Penjelasan Studio Rekaman: Sejarah, Peralatan Hingga Proses Produksi

M. Fakhri Adzhar

News

Proses take vocal di studio rekaman profesional Dimulti Music.

Studio rekaman makin menjamur, apalagi di era digital. Banyak musisi yang datang ke studio dengan harapan bisa jadi bintang ternama.

Tapi tunggu dulu. Cara kerja studio tidak sesimple itu. Bahkan, banyak studio yang tidak cuma buat membuat lagu atau produksi musik, namun juga kebutuhan perekaman lainnya.

Kami akan menjelaskan sedikit jenis studio rekaman hingga alur kerja studio untuk membuat lagu dan produksi musik agar tidak salah kaprah. Ini juga membantu yang baru mau pertama kali terjun di industri kreatif ini.  

Sejarah Studio Rekaman Musik

Rekaman musik diketahui dimulai sejak awal abad 20 (tahun 1900-an). Saat itu masih sangat sederhana. Rekaman dilakukan di atas piringan fonograf dengan mikrofon sederhana.

Di tahun 1950-an hingga 1970-an, mulai banyak studio profesional bermunculan. Salah satunya Abbey Road Studios yang menelurkan banyak musisi legendaris.

Di era ini, rekaman dilakukan di atas pita magnetic dengan hasil suara yang khas. Namun, hasilnya terbatas pada panjang pita dan noise yang muncul. Jangan berharap software editing!

Teknologi digital mulai masuk industri studio rekaman profesional di tahun 1980-an. Perekaman di era itu digunakan menggunakan komputer dan software khusus. Tidak lagi di atas pita. Ini bisa dibilang awal mula era studio modern.

Di era ini, studio mulai menggunakan mikrofon dan audio interface berkualitas tinggi, software DAW dan berbagai plugin, serta software dan hardware canggih.

Jenis Sesuai Fungsi

Studio rekaman artinya adalah sebuah lokasi untuk merekam. Merekam artinya proses menangkap dan menyimpan informasi. Dalam studio, informasi ini biasanya berupa audio maupun visual.

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa studio rekaman tidak melulu soal membuat musik atau lagu. Kami akan menjelaskannya disini:

1. Studio Komersial

Mudahnya, studio komersial adalah studio yang disewakan, bisa digunakan untuk membuat lagu, produksi musik, bahkan banyak juga untuk podcast atau sekedar merekam vocal.

2. Studio Pribadi

Studio pribadi kebalikannya dari komersial, yakni yang dibuat hanya untuk kebutuhan pribadi dengan tujuan tertentu. Bisa jadi hanya untuk take vocal, merekam instrumen musik, dan lainnya. Terserah siapa yang membuatnya.

3. Studio untuk Proyek Tertentu

Studio ini biasanya merupakan studio komersial namun hanya melayani proyek tertentu. Studio rekaman musik salah satunya. Artinya, studio ini hanya melayani pembuatan lagu atau produksi musik. Tidak untuk podcast, broadcasting, dan sejenisnya.

4. Studio Portabel (Rekaman di Lokasi)

Dimulti Music merupakan studio rekaman yang berfokus pada layanan pembuatan lagu dan produksi musik. Kami tidak hanya melayani di studio yang kami punya, tapi juga menyesuaikan lokasi yang anda pilih.

Layanan jasa rekaman di lokasi atau portable recording memungknkan melakukan rekaman di berbagai lokasi. Tim Dimulti Music membawa dan menyiapkan peralatan rekaman berstandar studio langsung ke rumah atau ruang pilihan anda.

Kami memahami tidak semua orang mau datang ke studio. Atau, tidak semua orang nyaman berkarya di studio.

Kami menjembatani setiap musisi yang menginginkan kenyamanan maksimal dalam proses pembuatan lagu atau produksi musik dengan melakukannya di rumah atau lokasi tertentu namun tetap bisa menghasilkan karya profesional.

Peralatan dan Ukuran

Peralatan dan ukuran studio biasanya jadi dua faktor yang dipertimbangkan oleh pengguna studio rekaman. Tidak masalah. Namun, kami juga akan menjelaskan faktor lain dalam dua faktor ini yang perlu jadi pertimbangan.

1. Peralatan

Peralatan studio rekaman biasanya mencakup instrumen musik dan instrumen sound design. Setiap studio berbeda, tergantung kesanggupannya menggarap proyek.

