{"id":4688,"date":"2026-03-02T03:05:26","date_gmt":"2026-03-02T03:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4688"},"modified":"2026-03-02T03:05:26","modified_gmt":"2026-03-02T03:05:26","slug":"balai-uji-luar-negeri-mra-dan-non-mra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4688\/balai-uji-luar-negeri-mra-dan-non-mra\/","title":{"rendered":"Perbedaan Balai Uji Luar Negeri MRA dan Non MRA untuk Sertifikasi Produk Telekomunikasi"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat ini Indonesia masih mengizinkan penggunaan Laporan Hasil Uji (LHU) Balai Uji Luar Negeri untuk permohonan sertifikasi DJID. Disebut juga <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4518\/sertifikasi-djid-jalur-evaluasi-dokumen\/\">sertifikasi DJID jalur evaluasi dokumen<\/a> (paperwork).<\/p>\n\n\n\n<p>Status balai uji luar negeri sendiri ada dua, balai uji luar negeri MRA dan Non MRA. Keduanya akan berpengaruh ke berbagai hal dalam proses sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi perbedaan keduanya sangat penting dipahami pemohon sertifikasi DJID, terutama bagi Local Representative dari produsen luar Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kewajiban Melakukan Pengujian di Balai Uji<\/h2>\n\n\n\n<p>Regulasi umum tentang sertifikasi DJID dijelaskan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti sudah kami jelaskan di atas, pengujian perangkat telekomunikasi yang akan disertifikasi adalah salah satu syarat mengajukan permohonan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam regulasi tersebut, ketentuan ini tertuang dalam Pasal 6 ayat 1 dan 2:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemenuhan Standar Teknis pada Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi untuk setiap merek, Tipe Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi, dan negara asal pembuatan Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi, dilakukan melalui Pengujian.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh: (a) balai uji dalam negeri; dan (b) balai uji luar negeri<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bisa dibilang, pengujian merupakan prosedur utama dalam proses sertifikasi DJID. Seperti kita ketahui, tujuan sertifikasi DJID adalah untuk memastikan keamanan pengguna dan tidak mengganggu perangkat lain saat digunakan bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan keduanya, produk telekomunikasi harus diuji spesifikasi yang terpasang di dalamnya berdasarkan aturan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini DJID Komdigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika tidak dilakukan pengujian, bagaimana kita bisa mengetahui produk telekomunikasi tersebut aman digunakan atau tidak mengganggu alat\/perangkat lain?&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Regulasi Penetapan Balai Uji Luar Negeri<\/h2>\n\n\n\n<p>Dari pembahasan perbedaan balai uji luar negeri MRA dan Non MRA kita sudah mengetahui bahwa ada dua jenis balai uji luar negeri yang bisa diapaai dalam prose ssertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya memiliki regulasi yang beredar untuk penetapan daftarnya. Untuk balai uji Non MRA (dan paling sering dipakai klien Dimulti Indonesia), ada di Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penetapan Balai Uji Luar Negeri Untuk Keperluan Sertifikasi Alat Telekomunikasi Dan\/Atau Perangkat Telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Komdigi kemudian menerbitkan kembali Kepmen Nomor 43 Tahun 2026 untuk merevisi beberapa alamat dalam daftar balai uji tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk daftar balai uji luar negeri, baik MRA dan Non MRA, anda bisa melihatnya di laman sertifikasi.postel.go.id. Atau, anda bisa membaca di artikel kami tentang <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4600\/memahami-balai-uji\/\">Balai Uji<\/a> untuk Sertifikasi Produk Telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu MRA?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sekali lagi, kalau kita bahas perbedaan balai uji luar negeri MRA dan Non MRA, satu kata yang digarisbawahi adalah MRA itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa itu MRA? MRA adalah pengaturan formal antara negara atau wilayah yang memungkinkan penerimaan hasil penilaian kesesuaian yang dilakukan di satu yurisdiksi oleh yurisdiksi lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada intinya, MRA adakah kesepakatan dua negara untuk saling hasil mengakui pengujian di kedua negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk produk telekomunikasi, saat ini Indonesia (dalam hal ini Komdigi) baru bekerja sama melalui mekanisme MRA dengan Korea Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, hasil pengujian produk telekomunikasi di