{"id":4949,"date":"2026-05-21T03:04:00","date_gmt":"2026-05-21T03:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/?p=4949"},"modified":"2026-05-19T04:38:30","modified_gmt":"2026-05-19T04:38:30","slug":"sertifikasi-djid-smart-plug","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4949\/sertifikasi-djid-smart-plug\/","title":{"rendered":"Mengenal Smart Plug dan Kewajiban Melakukan Sertifikasi DJID"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua barang elektronik (yang butuh tenaga listrik untuk menyala) dengan kabel harus dihubungkan ke stop kontak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah perangkat dihubungkan, anda perlu menekan tombol power secara manual pada perangkat. Baik untuk menyalakan maupun mematikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, pernahkan anda membayangkan kalau anda tidak perlu bolak-balik lagi ke perangkat elektronik untuk menyala-matikannya? Tentu saja, ini bisa dilakukan. Rahasianya menggunakan smart plug alias stop kontak pintar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa itu? bagaimana cara kerjanya dan manfaatnya? kami akan jelaskan semuanya disini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi sebagai awalan, untuk mengontrol smart plug tersebut membutuhkan koneksi jaringan nirkabel yang terhubung ke ponsel anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koneksi jaringan nirkabel ini memanfaatkan gelombang radio. Dan semua koneksi nirkabel yang memanfaatkan gelombang radio, wajib melakukan sertifikasi DJID. Disini, kami juga akan menjelaskannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Smart Plug?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart plug adalah stop kontak pintar yang bisa menyambungkan atau memutus aliran listrik ke perangkat elektronik secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi utamanya sebetulnya sama saja seperti stop kontak konvensional, yakni menyambung-putuskan listrik ke perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bedanya, smart plug bisa melakukannya secara otomatis. Jadi, anda tidak perlu mencabut kabel perangkat dari stop kontak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Begini Cara Kerjanya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya lebih mudah dibayangkan, kami akan menjelaskan smart plug berdasarkan cara kerjanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika perangkat elektronik kabel terhubung ke stop kontak, ia ada dalam kondisi standby. Kabel sudah bisa menerima aliran listrik. Tapi, belum membuat perangkat bergerak sampai anda menekan tombol On.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disisi lain, stop kontak konvensional secara otomatis memberikan aliran listrik ke kabel perangkat. Ada juga beberapa model yang dilengkapi switch supaya listrik tidak langsung mengalir ke kabel perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketikan tombol power dinyalakan, listrik dari stop kontak mengalir ke perangkat dan membuatnya bergerak. Pada stop kontak dengan switch, ketika switch dinyalakan, barulah listrik bisa mengalir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, smart plug pun demikian. Bedanya, ia bisa mengatur kapan listrik harus dialirkan ke kabel perangkat secara otomatis. Yang disebut otomatis disini adalah sesuai perintah yang anda masukkan dalam aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat ini layaknya stop kontak konvensional dengan switch. Pada jenis tersebut, kalau mau memutus arus listrik, tinggal tekan switch ke mode off.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pun begitu, kalau mau mematikan perangkat yang terhubung ke colokan pintar ini, tinggal tekan tombol virtual pada aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerja Konektivitas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikatakan \u201csmart\u201d karena perangkat ini bisa diatur lewat aplikasi dalam ponsel anda. Jadi, anda tidak perlu mencabut kabel. Atau, tidak perlu mematikan switch secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda perlu mengunduh aplikasi yang sesuai dengan brand atau sistem smart plug. Baik colokan pintar maupun perangkat, harus sama-sama terhubung lewat jaringan nirkabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, yang digunakan adalah jaringan WiFi dan Bluetooth. Jaringan WiFi menggunakan protokol internet. Sementara Bluetooth tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaringan WiFi umumnya lebih banyak dipilih karena memberikan keleluasaan. Anda bisa mengatur perangkat dari mana saja tanpa memikirkan jarak ponsel ke smart plug.