Proses produksi musik semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Banyak metode yang lahir dan membuat proses lebih efisien. Salah satunya adalah proses stem dalam produksi musik.
Istilah stem mungkin cukup familiar di telinga para profesional baik itu musisi, engineer, produser, komposer, arranger, dan sebagainya.
Tapi, produksi musik tidak hanya untuk industri. Jingle juga musik. Mars juga musik. Dan biasanya, kedua jenis musik ini digunakan untuk kebutuhan di luar industri musik. Misalnya, mars untuk sekolah, jingle untuk perusahaan.
Also Read
Tapi, musik tetaplah musik. Butuh proses produksi yang komprehensif supaya hasilnya maksimal. Dan stem dalam produksi musik ini bisa membuat sebuah musik atau lagu tidak hanya enak didengar, tapi lebih rapi, konsisten, serta menjamin kepuasan penciptanya.
Dimulti Music menyediakan layanan jasa pembuatan lagu dan produksi musik untuk semua kalangan. Kami tidak membatasi diri hanya untuk musisi dan industri musik.
Karenanya, kami juga punya kewajiban memberikan pemahaman soal produksi musik bagi kalangan di luar industri musik yang mungkin masih asing dengan berbagai istilah. Selain itu, untuk musisi pemula, ini juga diperlukan. Dan disini, kami membahas salah satunya, yakni stem dalam produksi musik.
Apa Itu Stem?
Sederhananya, stem adalah proses penggabungan setiap kelompok instrumen dalam produksi musik atau pembuatan lagu.
Misalnya pada drum. Alat musik ini memiliki kick, snare, tom, hi-hat dan simbal dengan karakter suara masing-masing. Semuanya direkam menjadi masing-masing track. Saat track digabungkan, menjadi sebuah stem drum.
Contoh lagi vokal. Misalnya pada sebuah lagu menggunakan vokal utama dan backing vokal. Kedua track vokal kemudian digabungkan menjadi stem vokal.
Masih kurang? Contoh lagi pada gitar. Di sebuah lagu menggunakan gitar untuk melodi dan gitar akustik. Keduanya direkam menjadi track masing-masing lalu digabungkan menjadi stem gitar.
Proses Stem dalam Produksi Musik
Lalu, dimana letak pembuatan dan penggunaan stem dalam produksi musik? Kita telusuri dari proses produksi musik dari awal sampai akhir.
1. Perekaman Instrumen
Pertama, musisi akan melakukan rekaman seperti biasa. Rekaman untuk setiap instrumen, vokal, gitar, drum, piano (synth), dan sebagainya.
Setiap suara dalam instrumen yang direkam tersebut akan menjadi sebuah file. Inilah yang dinamakan dengan track. Selanjutnya, track akan diproses oleh mixing engineer.
2. Penggabungan Track Menjadi Multitrack
Engineer mixing biasanya akan menggabungkan semua track menjadi satu. Inilah yang dinamakan dengan multitrack. Jika mixing dilakukan dengan multitrack, berarti mixing dilakukan secara konvensional.
3. Proses Mixing dengan Hasil Stem Mix
Tapi jika engineer mixing menggabungkan setiap track berdasarkan kelompok instrumen, disinilah proses stem mixing dilakukan.
Jadi kesimpulannya, mixing bisa dilakukan pada keseluruhan track (multitrack) atau dipisah menjadi setiap kelompok instrumen dalam lagu menggunakan metode stem mix.
Tidak perlu risau mau menggunakan layanan jasa mixing offline ataupun mixing lagu online menggunakan metode ini, karena semuanya bisa dilakukan.
Ini sudah kami buktikan dengan pengalaman berpartisipasi dalam pembuatan lagu yang sukses memenangkan Grammy Award. Bahkan bukan hanya mixing, tapi kami turut andil dalam proses mastering.
4. Stem Mastering
Karena kita bicara stem dalam produksi musik, proses selanjutnya langsung masuk ke stem mastering. Artinya, engineer mastering akan menerima stem mix, bukan hasil mixing lagu utuh.