balai uji Indonesia sudah pasti diakui otoritas berwenang yang menangani proses sertifikasi produk telekomunikasi di Korea Selatan. Dengan kata lain, LHU balai uji Indonesia diakui di Korea Selatan. Begitu sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun perlu diketahui, MRA tidak melulu terbatas pada produk telekomunikasi. Bisa jadi lebih luas ke berbagai sektor ekonomi dan industri tergantung kesepakatan dua negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya MRA, kerumitan proses perizinan di tiap negara akan berkurang. Karena, ya, sudah pasti akan diizinkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Balai Uji Luar Negeri MRA dan Non MRA<\/h2>\n\n\n\n<p>Kita masuk ke pembahasan utama. Berikut ini beberapa perbedaan balai uji MRA dan MRA untuk sertifikasi DJID yang perlu dipahami pemohon sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengakuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan sebelumnya, mekanisme kerjasama MRA ini memungkinkan kedua negara untuk saling mengaku hasil pengujian produk telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, daftar balai uji luar negeri Non MRA yang tercantum di Kepmen Komdigi Nomor 13 Tahun 2025 diakui di Indonesia. Namun, balai uji di Indonesia tidak\/belum tentu diakui oleh negara asal masing-masing balai uji tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, 7Layers GmbH adalah balai uji di Jerman yang LHU-nya diakui di Indonesia. Namun, belum tentu balai uji asal Indonesia diakui LHU-nya untuk kebutuhan sertifikasi produk telekomunikasi di Jerman.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mekanisme Penetapan Balai Uji<\/h3>\n\n\n\n<p>Penetapan balai UJI MRA dilakukan berdasarkan kesepakatan yang dijalin antar dua ngeres. Untuk balai uji, Komdigi yang menjalin kerjasama dengan Korea Selatan. Daftar balai uji berikut rinciannya masuk dalam poin kesepakatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk balai uji Non MRA, mekanisme penetapannya dilakukan melalui pengajuan oleh balai uji luar negeri tersebut ke Komdigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kementerian akan melakukan serangkaian proses verifikasi sebelum menetapkan apakah balai uji tersebut sesuai atau tidak. Jika sesuai, maka akan dimasukkan dalam daftar balai uji luar negeri seperti pada Kepmen Komdigi Nomor 13 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Masa Berlaku<\/h3>\n\n\n\n<p>Balai uji luar negeri MRA dan Non MRA sama-sama mengacu pada aturan masing-masing. Balai Uji MRA berdasarkan yang tercantum di perjanjian. Sementara Balai Uji Non-MRA berdasarkan hasil evaluasi Komdigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pemohon sertifikasi, pastika update informasi tentang penetapan balai uji luar negeri, baik MRA maupun Non MRA, oleh Komdigi supaya tidak salah menggunakan balai uji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jumlah<\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang, mari kita lihat realitanya. Saat ini, balai uji luar negeri MRA sangat sedikit, hanya 4 lab di 7 lokasi. Ini wajar mengingat perjanjian MRA Balai Uji untuk sertifikasi produk telekomunikasi baru hanya dengan Korea Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara balai uji luar negeri Non MRA, berdasarkan data dari laman sertifikasi.postel.go.id, saat ini ada 217 balai uji luar negeri yang tercatat. Jumlahnya jauh lebih banyak mengingat satu balai uji bisa memiliki beberapa lokasi lab.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Biaya Penerbitan Sertifikat<\/h3>\n\n\n\n<p>Poin ini yang mungkin bakal banyak jadi pertimmbangan. Ya, biaya penerbitan sertifikat dari balai uji luar negeri MRA lebih murah ketimbang balai uji Non MRA.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut perbandingan biaya penerbitan sertifikat DJID dari balai uji luar negeri MRA dan Non MRA selengkapnya yang diambil dari situs sertifikasi.postel.go.id:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Klasifikasi LHU Sertifikat<\/strong><\/td><td><strong>Balai Uji Non MRA<\/strong><\/td><td><strong>Balai Uji MRA<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Non-HKT<\/td><td>Rp 60.000.000<\/td><td>Rp 50.000.000<\/td><\/tr><tr><td>HKT<\/td><td>Rp 80.000.000<\/td><td>Rp 60.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Kombinasi dengan Balai Uji Lokal<\/td><td>Rp 40.000.000<\/td><td>Rp 30.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Menggunakan Balai Uji Luar Negeri untuk Proses Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p>Dimulti Indonesia sudah sangat sering menangani klien yang menggunakan balai uji luar negeri untuk mengajukan permohonan sertifikasi DJID.