{"id":4743,"date":"2026-03-17T03:05:00","date_gmt":"2026-03-17T03:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4743"},"modified":"2026-03-16T02:32:03","modified_gmt":"2026-03-16T02:32:03","slug":"sampel-pengujian-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4743\/sampel-pengujian-rusak\/","title":{"rendered":"Sampel Pengujian Rusak, Apa yang Harus Dilakukan Pemohon Sertifikasi DJID?"},"content":{"rendered":"\n<p>Sertifikasi Produk telekomunikasi atau dikenal juga dengan sertifikasi DJID bisa dilalui lewat dua jalur, pengujian lokal atau evaluasi dokumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengujian lokal artinya sampel anda sebagai pemohon sertifikasi DJID akan diuji di balai uji dalam negeri (Indonesia).<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara evaluasi dokumen, anda melakukan pengujian di luar negeri lalu mendapatkan LHU. LHU tersebut kemudian dikumpulkan dengan dokumen lainnya lalu diajukan permohonan sertifikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, kami akan membahas salah satu masalah yang kerap ditemukan dan dikeluhkan oleh klien Dimulti Indonesia, yakni sampel pengujian rusak. Masalah ini ditemukan ketika klien kami menempuh jalur <em>local testing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penyedia jasa sertifikasi DJID, tentu saja kami harus menemukan solusi secepat mungkin agar proses sertifikasi bisa berjalan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Disini, kita akan melihat bagaimana prosedur yang ditetapkan Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ketika terjadi kerusakan sampel pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi awal, BBPPT bisa menangani semua jenis pengujian sampel untuk kebutuhan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, Komdigi melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) juga mengakui beberapa balai uji lainnya untuk pengujian, baik swasta maupun BUMN.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap balai punya ketentuan internal perusahaan masing-masing. Karena itu, bisa jadi prosedur yang dilakukan saat sampel pengujian rusak berbeda tiap balai uji.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Sampel Pengujian Bisa Rusak?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sampel pengujian yang rusak artinya ketika dilakukan pengujian, fitur telekomunikasinya tidak terbaca oleh alat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, beberapa kasus juga ditemukan produk yang akan diuji tersebut benar-benar tidak bisa dinyalakan sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga kasus dimana terdapat anomali hasil pengujian. Semua settingan sampel dan alat uji sudah benar, namun hasilnya tetap tidak sesuai harapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus-kasus sampel pengujian rusak tersebut bisa terjadi karena beberapa hal:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kerusakan Saat Pengiriman Sampel<\/h3>\n\n\n\n<p>Anggap saja anda melakukan sertifikasi sendiri. Dalam artian, tidak menggunakan jasa pendampingan sertifikasi DJID seperti Dimulti Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda harus mengajukan permohonan pengujian sampel ke BBPPT sendiri. Setelah mendapatkan jadwal, anda harus mengirimkan produknya ke lokasi balai uji.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, pengiriman barang tidak bisa kita kondisikan. Ekspedisi yang biasa mengirim produk-produk atau sampel alat telekomunikasi mungkin sudah tau bagaimana meng-<em>handle<\/em>-nya. Namun, di perjalanan kita tidak pernah tau.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa jadi kendaraan yang mengangkutnya menghantam lubang lalu semua paket di dalam berhamburan. Akhirnya terjadi benturan yang membuat kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Salah Setting Sampel<\/h3>\n\n\n\n<p>Setap pengiriman sampel pengujian ke balai uji harus disertakan Standar Operasional Prosedur produk tersebut serta software yang digunakan untuk mengujinya. Dari sisi sampelnya, harus sudah disesuaikan dengan kondisi pengujian sesuai SOP-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang, pemohon sertifikasi salah dalam melakukan setting sampel tersebut. Contohnya, sampel yang harusnya dikondisikan untuk pengujian malah sampel normal.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kondisi seperti ini bukan karena sampel pengujian rusak. Produk sebenarnya tidak rusak, cuma salah perlakuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kesalahan dalam Prosedur Pengujian<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun sudah ahli dalam pengujian produk telekomunikasi, teknisi balai uji tetap manusia. Sampel pengujian rusak pun bisa karena kesalahan mereka dalam melakukan pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesalahannya bisa bermacam-macam, mulai dari berhubungan dengan arus listrik dan kesalahan penempatan sampel di tempat pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, berdasarkan pengalaman kami, hal seperti ini sebetulnya sangat jarang terjadi. Karena pada akhirnya kita juga tidak bisa memastikan apakah sampel pengujian rusak karena kesalahan prosedur pengujian atau sudah eror dari awal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Terhadap Proses Sertifikasi DJID<\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap hambatan yang terjadi dalam proses sertifikasi DJID sebaiknya dihindari. Anda pun wajib melakukan mitigasi sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai pendamping proses sertifikasi DJID, Dimulti Indonesia akan selalu memberikan masukan agar hal ini tidak terjadi.