{"id":4940,"date":"2026-05-18T07:26:35","date_gmt":"2026-05-18T07:26:35","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4940"},"modified":"2026-05-18T07:26:35","modified_gmt":"2026-05-18T07:26:35","slug":"smart-wall-switch","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4940\/smart-wall-switch\/","title":{"rendered":"Smart Wall Switch: Pengertian Manfaat dan Syarat Sertifikasi DJID"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernah lupa mematikan lampu saat bepergian jauh berhari-hari? akhirnya tagihan listrik membengkak dan anda boncos.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah ini bisa diselesaikan oleh smart wall switch. Ini adalah sakelar pintar yang bisa anda operasikan dari jarak jauh. Jadi walaupun beda kota bahkan negara, anda tetap bisa menyala-matikan lampu sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan dengan perangkat ini, anda bisa mengatur kapan lampu tersebut menyala dan mati. Ini lebih mengesankan lagi karena anda benar-benar tidak perlu melakukan tindakan apapun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi ini berkembang seiring masifnya Internet of Thing (IoT) yang salah satunya diaplikasikan dalam sistem smart home. Sistem canggih memanfaatkan koneksi nirkabel untuk memudahkan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi jangan lupa, buat produsen, importir atau distributor perangkat tersebut, lakukan kewajiban sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini mengingat perangkat tersebut memanfaatkan koneksi nirkabel. Tujuannya, supaya aman digunakan dan tidak mengganggu perangkat nirkabel lainnya ketika digunakan. Yang paling penting, anda akan terhindar dari resiko melanggar hukum.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Smart Wall Switch?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart wall switch adalah saklar pintar yang sebagai media pengoperasionalan alat elektronik seperti lampu, AC, kipas angin, dan lain sebagainya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi karena kebanyakan saklar digunakan untuk menyala-matikan lampu, alat ini juga biasanya untuk operasional lampu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, ini adalah versi modern dari sakelar. Untuk memati-nyalakan lampu, biasanya kita perlu menekan saklar ke posisi yang sesuai. Tapi dengan smart wall switch, kita bisa melakukannya lewat aplikasi pada ponsel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski juga tetap bisa dilakukan secara manual. Namun, biasanya tombolnya lebih ringkas. Bahkan, ada yang bisa dilakukan tanpa sentuhan (dengan sensor).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebanyakan peralatan dengan embel-embel \u201cSmart\u201d (termasuk smart remote tv hingga <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4937\/perangkat-tpms\/\">perangkat TPMS<\/a>), itu beroperasi dengan sistem wireless atau nirkabel (tanpa kabel).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koneksinya menggunakan sistem elektromagnetik yang merambat di udara seperti gelombang radio, gelombang cahaya, gelombang suara, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk smart wall switch, umumnya menggunakan gelombang radio. Sinyal perintah ditransmisikan lewat frekuensi radio tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat ini perlu dipasang dan dihubungkan ke teknologi nirkabel seperti WiFi atau Bluetooth. Fitur nirkabel dari Smart Wall Switch tersebut diaktifkan lewat aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika sudah, pastikan wifi anda tetap menyala dan anda memiliki jaringan internet di ponsel untuk menjalankan aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buka aplikasi dan berikan perintah khusus. Misalnya, anda mau menyalakan atau mematikan lampu. Tinggal tekan tombol virtual yang ada di dalam aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah berupa data digital tersebut kemudian ditransmisikan lewat gelombang radio protokol jaringan nirkabel. Biasanya memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinyal lau ditangkap oleh smart wall switch dan diubah menjadi sinyal listrik kemudian diterjemahkan sesuai perintah. Kalau menyalakan lampu, energy listrik akan disalurkan ke lampu. Kalau mematikan, berarti listrik diputus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat yang Bisa Dirasakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di awal kami sudah jelaskan, semua home appliances dengan embel-embel \u201csmart\u201d di depannya, tujuan dibuatnya tak lain dan tak bukan adalah untuk memudahkan kehidupan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hidup sudah ruwet dengan berbagai masalah. Jangan ditambah hal sepele seperti sekedar lupa memati-nyalakan lampu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, itu hanya garis besar. Banyak yang tidak menyadari manfaat smart wall switch lebih dalam. Beberapa hal ini mungkin akan mengubah sudut pandang anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hemat Energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan ini dibuat dengan <em>hook <\/em>boros listrik karena lupa mematikan lampu. Dan, ya, penggunaan smart wall switch benar-benar bisa meminimalisir hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa memprogram kapan peralatan elektronik di rumah menyala dan mati. Jadi, tidak perlu khawatir listrik terbuang percma.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mencegah Kebakaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalahnya, lampu atau alat elektronik rumah tangga lain yang terus-menerus menyala bisa panas. Kabel bisa hangus dan terbakar. Alhasil, arus pendek terjadi dan membahayakan karena jadi penyebab kebakaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, dengan mengatur kapan peralatan elektronik di rumah anda menyala dan mati, bisa mencegah hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Bahkan, bisa bikin alat elektronik jadi lebih awet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Desain Futuristik&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Poin ini sangat subjektif. Tapi seiring berkembangnya desain modern minimalis rumah, penggunaan smart wall switch akan sangat cocok dengan konsep tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau tidak percaya, coba cari perangkat ini di internet dan lihat mayoritas desainnya. Simpel dan elegan tapi tidak menghilangkan fungsi utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau anda suka dengan konsep desain seperti ini, sangat cocok. Tapi kalau anda memang suka desain klasik, perangkat ini mungkin bukan jawaban.