{"id":4899,"date":"2026-04-28T10:22:09","date_gmt":"2026-04-28T10:22:09","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4899"},"modified":"2026-04-28T10:22:09","modified_gmt":"2026-04-28T10:22:09","slug":"sertifikasi-djid-cctv-wireless","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4899\/sertifikasi-djid-cctv-wireless\/","title":{"rendered":"Persyaratan Teknis Sertifikasi DJID CCTV Wireless"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak kasus kejahatan yang terbongkar berkat bantuan Closed Circuit Television, atau dikenal dengan CCTV.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamera yang bisa diletakkan di berbagai tempat ini memantau apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Karena terhubung ke perangkat lain, pengguna bisa memantau situasi tanpa harus ada di lokasi pemasangan CCTV.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya, CCT layaknya barang elektronik lain yang menggunakan kabel. Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan konektivitas nirkabel disematkan di perangkat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk ini dikenal dengan CCTV Wireless. Adanya produk ini memberikan fleksibilitas pemasangan sekaligus jangkauan pemantauan yang lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu koneksi nirkabel untuk mengoperasionalkannya. Dan produk seperti ini wajib melakukan sertifikasi DJID CCTV Wireless. Sertifikasi ini juga wajib dilakukan oleh semua produk dengan koneksi nirkabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disini kita akan membahas apa itu CCT Wireless, perbedaannya dengan CCTV kabel, manfaat yang diberikan sekaligus proses sertifikasi DJID CCTV Wireless yang perlu dipahami produsen atau distributor.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu CCTV Wireless?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan sebelumnya, CCTV Wireless adalah kamera pemantau dengan koneksi nirkabel. Artinya, jika ingin terhubung ke perangkat lain seperti layar pemantau, komputer hingga HP, cukup menggunakan konektivitas nirkabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CCTV Wireless masih menggunakan kabel. Namun, hanya untuk sumber dayanya. Tapi, ada juga yang memakai baterai. Jadi, benar-benar tidak ada kabel yang terpasang di bodinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara kerja CCTV Wireless mengandalkan gelombang radio yang ada di udara untuk mengirim hasil tangkapan kamera, baik video maupun foto (umumnya video).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kamera meng-<em>capture <\/em>video atau foto, akan dikirimkan melalui gelombang radio dan diterima oleh perangkat lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Foto atau video merupakan data digital. Agar bisa ditransmisikan lewat gelombang radio, modul dalam CCTV akan mengubahnya menjadi sinyal radio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinyal radio yang berisi data tersebut kemudian ditransmisikan lewat gelombang radio. Setelah itu, sinyal ditangkap oleh perangkat penerima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat penerima kemudian mengubah sinyal radio tersebut kembali menjadi data digital. Terakhir, layar akan menampilkan tangkapan video atau foto dari CCTV Wireless tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mentransmisikan data, CCTV Wireless menggunakan beberapa teknologi yang memanfaatkan gelombang radio seperti WiFi dan\/atau Bluetooth.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan teknologi nirkabel itulah yang membuat wajib melakukan sertifikasi DJID CCTV Wireless. Soal ini, akan kami bahas selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan CCTV Kabel dan Wireless<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika anda mau membeli perangkat CCTV, biasanya yang jadi pertimgbangan adalah CCTV kabel atau wireless. Karena itu, kami akan jelaskan perbedaan keduanya disini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Konektivitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jelas yang paling mencolok adalah perbedaan konektivitasnya. Jika CCTV Kabel menggunakan kabel yang dihubungkan ke perangkat penerima, CCTV Wireless tidak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Instalasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabel merupakan benda fisik yang memakan tempat. Selain itu, butuh jalur supaya tidak berantakan dan berpotensi membahayakan (jika ada yang tersandung). Karena itu, instalasinya cukup rumit, apalagi jika jarak CCTV dengan layar atau perangkat penerima cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara CCTV Wireless tidak. Anda bisa menempatkannya dimana saja tanpa pusing memikirkan jalur pengiriman data. Instalasi mudah dan biaya pemasangannya murah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Jarak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jarak juga jadi perbedaan CCTV kabel dan wireless yang