Di Studio Dimulti Music, berikut ini beberapa peralatan yang kami gunakan:

  • SSL 360, memungkinkan teknisi bekerja dengan workflow yang teratur dan efisien
  • Yamaha HS8, studio monitor yang digunakan untuk memastikan musik standar industri
  • Yamaha HS3, studio monitor untuk cek kualitas audio di driver yang menyerupai speaker konsumen
  • Mac Studio M4 Ultra, prosesor untuk memuat semua project besar, kuat hingga ratusan multitracks
  • WA87, microphone dengan kualitas standar industri
  • Fender Telecoustic, gitar hybrid yang bisa menyesuaikan kebutuhan akustik hingga elektrik
  • SSL12, UF1, UC1, UF8, workflow kelas dunia emulasi dari Queen hingga Adele

Peralatan studio rekaman ini yang biasanya dipermasalahkan pengguna. Banyak yang berasumsi kalau peralatan tidak lengkap = studio jelek.

Padahal, tidak melulu begitu. Kembali lagi soal tujuan pembuatan lagu dan produksi musiknya. Pertimbangkan apakah peralatan yang tersedia mengakomodir konsep yang dibawa. Jika iya, apa yang jadi masalah kalau alat lainnya tidak tersedia?

Dan satu lagi, pastikan juga studio benar-benar melayani anda. Karena pelayanan yang prima jauh lebih penting ketimbang kemampuan teknis. Jika klien tidak nyaman, ujungnya tidak akan mau menggunakan studio walaupun alatnya sangat lengkap.

2. Ukuran

Ukuran studio rekaman tergantung fungsinya. Misalnya, studio musik yang hanya untuk aransemen lagu dan recording vocal mungkin lebih kecil ketimbang studio untuk live band.

Studio untuk live band butuh ukuran ruangan yang besar mengingat berbagai alat musik akan dipasang di dalamnya. Gitar, bass, drum, piano, dan lainnya.

Meski begitu, ukuran ruangan studio sebenarnya tidak melulu jadi patokan apakah studio rekaman tersebut bagus atau tidak.

Nyatanya, banyak studio dengan ukuran mini justru punya gear pendukung produksi musik yang mantap. Peralatan studio rekaman Dimulti Music contohnya. Anda bisa memeriksa sendiri bagaimana powerfullnya semua peralatan yang kami gunakan.

Ini bukan sombong. Tapi kami ingin menunjukan bagaimana ukuran ruangan dan jenis peralatan bukan satu-satunya patokan kualitas studio rekaman. Apalagi menentukan lagu yang dihasilkan bagus atau tidak. Itu lain soal.

Yang terpenting ketika memilih studio rekaman, ketahui terlebih dahulu apa tujuan anda menciptakan lagu. Setelah itu, pilih studio yang bukan hanya mengakomodir teknis, tapi juga proses kreatifnya.

Teknisi dan Produser

Daru studio kecil hingga besar, pada umumnya ada dua orang (lebih tepatnya dua tugas) yang memiliki fungsi vital dalam studio rekaman, yaitu Teknisi dan Produser.

1. Teknisi

Teknisi, atau dalam Bahasa Inggrisnya Engineer, adalah orang yang mengoperasikan peralatan di dalam studio sekaligus mengaturnya dalam proses produksi di dalam studio.

Studio yang hanya memiliki satu teknisi sebetulnya tidak masalah. Yang terpenting, teknisi tersebut memahami bagaimana caranya mengoperasikan peralatan, bukan cuma alat musik tapi juga gear rekaman.

Tapi memang, karena ada banyak alat yang digunakan di dalam studio rekaman, banyak juga studio yang menempatkan lebih dari satu teknisi. Bahkan setiap alat punya satu teknisi masing-masing.

Sekali lagi, jumlah teknisi ini tidak begitu berpengaruh terhadap kualitas karya yang dihasilkan. Yang terpenting, tahap produksi menggunakan masing-masing peralatan dilakukan oleh orang yang benar-benar memahaminya.

2. Produser

Produser merupakan seseorang yang mengarahkan musisi dalam menjalankan proses produksi. Sosok ini lebih tepatnya yang menjaga musisi tetap dalam konsep produksi musik atau pembuatan lagunya.

Studio musik biasanya memiliki seorang (atau lebih) produser. Musisi yang menggunakan jasa studio rekaman akan intens berdiskusi dengannya.

Sebagai tambahan informasi, musisi yang menggunakan jasa studio rekaman tidak melulu harus menggunakan in-house producer studio tersebut. Ia bisa “membawa” sendiri.

Produser musik berbeda-beda. Ada yang mampu menangani semua jenis atau genre musik, ada yang terspesialisasi pada satu jenis saja.

Sekali lagi, ini bukan jadi patokan karya musik yang dihasilkan. Anda perlu melihat portofolio proyek apa saja yang ia garap. Disisi lain, juga bagaimana ia melakukan tugasnya.

