{"id":4928,"date":"2026-05-14T14:03:39","date_gmt":"2026-05-14T14:03:39","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4928"},"modified":"2026-05-14T14:03:39","modified_gmt":"2026-05-14T14:03:39","slug":"smart-home-appliances","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4928\/smart-home-appliances\/","title":{"rendered":"Smart Home Appliances, Apakah Wajib Sertifikasi DJID?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berkembangnya zaman, integrasi teknologi menyentuh hingga yang paling dekat dengan kita. Ya, di rumah kita sendiri. Dikenal dengan sebutan Smart Home Appliances atau Peralatan Rumah Tangga Pintar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang mari melihat semua iklan penjualan rumah. Atau perhatikan satu-satu spesifikasi barang elektronik modern. Semuanya menyertakan kata \u201cSmart\u201d di depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau keseringan melihat iklan-iklan seperti ini, mungkin anda akan mengernyitkan dahi. Tapi, toh, produk yang mereka jual laku keras.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa bisa? Simple, karena memang dibutuhkan. Semua alat yang dimulai dengan kata \u201cSmart\u201d ini sebenarnya konsepnya otomatisasi dari sistem konvensionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4925\/smart-ac-wajib-sertifikasi-djid\/\">Smart AC<\/a>. Dahulu kita harus pakai remot buat menyalakannya. Sekarang kalau kita masuk kamar, AC bisa menyala sendiri. Dan ini, memudahkan. Sementara di zaman yang serba cepat sekarang, kepraktisan adalah barang mahal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, banyak yang membutuhkannya. Artinya, penjualan bisa laku keras. Keuntungan terus menggulung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi buat anda produsen, distributor, atau importir yang mau menjual smart home appliances, perlu diketahui bahwa peralatan-peralatan ini wajib sertifikasi DJID. Mengapa? Simak penjelasannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Smart Home Appliances?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah dijelaskan, Smart Home Appliances adalah seluruh peralatan rumah tangga (atau bisa juga dibilang perabot) yang mengintegrasikan teknologi ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi ini umumnya digunakan untuk mengatur peralatan tersebut secara otomatis atau dari jarak jauh. Atau, juga bisa membuat peralatan-peralatan ini bisa saling berkomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart Home sendiri pada dasarnya adalah sebuah konsep untuk menggabungkan semua peralatan rumah tangga dalam satu control. Ini dibuat tujuannya untuk memudahkan kehidupan penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski pada akhirnya, tidak semua peralatan rumah tangga bisa terhubung, makna smart home justru bergeser dari sistem menjadi tool-based.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara otonom, produk smart home appliances biasanya memiliki teknologi otomatisasi sendiri. Jenis teknologinya macam-macam. Ada WiFi, Bluetooth, Zigbee, NFC, RFID, dan lain sebagainya. Tapi intinya satu, memanfaatkan gelombang radio untuk mengirimkan data.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika kita mau mengaktifkan AC pakai ponsel. Kita perlu menghubungkannya ke Bluetooth. Setelah terkoneksi, data perintah dari ponsel seperti menaikkan\/menurunkan suhu akan ditransmisikan lewat frekuensi gelombang radio Bluetooth (umumnya 2,4 GHz).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, AC akan menerimanya dan menjalankannya sesuai dengan perintah. Bisa juga ditampilkan pada layar digital jika ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pun begitu pada smart door lock menggunakan kartu. Sistem ini kebanyakan menggunakan RFID. Saat kartu (tag) ditempelkan ke gagang pintu, data status akan ditransmisikan lewat frekuensi gelombang radio tertentu (biasanya 13,56 MHz).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gagang pintu kemudian menangkap sinyal tersebut dan melakukan sesuai perintah membuka kunci. Pintu pun akan terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sistem, berbeda lagi. Misalnya, anda menyalakan mouse dan keyboard wireless di ruangan yang memiliki Smart AC. Bluetooth Smart AC, Smart Mouse dan Smart Keyboard sudah saling terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart AC lalu menangkap sinyal Bluetooth keyboard dan Mouse kemudian mengartikan bahwa anda ingin bekerja. Sesuai settingan, AC akan menyala dan menyesuaikan suhu yang ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat yang Bisa Dirasakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat utama anda menggunakan, baik alat\/perangkat maupun sistem, smart home appliances adalah soal kemudahan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semuanya sudah diatur sedemikian rupa sehingga anda tidak perlu melakukan kegiatan berulang. Lampu sudah disetting kapan menyala dan mati, AC di setting menyala di waktu tertentu, kulkas dan oven disinkronkan agar bisa saling menghemat daya listrik, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah manfaat ini terpenuhi, anda bisa merasakan manfaat lanjutannya. Misalnya, anda tidak perlu khawatir tagihan listrik membengkak karena lupa mematikan heater atau AC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya lagi, anda bisa merasakan keamanan meningkat karena ada sistem peringatan jika terjadi anomali di rumah anda. Dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, tidak semua orang merasa nyaman dengan otomatisasi. Ada yang memang baru benar-benar merasa \u201cmematikan lampu\u201d kalau menekan saklar. Atau baru merasa \u201caman\u201d kalau sudah mendorong gerbang. Dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intinya, sesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Peralatan Apa Saja yang Bisa Diotomatisasi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika bertanya peralatan rumah tangga apa saja yang bisa diotomatisasi? Jawabannya hampir semuanya bisa. Supaya