{"id":4918,"date":"2026-05-12T03:10:57","date_gmt":"2026-05-12T03:10:57","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4918"},"modified":"2026-05-12T03:10:57","modified_gmt":"2026-05-12T03:10:57","slug":"sertifikasi-djid-mouse-wireless","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4918\/sertifikasi-djid-mouse-wireless\/","title":{"rendered":"Sertifikasi DJID Mouse Wireless: Standar Teknis yang Wajib Dipenuhi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dahulu kalau kita main komputer, meja pasti penuh dengan label. Kabel mouse, kabel keyboard, belum lagi kabel harddisk dan kabel-kabel lainnya yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meja jadi berantakan. Belum lagi kalau ada yang tidak sengaja tersenggol lalu lepas. Bayangkan, misalnya, mouse terlepas saat lagi main game, pasti bikin kesal bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum lagi masalah kabel yang bermasalah. Atau, slot usb-nya yang trouble. Kesenggol sedikit, koneksi langsung terputus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, semua masalah itu bisa terselesaikan dengan perangkat nirkabel alias wireless. Disini, kita akan bahas salah satunya, yakni mouse wireless.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan seperti yang kita ketahui, saat ini banyak organisasi yang menjadikan mouse nirkabel (serta keyboard) standar perlengkapan peralatan kantor mereka. Alasannya jelas: kepraktisan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan semua kantor di Indonesia menetapkan standar yang sama. Seberapa cuannya penjual mouse wireless tersebut? itu baru mouse, belum keyboard dan headphone atau <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4912\/apa-itu-perangkat-tws\/\">perangkat TWS<\/a> lainnya yang biasanya satu paket\u00a0 sebagai <em>starter pack <\/em>kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski punya peluang mendapatkan keuntungan besar, penjualan mouse nirkabel tidak bisa sembarangan. Ada satu syarat yang wajib dipenuhi, yakni sertifikasi DJID. Kita akan bahas disini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Mouse Wireless?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mouse wireless adalah jenis mouse yang terhubung ke perangkat seperti laptop atau komputer menggunakan koneksi nirkabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koneksi nirkabel sendiri memanfaatkan gelombang radio yang merambat di udara. Jadi, tidak membutuhkan kabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, ada dua jenis mouse dengan mekanisme konektivitas nirkabel, yakni menggunakan dongle USB dan memanfaatkan teknologi nirkabel seperti Bluetooth.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mouse Dongle<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mouse wireless dengan dongle USB memanfaatkan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz. Dongle terpasang ke port USB yang ada di komputer atau laptop.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mouse memancarkan gelombang radio, sehingga berperan sebagai transmitter. Sementara dongle yang tertancap di port USB sebagai receiver atau penerima sinyal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika memancarkan sinyal, mouse sembari mengirimkan data berupa gerakan. Baik gerakan pengguna (yang terbaca oleh sensor di bawah mouse) maupun gerakan \u201cklik\u201d pada mouse.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data lalu diterima oleh dongle, diubah menjadi sinyal listrik dan dialirkan lewat port USB. Komputer lalu mengubahnya menjadi data digital dan ditampilkan pada layar sesuai perintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski cara kerjanya nampak panjang, kenyataannya hanya berlangsung sepersekian detik. Jadi kita tidak akan merasakan <em>delay <\/em>saat proses berlangsung. Ini karena penggunaan frekuensi 2,4 GHz yang terkenal cepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mouse Bluetooth<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mouse Bluetooth tidak membutuhkan dongle. Ia bisa langsung terkoneksi asalkan komputer atau laptop memiliki fitur Bluetooth.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengaktifkan Bluetooth pada mouse, tergantung produsen. Ada yang perlu menekan tombol tertentu, ada juga yang otomatis aktif ketika mouse dinyalakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi Bluetooth juga memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Cara kerjanya juga sama. Hanya saja sinyal dan data di dalamnya yang dikirimkan oleh mouse langsung ditangkap oleh komputer atau tablet (tidak ke dongle terlebih dulu).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mouse Dongle vs Mouse Bluetooth<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski sama-sama tanpa kabel, ada sedikit perbedaan antara mouse dongle vs mouse Bluetooth. Kita akan komparasi di bagian ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Konektivitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah dijelaskan sebelumnya, mouse dongle menggunakan dongle yang dihubungkan ke komputer atau laptop lewat port USB. Sementara mouse Bluetooth tidak memerlukannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mouse dongle umumnya langsung bisa digunakan saat dongle dipasang . Sementara mouse Bluetooth terkadang butuh waktu sedikit lebih lama agar mouse dan laptop\/komputer bisa terhubung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Latensi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua jenis mouse wireless ini sama-sama memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz. Namun pada kenyataannya, mouse Bluetooth kebanyakan memiliki latensi lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latensi adalah delay pengiriman data. Dalam kasus mouse, mungkin di beberapa waktu anda akan merasakan gerakan kursor mouse lebih lambat ketimbang gerakan tangan anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena Bluetooth digunakan oleh banyak perangkat lain. Jadi bisa dibilang, <em>spacenya <\/em>cukup padat dan bisa mempengaruhi kinerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, karena memang Bluetooth dirancang untuk efisiensi (kemudahan pemakaian), bukan untuk kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu, semua itu juga tergantung teknologi Bluetooth yang digunakan serta lokasi pemakaian. Teknologi Bluetooth terkini jauh lebih cepat. Sementara tempat pemakaian yang tidak ramai membuat latensinya lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disisi lain, dongle merupakan receiver khusus penerima sinyal frekuensi radio. Bisa dibilang, ini benar-benar mirip kabel cuma tanpa kabel. Otomatis, bisa jauh lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seringnya <em>delay <\/em>pada mouse dongle terjadi karena baterai mau habis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Konsumsi Daya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik mouse Bluetooth maupun mouse wireless dongle, bisa menggunakan baterai AA atau Li-Ion (baterai internal yang bisa discharge). Tapi memang, kebanyakan mouse dongle pakai baterai AA, sementara mouse Bluetooth pakai baterai tanam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggap keduanya memakai baterai yang sama. Mouse Bluetooth cenderung lebih boros. Ini karena penggunaan Bluetooth itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Protokol Bluetooth menuntut daya lebih tinggi untuk menstabilkan koneksi, memperbarui status perangkat secara berkala serta mencari sinyal radio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi Bluetooth memang dirancang untuk bisa terhubung ke berbagai perangkat. Walhasil, ia akan terus menerus memindai dan proses ini membutuhkan daya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pengiriman data protokol Bluetooth lebih kompleks ketimbang dongle yang memiliki komunikasi secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Menggunakan Mouse Nirkabel?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau anda cari di internet, pasti banyak alasan mengapa anda harus menggunakan mouse wireless atau nirkabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, kami akan memberikan jawabannya berdasarkan apa yang anda butuhkan dan pengalaman penulis sendiri. Siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan yang paling tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Meja Rapi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lupakan semua perangkat dengan kabel. Ganti semua ke perangkat nirkabel (kecuali kabel power PC atau chargeran baterai laptop). Dijamin, meja kerja anda bakal rapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan ganggu pikiran anda yang sudah ruwet karena tumpukan kerjaan dengan meja yang berantakan. Meja kerja rapi membantu anda lebih rileks dan lebih mudah mengejar deadline. Percayalah!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gampang Dibawa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin anda juga pernah merasakan. Ketika mouse dan keyboard kabel dimasukkan ke tas, perlu menggulung kabelnya. Memakan waktu!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum lagi kalau ternyata cara menggulung kabelnya salah. Mouse dan keyboard malah rusak dan tidak bisa dipakai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau pakai mouse wireless, hal ini tidak akan terjadi. Apalagi sudah banyak cover atau tempat penyimpanan mousenya. Dijamin lebih rapi dan efisien. Produktivitas terjaga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bisa Terhubung ke Berbagai Perangkat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini juga bisa jadi fitur yang menguntungkan. Beberapa mouse wireless bisa terhubung ke berbagai perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, anda bekerja pakai komputer lalu di sebelahnya laptop untuk online meeting. Cukup gunakan satu mouse sebagai kontrol. Jadi, tidak perlu beli dua mouse.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Perlu Sertifikasi DJID Sebelum Produk Dijual?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasannya, karena mouse wireless memanfaatkan gelombang radio untuk berkomunikasi (mengirimkan dan menerima data) dengan perangkat lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gelombang radio merupakan salah satu sistem elektromagnetik. Sementara sistem elektromagnetik adalah hubungan antara medan magnet dan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alat atau perangkat yang bisa berkomunikasi dengan perangkat lain menggunakan sistem elektromagnetik disebut alat\/perangkat telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan\u2026 semua alat\/perangkat telekomunikasi wajib sertifikasi DJID. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam regulasi tersebut dijelaskan, tujuan sertifikasi itu untuk memastikan keamanan pengguna dan produk tidak mengganggu perangkat\/alat lainnya saat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Spesifikasi Harus Sesuai Standar Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkain sertifikasi DJID salah satunya adalah pengujian produk. Artinya, mouse wireless harus diuji di laboratorium uji (dikenal dengan Balai Uji) untuk dipastikan spesifikasi yang memuat sistem elektromagnetiknya sesuai dengan standar yang ditetapkan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap jenis teknologi telekomunikasi umumnya memiliki standar teknis sebagai acuan pengujian. Dalam hal mouse wireless, mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah standar teknis Short Range Device atau SRD. Intinya, perangkat yang bertelekomunikasi dari jarak pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik mouse dongle maupun mouse Bluetooth, termasuk dalam SRD karena memang hanya bisa digunakan saat terhubung ke laptop\/komputer di jarak terbatas (kebanyakan maksimal 10 meter).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Teknis Radio Frekuensi (RF)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, baik mouse dongle maupun Bluetooth sama-sama menggunakan gelombang radio. Frekuensinya pun sama, yakni 2,4 GHz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, pemanfaatan frekuensi radio sebagai media pengiriman data ini yang akan diperiksa. Tentu, harus sesuai syarat yang ditetapkan standar teknis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk Bluetooth, syaratnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekunsi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara frekuensi 2,4 GHz khusus seperti yang digunakan mouse dongle, masuk dalam kategori \u201cSRD Lainya\u201d dalam standar teknis. Persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>\u2264 100 mW EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk perangkat Wideband Data Transmission)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk perangkat Wideband Data Transmission)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Teknis Electrical Safety dan EMC<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam standar teknis, perangkat SRD juga harus memenuhi persyaratan dalam pengujian Electrical Safety dan Electromagnetic Compatibility atau EMC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Electrical safety adalah ketahanan isolasi perangkat terhadap daya keluaran radio frekuensi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara EMC adalah kompatibilitas sistem elektromagnetik perangkat, dalam hal ini penggunaan gelombang radio, terhadap perangkat lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, mouse wireless tidak boleh mempengaruhi kinerja produk lain yang juga menggunakan sistem elektromagnetik saat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengujian electrical safety, perangkat SRD harus memenuhi ketentuan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC 60950-1:2016<\/li>\n\n\n\n<li>SNI IEC 62368-1:2014<\/li>\n\n\n\n<li>SNI 04-6253<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 62368-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60950-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60065<\/li>\n\n\n\n<li>Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;Sementara dalam pengujian EMC, perangkat SRD harus memenuhi ketentuan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC CISPR 32:2015<\/li>\n\n\n\n<li>IEC CISPR 32<\/li>\n\n\n\n<li>Salah satu seri ETSI EN 301 489<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Harus Dipersiapkan Pemohon Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, pastikan semua dokumen yang dibutuhkan terpenuhi. Baca artikel kami tentang Persyaratan <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4466\/dokumen-untuk-sertifikasi-djid\/\">Dokumen untuk Sertifikasi DJID<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, baca lagi penjelasan kami di atas tentang syarat teknis mouse wireless dalam sertifikasi DJID yang wajib dipenuhi. Pahami dengan seksama. Pastikan produk anda memenuhi persyaratan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau masih belum yakin, Dimulti Indonesia menyediakan layanan pre-test sebelum pengujian dilakukan. Kami akan menguji produk menggunakan spectrum analyzer di lab internal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini memang bukan <em>official testing. <\/em>Kamit tidak berhak menerbitkan Laporan Hasil Uji (LHU). Tapi, hasil pengujian ini bisa menunjukkan bagaimana kinerja fitur telekomunikasi mouse wireless anda lalu dibandingkan dengan standar teknis. Jika belum sesuai, bisa diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang terpenting, layanan ini gratis jika anda menggunakan jasa <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/sertifikasi-djid\/\">sertifikasi DJID<\/a> Postel Dimulti Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dahulu kalau kita main komputer, meja pasti penuh dengan label. Kabel mouse, kabel keyboard, belum<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4919,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[191,4,181],"class_list":["post-4918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-mouse","tag-sertifikasi","tag-wireless"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4918"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4920,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4918\/revisions\/4920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}