{"id":4925,"date":"2026-05-14T06:43:15","date_gmt":"2026-05-14T06:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4925"},"modified":"2026-05-14T06:43:15","modified_gmt":"2026-05-14T06:43:15","slug":"smart-ac-wajib-sertifikasi-djid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4925\/smart-ac-wajib-sertifikasi-djid\/","title":{"rendered":"Smart AC Wajib Sertifikasi DJID: Ini Syarat Teknisnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan anda masuk rumah dalam kondisi gerah. Matahari di luar sangat menyengat dan anda baru saja menempuh perjalanan dua jam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai rumah, anda hanya ingin istirahat. Bahkan sesimpel menyalakan AC saja sudah tak punya tenaga. Dan ternyata, AC di rumah anda memahami kondisi anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa perlu diperintah, ia membaca gelagat anda, mendeteksi suhu luar ruangan, lalu menyala dengan sendirinya. Belum cukup, ia juga mengatur suhu sesuai kenyamanan di kondisi saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitulah gambaran jika anda menggunakan Smart AC, lebih tepatnya yang terintegrasi dengan Internet of Things atau IoT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan tersebut bukan datang sendirinya. Butuh integrasi teknologi nirkabel ke dalam AC agar bisa melakukan berbagai tugas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Integrasi teknologi nirkabel seperti Wifi, Bluetooth, sensor dan lain sebagainya, membuat perangkat pendingin ruangan tersebut wajib melakukan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa demikian? Jangan buru-buru. Kami akan membahas bagaimana sistem perangkat tersebut bekerja sebelum menjawab pertanyaan ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Smart AC?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Singkatnya, Smart AC adalah pendingin ruangan yang terintegrasi teknologi. Jadi, AC tidak hanya bisa bekerja dengan remote, tapi dengan pengaturan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh paling banyak digunakan adalah pemanfaatan Bluetooth atau Wifi. Kedua teknologi nirkabel ini membuat AC tak hanya bisa dinyalakan lewat remotenya, tapi bisa lewat HP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caranya, anda perlu mendownload aplikasi sesuai merek AC yang anda beli. Setelah itu, nyalakan AC dengan remote dan nyalakan Bluetooth di perangkat anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian pindai Bluetooth AC tersebut dan koneksikan. Buka aplikasi AC di ponsel anda dan atur AC sesuai dengan pengaturan di dalam aplikasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart AC standar, umumnya seperti itu. Namun jika sudah terintegrasi dengan IoT seperti penjelasan kami di awal, fungsinya bisa jauh lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain contoh yang sudah kami berikan di awal artikel, Smart AC dengan IoT bahkan bisa berkomunikasi dengan perangkat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, AC akan menyesuaikan suhunya jika <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4921\/keyboard-wireless\/\">keyboard wireless<\/a> dan mouse wireless di ruangan tersebut aktif. Artinya, ia akan membaca bahwa anda akan bekerja dan membutuhkan suhu ruangan yang nyaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart AC bekerja memanfaatkan gelombang radio. Dan itu tadi, syaratnya AC anda harus terintegrasi teknologi nirkabel untuk berkomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya AC yang bisa dinyalakan menggunakan Wifi dan Bluetooth. AC berkomunikasi dengan ponsel anda lewat teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda melakukan aksi, misalnya menekan tombol untuk mengurangi suhu AC. Perintah tersebut (yang bentuknya data digital), kemudian diubah oleh ponsel menjadi sinyal radio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinyal radio membawa data perintah dan ditransmisikan lewat frekuensi tertentu. Bluetooth dan WiFi umumnya pakai 2,4 GHz. Tapi ada juga WiFi yang pakai 5 GHz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, antena internal AC akan menangkap sinyal radio berisi data tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen perangkat di dalam Smart AC yang disebut demodulator kemudian mengubah sinyal menjadi data digital kembali agar bisa terbaca oleh perangkat tersebut dan ditampilkan pada layar indikator (jika ada).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart AC IoT sebetulnya sama saja, hanya cara kerjanya lebih advance. Kita ambil contoh yang tadi. Ketika anda menyalakan keyboard wireless, Bluetooth perangkat tersebut aktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bluetooth sendiri bisa mengoneksikan beberapa perangkat sekaligus. Jadi, Bluetooth pada AC otomatis bisa tersambung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan ketika AC mendeteksi Bluetooth pada keyboard atau mouse wireless itu menyala, ia akan menjalankan perintah sesuai pemrograman. Misalnya, ia akan otomatis men-set suhu 24 derajat Celsius.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Ini Worth It?