Banyak klien Dimulti Music yang datang pada kami dengan keluhan “produser di studio sana gak asik!”. Kami menganalisa apa yang dimaksud “gak asik” tersebut. Ternyata hanya satu: sang musisi tidak cocok dengan cara kerja produser.

Ini jadi catatan buat kami sebagai penyedia jasa pembuatan lagu, serta semua studio yang ada di dunia, bahwa memahami apa yang diinginkan klien (dalam hal ini musisi) adalah yang terpenting.

Tugas produser bukan hanya mengarahkan proses produksi, tapi juga menerjemahkan keinginan sang musisi. Karena musisi membawa ide yang abstrak. Produser lah yang membuat koridor agar visi pembuatan lagu atau produksi musiknya tercapai.

Produser tidak bisa mengintervensi ide, tapi memberi masukan yang relevan. Kegundahan musisi kebanyakan karena ide musik yang ia bawa terlalu banyak berubah. Pada akhirnya, ia tidak mau bekerjasama lagi.

Proses Produksi Musik dan Pembuatan Lagu

Sebagai penyedia jasa studio rekaman musik, kami, Dimulti Music, akan menjelaskan proses produksi musik bukan dari teks, namun pengalaman. Dan berikut ini yang kami lakukan:

1. Sesi Listening untuk Menyelaraskan Konsep

Saran kami jika anda mencari studio rekaman untuk pembuatan lagu dan produksi musik adalah pilih yang teknisi dan produsernya mau mendengarkan.

Ini adalah proses wajib yang kami lakukan, apapun bentuk layanannya. Disini, kami akan mencoba memahami apa yang diinginkan oleh klien.

Jika itu pembuatan lagu, kami memahami visinya. Jika pembuatan jingle atau mars, kami memahami suasana seperti apa yang ingin diciptakan.

Jika pembuatan lagu untuk iklan, untuk acara, dan sonic branding, kami memahami target pasarnya. Jika pembuatan soundtrack film, kami membaca secara teliti setiap scene-nya.

Bahkan jika hanya melakukan salah satu atau beberapa tahap produksi, kami akan memberikan masukan detail-detail teknis yang mendukung tujuan klien.

2. Penulisan Lagu

Banyak klien Dimukti Music yang datang dengan lagu yang sudah siap take vocal. Ini akan membantu studio untuk memahami tujuan pembuatan lagu.

Tapi jika anda menggunakan jasa kami, kami juga melayani jasa penulisan lagu. Jadi, jangan takut datang ke studio rekaman hanya karena belum ada teks untuk direkam. Yang penting, ketahui dulu idea pa yang mau anda tuangkan dalam lagu tersebut.

3. Aransemen dan Sound Design

Masuk ke tahap teknis. Biasanya dimulai dari aransemen musik sesuai dengan konsep yang sudah didiskusikan.

Layanan Dimulti Music tidak hanya merekam alat musik, tapi juga membentuk sound design untuk memperkuat karakter lagu yang diciptakan.

4. Recording Vocal dan Instrumen Musik

Teks lagu sudah siap, aransemen sudah dibuat, saatnya merekam .

Di tahap ini, banyak musisi yang kehilangan arah. Merasa nadanya kurang pas atau false, tidak nyambung dengan musik, bahkan bisa berujung aransemen ulang.

Ini wajar. Sangat wajar. Karena disinilah tujuan penggunaan studio rekaman tersebut. Bahkan musisi kenamaan dunia saja masih ke studio rekaman. Bukan ia tidak yakin dengan kualitasnya, tapi untuk bagaimana bisa menciptakan lagu atau musik yang jujur dan tulus.

Masukan produser dan teknisi sangat penting di tahap ini. Mereka bukan mau menggurui, tapi memastikan produksi tetap dalam koridor visi pembuatan lagu.

5. Mixing (Plus Editing)

Mixing dan editing sebenarnya dua tahap berbeda secara teknis. Namun, alurnya jadi satu kesatuan. Mixing adalah proses menyatukan instrumen dan vokal serta menyesuaikan volume, panning, EQ, kompresi serta menambahkan efek yang dibutuhkan.

Setelah itu, masuk proses editing untuk menghilangkan semua suara yang tidak dibutuhkan dalam lagu. Disini waktu track juga diselaraskan.

Tahap mixing plus editing bisa sangat panjang karena ada banyak file rekaman yang perlu dipertimbangkan. Yang terbaik pastinya yang digunakan.

6. Mastering

Banyak musisi yang salah kaprah soal mastering, beranggapan bahwa tahapan ini adalah “sulap” yang membuat hasil recording jadi bagus didengar.