lebih mudah, kami akan mengelompokkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Peralatan Dapur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rice Cooker, Air Fryer, Microwave, semuanya bisa diotomatisasi menggunakan timer. Jika memasak sudah selesai, ia akan mati dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa juga terhubung dengan Bluetooth, misalnya, untuk mengontrol suhu. Kalau terlalu panas, anda bisa menurunkannya secara manual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peralatan Pendinginan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kulkas dan Air Conditioner atau AC adalah dua alat rumah tangga yang fungsinya untuk pendinginan. Keduanya tentu bisa diotomatisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita tidak perlu lagi contohkan AC karena sudah banyak di atas. Untuk kulkas, bisa punya fitur Bluetooth supaya anda lebih mudah mengontrol suhunya lewat aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Peralatan Pemanas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Heater, baik water heater atau pemanas udara, tentu juga bisa diotomatisasi. Apalagi keduanya mengkonsumsi daya yang cukup besar. Mengatur kapan nyala dan matinya sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan pastinya, untuk mengatur suhu. Karena kalau terlampau panas, bukannya nyaman, kesehatan bahkan nyawa anda justru terancam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peralatan Pakaian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peralatan pakaian seperti mesin cuci dan setrikaan bisa juga diotomatiasi. Mesin cuci jelas, untuk mengatur putaran dan waktu putarnya. Atau, bisa disesuaikan pemrograman pencuciannya sesuai individu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk setrikaan, karena menggunakannya harus dipegang secara langsung, otomatisasi dilakukan untuk men-tracking kerusakan komponen internalnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Wajib Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di awal kami sudah menjelaskan, smart home appliances wajib melakukan sertifikasi DJID. Mengapa demikian? Karena teknologi yang tertanam di berbagai peralatan tersebut merupakan sistem telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Telekomunikasi adalah komunikasi menggunakan sistem elektromagnetik. Sementara sistem elektromagnetik adalah hubungan antara medan magnet dan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena hampir semua smart home appliances menggunakan berbagai teknologi yang memanfaatkan radio frekuensi untuk bekerja, maka wajib sertifikasi DJID. Gelombang radio sendiri merupakan salah satu bentuk sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, apakah benar-benar semuanya wajib?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda perlu mengkaji spesifikasi produk yang mau anda jual. Meski punya label \u201csmart\u201d di depan nya, kalau hanya menggunakan timer internal untuk mengatur waktu nyala-mati, tidak perlu melakukan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh lagi AC konvensional yang menggunakan remote Infra merah. Itu juga tidak perlu melakukan sertifikasi DJID karena tidak dipersyaratkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau anda bingung, langsung tanya Dimulti Indonesia. Hubungi dan konsultasikan dengan kami. Tim kami yang akan memeriksa spesifikasi produk anda dan menganalisis apakah produk tersebut wajib sertifikasi DJID atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau supaya lebih mudah, anda bisa baca Kepmen Komdigi Nomor 469 Tahun 2025 tentang daftar <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4476\/produk-wajib-sertifikasi-djid-postel\/\">produk wajib sertifikasi DJID<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis Teknologi dan Persyaratan Teknisnya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekali lagi kami tekankan, karena kebanyakan smart home appliances itu menggunakan teknologi berbasis radio frekuensi, maka mudahnya, produk seperti inilah yang wajib sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, teknologi nirkabel apa saja yang bisa diintegrasikan ke home appliances sehingga membuatnya wajib sertifikasi DJID? Berikut beberapa di antaranya sekaligus persyaratan teknisnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Short Range Device atau SRD<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Short Range Device pada dasarnya adalah kelompok alat\/perangkat yang bisa berkomunikasi pada jarak pendek. Artinya, teknologi telekomunikasi di dalamnya hanya bisa mengakomodir komunikasi jarak tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis produk smart home appliances yang termasuk SRD ini diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 260 Tahun 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam regulasi standar teknis tersebut, ada beberapa teknologi yang diatur. Berikut di antaranya sekaligus persyaratannya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bluetooth<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paling banyak digunakan di Produk Home Appliances. Penggunaan Bluetooth (tidak hanya di produk smart home) hanya diizinkan memakai frekuensi 2,4 GHz di Indonesia. Syaratnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>&lt; 20 dBm EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>NFC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Near Field Communication atau komunikasi dengan mendekatkan perangkat umumnya dipakai di smart door lock atau home appliances yang butuh teknologi pengganti sensor konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu teknologi ini tak hanya diterapkan di Smart Home Appliances, tapi juga di tempat lain. Paling umum adalah alat pembayaran supermarket.