{"id":4921,"date":"2026-05-13T02:48:31","date_gmt":"2026-05-13T02:48:31","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4921"},"modified":"2026-05-13T02:48:31","modified_gmt":"2026-05-13T02:48:31","slug":"keyboard-wireless","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4921\/keyboard-wireless\/","title":{"rendered":"Keyboard Wireless: Jenis, Manfaat Hingga Kewajiban Sertifikasi DJID"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard merupakan salah satu perangkat pendukung penggunaan laptop atau komputer. Fungsinya jelas, supaya pengguna bisa memasukkan huruf, angka, simbol dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti perangkat pendukung komputer lainnya, teknologi dikembangkan untuk keyboard. Salah satunya yang semakin populer bahkan sudah jadi standar industri adalah penggunaan keyboard wireless.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard wireless tidak menggunakan kabel (dalam bahasa Indonesia: nirkabel). Jadi, meja kerja bisa lebih rapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4918\/sertifikasi-djid-mouse-wireless\/\">mouse wireless<\/a>, produk keyboard nirkabel juga wajib sertifikasi DJID. Ini adalah salah satu izin usaha yang wajib dimiliki oleh produsen, importir atau distributor agar lega berjualan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di artikel ini, kami akan membahas semua tentang keyboard wireless berikut syarat spesifikasi apa saja yang wajib dipenuhi dalam proses sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Keyboard Wireless?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard wireless adalah jenis papan ketik yang terhubung ke perangkat lain (komputer, laptop bahkan HP) tanpa menggunakan kabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, betul. Ini adalah versi upgrade dari keyboard konvensional. Lantas, kenapa bisa keyboard terhubung ke perangkat tanpa menggunakan kabel?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard terhubung ke perangkat dengan gelombang radio yang merambat di udara. Data berupa setiap angka, simbol, huruf dan lain sebagainya yang diketik di keyboard akan ditransmisikan lewat gelombang radio.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Keyboard<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum lebih lanjut membahas keyboard wireless, mari sedikit mundur untuk melihat apa saja keyboard yang tersedia di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, hanya ada keyboard kabel dan nirkabel. Namun, keyboard kabel sendiri ternyata mengalami pengembangan hingga terdapat beberapa jenis berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Keyboard Serial<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa dibilang, ini adalah jenis keyboard paling jadul. Sistem di dalamnya bernama DIN 5 male alias 5 jarum. Sistem ini membuat keyboard terlihat sangat tebal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, untuk mengkoneksikannya menggunakan kabel VGA. Kabel yang sama jika anda ingin menghubungkan CPU ke monitor. Keyboard ini hanya bisa dipakai di komputer berjenis AT.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Keyboard PS\/2<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Versi pengembangan dari keyboard serial dengan 6 jarum namun ukurannya lebih kecil. Otomatis, ukuran keyboard jadi lebih kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghubungkan ke perangkat lain menggunakan kabel PS2. Bentuknya lingkaran sehingga hanya bisa terpasang di komputer yang punya port tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Keyboard USB<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis keyboard kabel paling modern dan umum digunakan. Port USB sendiri banyak terpasang di komputer atau laptop sehingga penggunaan keyboard ini lebih fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Keyboard Wireless<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir adalah keyboard wireless yang akan kita bahas di artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Konektivitas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan gelombang radio tergantung jenis teknologi yang tertanam di dalam keyboard wireless. Ada yang menggunakan dongle, ada juga pakai protokol teknologi seperti Bluetooth.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dongle<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dongle adalah sebuah komponen untuk menghubungkan keyboard ke perangkat lain dengan cara dimasukkan ke port USB perangkat lain tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui, banyak produsen menjual paketan mouse wireless dan keyboard wireless. Dongle-nya hanya satu dan bisa menghubungkan dua perangkat. Meski, ada juga yang terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Port ini merupakan receiver atau penerima gelombang radio. Sementara keyboard itu sendiri yang memancarkan gelombang radio (yang berisi data seperti dijelaskan sebelumnya).