{"id":4825,"date":"2026-04-08T03:56:14","date_gmt":"2026-04-08T03:56:14","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4825"},"modified":"2026-04-08T03:56:14","modified_gmt":"2026-04-08T03:56:14","slug":"sertifikasi-djid-antena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4825\/sertifikasi-djid-antena\/","title":{"rendered":"Persyaratan Teknis Sertifikasi DJID Antena"},"content":{"rendered":"\n<p>Buat anda yang sudah lama berkecimpung di lini bisnis usaha alat atau perangkat telekomunikasi, pasti mengetahui jika dahulu alat antena tidak perlu memiliki sertifikat DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sejak tahun 2023, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi, dahulu Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo) menetapkan sertifikasi DJID antena wajib dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dipahami karena antena adalah salah satu komponen dalam sistem telekomunikasi, khususnya berbasis gelombang radio.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara semua produk telekomunikasi inti berbasis gelombang radio pada dasarnya memang harus disertifikasi DJID (dikenal juga dengan Sertifikasi POSTEL atau sertifikasi produk telekomunikasi).<\/p>\n\n\n\n<p>Buat anda yang baru pertama kali memproduksi atau mendistribusikan alat antena, hal ini wajib dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena jika tidak, produk anda dianggap ilegal dan berdampak negatif pada bisnis. Tak hanya itu, klien anda yang mungkin merupakan perusahaan-perusahaan besar (karena antena banyak dipakai perusahaan sebagai komponen fasilitas skala nasional) bisa terkena imbasnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Antena?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika yang terbayang di pikiran anda kalau antena adalah yang terpasang di atas televisi, ya, anda tidak salah. Namun, bukan jenis tersebut yang wajib sertifikasi DJID antena.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita mulai dari pemahaman dasar apa itu antena\u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Pada prinsipnya, antena adalah alat yang berfungsi memancarkan dan menangkap energi elektromagnetik. Baik itu gelombang cahaya, gelombang radio, bahkan energi elektromagnetik dari perangkat elektronik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara antena yang wajib disertifikasi DJID adalah antena yang berfungsi memancarkan dan\/atau menangkap gelombang radio.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gelombang radio, seperti kita ketahui, merambat di berbagai pita frekuensi. Jadi, antena bekerja tergantung rentang frekuensi kerja pemancaran dan penangkapan sinyalnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerjanya<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika antena dialirkan sumber listrik (bisa dari perangkat yang membawanya atau terhubung langsung ke sumber listrik), menghasilkan medan listrik dan magnet yang berosilasi (disebut elektromagnetik).<\/p>\n\n\n\n<p>Medan tersebut kemudian merambat di udara bebas. Bentuk jalur rambatannya seperti gelombang. Karena itu, disebut gelombang elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk fungsi penangkapan sinyal, antena memiliki logam konduktor untuk menangkap gelombang tersebut. Selanjutnya, sinyal diubah lagi menjadi energi listrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan cara kerjanya, antena ada yang berjenis pasif dan aktif. Antena pasif hanya dipakai untuk menangkap gelombang (seperti pada tv analog). Sementara antena aktif bisa melakukan fungsi pemancaran dan penangkapan sinyal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Antena<\/h2>\n\n\n\n<p>Selain berdasarkan pemancaran dan penangkapan sistem elektromagnetik serta cara kerjanya, jenis antena dibedakan berdasarkan pola radiasi dan bentuk konstruksinya. Berikut penjelasan singkatnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.\u00a0Pola Radiasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan pola radiasi (pemancaran atau penangkapan sinyal), antena dibagi menjadi dua jenis, yakni directional dan omnidirectional.<\/p>\n\n\n\n<p>Antena directional adalah jenis antena yang memfokuskan sinyal ke arah tertentu. <em>Gain <\/em>nya sangat tinggi dan cocok digunakan untuk transmisi data cepat jarak menengah hingga jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara antena omnidirectional adalah jenis antena dengan pola radiasi 360 derajat secara horizontal. Artinya, antena ini bisa memancarkan dan menangkap sinyal dari mana saja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bentuk Konstruksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara antena berdasarkan konstruksinya dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut diantaranya (karena bisa jadi di masa depan bisa bertambah):<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Antena Dipole: Punya dua titik konduktor. Antena paling dasar yang biasanya digunakan di berbagai alat elektronik.<\/li>\n\n\n\n<li>Antena Monopole: Mirip antenna dipole tapi hanya punya satu titik konduktor. Banyak dipasang di ponsel dan kendaraan.<\/li>\n\n\n\n<li>Antena Yugi-Uda (Yugi): Terdiri dari beberapa elemen reflector dan direktif. Bentuknya seperti tulang ikan. Biasanya digunakan di pedesaan utnuk memperkuat sinyal.<\/li>\n\n\n\n<li>Antena Parabola: Bentuknya parabola dengan fungsi memfokuskan gelombang radio. Biasanya dipakai untuk komunikasi jarak jauh.<\/li>\n\n\n\n<li>Antena Corong (Horn): Berbentuk corong, digunakan untuk komunikasi gelombang mikro.<\/li>\n\n\n\n<li>Antena Mikrostrip (Patch): Berbentuk datar dan ringkas. Banyak terpasang di perangkat komunikasi modern (ponsel, komputer, tablet, dll).