standardisasi nasional Indonesia yang mengadopsi standar IEC untuk membuat standar sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kondisi Sampel\/Produk Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Sampel yang digunakan untuk pengujian EMC dibagi menjadi tiga kategori:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Fixed Equipment: sampel\/produk yang dipasang tetap atau menggunakan catu daya AC (sumber data berasal dari listriuk.<\/li>\n\n\n\n<li>Vehicular Equipment: sampel\/produk dari produk yang terpasang di kendaraan. Sumber dayanya berasal dari sumber daya kendaraan (aki atau baterai kendaraan).<\/li>\n\n\n\n<li>Portable Equipment: sampel\/produk yang menggunakan daya dari baterai<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Semua kondisi sampel\/produk yang digunakan untuk pengujian bakal mempengaruhi kondisi dan teknis pengujian nantinya. Namun secara umum, persyaratan hasil pengujiannya sama saja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian EMC Immunity<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada pengujian EMC parameter kekebalan atau imunitas, pengujian dilakukan di dua tempat, yakni di selubung dan\/atau catu daya AC dan\/atau DC (termasuk konverter AC\/DC khusus).<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perangkat Free Space Optic harus masih bisa berfungsi setelah dikenakan Medan elektromagnetik RF dengan rentang pita 80 MHz hingga 1 GHz. Pengujiannya dilakukan di selubung perangkat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya lagi, dengan perangkat yang sama, harus masih bisa berfungsi ketika dikenakan RF Common Mode 0,15 sampai 80 MHz pada port catu daya AC dan DC dengan kabel lebih panjang dari 3 meter.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian EMC Conducted Emission<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan, pengujian EMC untuk parameter conducted emission digunakan untuk melihat paparan gelombang elektromagnetik yang disalurkan melalui listrik. Dua hal dalam proses pengujian ini yang perlu dipahami:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Klasifikasi Perangkat<\/h3>\n\n\n\n<p>DUT (Device Under Test) atau sampel yang digunakan untuk pengujian diklasifikasikan menjadi dua, yakni Kelas A dan B.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelas A diperuntukkan untuk produk di lingkungan komersial atau industri seperti perangkat medis dan otomotif. Sementara elas B untuk produk yang digunakan di lingkungan rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Klasifikasi perangkat ini berpengaruh terhadap persyaratan hasil pengujian yang akan kami jelaskan di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Batas Pengujian<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengujian conducted emission ini menggunakan rentang frekuensi 150 kHz hingga 30 MHz. Sementara persyaratan batas penggunaannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Rentang Frekuensi<\/strong><\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Batas Kelas A<\/strong><\/strong> <strong>: Quasi-peak<\/strong><\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">0.15 \u2013 0.5 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">79 dB(\u03bcV)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">0.5 \u2013 30 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">73 dB(\u03bcV)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Rentang Frekuensi<\/strong><\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Batas Kelas <\/strong>B : Quasi-peak<\/strong><\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">0.15 \u2013 0.5 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">66 to 58 dB(\u03bcV)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">0.5 \u2013 5 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">56 dB(\u03bcV)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">5 \u2013 30 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">60 dB(\u03bcV)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Seperti yang terlihat pada tabel di atas, batas emisi untuk kelas B jauh lebih ketat daripada kelas A. Hal ini karena jumlah perangkat yang digunakan di lingkungan rumah tangga jauh lebih banyak daripada di lingkungan industri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengujian EMC Radiated Emission<\/h2>\n\n\n\n<p>Sama seperti pengujian emisi conducted emission, EMC Radiated Emission juga membagi sampel produk menjadi dua kelas, yakni kelas A dan B dengan definisi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membedakan, frekuensi pengujian radiated emission ini dilakukan pada rentang frekuensi 30 MHz \u2013 1 GHz dan 1 \u2013 6 GHz. Sementara batas pengujiannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong>Rentang Frekuensi<\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong>Batas Kelas A : Quasi-peak<\/strong><\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">30 \u2013 230 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">50 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">230 \u2013 1000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">57 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">1000 \u2013 3000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">76 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">3000 \u2013 6000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">80 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Rentang Frekuensi<\/strong><\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\"><strong><strong>Batas Kelas <\/strong>B<\/strong> <strong>: Quasi-peak<\/strong><\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">30 \u2013 230 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">40 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">230 \u2013 1000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">47 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">1000 \u2013 3000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">70 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">3000 \u2013 6000 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-left\" data-align=\"left\">74 dB(\u03bcV\/m)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah anda benar-benar memahami apa itu EMC secara komprehensif? kami akan jelaskan semuanya disini.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4637,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[6,80,77,79,16],"class_list":["post-4636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terminologi","tag-djid","tag-gelombang-elektromagnetik","tag-keamanan","tag-kesehatan","tag-pengujian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4638,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4636\/revisions\/4638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}