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data analog dari keyboard diubah terlebih dahulu menjadi sinyal yang bisa ditransmisikan lewat frekuensi gelombang radio tertentu. Dalam hal ini, kebanyakan memakai 2,4 GHz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah data ditransmisikan, akan diterima dongle. Komponen tersebut mengubahnya menjadi sinyal listrik agar bisa ditransmisikan lewat port USB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, perangkat lain mengubah (mengekstrak) data menjadi bentuk digital dan ditampilkan ke layar pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski kelihatan panjang, proses ini sebenarnya hanya berlangsung sepersekian detik lewat kecanggihan sistem. Jadi, mungkin anda sama sekali tidak akan merasakan delay.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bluetooth<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard Bluetooth tidak perlu dongle. Yang terpenting, perangkat yang mau dihubungkan juga memiliki fitur Bluetooth.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis keyboard nirkabel ini biasanya bisa lebih banyak terkoneksi dengan berbagai perangkat. Mengingat port USB untuk dongle kebanyakan hanya ada di perangkat besar seperti komputer atau laptop.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghubungkan keyboard ke perangkat, anda perlu mengaktifkan Bluetooth pada keyboard. Setiap brand punya cara berbeda. Tapi kebanyakan terdapat tombol aktivasi Bluetoothnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, nyalakan Bluetooth di perangkat yang mau dihubungkan. Lalu, cari Bluetooth keyboard dan koneksikan. Jika sudah, bisa langsung digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transmisi datanya sebetulnya sama saja seperti keyboard dongle. Namun, yang menangkap sinyal radionya langsung oleh perangkat yang terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinyal radio kemudian diubah oleh perangkat tersebut menjadi bentuk digital agar bisa ditampilkan di layar serta bisa dibaca pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat yang Bisa Didapatkan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langsung saja, manfaat utamanya adalah tidak ada kabel. Jadi, meja kerja anda bakalan rapi. Meja yang rapi membuat pikiran segar. Pikiran yang segar membuat badan sehat. Badan yang sehat bikin kerja jadi produktif. Produktif dekat dengan kesuksesan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang kedua, gampang dibawa kemana-mana. Tidak perlu ribet gulung kabel. Apalagi kalau kabelnya sensitif dan gampang rusak. Bikin pusing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, terutama jenis keyboard Bluetooth, bisa terhubung ke berbagai perangkat. Jadi kalau anda adalah seseorang yang punya fleksibilitas tinggi lokasi pekerjaan, tidak perlu beli keyboard untuk masing-masing perangkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Memilih yang Sesuai Kebutuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Desain, warna, fitur, tipe switch (mechanical, silent, atau konvensional) dan konektivitas itu subjektif. Sesuaikan dengan kebutuhan anda. Tapi, kami rekomendasikan memperhatikan beberapa hal ini ketika memilih keyboard wireless.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kualitas Material<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena keyboard wireless umumnya mendukung pekerjaan yang pindah-pindah tempat, banyak produsen membuatnya ringkas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalahnya, kalau harganya keyboardnya terlampau murah, materialnya jelek. Bisa dibayangkan, sudah ukurannya kecil, materialnya jelek. Dipastikan bakal cepat patah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang paling aman membeli keyboard wireless dari brand kenamaan. Tak perlu yang terlalu mahal, yang penting kualitasnya terjamin. Kalau bisa, beli yang ada garansinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Daya Tahan Baterai<\/h3>\n\n\n\n<div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard wireless umumnya ditenagai baterai. Baik baterai internal maupun baterai konvensional (AA dan lain sebagainya).<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau memilih keyboard wireless dengan baterai internal, pastikan daya tahan baterainya memadai kebutuhan anda. Sebagai informasi, keyboard Bluetooth biasanya lebih boros baterai karena fitur tersebut terus memindai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kenyamanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini yang sering ditinggalkan banyak orang. Demi desain lucu dan estetik, kenyamanan diorbankan. Ternyata, keyboard wireless yang ia beli, misalnya, kekecilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekali lagi, kalau anda memang orang yang banyak menggunakan keyboard, pastikan kenyamanannya. Ukuran, desain agronomis, dan lain sebagainya perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Wajib Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sertifikasi DJID, atau nama