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, mengapa sebaiknya masalah sampel pengujian rusak sebaiknya dihindari? setidaknya karena dua alasan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Proses Sertifikasi Molor<\/h3>\n\n\n\n<p>Produk telekomunikasi yang sedang dalam proses sertifikasi DJID kebanyakan dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Lalu kalau proses sertifikasinya molor, otomatis waktu perilisannya juga terancam molor.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika benar-benar berdampak pada mundurnya waktu perilisan produk, anda bisa kehilangan kepercayaan pelanggan karena mereka kecewa.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, investor bisa jadi menganggap anda tidak profesional karena persiapan yang buruk. Ujungnya, anda kehilangan kesempatan mendapatkan sumber modal besar buat keberlangsungan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Biaya Tambahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sampel yang rusak harus diganti atau diperbaiki, Dua-duanya membutuhkan biaya. Jika diperbaiki, anda perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi ke BBPPT.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara jika diganti, anda perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk pengiriman dan pengembalian sampel yang rusak ke tempat anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Biayanya mungkin tak seberapa ketimbang pendapatan perusahaan anda atau potensi keuntungan dari penjualan produk tersebut. Namun namanya bisnis, semua pengeluaran harus efisien demi kesehatan keuangan.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Perlu Dilakukan Jika Sampel Pengujian Rusak?<\/h2>\n\n\n\n<p>Tentu saja kalau sampel pengujian rusak, anda tidak dapat melanjutkan proses sertifikasi DJID. Mau tidak mau, anda harus mencari jalan keluar terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ketentuan di laman pelayanansdppi.postel.go.id dijelaskan, ada dua hal yang bisa dilakukan pemohon sertifikasi DJID jika terjadi masalah tersebut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Setting Ulang Alat<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kerusakan belum bisa dipastikan, anda bisa melakukan setting ulang alat atau sampel pengujian tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Setting ulang ini bisa dilakukan pada perangkat utama atau perangkat pendukungnya (misalnya kabel dan sebagainya).<\/p>\n\n\n\n<p>BBPPT akan meminta anda atau perwakilan perusahaan sebagai pemohon pengujian produk telekomunikasi untuk kebutuhan sertifikasi DJID untuk datang ke balai uji dan melakukan setting ulang sambil didampingi tim teknis balai uji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penggantian Sampel Pengujian<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah dipastikan kerusakannya, atau setelah dilakukan setting ulang sampel tetap tidak bisa bekerja, anda bisa mengganti sampel dengan yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentu jadi opsi yang paling dihindari. Seperti dijelaskan, selain karena memakan waktu lagi untuk pengiriman sampel ke balai (apalagi jika produsennya dari luar negeri, ingat ada prosedur <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4740\/border-dan-post-border-impor\/\">border dan post border<\/a> yang bikin pusing), perlu mengeluarkan biaya pengiriman dan pengadaan sampel tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prosedur Setting Ulang\/Penggantian Sampel Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Di laman pelayanan Postel tersebut sebenarnya juga sudah dijelaskan bagaimana prosedurnya. Kami akan merincikannya lebih lanjut disini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. BBPPT Mengirimkan Pemberitahuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Anda akan mengetahui bahwa produk telekomunikasi yang dijadikan sampel pengujian tersebut rusak dari pemberitahuan yang dikirimkan BBPPT melalui email yang dicantumkan ketika proses pendaftaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Konfirmasi dari Pihak Pemohon Pengujian<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah itu, anda bisa memberikan konfirmasi dengan membalas email pemberitahuan tersebut. Jangan lupa sertakan waktu kedatangan ke balai uji jika perlakuannya adalah setting ulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara jika dibutuhkan penggantian sampel, berikan estimasi waktu pengiriman sampel ke BBPPT sejak tanggal pemberitahuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pelaksanaan Setting Ulang atau Penggantian<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika waktu setting ulang sudah disetujui BBPPT, anda bisa datang sesuai waktu tersebut. Sementara jika dilakukan penggantian sampel pengujian, dilakukan pengujian ulang setelah sampel datang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ketentuan Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain prosedur setting ulang atau penggantian sampel pengujian yang rusak seperti kami jelaskan di atas, ada ketentuan lain yang perlu jadi perhatian:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Waktu Pelaksanaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Perlu jadi perhatian bahwa setting ulang atau penggantian ini juga ada ketentuannya. Setting ulang dilakukan maksimal 10 hari sejak tanggal pemberitahuan. Sementara penggantian maksimal 5 hari sejak tanggal pemberitahuan kerusakan sampel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kesempatan Setting Ulang\/Penggantian<\/h3>\n\n\n\n<p>Aplikan atau pemohon pengujian produk telekomunikasi hanya diberikan satu kali kesempatan untuk setting ulang atau mengganti sampel pengujian rusak.