Disini, proses penyesuaian setiap stem mix dilakukan. Proses ini juga dikenal dengan stem mastering.
Stem mastering dan mastering stereo (mastering konvensional) sebetulnya sama saja, tujuannya supaya lagu terdengar konsisten dan profesional ketika didengarkan di berbagai skenario pemutaran.
Yang membedakan adalah prosesnya. Pada stem mastering, engineer mastering akan melakukan mastering pada setiap stem sebelum menggabungkan semuanya menjadi lagu utuh.
Proses seperti ini tidak hanya membuat lagu konsisten didengar di semua platform pemutaran, tapi setiap suara yang dihasilkan benar-benar proper.
Di Dimulti Music, kami juga menyediakan jasa stem mastering buat musisi yang ingin lagunya mencapai level lebih lanjut.
Musisi akan menerima file master dari lagu utuh. Selain itu, kami juga akan memberikan file stem master yang bisa bermanfaat untuk berbagai kebutuhan.
Sama seperti mixing, mastering lagu menggunakan metode stem mastering bisa kami lakukan baik offline maupun online. Buktinya sudah kami jelaskan di atas.
Manfaat Stem dalam Musik
Stem membuat produksi musik menjadi lebih terkontrol dengan memisahkan setiap kelompok instrumen.
Terdengarnya lebih rumit. Tapi nyatanya, engineer sangat suka memanfaatkannya untuk hasil karya yang lebih optimal.
1. Pembuatan Lagu Konvensional
Jangan anggap stem dalam produksi musik merupakan layanan additional. Karena nyatanya, sejak dekade awal ini, stem mastering untuk pembuatan lagu sudah ditawarkan oleh para mastering engineer profesional sebagai layanan utama.
Banyak alasan mengapa engineer mastering menggunakan metode ini. Semuanya akan kami bahas di pembahasan selanjutnya.
2. Sinkronisasi Keperluan Film, Iklan, TV dan Game
Film, iklan, TV, dan game banyak menggunakan lagu sebagai backing. Tapi biasanya tidak keseluruhan lagu diputar.
Di satu scene, mungkin hanya vokal lagu yang ditonjolkan. Di scene lain, hanya melodi pada gitar atau bass yang ditampilkan.
Dan ya, pengelompokkan tersebut merupakan stem. Engineer yang membuat lagu untuk keperluan tersebut pastinya lebih mudah melakukan sinkronisasi.
Bayangkan jika sinkronisasi ini menggunakan metode konvensional. Perlu berapa lama engineer menganalisis layer demi layer file master untuk setiap scene?
3. Remastering
Remastering yang kami maksud biasanya untuk melakukan mastering ulang pada lagu yang tadinya diputar di vinyl (piringan hitam) ke platform digital. Perbedaan platform pemutaran tentu membutuhkan proses mastering yang berbeda.
Dengan menggunakan teknik stem mastering, engineer tidak perlu lagi menggunakan set mix awal. Cukup lakukan penyesuaian pada bagian-bagian ansambel tanpa mempengaruhi keseluruhan mix.
4. Remix oleh DJ
Disk Jockey atau DJ banyak menggunakan lagu yang sudah diremix untuk kebutuhan panggung mereka. Dan salah satu kunci mengapa penampilan mereka bisa “pecah” adalah stem master yang mereka peroleh.
Sudah pasti mereka perlu meminta izin pada pencipta atau pemilik lagu untuk meremix lagunya. Setelah itu, mereka bisa mendapatkan stem master.
Remix lagu yang diputar DJ kebanyakan punya nuansa jauh berbeda dari versi lagu aslinya. Pasti bakal panjang proses remixnya dan membutuhkan detail mendalam agar lagu bisa dinikmati.
Dengan memanfaatkan stem master, mempermudah proses tersebut.
5. Sesi Live Performance
Pernah melihat sebuah band yang beranggotakan 5 personil lalu tampil di sebuah panggung hanya dengan 2 atau 3 personel tapi seperti tidak ada perbedaan? Itulah peran stem.