resminya Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi, adalah penilaian terhadap produk telekomunikasi untuk memastikan sesuai standar yang ditetapkan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyboard wireless perlu sertifikasi DJID karena ada fitur nirkabelnya. Fitur ini yang membuatnya dikelompokkan menjadi alat\/perangkat telekomunikasi. Dan semua alat\/perangkat telekomunikasi wajib sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Telekomunikasi sendiri merupakan jenis komunikasi yang memanfaatkan sistem elektromagnetik. Tapi, kan, keyboard bukan alat komunikasi? Ini yang sering salah kaprah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang berkomunikasi adalah alat\/perangkatnya. Karena keduanya masing-masing mengirim dan menerima data. Sementara penggunan memanfaatkan komunikasi antar alat\/perangkat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebetulnya, prinsipnya sama saja seperti ponsel. Yang berkomunikasi sebenarnya antar ponsel. Pengguna hanya memanfaatkan komunikasi mereka untuk\u2026 ya, berkomunikasi juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara tujuan sertifikasi DJID seperti dijelaskan dalam Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024, yakni memastikan keamanan pengguna dan produk tidak mengganggu produk lainnya saat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemenuhan Standar Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada intinya dalam proses ini, produk keyboard wireless yang anda jual harus memenuhi syarat spesifikasi teknologi telekomunikasi yang ditetapkan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya kalau keyboard menggunakan dongle, proses transmisi datanya harus sesuai standar yang ditetapkan. Pun begitu dengan Bluetooth. Teknologi tersebut ketika diterapkan di keyboard harus sesuai ketetapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa acuannya? regulasi yang disebut standar teknis. Regulasi ini umumnya mengatur setiap jenis teknologi telekomunikasi. Namun, ada juga yang dikelompokkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti keyboard wireless ini. Baik memakai dongle atau Bluetooth, kedua teknologi ini sama-sama membuat keyboard masuk kategori Short Range Device (SRD) alias perangkat yang bisa bertelekomunikasi dalam jarak dekat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis SRD diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang kita masuk syarat apa saja yang wajib dipenuhi keyboard wireless sesuai standar teknis di atas. Syarat ini dipenuhi dengan pengujian. Artinya, produk bakal diuji.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian dilakukan di Balai Uji yang ditentukan DJID Komdigi. Setelah itu, anda akan mendapatkan Laporan Hasil Uji atau LHU. Dokumen ini yang dilampirkan ketika submit permohonan sertifikasi DJID (dan dokumen lainnya).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam standar teknis SRD, produk dilakukan 3 jenis pengujian, yakni Electrical Safety, Electromagnetic Compatibility, dan Radio Frekuensi (RF).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4640\/pengujian-electrical-safety\/\">pengujian Electrical Safety<\/a>, produk harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC 60950-1:2016<\/li>\n\n\n\n<li>SNI IEC 62368-1:2014<\/li>\n\n\n\n<li>SNI 04-6253<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 62368-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60950-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60065<\/li>\n\n\n\n<li>Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk pengujian EMC, produk harus memenuhi ketentuan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC CISPR 32:2015<\/li>\n\n\n\n<li>IEC CISPR 32<\/li>\n\n\n\n<li>Salah satu seri ETSI EN 301 489<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, pengujian RF bakal menilai teknologi telekomunikasi yang tertera di produk keyboard wireless anda. Untuk keyboard dongle, persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>\u2264 100 mW EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk perangkat Wideband Data Transmission)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk perangkat Wideband Data Transmission)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk keyboard Bluetooth, persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran (Channel)<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keyboard merupakan salah satu perangkat pendukung penggunaan laptop atau komputer. Fungsinya jelas, supaya pengguna bisa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4923,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[192,4,181],"class_list":["post-4921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-keyboard","tag-sertifikasi","tag-wireless"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4921"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4924,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4921\/revisions\/4924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}