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara kalau pakai Bluetooth, ponsel anda harus selalu dekat dengan smart plug agar bisa memberikan perintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oke, kita lanjut ke pembahasan cara kerja konektivitasnya\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah anda mengunduh aplikasi dan dipairing dengan smart plug, serta perangkat sudah dicolok, anda bisa langsung memberikan perintah. Misalnya, menyalakan perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika menekan tombol virtual \u201cOn\u201d, data perintah tersebut ditransmisikan lewat gelombang radio berupa sinyal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinyal berisi data ini kemudian ditangkap oleh smart plug. Demodulator di dalam perangkatnya akan mengubah sinyal gelombag radio itu menjadi sinyal analog, dalam hal ini energi listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, colokan pintar akan melakukan sesuai perintah yakni memberikan jalan listrik untuk masuk ke kabel perangkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Pairing Koneksi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan, anda perlu mengunduh aplikasi terlebih dahulu. Selanjutnya, masukkan data dan sebagainya hingga mencapai halaman \u201cHome\u201d pada aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan anda terkoneksi dengan jaringan WiFi yang sama dengan smart plug. Setelah itu, colok smart plug ke stop kontak biasa. Colok juga kabel perangkat ke smart plug.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, nyalakan konektivitas smart plug. Setiap brand berbeda-beda. Tapi umumnya, memakai indikator lampu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika sudah terhubung ke jaringan nirkabel, kembali ke aplikasi. Di halaman home, anda perlu menambah perangkat. Biasanya dengan memilih tanda (+).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika sudah, cari perangkat smart plug anda. Pilih dan aplikasi akan terkoneksi dengan perangkat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda juga bisa memberikan nama supaya lebih mudah dikontrol jika ada banyak perangkat smart home yang anda gunakan di rumah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Harus Menggunakannya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat anda yang sudah lama menggunakan banyak perangkat pintar seperti <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4943\/sertifikasi-djid-smart-bulb\/\">smart bulb<\/a>, kulkas pintar, smart tv, dan lain sebagainya, mungkin bertanya-tanya, mengapa tidak pakai <a href=\"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/4940\/smart-wall-switch\/\">Smart Wall Switch<\/a> (saklar pintar) saja?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memang ada benarnya. Tapi perlu diketahui, smart wall switch itu lebih efektif pada perangkat yang jalur kabelnya tertanam di dinding. Makanya lebih sering dipakai untuk mengontrol lampu. Hal ini mengingat desainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi secara manfaat, sebetulnya mirip-mirip. Berikut beberapa di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hemat Biaya Listrik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mengatur kapan perangkat elektronik menyala dan mati. Dengan demikian, tidak ada lagi drama tagihan listrik membengkak gegara lupa mematikannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menghindari Kerusakan Perangkat Elektronik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Smart plug dalam kondisi mati tidak akan mengalirkan listrik ke kabel. Berbeda dengan colokan konvensional tapa switch yang biasanya tetap mengalirkan listrik meski dalam jumlah kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain sedikit demi sedikit menaikkan tagihan listrik, adanya aliran listrik ke kabel bisa membuat kabel jadi panas perlahan dan akhirnya rusak. Itulah mengapa disarankan mencabut kabel dari colokan jika sedang tidak menggunakan perangkat elektronik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bisa Dikontrol dari Mana Saja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cocok buat anda yang <em>mageran. <\/em>Kareena smart plug membuat anda bisa menyala-matikan perangkat elektronik dari mana saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terutama yang memakai fitur WiFi. Bahkan anda bisa menyala-matikan perangkat saat sedang tidak di rumah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Memantau Penggunaan Daya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa merek memberikan fitur agar anda bisa memantau penggunaan listrik perangkat yang tercolok ke smart plug. Ini sangat penting untuk mengatur anggaran kebutuhan listrik rumah anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelemahan Kecil yang Bisa Dipertimbangkan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski terlihat memberikan banyak manfaat dan keleluasaan dalam mengatur perangkat elektronik di rumah, ada satu hal kecil yang mungkin bisa jadi masalah (tergantung kondisi).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua perangkat elektronik yang terhubung ke smart plug, harus selalu dalam kondisi \u201cOn\u201d. Kalau posisi \u201cOff\u201d,&nbsp; mau bagaimanapun perangkat tidak akan bisa berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bisa jadi masalah kecil pada perangkat dengan switch manual berbentuk tombol seperti kipas angin. Artinya, tombol power kipas harus terus menyala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keawetan sistem kelistrikan di dalam kipasnya, tidak ada masalah.Tapi, pegas pada tombol power on tersebut lama-lama bisa lemah kalau terus-terusan ada di posisi tertekan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kewajiban Sertifikasi DJID<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti dijelaskan di awal, smart plug wajib melakukan proses sertifikasi DJID. Siapa yang mengajukan permohonannya? pihak yang bertanggungjawab terhadap penjualan produk tersebut di Indonesia. Bisa pabrik, importir ataupun distributor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa harus dilakukan? karena alat ini termasuk kategori alat telekomunikasi. Artinya, alat ini bisa terhubung ke alat\/perangkat lain (dalam hal ini ponsel) secara nirkabel (dalam hal ini menggunakan gelombang radio).