Selain itu, band juga memungkinkan melengkapi live performance mereka dengan elemen pendukung. Misalnya dengan tambahan suara gitar atau piano, meski tidak ada personel yang melakukannya.
Mengapa Engineer Lebih Pilih Stem Mastering?
Jika kita berbicara stem dalam produksi musik, yang langsung terpikir oleh banyak kalangan profesional adalah stem mastering. Karena seperti penjelasan di atas, sebetulnya stem ini “diperlakukan” saat proses mastering.
Yang jadi pertanyaan selanjutya, mengapa banyak engineer profesional lebih memilih stem mastering ketimbang mastering stereo biasa?
Pengalaman Dimulti Music dalam produksi berbagai genre musik menyimpulkan beberapa hal berikut ini:
1. Kontrol Lebih Luas
Dalam mastering stereo, engineer akan bekerja sesuai dengan set mix yang diterima. Artinya, semua komponen dalam lagu sudah menyatu.
Ini yang membuat mastering sering dianggap hanya “memoles” hasil mixing supaya lebih enak didengar. Kemudian, ini juga yang membuat mastering dianggap hanya untuk menaikkan loudness agar setiap instrumen terdengar jernih.
Padahal, proses mastering lebih dari itu, Di Dimulti Music, kami memperlakukan proses mastering musik sebagai penentu apakah lagu tersebut layak didengar. Selain itu, juga menentukan kepuasan sang musisi.
Mastering lagu harus mampu membuat lagu konsisten di setiap skenario pemutaran, baik di alat fisik seperti sound system maupun digital seperti youtube atau spotify.
Karena itu, pemolesan pada keseluruhan lagu saja tidak cukup. Setiap bagian harus dipecah kembali supaya bisa konsisten dan apik didengar di semua jenis pemutaran. Disinilah peran stem.
Dengan kontrol yang lebih dalam terhadap sebuah lagu, engineer stem mastering bisa membuat kelompok suara terdengar jelas dan harmonis. Bass tidak terlalu kuat hingga menutup semua instrumen, vokal tidak terlalu generik, dan sebagainya.
2. Translasi dan Normalization Platform Pemutaran
Mastering engineer profesional bekerja di studio dengan kualitas ruangan yang baik. Tapi, mastering engineer profesional yang baik pasti memahami bahwa setiap tempat pemutaran itu lain cerita.
Tape mobil, sound system, earphone, semuanya memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Karena itu, lagu yang di mastering harus mampu tampil konsisten di semua jenis tempat pemutaran tersebut.
Belum lagi hambatan normalization yang dilakukan oleh berbagai platform pemutaran digital. Intinya, mereka menetapkan standar sendiri bagaimana kualitas audio lagu yang diputar di platform mereka. Bisa jadi, set master lagu kita jadi lebih bagus, atau sebaliknya.
Stem mastering membuat engineer bisa menyesuaikan secara lebih spesifik pada elemen yang rawan bermasalah. Hasilnya lagu tetap stabil dan jelas di berbagai skenario pemutaran.
3. Kompleksitas Musik Modern
Kita pasti mudah menilai bahwa lagu di tahun 80’an, 90’an, dua ribuan awal dan lagu saat ini sangat jauh berbeda dari segi musikal.
Selain karena selera pasar yang berbeda, kemajuan teknologi dalam pembuatan lagu juga mempengaruhi kompleksitas lagu modern.
Produksi musik modern dipenuhi layer, sound design detail, dan dinamika ekstrem. Mastering stereo tidak akan mampu menangani secara komprehensif kompleksitas tersebut.
Sekali lagi, karena stem mastering memisahkan beberapa kelompok suara, membuat engineer lebih mudah menangani setiap layer.
Jika menggunakan mastering konvensional, engineer bakal kesulitan karena setiap layer mungkin tidak akan terdengar jelas padahal impact-nya dalam lagu sangat besar.












