Peran Sound Engineer Studio Rekaman dalam Produksi Musik

M. Fakhri Adzhar

News

Sound engineer studio rekaman Dimulti Music sedang menjalankan tugasnya.

Sebuah studio rekaman profesional setidaknya memiliki dua sumber daya, sound engineer dan produser. Keduanya punya tugas penting.

Tapi kali ini kita akan bahas spesifik peran sound engineer studio rekaman dalam produksi musik atau pembuatan lagu.

Seorang musisi yang datang ke studio boleh membawa segudang pengalaman. Namun, ia tetap memiliki bias objektivitas dalam membuat lagu. Disinilah perang studio rekaman dalam mengisi kekosongan tersebut.

Pada akhirnya, membuat lagu atau produksi musik bukan tentang siapa yang paling hebat, siapa yang paling bagus atau siapa yang paling terkenal. Yang penting, sesuai dengan visi yang dibawa musisi dan mampu diterjemahkan dengan baik oleh studio.

Mengenal Profesi Sound Engineer

Sound engineer studio rekaman hanyalah sebagian kecil dari profesi sound engineer itu sendiri. Pada hakikatnya, sound engineer digunakan di berbagai proyek yang menggunakan audio untuk mendukung prosesnya.

Misalnya dalam sebuah konser, sound engineer yang bertugas semua bentuk audio yang keluar dalam sound system terasa seimbang. Begitupun dalam acara atau event besar lainnya.

Sementara sound engineer studio rekaman lebih spesifik mengatur keseimbangan audio, baik itu dari alat musik atau vokal musisi, agar tercipta karya yang harmoni.

Dalam studio, sound engineer bisa dibilang sebagai arsitek suara. Ia yang bertugas merekam, mengatur suara, hingga mendapatkan hasil karya yang sesuai tujuan.

Cobalah datang ke studio rekaman dan lihat seseorang yang bekerja di depan layar besar dengan headphone di telinganya. Atau, yang sedang mengotak-atik alat musik di dalam ruang rekaman. Kemungkinan besar ia adalah sound engineer studio rekaman tersebut.

Jenis Sound Engineer Studio Rekaman

Terlihat aneh poin ini? Sebenarnya tidak jika kita memahami bagaimana proses produksi musik atau pembuatan lagu di studio rekaman.

Baik rekaman alat musik, keseluruhan instrumen maupun rekaman vokal di studio profesional, semuanya akan ditangani oleh sound engineer.

Banyak musisi yang menganggap ia “bawel” dalam proses rekaman. Tapi sebaiknya ikuti saja apa yang ia instruksikan. Karena mereka bukan sekedar mau anda banyak mengulang take, tapi memastikan harmoni musiknya jujur dan seimbang.

Oke kita kembali lagi ke jenis sound engineer studio rekaman. Setidaknya, mereka terbagi menjadi beberapa tugas berikut ini:

1. Recording Engineer

Inilah orang yang mungkin akan anda bilang “bawel” dan “banyak mau” saat take vokal maupun instrumen musik lainnya.

Ia memiliki peralatan yang akan terus-terusan diatur ketika anda proses recording. Naik turun, rendah tingginya nada musisi bisa terdengar jelas oleh recording engineer.

Dimulti Music memiliki recording engineer yang berpengalaman menangani berbagai pembuatan genre musik. Keterampilan ini yang dibutuhkan untuk efisiensi proses rekaman.

Sound Engineer Dimulti Music fokus pada proses rekaman yang paling jujur. Sentuhan dibutuhkan, namun tidak mengubah karakteristik sang musisi.

2. Mixing Engineer

Proses mixing merupakan salah satu bagian dalam produksi musik atau pembuatan lagu. Ini adalah proses dimana semua elemen musik (alat musik, take vocal, dan isian tambahan lainnya) digabungkan.

Dalam proses ini, mixing engineer akan mengatur menyesuaikan volume, panning, EQ, kompresi serta menambahkan efek jika dibutuhkan.

Hasil akhirnya adalah lagu atau musik yang siap di mastering. Pada dasarnya, lagu atau musik ini sudah jadi, namun masih kurang kalau mau masuk industri musik karena belum konsisten terdengar di berbagai platform pemutaran musik.

