{"id":4773,"date":"2026-03-26T03:10:18","date_gmt":"2026-03-26T03:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4773"},"modified":"2026-03-26T03:10:18","modified_gmt":"2026-03-26T03:10:18","slug":"sertifikasi-djid-perangkat-ip-phone","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4773\/sertifikasi-djid-perangkat-ip-phone\/","title":{"rendered":"Penjelasan Lengkap Sertifikasi DJID Perangkat IP Phone"},"content":{"rendered":"\n<p>Komunikasi yang efisien sangat penting demi berjalannya roda perusahaan. Berbagai perangkat komunikasi bisa digunakan. Jika anda membutuhkan perangkat yang cepat dan <em>all in one<\/em>, bisa memakai IP Phone.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bukan telepon biasa. Karena memanfaatkan jaringan internet, jalur komunikasi jadi lebih cepat dan luas. Dengan begitu, potensi klien anda semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, perangkat IP Phone banyak digunakan di berbagai perusahaan. Dengan semakin banyak perusahaan baru (startup) di Indonesia, tentu ini jadi peluang bagus buat anda menjual produk telekomunikasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sama seperti alat\/perangkat telekomunikasi lainnya, sertifikasi DJID perangkat IP Phone juga dibutuhkan. Apalagi sudah jelas, perangkat ini menggunakan jaringan internet sebagai salah satu bentuk sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Butuh bantuan melakukan sertifikasi DJID perangkat IP Phone? segera hubungi Dimulti Indonesia. Namun sebelumnya, anda bisa membaca artikel ini untuk persiapan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu IP Phone?<\/h2>\n\n\n\n<p>IP Phone adalah kepanjangan dari Internet Protocol Phone atau Telepon berbasis perangkat keras yang menggunakan protokol internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Voice Over Protocol Internet atau VoIP adalah protokol yang digunakan perangkat tersebut dalam operasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya lebih mudah, pernahkan anda melihat telepon rumah yang menggunakan kabel? Nah, bentuknya mirip seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membedakan, telepon kabel memanfaatkan konstruksi listrik untuk mentransmisikan data (suara). Sementara IP Phone memanfaatkan protokol atau jaringan internet.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerja IP Phone<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, cara kerja IP Phone adalah dengan mengubah sinyal analog berupa suara menjadi sinyal digital. Sinyal digital ini kemudian dikirimkan melalui protokol internet dan diterima oleh penerima.<\/p>\n\n\n\n<p>Sinyal digital kemudian diubah kembali menjadi sinyal analog (suara) sehingga penerima bisa mendengarkan suara penelepon.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari cara kerja IP Phone di atas, kita bisa mem-<em>breakdown <\/em>kembali menjadi beberapa poin sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Coder-Decoder<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya, perangkat IP Phone dilengkapi dengan teknologi pengkodean.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat suara masuk, akan diubah menjadi sinyal digital, prosesnya disebut <em>coder. <\/em>Setelah suara sampai ke penerima, perangkat IP Phone milik penerima akan mengubah sinyal digital menjadi sinyal suara (analog). Prosesnya disebut <em>decoder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Transmisi Data Melalui Internet<\/h3>\n\n\n\n<div>\n<p>Karena namanya internet protocol phone, otomatis butuh jaringan internet agar bisa beroperasi. Kebanyakan IP Phone terhubung dengan jaringan internet melalui kabel. Namun, ada juga wireless IP Phone (pakai Wifi).<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Protokol VoIP<\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan jaringan internet untuk transmisi data IP Phone memakai protocol VoIP, seperti sudah kami sebutkan di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Protokolnya ada beberapa (dan sudah diatur dalam regulasi sertifikasi DJID perangkat IP Phone). Protokol ini yang menentukan bagaimana jalur pengiriman data digital.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. PSTN Integration<\/h3>\n\n\n\n<p>Poin ini tidak terkait dengan cara kerja IP Phone di poin-poin sebelumnya. Ini bersifat opsional.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika anda ingin menelepon seseorang dengan perangkat Public Switched Telephone Network atau PSTN menggunakan IP Phone, anda membutuhkan sebuah perangkat gateway.