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Antena Bawaan dan Tambahan<\/h2>\n\n\n\n<p>Antena bisa terpasang langsung di perangkat, seperti antena tv analog, radio, atau bahkan ponsel modern saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada juga antena tambahan seperti antena parabola untuk menangkap sinyal digital (internet) di TV Digital (antenna outdoor).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain pemasangan outdoor, ada juga antena tambahan yang dipasang di dalam ruangan (indoor). Contohnya sama, tambahan antena pada TV analog yang dipasang di dalam ruangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemasangan antena langsung di unit perangkat atau terpisah sebenarnya banyak pertimbangannya. Mulai dari fungsi, estetika, hingga bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Standar Teknis Sertifikasi DJID Antena<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan, kebanyakan antena dibuat berdasarkan rentang atau pita frekuensi kerja perangkat yang memanfaatkannya. Bisa lebih dari satu pita.<\/p>\n\n\n\n<p>Sertifikasi DJID antena sendiri dilakukan untuk memastikan alat tersebut bekerja sesuai pita frekuensinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utamanya untuk memastikan kinerja perangkat yang memanfaatkan antena bekerja optimal dan bebas bahaya (seperti gangguan sinyal bahkan peretasan).<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk memastikan hal tersebut, perlu dilakukan pengujian di balai uji yang ditentukan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Komdigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pengujian, petugas mengacu pada standar teknis. Acuan ini juga penting anda pahami sebagai pemohon sertifikasi DJID untuk mempersiapkan proses tersebut agar tidak gagal.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pengujian antena, mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 601 Tahun 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dilakukan pengujian, pemohon mendapatkan Laporan Hasil Uji (LHU). Dokumen ini yang dilampirkan sebagai syarat sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, bukan hanya LHU. Ada beberapa dokumen lainnya yang dibutuhkan untuk permohonan sertifikasi DJID. Berikut diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Spesifikasi produk yang mencantumkan nama model<\/li>\n\n\n\n<li>Foto produk<\/li>\n\n\n\n<li>Form Aplikasi PM5<\/li>\n\n\n\n<li>Deklarasi Kesesuaian yang Ditandatangani Local Representative (LR, pihak yang berwenang terhadap pemasaran produk di Indonesia)<\/li>\n\n\n\n<li>MoU\/Distributor Agreement antara Brand Holder dan LR<\/li>\n\n\n\n<li>Informasi LR (Nama dan alamat perusahaan, nama dan nomor contact person, alamat email perusahaan)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Antena yang Wajib Sertifikasi DJID<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalma standar teknis tersebut, dijelaskan ada 4 jenis antena yang wajib diajukan permohonan sertifikasi DJID. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Base Station untuk Keperluan International Mobile Telecommunication (BS IMT)<\/h3>\n\n\n\n<p>Base station merupakan stasiun berupa menara yang digunakan berkomunikasi dengan satelit di luar angkasa. Dalam sertifikasi DJID antena, antena BS yang wajib disertifikasi termasuk untuk kebutuhan jaringan seluler.<\/p>\n\n\n\n<p>Antena jenis ini biasanya dipasang oleh penyedia jaringan seluler di menara Base Station masing-masing. Fungsinya jelas, memperkuat sinyal pelanggan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Antena Microwave Link<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4816\/sertifikasi-teknologi-microwave-link\/\">Teknologi Microwave Link<\/a> pada intinya merupakan bentuk komunikasi memanfaatkan gelombang radio mikro. Gelombang ini sangat pendek (1 mm hingga 1 m) namun bekerja di frekuensi tinggi (300 MHz hingga 300 GHz).<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem komunikasi teknologi ini adalah <em>point-to-point. <\/em>Artinya, antena dipasang di infrastruktur yang bersifat tetap (fixed, bukan perangkat bergerak).<\/p>\n\n\n\n<p>Antena Microwave link biasanya terpasang di menara BS. Sementara jenisnya adalah antena parabola (tepatnya reflector parabola).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Antena RLAN untuk Keperluan Backhaul<\/h3>\n\n\n\n<p>Radio Local Area Network atau RLAN adalah sistem komunikasi nirkabel menggunakan gelombang radio dengan cakupan terbatas. Contoh mudahnya adalah Wifi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, yang wajib sertifikasi DJID antena bukan yang terpasang di router WiFi (itu juga wajib tapi mengacu pada standar teknis lain), melainkan untuk keperluan backhaul.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada intinya, backhaul merupakan segmen jaringan yang menghubungkan jaringan inti (satelit) ke jaringan yang lebih kecil (perangkat seperti router).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Antena Broadband Wireless Access<\/h3>\n\n\n\n<p>Broadband Wireless Access atau BWA merupakan sistem komunikasi nirkabel menggunakan pita lebar. Teknologi ini sekarang juga banyak digunakan untuk Wifi. Selain itu, biasanya dipakai untuk Voice Internet Protocol (VoIP).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Parameter Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti dijelaskan, parameter utama pengujian alat antena dalam sertifikasi DJID adalah rentang frekuensi pemancaran dan penangkapan sinyalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, juga diukur <em>gain <\/em>alat tersebut. Dalam bab 1 standar teknis dijelaskan, gain adalah rasio intensitas radiasi dalam suatu arah tertentu terhadap intensitas radiasi yang akan diperoleh jika daya yang diterima antena dipancarkan secara isotropik.<\/p>\n\n\n\n<p>Parameter pengujian lainnya adalah Besaran Voltage Standing Wave Ratio (VSWR). Ini adalah ukuran efisiensi transfer daya dari pemancar, melalui kabel, ke antena. Parameter ini menunjukkan seberapa baik impedansi keduanya cocok.