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk produk yang menggunakan fitur NFC, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Testing Method<\/td><\/tr><tr><td>13.553 \u2013 13.567 MHz<\/td><td>\u2264 20 dBm atau \u2264 94 dB\u00b5V\/m<\/td><td>Memenuhi ketentuan EN 302 291 dan<br>EN 300 330<\/td><td>Memenuhi ketentuan EN 302 291 dan<br>EN 300 330<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>RFID<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir sama dengan NFC, Radio Frequency Identification atau RFID juga merupakan sistem komunikasi jarak pendek. Di home appliances, banyak digunakan untuk smart door lock.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi untuk di tempat lain, teknologi ini banyak digunakan untuk mengecek kartu. Misalnya sisa saldo kartu kereta, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persyaratan produk dengan teknologi RFID adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Pita Frekuensi<\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Output power<\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Spurious emission<\/strong><\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Metode Pengujian<\/strong><\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">16 \u2013 150 kHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 66 dB\u00b5A\/m<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">6765 \u2013 6795 kHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 42 dB\u00b5A\/m<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">7400 \u2013 8800 kHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 9 dB\u00b5A\/m<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 330<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">13.553 \u2013 13.567 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 94 dB\u00b5V\/m<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 302 291,<br>EN 300 330<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 302 291,<br>EN 300 330<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">433 \u2013 434.79 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 20 dBm<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 220<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 220<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">920 \u2013 923 MHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 26 dBm<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 220,<br>EN 302 208<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 220,<br>EN 302 208<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">2.4 \u2013 2.4835 GHz<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">\u2264 20 dBm<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 440<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">EN 300 440<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>LR WPAN (Zigbee, Thread, Matter, dll<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LR WPAN adalah kepanjangan dari Low-Rate Wireless Personal Area Network. Intinya, ini adalah sistem telekomunikasi personal jarak pendek dengan power yang rendah. Kebanyakan, teknologinya bekerja di 433 MHz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Protokol ini sebetulnya hampir sama dengan Bluetooth. Namun karena menggunakan daya rendah, transmisi datanya lebih lama. Selain itu, juga tidak se-powerfull Bluetooth yang bisa terkoneksi dengan banyak perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu, kelebihannya adalah hemat daya. Jadi, sangat cocok buat perangkat rumah tangga portable yang memang tidak butuh banyak daya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk produk dengan integrasi teknologi seperti ini, wajib memenuhi syarat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Pita Frkeunsi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>314 \u2013 316 MHz<\/td><td>\u2264 10 dBm ERP<\/td><td>EN 300 220<\/td><td>EN 300 220<\/td><\/tr><tr><td>433 \u2013 434,79 MHz<\/td><td>\u2264 10 dBm ERP<\/td><td>EN 300 220<\/td><td>EN 300 220<\/td><\/tr><tr><td rowspan=\"3\">920 \u2013 923 MHz<\/td><td rowspan=\"3\">\u2264 20 dBm EIRP<\/td><td>EN 300 220<\/td><td>EN 300 220<\/td><\/tr><tr><td>FCC \u00a715.247 dan\/atau \u00a715.209<\/td><td>FCC \u00a715.247 dan\/atau ANSI C63.10<\/td><\/tr><tr><td>FCC \u00a715.249 dan\/atau \u00a715.209<\/td><td>FCC \u00a715.249 dan\/atau ANSI C63.10<\/td><\/tr><tr><td rowspan=\"4\">2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td rowspan=\"4\">\u2264 20 dBm EIRP<\/td><td>FCC \u00a715.249 dan\/atau \u00a715.209<\/td><td>FCC \u00a715.249 dan\/atau ANSI C63.10<\/td><\/tr><tr><td>FCC \u00a715.247 dan\/atau \u00a715.209<\/td><td>FCC \u00a715.247 dan\/atau ANSI C63.10<\/td><\/tr><tr><td>EN 300 440<\/td><td>EN 300 440<\/td><\/tr><tr><td>EN 300 328<\/td><td>EN 300 328<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Radio Local Area Network (RLAN) atau Wifi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang jadi primadona selanjutnya tentu saja fitur WiFi. Berbeda dengan SRD, WiFi menggunakan jaringan internet, namun dengan konektivitas terbatas. Tidak seperti jaringan seluler yang bisa diakses di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk smart home appliances yang menggunakan fitur WiFi juga sangat banyak. Bahkan lampu pun sudah diintegrasikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intinya, menggunakan fitur ini membuat koneksi antar perangkat jadi lebih luas. Selain itu, meningkatkan fungsionalitas produk karena bisa terhubung ke jaringan internet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk dengan fitur WiFi harus memenuhi standar teknis dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025. Persyaratannya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring berkembangnya zaman, integrasi teknologi menyentuh hingga yang paling dekat dengan kita. Ya, di rumah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4929,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[194,4,185],"class_list":["post-4928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-home-appliances","tag-sertifikasi","tag-smart"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4930,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4928\/revisions\/4930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}