signifikan. Meski CCTV kabel bisa memakai kabel yang sangat panjang, lagi-lagi, kebanyakan terhambat kondisi tempatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara pada CCTV Wireless, teknologi nirkabel khususnya Bluetooth terbatas jarak. Pastikan perangkat bisa terkoneksi sesuai jarak yang terakomodir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu, ada juga CCTV wireless yang menggunakan WiFi atau kartu seluler khusus. Intinya, tersambung ke internet. Jenis seperti ini memungkinkan pemantauan darimana saja tanpa memikirkan jarak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Keamanan Data<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apapun barang elektronik dengan koneksi kabel umumnya lebih aman ketimbang wireless. Alasannya, data dialirkan lewat kabel. Satu-satunya jalan mengganggu transmisi data adalah merusak kabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara pada konektivitas wireless, data dengan mudah diinterferensi jika seseorang memahami cara kerja gelombang radio. Artinya, lebih rentan terkena <em>hack <\/em>atau peretasan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Kualitas Gambar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data yang ditransmisikan lewat kabel umumnya lebih stabil. Selain itu, kabel memiliki kemampuan penampungan data yang besar. Otomatis, kualitas gambar CCTV bisa dimaksimalkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara CCTV wireless menggunakan frekuensi radio yang digunakan banyak perangkat elektronik lain. Jadi, umumnya kualitas gambarnya terbatas (meski banyak yang menyediakan kualitas gambar tinggi tapi pasti jauh lebih mahal harganya).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat CCTV<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski cukup banyak perbedaan CCTV kabel dan wireless, manfaat utamanya tetap sama. Yakni bisa melakukan pemantauan di lokasi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, jika kita berbicara manfaat CCTV, akan mencakup dua jenis perangkat dengan jenis konektivitas yang berbeda tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Fungsi Keamanan dari Tindak Kriminal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan kriminal beragam bentuknya. Bahkan orang tua yang memukul anaknya juga masuk kategori tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CCTV dipasang untuk meminimalisir kejadian tersebut. Meski tidak mencegah secara langsung, setidaknya anda memiliki bukti hukum yang kuat untuk melaporkan pelaku ke pihak berwajib.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Monitoring Lalu Lintas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petugas lalu lintas jalan memanfaatkan CCTV untuk memantau arus lalu lintas. Selain menghitung jumlah kendaraan di jalan, juga bisa jadi bahan melakukan pengalihan jalan jika terjadi kemacetan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang tak kalah penting, petugas bisa memanfaatkannya untuk memantau pengendara yang bandel. Jika melanggar, tinggal kirim bukti pelanggaran (tilang) ke lokasi pengendara yang terbaca sistem dari plat nomor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Meningkatkan Produktivitas Karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di banyak kantor, CCTV dipasang di ruang kerja. Tujuannya untuk memantau operasional karyawan. Selain itu, juga memastikan prosedur dan aturan tetap ditegakkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Sertifikasi DJID CCTV Wireless?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sertifikasi DJID adalah izin usaha alat\/perangkat telekomunikasi yang diajukan ke Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua produk dengan fitur teknologi telekomunikasi wajib melakukannya. Termasuk CCTV Wireless karena menggunakan gelombang radio yang merupakan salah satu sistem elektromagnetik telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak melakukan Sertifikasi DJID CCTV Wireless, produk dianggap ilegal. Selain penarikan atau bahkan pemusanahan, pengedar produk tersebut bisa dikenakan sanksi administratif dan denda dalam jumlah besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut tidak terlepas dari tujuan proses sertifikasi DJID, yakni melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, juga memastikan produk tidak mengganggu produk lain yang sama-sama memanfaatkan sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Standar Teknis Pengujian Produk<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu tahapan dalam sertifikasi DJID CCTV wireless adalah pengujian produk. Tujuannya untuk memastikan spesifikasi fitur telekomunikasi produk sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian dilakukan di balai uji khusus. Daftar <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4600\/memahami-balai-uji\/\">balai uji untuk sertifikasi produk telekomunikasi<\/a> bisa and abaca di artikel kami yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian dilakukan oleh petugas. Saat menguji, mereka mengacu ke standar teknis sesuai teknologi telekomunikasi pada produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena CCTV Wireless kebanyakan menggunakan fitur Bluetooth dan\/atau Wifi, kami akan menjelaskan standar teknis kedua teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bluetooth<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bluetooth merupakan kategori Short Range Device atau SRD. Intinya, ini adalah produk nirkabel dengan jangkauan koneksi terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menguji Bluetooth dalam sertifikasi DJID CCTV Wireless, penguji mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. WiFi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WiFi merupakan jaringan internet yang masuk kategori Radio Local Area Network atau RLAN. Intinya, ini adalah jaringan internet yang memanfaatkan gelombang radio pada jarak terbatas (lokal).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian perangkat dengan fitur WiFi mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Pengujian dan Persyaratan yang Wajib Dipenuhi Produk<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam standar teknis, disebutkan berbagai jenis pengujian berikut persyaratan yang wajib dipenuhi produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk produk dengan konektivitas nirkabel seperti Bluetooth dan Wifi, umumnya dilakukan 3 jenis pengujian. Berikut daftarnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Electrical Safety<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian electrical safety adalah jenis uji yang menilai kekuatan isolasi produk terhadap daya keluaran radio frekuensi fitur telekomunikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik dalam standar teknis SRD maupun RLAN, persyaratannya sama saja. Produk harus memenuhi ketentuan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC 60950-1:2016<\/li>\n\n\n\n<li>SNI IEC 62368-1:2014<\/li>\n\n\n\n<li>SNI 04-6253<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 62368-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60950-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60065<\/li>\n\n\n\n<li>Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. EMC<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian EMC adalah proses uji untuk menilai operasional fitur telekomunikasi. Produk dengan fitur tersebut tidak boleh mengganggu kinerja produk dengan sistem elektromagnetik lain saat bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu sebaliknya. Produk tersebut tidak boleh terganggu secara signifikan ketika bekerja di lingkungan sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti Pengujian Electrical Safety, pengujian EMC dalam standar teknis SRD dan RLAN syaratnya sama saja. Perangkat harus memenuhi ketentuan emisi yang ditetapkan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC CISPR 32:2015<\/li>\n\n\n\n<li>IEC CISPR 32<\/li>\n\n\n\n<li>Salah satu seri ETSI EN 301 489<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Radio Frekuensi (RF)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti disebutkan sebelumnya, produk elektronik dengan fitur telekomunikasi yang memanfaatkan gelombang radio wajib diuji. Jenis pengujiannya disebut pengujian Radio Frekuensi atau RF.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk fitur Bluetooth, produk CCTV Wireless wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut (sesuai ketentuan dalam standar teknis SRD):<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483.5 MHz<\/td><td>&lt; 20 dBm EIRP<\/td><td>Sesuai yang tertera dalam ETSI EN 300 328<\/td><td>Sesuai yang tertera dalam ETSI EN 300 328<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk fitur WiFi, dalam standar teknis sebenarnya diatur dua alokasi frekuensi penggunaan WiFi, yaknia 2,4 dan 5 GHz. Namun CCTV Wireless kebanyakan memakai frekuensi 2,4 GHz. Berikut persyaratannya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Kelas Penggunaan<\/td><td>Output Power<\/td><td>Channel Bandwith<\/td><td>Spurious Emission<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483.5 MHz<\/td><td>Akses Tipe 1<\/td><td>&lt; 27 dBm EIRP (500 mWatt)<\/td><td>&lt; 40 MHz<\/td><td>Sesuai yang tertera dalam ETSI EN 300 328 (minimal versi 1.8.1)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak kasus kejahatan yang terbongkar berkat bantuan Closed Circuit Television, atau dikenal dengan CCTV. Kamera<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4900,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[183,4,181],"class_list":["post-4899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-cctv","tag-sertifikasi","tag-wireless"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4901,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4899\/revisions\/4901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}