<\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat gateway akan berfungsi untuk menghubungkan panggilan VoIP ke jaringan telepon tradisional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Perangkat IP Phone Banyak Digunakan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan di awal, IP Phone kebanyakan digunakan perusahaan untuk kebutuhan operasional. Jenis telepon ini dinilai memberikan keuntungan lebih besar ketimbang komunikasi memakai HP atau telepon kabel biasa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Komunikasi Lebih Efisien<\/h3>\n\n\n\n<p>Saat ini, IP Phone banyak yang memiliki fitur tidak hanya untuk komunikasi suara, bahkan juga video conference. Tentu ini memungkinkan mengingat transmisi datanya memakai jaringan internet yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih banyak integrasi teknologi lainnya seperti pesan suara, mesin penjawab otomatis (kalau anda pernah menghubungi call center, pasti tau maksudnya seperti apa), dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, karyawan perusahaan bisa melakukan berbagai tugas komunikasi hanya dengan satu perangkat. Tak perlu pindah aplikasi. Tak perlu pindah perangkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Lebih Profesional<\/h3>\n\n\n\n<p>Bayangkan jika anda adalah perusahaan multinasional namun call center anda dihubungi melalui layanan seperti WhatsApp.<\/p>\n\n\n\n<p>Okelah jika nomor telepon itu bisa dibeli sehingga nampak cantik dan jauh dari kecurigaan nomor penipu. Tapi, apakah anda yakin jika pesan yang dikirimkan klien akan langsung terjawab?<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, layanan seperti WhatsApp kebanyakan hanya dijadikan <em>second choice <\/em>oleh perusahaan untuk menerima panggilan dari klien. Yang utama, IP Phone (atau masih banyak juga yang pakai telepon kabel).<\/p>\n\n\n\n<p>Alasannya jelas: ketika ada panggilan masuk dari klien bisa langsung dieksekusi. Hal ini membuat perusahaan lebih profesional karena selalu mengutamakan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Lebih Hemat dari Telepon Kabel<\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang mari kita bandingkan dengan telepon kabel biasa. Telepon seperti ini menggunakan kabel untuk transmisi data. Artinya, butuh listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>IP Phone pun butuh listrik. Namun fungsinya untuk menghubungkan daya perangkat saja. Sementara transmisi datanya memanfaatkan jaringan internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingkan biaya listrik, biaya langganan jaringan internet (misalnya WLAN\/Wifi) lebih murah. Bahkan banyak referensi yang menyebut perusahaan bisa hemat hingga 60%.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sertifikasi DJID Perangkat IP Phone<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam proses sertifikasi DJID, biasanya setiap teknologi telekomunikasi memiliki acuan atau standar teknis berisi persyaratan dan cara pengujian produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Persyaratan ini mengacu pada tujuan sertifikasi DJID itu sendiri, yakni memastikan produk aman digunakan dan tidak mengganggu produk lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pengujian membuktikan bahwa produk dengan teknologi telekomunikasi yang ada di dalamnya sudah memenuhi persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi, Sertifikasi DJID diselenggarakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara standar teknis untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone terdapat dalam Peraturan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 29\/DIRJEN\/2009 Tentang Persyaratan Teknis Internet Protocol (IP) Phone.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam regulasi tersebut, diatur beberapa poin untuk persyaratan dan pengujian perangkat IP Phone. Berikut penjelasan selengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Persyaratan Konstruksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Perangkat lP Phone harus memenuhi persyaratan konstruksi berupa antarmuka fisik sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Port<\/td><td>Salah satu antara: <br>&#8211; RJ-45 8-wire connector<br>&#8211; RJ-11 port untuk jaringan telepon PSTN<\/td><\/tr><tr><td>Standar Antarmuka<\/td><td>&#8211; IEEE802.3 10BASE-T<br>&#8211; lEEE802.3u 100BASE-TX<br>&#8211; IEEE 802.11 (khusus berbasis radio)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Catu Daya<\/h3>\n\n\n\n<p>Perangkat IP Phone harus dapat menggunakan catu daya yang berlaku di Indonesia sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>AC<\/td><td>Nominal 110\/220 Vac dan frekuensi 50 Hz<\/td><\/tr><tr><td>DC<\/td><td>5 Vdc &#8212; 12 Vdc<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kondisi Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Bahkan kondisi lingkungan operasional perangkat IP Phone juga diatur. Perangkat ini harus bisa berfungsi normal dalam kondisi lingkungan sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Suhu<\/td><td>25\u00b0 C \u00b1 10\u00b0 C<\/td><\/tr><tr><td>Gradient