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung kebutuhan anda. Kalau anda nyaman dengan pengaturan manual, mungkin menggunakan Smart AC tidak akan berdampak banyak buat anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jika, seperti contoh yang kami berikan di awal, anda sering berada di posisi mager, teknologi ini cocok buat anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan sebagai pertimbangan lainnya, kami akan jelaskan apa saja manfaat Smart AC yang bisa anda rasakan berikut ini selain contoh yang sudah kami sebutkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Lebih Hemat Energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Percaya atau tidak, pengaturan otomatis pada AC membuat penggunaan listrik alat tersebut jadi lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda pasti pernah mengalami lupa mematikan AC bukan. Atau, ketika anda bangun kesiangan dan AC masih dingin. Padahal biasanya anda mematikannya di jam 3 pagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau satu-dua hari mungkin tidak masalah. Tapi kalau kejadian seperti ini hampir setiap hari, lama-lama boncos juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski ada pengaturan timer, nyatanya ini masih merepotkan karena harus di setting setiap anda menyalakan AC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Smart AC, anda hanya perlu melakukan satu kali pengaturan dan perangkat akan bekerja sesuai perintah pengaturan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AC akan menyala kalau anda masuk ke dalam kamar di waktu tertentu. Dan otomatis akan mati di jam tertentu, atau ketika anda terlalu lama meninggalkan kamar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua pengaturan ini, bisa disesuaikan sesuka hati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bisa Dikontrol Pakai Apa Saja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, Smart AC bisa dikontrol menggunakan perangkat apa saja. Ini bukan hanya fleksibilitas, tapi memecahkan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang coba jawab, sudah berapa kali anda kehilangan remot AC? Dan teknologi seperti ini, membuat anda tidak perlu menunggu berhari-hari tanpa AC karena menunggu remote pengganti datang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memudahkan Perawatan dan Perbaikan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaturan Smart AC tak hanya soal menyala-matikan perangkat. Banyak brand membuat berbagai fitur lain untuk memudahkan pengguna. Salah satu yang paling bermanfaat adalah puntuk perawatan dan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita ambil contoh, beberapa brand memiliki fitur <em>self-clean <\/em>dimana perangkat bisa membersihkan evaporatornya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara manfaatnya dalam hal perbaikan, banyak merek Smart AC yang bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel yang terhubung ketika terjadi disfungsi pada komponennya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini akan memudahkan anda melakukan perbaikan. <em>Gak<\/em> ada lagi cerita, semua masalah AC disebabkan freonnya kurang!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Wajib Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena Smart AC merupakan salah satu perangkat telekomunikasi. Telekomunikasi sendiri merupakan jenis komunikasi memanfaatkan sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem elektromagnetik merupakan hubungan antara medan magnet dan listrik. Salah satu bentuk sistem tersebut adalah gelombang radio, seperti yang dimanfaatkan Bluetooth atau WiFi pada Smart AC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sertifikasi DJID sendiri merupakan proses penilaian alat\/perangkat telekomunikasi agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mudahnya begini, produk Smart AC yang mau anda jual di Indonesia, harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Dalam hal ini Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenapa sertifikasi ini dilakukan? Jawabannya tertuang di Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) (nama Kementerian sebelum berubah jadi Komdigi) Nomor 3 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di regulasi tersebut dijelaskan, Sertifikasi DJID dilakukan untuk memastikan produk yang beredar aman digunakan masyarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, untuk memastikan produk tersebut tidak mengganggu kinerja produk lain yang sama-sama pakai sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu pula sebaliknya, untuk memastikan produk tidak terganggu kinerjanya di lingkungan sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Proses Sertifikasi DJID<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjelasan lengkap proses <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/sertifikasi-djid\/\">sertifikasi DJID<\/a> anda bisa baca di link artikel yang kami sematkan. Namun, kami akan menjelaskannya secara singkat disini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intinya, anda membutuhkan banyak dokumen yang akan dievaluasi DJID. Dokumen-dokumen ini di submit di portal e-sertifikasi DJID Next Gen milik lembaga pemerintahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen yang dibutuhkan tergantung banyak hal: jenis alat\/perangkat anda, status anda sebagai pemohon sertifikasi DJID, dan hal-hal teknis lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, produk anda juga harus dilakukan pengujian di balai uji (laboratorium) yang diakui DJID. Bisa di dalam maupun luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil pengujian berupa Laporan Hasil Uji atau LHU. Ini juga termasuk dokumen yang perlu anda submit kalau mau mengajukan