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena salah satu keuntungannya adalah anda tidak perlu melakukan pengujian lokal atau local test di balai uji dalam negeri. Meski begitu, syarat dan ketentuan tetap berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara mengapa banyak klien kami yang menggunakan jalur ini adalah karena perusahaan mereka multinasional. Artinya, tersebar di banyak negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing terkait proses pengujian. Bisa jadi, setiap pabrik di setiap negara diinstruksikan untuk menggunakan pengujian lokal di negara masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada juga perusahaan yang memilih melakukan satu pengujian di balai uji yang ditunjuk. Biasanya pertimbangannya balai uji tersebut sudah diakui di banyak negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, LHU nya bisa digunakan untuk proses sertifikasi\/perizinan masuk produk telekomunikasi mereka. Selain itu, cara seperti ini juga lebih menghemat biaya dan efisien secara waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sebagai catatan, biaya penerbitan sertifikat melalui jalur ini lebih mahal keitmbang local test. Ini tergantung kebijakan perusahaan anda atau perusahaan yang anda wakilkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahun 2027 Balai Uji Luar Negeri Non-MRA Sudah Tidak Berlaku<\/h2>\n\n\n\n<p>2026 menjadi tahun terakhir penggunaan balai uji luar negeri non-MRA untuk kebutuhan sertifikasi DJID. Pasalnya, Komdigi menetapkan di tahun 2027, semua permohonan sertifikasi DJID wajib menggunakan jalur local testing dan Balai Uji Luar Negeri MRA saja (karena sudah kesepakatan antar negara).<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini disampaikan Komdigi pada acara EMC Excellence Forum 2025: Evolving Standards and Testing Insights 4 Juni 2025 lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Komdigi menjelaskan, Lab BBPPT sebagai lab pengujian KOMDIGI telah mencatat pendapatan pengujian lebih dari Rp 32 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Angka ini masih jauh dibandingkan dengan negara lain seperti Jerman yang mencatat pendapatan tahunan lebih dari Rp 59 triliun dan Korea Selatan yang menargetkan lebih dari Rp 11 triliun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Harus Dilakukan Pemohon Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p>Buat anda yang ingin mengajukan permohonan sertifikasi produk telekomunikasi tipe terbaru, terutama yang masih menggunakan LHU Balai Uji luar negeri Non-MRA, wajib menjadikan ini catatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja rencana permohonan sertifikasi DJID yang anda lakukan perlu diubah. Sampel pengujian harus dibuat dan dikirim lebih cepat ke Indonesia untuk diuji. Karena proses pengujiannya butuh waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, anggaran untuk proses sertifikasi juga perlu diubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Penerbitan sertifikat dari hasil pengujian di balai uji dalam negeri memang lebih murah.Namun anda juga perlu mempertimbangkan biaya pengiriman sampel serta biaya pengujiannya yang bisa jadi berbeda dengan biaya di balai uji luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya proses sertifikasi DJID lebih efisien, percayakan kepada agen terpercaya yang sudah berpengalaman di bidang ini selama belasan tahun. Dimulti Indonesia adalah yang terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimulti Indonesia berpengalaman sebagai penyedia <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4672\/jasa-pengurusan-sertifikasi-djid\/\">Jasa Pengurusan Sertifikasi DJID<\/a> Postel sejak tahun 2008 dengan ratusan klien dan sertifikasi DJID yang berhasil terbit.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami memahami proses panjang sertifikasi DJID. Karena itu, kami tidak ingin menambah kerumitan dalam proses internal kami. Anda cukup menghubungi kami satu kali dan akan ditangani oleh satu orang tanpa prosedur rumit.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tim kami juga dilatih untuk menemukan solusi. Apapun kendala yang ditemukan sata prosesnya, tim kami yang berpengalaman memberikan masukan terbaik dan paling efisien untuk mengatasi masalah tersebut.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baik balai uji luar negeri MRA dan Non MRA, keduanya punya pengaruh ke berbagai hal dalam proses sertifikasi DJID.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4689,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14,6,95,48,39],"class_list":["post-4688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-balai-uji","tag-djid","tag-luar-negeri","tag-mra","tag-telekomunikasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4690,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4688\/revisions\/4690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}