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persyaratan Pengujian<\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap jenis antena yang wajib sertifikasi DJID wajib memenuhi persyaratan p[parameter pengujian yang kami sebutkan di atas. Dan berikut, persyaratan berdasarkan jenis antena masing-masing tersebut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Antena BS IMT<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dua parameter yang diujikan pada jenis antena BS IMT, yakni frekuensi kerja dan nilai VSWR. Persyaratannya bisa dilihat pada gambar tabel di bawah ini:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"623\" height=\"302\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BS-IMT.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena BS IMT.\" class=\"wp-image-4831\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BS-IMT.webp 623w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BS-IMT-300x145.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sebagai catatan, antenna BS IMT diizinkan beroperasi di luar pita frekuensi yang ditentukan tabel di atas dengan syarat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Frekuensi tersebut digunakan untuk keperluan IMT dalam Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia (TASFRI)<\/li>\n\n\n\n<li>Output Powernya tetap sesuai ketentuan pada tabel<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Antena Microwave Link<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti Antena BS IMT, parameter pengujian Antena Microwave link hanya pada frekuensi kerja dan nilai VSWR. Selain itu, catatannya juga sama seperti Antena BS IMT.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut tabelnya:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"613\" height=\"138\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-1.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena Microwave Link.\" class=\"wp-image-4829\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-1.webp 613w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-1-300x68.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 613px) 100vw, 613px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"604\" height=\"277\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-2.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena Microwave Link.\" class=\"wp-image-4830\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-2.webp 604w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-Microwave-Link-2-300x138.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 604px) 100vw, 604px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Antena RLAN untuk Keperluan Backhaul<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Antena RLAN untuk keperluan backhaul wajib memenuhi persyaratan semua parameter yang kami jelaskan sebelumnya. Persyaratan dibagi menjadi dua berdasarkan <em>gain.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini tabel persyaratan teknis antena RLAN untuk keperluan backhaul dengan <em>gain <\/em>\u226416:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"607\" height=\"101\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena RLAN untuk keperluan backhaul gain \u226416.\" class=\"wp-image-4827\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul.webp 607w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul-300x50.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 607px) 100vw, 607px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sementara berikut ini persyaratan teknis antena RLAN untuk keperluan backhaul dengan <em>gain <\/em>&gt;16:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"613\" height=\"105\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul-gain-lebih-dari-16.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena RLAN untuk keperluan backhaul gain &gt;16.\" class=\"wp-image-4828\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul-gain-lebih-dari-16.webp 613w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-RLAN-untuk-keperluan-backhaul-gain-lebih-dari-16-300x51.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 613px) 100vw, 613px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sebagai catatan, dalam standar teknis ditetapkan bahwa antena RLAN untuk keperluan backhaul wajib berjenis directional (bukan omnidirectional).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Antena BWA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, parameter pengujian antena BWA dalam sertifikasi DJID antena sama dengan jenis antena BS IMT dan Microwave Link, yakni pita frekuensi dan nilai VSWR. Berikut persyaratannya:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"605\" height=\"87\" src=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BWA.webp\" alt=\"Persyaratan teknis antena BWA.\" class=\"wp-image-4826\" srcset=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BWA.webp 605w, https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Persyaratan-teknis-antena-BWA-300x43.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/><\/figure>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat anda yang sudah lama berkecimpung di lini bisnis usaha alat atau perangkat telekomunikasi, pasti<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4832,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[159,6,26,4],"class_list":["post-4825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-antena","tag-djid","tag-persyaratan","tag-sertifikasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4825"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4833,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions\/4833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}