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fitur Penting<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui, di pasaran ada banyak jenis smart wall switch. Biasanya dibedakan berdasarkan dua fitur penting berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jumlah Saklar (Gang)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gang adalah jumlah saluran listrik dari perangkat elektronik yang bisa terhubung ke saklar pintar. Biasanya berjumlah 1 hingga 3. Artinya, kalau dipasang di lampu, anda isa menyalakan 1, 2 bahkan 3 lampu sekaligus dengan 1 saklar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Manual Override<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa smart wall switch didesain sebagai hub atau server terminal. Pusat kendalinya ada di aplikasi. Jenis seperti ini biasanya tidak disertai dengan kemampuan sebagai saklar manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, lebih banyak yang punya fitur manual override. Artinya, anda tetap bisa mengoperasikan saklar layaknya saklar konvensional. Pemilihan antara keduanya tergantung kebutuhan dan kenyamanan anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hal yang Harus Diperhatikan Saat Instalasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena berhubungan dengan instalasi listrik, pemasangan smart wall switch perlu dilakukan dengan benar dan hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Harus Terhubung ke Jalur Kabel Netral<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang pertama, hampir semua jenis di pasaran mensyaratkan adanya jalur kabel netral. Ini adalah jalur kabel yang tidak dialiri listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui, pada saklar konvensional, jalur kabel netral biasanya tidak ada. Karena saklar konvensional hanya bertindak sebagai jembatan pemutus atau penyambung arus listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada smart wall switch, perangkat ini butuh daya listrik terus menerus untuk fitur nirkabelnya sehingga memungkinkan menerima perintah kapanpun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disisi lain, tidak mungkin anda menyalakan bohlam lampu terus menerus, bukan? Karena itu, jalur kabel netral dibutuhkan supaya arus listrik tetap bisa mengalir ke saklar meskipun bohlam lampu mati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Matikan MCB<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasang perangkat apapun yang terhubung k e jalur kabel secara langsung memang baiknya mematikan MCB terlebih dahulu supaya aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Disarankan Dilakukan oleh Tukang Listrik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini yang paling penting. Kalau anda tidak biasa dengan sambungan kelistrikan, lebih baik pemasangan smart wall switch dilakukan oleh tukang listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai gambaran, untuk mengubah saklar konvensional menjadi saklar pintar, anda harus membongkar rangkaian. Di dalamnya terdapat beberapa jalur kabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memeriksa apakah jalur kabel tersebut adalah jalur fasa\/api atau jalur netral, kita butuh tespen. Alat ini adalah standar pertukangan kelistrikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau tidak pakai alat ini, akan bingung menentukannya. Di sisi lain kalau salah pasang, smart wall switch tidak akan berfungsi atau bahkan potensi arus pendek.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Teknologi Nirkabel yang Digunakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami sudah sebutkan sebelumnya kalau kebanyakan smart wall switch yang beredar di pasaran menggunakan teknologi nirkabel Bluetooth dan Wifi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua teknologi ini dinilai lebih simple karena anda tidak membutuhkan hub\/gateway tambahan seperti pada Zigbee dan teknologi semacamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan, WiFi menggunakan protokol internet, sementara Bluetooth tidak. Artinya, kalau anda menggunakan smart wall switch Bluetooth, hanya bisa dari jarak dekat (meskipun tetap nirkabel).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara kalau pakai WiFi, pastikan router anda tetap menyala (dan langganan tetap berlaku). Ponsel anda sebagai operator juga perlu dipastikan terhubung ke internet (pastikan kuota internet berlaku).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau dua-duanya sudah terhubung ke jaringan internet, mau dari manapun, anda bisa mengoperasikan smart wall switch ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Wajib Sertifikasi DJID?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya sederhana, karena koneksi nirkabel yang digunakan. Koneksi nirkabel seperti Bluetooth dan Wifi menggunakan gelombang radio untuk beroperasi. Gelombang radio sendiri merupakan salah satu sistem elektromagnetik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara semua perangkat yang bisa terkoneksi menggunakan sistem elektromagnetik (disebut alat\/perangkat telekomunikasi), wajib melakukan sertifikasi DJID.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan\/atau Perangkat Telekomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Syarat Teknis Yang Harus Dipenuhi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sertifikasi DJID, intinya perangkat Smart Wall Switch yang mau anda jual di Indonesia harus memenuhi ketentuan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hal ini, ketentuan ditetapkan oleh Direktorat Infrastruktur Digital (DJID, karena itu disebut Sertifikasi DJID), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk akan diuji. Pengujian dilakukan di Balai Uji yang ditetapkan DJID. Penguji akan mengacu ke standar teknis. Standar teknis ini berisi syarat spesifikasi produk yang mau dijual di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Standar Teknis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis biasanya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi (fitur nirkabel). Tapi ada juga yang dikelompokkan berdasarkan jenis produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kareena Smart Wall Watch umumnya pakai Bluetooth dan Wifi, kami hanya akan menjelaskan dua standar teknis teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk standar teknis Bluetooth, tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Device (SRD).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat dengan fitur Bluetooth dikategorikan sebagai SRD karena memungkinkan koneksi secara nirkabel dari jarak pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara Standar Teknis Wifi diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baik Bluetooth maupun WiFi, sama-sama menggunakan gelombang radio untuk beroperasi. Syarat pemanfaatannya kami jelaskan di poin selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Syarat Fitur Bluetooth<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk fitur Bluetooth, setiap produk yang menggunakannya wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut sesuai ketentuan standar teknis:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>&lt; 20 dBm EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Syarat Fitur Wifi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti Bluetooth, WiFi juga punya persyaratan operasional. Hal ini tertuang dalam standar teknis yang kami sebutkan sebelumnya, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah lupa mematikan lampu saat bepergian jauh berhari-hari? akhirnya tagihan listrik membengkak dan anda boncos.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4941,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[199,4,200],"class_list":["post-4940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-saklar","tag-sertifikasi","tag-smart-wall-switch"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4942,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4940\/revisions\/4942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}