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika setelah setting ulang atau mengganti sampel pengujian tetap terjadi kerusakan (dan sudah diobservasi seluruh aspeknya), maka anda perlu mengajukan permohonan pengujian sampel lagi ke BBPPT. Artinya, harus bayar lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ketentuan Pendamping Teknis<\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan, jika dilakukan setting ulang atau perbaikan, BBPPT akan meminta pendampingan teknis. Syaratnya, pendamping teknis tersebut wajib memahami secara teknis sampel pengujian dan perangkat pendukung.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, apa konsekuensinya kalau ternyata yang mendampingi tidak paham sama sekali? Teknisi dari BBPPT akan melakukan perbaikan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika setelah dilakukan perbaikan tetap rusak (alat tidak menyala atau hasilnya tidak keluar), anda akan diminta untuk mengganti sampel pengujian. Jadi kerja dua kali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jasa Sertifikasi DJID Dimulti Indonesia Bantu Cegah Kerugian<\/h2>\n\n\n\n<p>Anda sudah mengetahui bagaimana konsekuensi sampel pengujian rusak pada proses sertifikasi DJID. Merugikan bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, anda juga sudah memahami apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi. Memakan waktu dan ribet, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, lebih baik menggunakan jasa sertifikasi DJID terbaik yang ditawarkan Dimulti Indonesia. Ini yang kami lakukan dan bisa anda dapatkan untuk mencegah kerugian akibat sampel yang rusak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Layanan Pre Test<\/h3>\n\n\n\n<p>Kami menyediakan layanan pre test. Produk anda akan diuji menggunakan alat uji (Spectrum Analyzer) di lab internal perusahaan kami. Layanan ini khususnya untuk produk yang memiliki fitur radio frekuensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan layanan ini, anda dan kami dapat mengetahui kondisi sampel pengujian sebelum masuk ke BBPPT. Jika terjadi kerusakan, kami bisa membantu memperbaikinya didampingi oleh anda lewat teleconference.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengetahui kondisi sampel sejak awal, layanan ini juga membantu anda mencegah kegagalan dalam proses pengujian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasarnya, kita sudah tau kinerja produk anda sejak awal. Pengujian di balai uji hanya untuk kebutuhan mendapatkan Laporan Hasil Uji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perbaikan atau Setting Ulang di Balai Uji oleh Tim Teknis Kami<\/h3>\n\n\n\n<p>Tenang saja, anda tidak perlu jauh-jauh datang ke BBPPT jika diminta melakukan setting ulang atau perbaikan sampel yang bermasalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, jika anda menggunakan jasa Dimulti Indonesia, kami lah yang akan jadi pemohon pengujian di BBPPT. Jadi, jika ada kendala terhadap sampel, kami yang akan diberitahukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim teknis kami berpengalaman sejak tahun 2008 di dunia pengujian produk telekomunikasi. Jadi, jangan khawatir anda diminta ganti sampel karena ketidakpahaman pendamping teknis seperti yang kami jelaskan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Rasanya kami perlu menyimpan semua informasi di atas supaya lebih mudah dipahami. Pertama, anda harus setting ulang\/memperbaiki atau mengganti sampel jika terjadi kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, prosedur setting ulang atau penggantian sampel ini berbeda-beda sesuai ketentuan internal balai uji. Yang kami jelaskan adalah dari BBPPT milik Komdigi (Kementerian yang menyelenggarakan Sertifikasi DJID).<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, masalah ini bisa merugikan waktu dan finansial perusahaan. Gunakan jasa Dimulti Indonesia untuk menghindarinya sekaligus anda bisa mendapatkan banyak keuntungan lain.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampel pengujian rusak hal yang paling dihindari pemohon sertifikasi DJID. Ini yang perlu dilakukan. <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4745,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6,16,120,15,4],"class_list":["post-4743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-djid","tag-pengujian","tag-rusak","tag-sampel","tag-sertifikasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4743"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4746,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4743\/revisions\/4746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}