Padahal, bukan itu tujuannya. Mastering adalah sebuah proses penyesuaian lagu dengan platform distribusi yang akan digunakan. Jadi, di setiap platform lagu tersebut bisa terdengar konsisten.

7. Distribusi Lagu

Tahap paling akhir yang mungkin tidak banyak dikerjakan oleh studio rekaman musik Jika anda menggunakan layanan end-to-end produksi musik dari Dimulti Music Studio, kami juga akan membantu mendistribusikan lagu yang anda buat.

Dengan layanan seperti ini, musisi tidak akan merasa ditinggal oleh studio. Selain itu, juga membantu musisi mencapai tujuan pembuatan lagu mereka.

Siapa yang Membutuhkan Jasa Studio Rekaman?

Semua orang! Ya, anda tidak salah baca. Karena apapun yang tertuang dalam studio adalah proses kreatif. Dan tidak ada batasan kreativitas!

Tinggal, apa tujuan anda menggunakan studio. Setelah itu, sesuaikan dengan jenis studio berikut kemampuan menangani proses produksinya.

Anda ingin merekam sebuah lagu hingga bisa didistribusikan secara komersial? Bisa datang ke studio musik. Disini, semua bentuk proses produksi musik dan pembuatan lagu hingga distribusinya bisa dilakukan.

Pembuatan jingle, mars, soundtrack film, musik untuk iklan, musik untuk acara besar, sonic branding, semuanya juga bisa dikerjakan disini.

Tidak hanya musisi, personel band, solo, bahkan perusahaan dan organisasi besar berhak menggunakan studio untuk kebutuhan tertentu.

Mencari studio rekaman terdekat UI Margonda Depok untuk berbagai kebutuhan di atas? Bisa datang ke Dimulti Music Studio.

Kami melayani berbagai layanan pembuatan lagu dan produksi musik:

  • Produksi Musik
  • Aransemen Lagu
  • Komposisi Lagu
  • Mastering Lagu
  • Mixing Lagu
  • Musik Mars
  • Pembuatan Jingle
  • Musik dan Lagu untuk Iklan
  • Musik untuk Seminar, Motivator, dan Event Besar Lainnya
  • Penulisan Lagu
  • Produser Musik
  • Rekaman Lagu
  • Sonic Branding
  • Soundtrack Film

Kami memiliki instrumen yang andal seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Tidak hanya itu, kami juga memiliki teknisi (engineer) dan produser yang berpengalaman dan profesional.

Kami sudah menangani berbagai klien mulai dari musisi indie, artis nasional, bahkan menjadi ghost producer untuk lagu yang sukses memenangkan Grammy Award.

Dimulti Music mengutamakan pendekatan komprehensif dalam pembuatan lagu dan produksi musik. Visi dan tujuan musisi adalah yang utama untuk didiskusikan sebelum tombol record pertama ditekan.  

Popular Post

Ilustrasi vocal room. Salah satu jenis ruangan dalam studio rekaman.

Jenis Ruangan dalam Studio Rekaman dan Fungsinya

M. Fakhri Adzhar

Setiap ruangan dalam studio rekaman tersebut punya fungsi. Ini penjelasannya.

Proses take vocal di studio rekaman profesional Dimulti Music.

Penjelasan Studio Rekaman: Sejarah, Peralatan Hingga Proses Produksi

M. Fakhri Adzhar

Studio rekaman makin menjamur, apalagi di era digital. Banyak musisi datang dengan harapan bisa jadi bintang ternama.

Berbagai gear yang digunakan untuk rekaman lagu di studio.

Proses Rekaman Lagu di Studio dari Awal Hingga Rilis

M. Fakhri Adzhar

Semua lagu yang kita sering kita dengar berawal dari rekaman lagu di studio. Begini prosesnya.

Ilustrasi kenaikan harga dan penulisan lagu. Segini biaya pembuatan lagu di studio rekaman profesional.

Biaya Pembuatan Lagu di Studio Rekaman Profesional

M. Fakhri Adzhar

Biaya pembuatan lagu di studio rekaman profesional pasti jadi hal pertama yang ditanyakan setiap musisi. Ini bocorannya.

Dimulti Music, salah satu studio rekaman terdekat UI Margonda Depok.

Studio Rekaman Terdekat UI Margonda Depok

M. Fakhri Adzhar

Keberadaan studio rekaman terdekat UI Margonda Depok bisa sangat membantu meningkatkan kapasitas musik para musisi.

Mikrofon yang digunakan untuk rekaman vokal di studio profesional.

Rekaman Vokal di Studio Profesional dari Awal Hingga Jadi dan Tips Sukses

M. Fakhri Adzhar

Rekaman vokal di studio punya banyak tujuan. Kami jelaskan prosesnya disini.

Leave a Comment