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, semua alat\/perangkat telekomunikasi wajib melakukan proses sertifikasi DJID. Tujuannya, supaya dipastikan aman digunakan serta tidak mengganggu\/mengganggu kinerja alat\/perangkat telekomunikasi lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persyaratan Teknis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses sertifikasi DJID, setiap produk harus diuji untuk melihat apakah fitur telekomunikasinya sesuai standar yang ditetapkan pemerintah Indonesia (dalam hal ini DJID Komdigi) atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode pengujiannya mengacu pada regulasi yang disebut standar teknis. Pun begitu, hasil pengujian juga dibandingkan dengan standar teknis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar teknis dibuat berdasarkan jenis teknologi maupun kelompok alat\/perangkat. Karena kebanyakan smart plug pakai Bluetooth atau WiFi, pengujian mengacu pada standar teknis yang mengatur dua teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk Bluetooth, standar teknisnya adalah Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Device (SRD).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara untuk Wifi, standar teknisnya adalah Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua standar teknis mempersyaratkan tiga jenis pengujian, yakni Pengujian Radio Frekuensi (RF), Electromagnetic Compatibility (EMC) dan Electrical Safety.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengujian RF<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian RF dilakukan untuk menilai komponen pemanfaatan gelombang radio yang digunakan WiFi dan Bluetooth pada Smart Plug.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fitur Bluetooth pada Smart Plug harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Output Power<\/td><td>Spurious Emission<\/td><td>Metode Pengujian<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>&lt; 20 dBm EIRP<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><td>Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara fitur WiFi pada Smart Plug, berikut persyaratan teknisnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Rentang Frekuensi<\/td><td>Lebar Pita<\/td><td>Saluran<\/td><\/tr><tr><td>2400 \u2013 2483,5 MHz<\/td><td>20 MHz<\/td><td>1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. EMC<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian EMC wajib dilakukan untuk semua alat\/perangkat telekomunikasi yang memanfaatkan gelombang radio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya untuk memastikan frekuensi gelombang radio yang digunakan tidak mengganggu produk lain atau sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Pengujian EMC, produk smart plug harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC CISPR 32:2015<\/li>\n\n\n\n<li>IEC CISPR 32<\/li>\n\n\n\n<li>Salah satu seri ETSI EN 301 489<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Electrical Safety<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengujian electrical safety dilakukan pada alat\/perangkat telekomunikasi yang terhubung langsung ke sumber listrik. Pun begitu dengan smart plug, karena ia terhubung langsung ke stop kontak konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan pengujian ini jelas, untuk memastikan keamanan produk dari bahaya listrik. Dalam pengujian ini, smart plug harus memenuhi ketentuan seperti yang ditetapkan dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SNI IEC 60950-1:2016<\/li>\n\n\n\n<li>SNI IEC 62368-1:2014<\/li>\n\n\n\n<li>SNI 04-6253<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 62368-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60950-1<\/li>\n\n\n\n<li>IEC 60065<\/li>\n\n\n\n<li>Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua barang elektronik (yang butuh tenaga listrik untuk menyala) dengan kabel harus dihubungkan ke stop<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4950,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[204,4,206,205],"class_list":["post-4949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sertifikasi","tag-colokan","tag-sertifikasi","tag-smart-plug","tag-stop-kontak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4949"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4949\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4951,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4949\/revisions\/4951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/media.narmadi.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}