Suhu<\/td><td>\u2264 5\u00b0 per jam<\/td><\/tr><tr><td>Kelembaban Relatif<\/td><td>40% &lt; H&lt; 80%<\/td><\/tr><tr><td>Gradient Kelembaban<\/td><td>\u2264 5% Per jam<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Software<\/h3>\n\n\n\n<p>Persyaratan software untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone bisa dibilang jadi subjek yang paling banyak. Karena itu, pemohon sertifikasi harus benar-benar memahaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya lebih mudah, kami akan menjelaskannya menjadi sebuah tabel seperti pada poin-poin sebelumnya. Berikut selengkapnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Protokol VoIP<\/td><td>1. SIP<br>2. H 323<\/td><\/tr><tr><td>Fungsi Operasi<\/td><td>&#8211; Dapat melakukan originating\/accepting cal dengan lP Phone lainnya (peer to peer) dan telepon PSTN melalui gateway.<br>&#8211; Dapat menggunakan pengalamatan lP Address, H.323 lD. SIP URI atau E.164.Dynamic lP address via DHCP dan sfafic lP address.<br>&#8211; Dapat berkomunikasi dengan DNS server untuk translasi FQDN kedalam alamat lP.<br>&#8211; lP Phone barbasis SIP harus dapat berkomunikasi dengan SIP Registrar Server dan SIP Proxy Server.<br>&#8211; lP Phone berbasis H.323 harus dapat berkomunikasi dengan Gatekeeper untuk translasi format nomer H.323 lD atau E.164 ke dalam alamat lP.<br>&#8211; lP Phone berbasis H.323 harus dapat berkomunikasi dengan AAA\/RADIUS Server atau gatekeeper untuk proses autentifikasi suatu panggilan.<\/td><\/tr><tr><td>Voice Coder-Decoder<\/td><td>1. G.729, G729A, G729AB<br>2. G.711 A-law<br>3. G.711 u-law<\/td><\/tr><tr><td>Aplikasi yang Didukung Software<\/td><td>1. DHCP<br>2. Web configuration via built-in web server<br>3. Basic boot provisioning<br>4. Dial plan provisioning<br>5. Time and Date synchronization using NTP<br>6. Server provisioned XML-based configuration files<br>7. Mengacu IEEE802.1 p\/Q tagging (VLAN), Layer 3 TOS<br>8. RTCP support<br>9. Event Logging<br>10. User-selectable hardware diagnostic<\/td><\/tr><tr><td>Management dan Maintenance<\/td><td>&#8211; Dapat dikonfigurasi menggunakan web interface dengan protokol HTTP\/HTTPS atau menggunakan craft terminal RS-232C atau keypad<br>&#8211; Software upgradable<\/td><\/tr><tr><td>Keamanan (Dilengkapi Sistem Keamanan 3DES atau AES)<\/td><td>&#8211; Harus mendukung fasilitas enkripsi (H.235) untuk komunikasi dengan lP Phone lainnya.<br>&#8211; Harus memiliki mekansime password untuk mengakses sistem konfigurasi lP Phone.<\/td><\/tr><tr><td>Call Progress Tones (DTMF)<\/td><td>Mendukung DTMF (RFC 2833)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p>Pastikan produk anda memenuhi semua persyaratan untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone di atas. Produk akan masuk ke balai uji untuk pengujian dan dilihat apakah sudah sesuai dengan persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari kegagalan dalam pengujian atau penolakan permohonan sertifikasi DJID, anda bisa berkomunikasi langsung dengan Dimulti Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami berpengalaman sejak tahun 2008 dalam jasa sertifikasi DJID (dikenal juga dengan Sertifikasi Postel, Sertifikasi Produk Telekomunikasi, Sertifikasi SDPPI, dsb).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk perangkat IP Phone, tentu saja kami sudah sangat sering menanganinya. Sejauh ini, semuanya sukses keluar sertifikatnya. Jadi, jangan ragu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain perangkat IP Phone, kami juga melayani:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4770\/sertifikasi-djid-perangkat-bluetooth\/\">Sertifikasi DJID perangkat Bluetooth<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Sertifikasi Perangkat WLAN<\/li>\n\n\n\n<li>Sertifikasi Produk Wireless Charging<\/li>\n\n\n\n<li>Sertifikasi Perangkat Ethernet<\/li>\n\n\n\n<li>Sertiifkasi Produk dengan Fitur NFC dan RFID<\/li>\n\n\n\n<li>dll<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Intinya, semua produk telekomunikasi yang wajib disertifikasi, bisa kami tangani. Konsultasikan dengan Dimulti Indonesia Sekarang! Gratis!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sama seperti alat\/perangkat telekomunikasi lainnya, sertifikasi DJID perangkat IP Phone juga dibutuhkan. Ini penjelasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4774,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[133,132,16,26,4],"class_list":["post-4773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-internet","tag-ip-phone","tag-pengujian","tag-persyaratan","tag-sertifikasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4773"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4775,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions\/4775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}