permohonan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika semua dokumen sudah terkumpul dan anda sudah men-submitnya di portal tersebut, evaluasi akan dilakukan pihak DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dinyatakan lengkap, anda perlu membayar nominal atau biaya <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4497\/penerbitan-sertifikat-djid\/\">penerbitan sertifikasi DJID<\/a>. Jika sudah dilunasi, sertifikat akan terbit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum dijual, anda perlu menyematkan label yang menunjukkan bahwa produk tersebut sudah memenuhi standar sesuai aturan di Indonesia. Dengan kata lain, label menunjukkan bahwa produk sudah melakukan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Standar Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena inti dari sertifikasi DJID adalah memastikan produk anda sesuai standar Indonesia, maka memahami pengujian produk berikut standar teknis yang digunakan sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian produk dilakukan sesuai standar teknis teknologi telekomunikasi yang ada pada perangkat, dalam hal ini Smart AC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mudahnya, standar teknis adalah panduan penguji ketika melakukan pengujian. Isinya, pengujian apa saja yang dilakukan pada produk tersebut berikut persyaratannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis umumnya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi. Atau, kelompok perangkat dengan teknologi serupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti pada Smart AC. Karena umumnya menggunakan Bluetooth dan WiFi, maka standar teknisnya mengacu pada regulasi yang mengatur dua teknologi tersebut.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bluetooth<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, meski umumnya standar teknis dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi nya, ada juga yang berdasarkan kelompok perangkat. Bluetooth salah satunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat yang memakai teknologi Bluetooth dikategorikan sebagai Short Range Device atau SRD. Singkatnya, ini adalah alat\/perangkat yang bisa berkomunikasi pada jarak pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis SRD sendiri diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. WiFi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beda halnya dengan WiFi. Standar teknis dibuat khusus untuk mengatur teknologi ini. Namun, Namanya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WiFi memang istilah yang umum dikenal di dunia internasional. Namun nama resminya adalah Radio Local Area Network (RLAN) atau jaringan yang memanfaatkan gelombang radio dan beroperasi di radius local (jarak pendek).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, pengujian WiFi dalam Smart AC mengacu pada standar teknis RLAN, yakni tertuang Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, setiap standar teknis memiliki panduan pengujian, termasuk jenis pengujian apa saja yang dilakukan serta persyaratan yang wajib dipenuhi produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik standar teknis SRD maupun RLAN, sama-sama mempersyaratkan tiga jenis pengujian, yakni electrical safety, Electromagnetic Compatibility (EMC) dan Pengujian Radio Frekuensi (RF).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Electrical Safety<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian electrical safety dilakukan untuk melihat tahanan isolasi Smart AC terhadap daya keluaran listrik. Produk harus memenuhi persyaratan yang diatur dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC 60950-1:2016<\/li>\n\n\n\n<li>SNI IEC 62368-1:2014<\/li>\n\n\n\n<li>SNI 04-6253<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 62368-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60950-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60065<\/li>\n\n\n\n<li>Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. EMC<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian EMC untuk menilai kinerja radio frekuensi produk. Smart AC tidak boleh mengganggu produk lain ketika dinyalakan. Begitu sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk Smart AC harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC CISPR 32:2015<\/li>\n\n\n\n<li>IEC CISPR 32<\/li>\n\n\n\n<li>Salah satu seri ETSI EN 301 489<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengujian RF<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti namanya, pengujian RF dilakukan untuk melihat kinerja teknologi yang memanfaatkan Radio Frekuensi pada Smart AC. Spesifikasi operasional RF teknologi tersebut harus memenuhi persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk Bluetooth, persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>&lt; 20 dBm EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk WiFi, persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan anda masuk rumah dalam kondisi gerah. Matahari di luar sangat menyengat dan anda baru<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4926,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[193,4,185],"class_list":["post-4925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-ac","tag-sertifikasi","tag-smart"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4927,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4925\/revisions\/4927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}