Mixing engineer menggunakan keahlian pendengaran sekaligus artistik yang sangat kuat untuk meramu musik atau lagu.

Di Dimulti Music, kami punya pandangan kalau set mix (hasil jadi mixing) yang baik adalah kondisi di mana setiap elemen musik berada di tempat yang tepat, saling mendukung, dan menyampaikan emosi sesuai tujuan lagu.

3. Mastering Engineer

Mastering adalah tahapan finalisasi dalam pembuatan karya musik. Fokus utamanya adalah agar semua platform pemutaran musik memberikan pengalaman yang sama pada pengguna dari lagu yang dibuat.

Mastering Engineer Dimulti Music Studio memulai setiap mastering dari pemahaman konteks lagu. Genre apa, target pendengar siapa, akan dirilis dimana, dan dalam format apa. Dari situ, kami membangun keputusan mastering yang rasional.

Apakah Studio Rekaman Harus Punya Semuanya?

Lumrah ditemukan, semakin besar ukuran studio rekaman, semakin banyak yang bekerja di dalamnya. Tapi pertanyaannya, apakah semuanya dibutuhkan?

Kembali lagi, kita harus memahami proses pembuatan lagu atau produksi itu sendiri. Jika dilihat, recording engineer akan bekerja lebih dulu sebelum mixing dan mastering. Meski mixing dan mastering engineer bisa memberikan masukan saat tahap recording.

Memang akan cukup melelahkan jika semua prosesnya ditangani oleh satu sound engineer. Tapi, bukan tidak mungkin.

Yang perlu anda jadikan catatan sebagai pengguna studio rekaman adalah, sejauh mana pemahaman sound engineer terhadap apa yang ia kerjakan.

Silahkan cek portofolionya. Kalau bisa, buat sedikit “studi kasus” dari proses rekaman dan anda bisa menilai bagaimana kemahirannya.

Di Dimulti Music Studio, ini bisa anda lakukan saat proses pre-production. Ini adalah proses dimana semuanya akan disesuaikan sebelum tombol record pertama ditekan.

Dan, ya, anda bisa menilai bagaimana kualitas sound engineer kami yang sudah pernah menjadi ghost producer musik yang sukses memenangkan Grammy Award tersebut.

Peran Sound Engineer yang Sering Tak Terlihat

Jenis sound engineer studio rekaman bisa dibilang mewakili perannya masing-masing dalam proses pembuatan musik dan pembuatan lagu. Namun, itu hanya hal teknis.

Bahkan ada peran-peran lainnya yang benar-benar dibutuhkan oleh musisi dalam proses tersebut. Dan peran seperti ini, kami terapkan di studio rekaman profesional Dimulti Music.

1. Menerjemahkan Visi Musisi

Dimulti Music berpengalaman dalam menangani proyek pembuatan musik dengan berbagai genre. Pendekatan kami selalu sama: fokus pada visi sang musisi.

Ini artinya, semua yang terlibat dalam prosesnya harus benar-benar in-line dengan visi tersebut. Karena itu, kami tidak pernah mau buru-buru masuk studio rekaman.

Sesi listening adalah sesi yang dikhususkan untuk klien dan kami ngobrol. Bukan ngalor-ngidul (dan tenang saja, tidak akan masuk hitungan biaya studio per jam), tapi tentang bagaimana menyelaraskan antara kemauan klien kami dengan apa yang akan kami lakukan.

Produser dan sound engineer kami akan terlibat dalam diskusi tersebut. Khusus sound engineer, ia akan menerjemahkan visi, memberikan input, memberikan referensi jika dibutuhkan serta hal-hal detail lainnya dalam proses pembuatan lagu atau produksi musik.

Jadi kita akan memiliki kerjasama yang efisien: fokus pada tujuan serta tau apa yang dilakukan masing-masing. Input sound engineer dalam proses rekaman hanya untuk pelengkap.

2. Memilih Peralatan dan Sentuhan Sesuai Karakter

Hampir setiap proses rekaman yang kami lakukan membutuhkan beberapa kali take. Ini bukan soal profesionalitas. Tapi kami memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik suara sang musisi.

Sound engineer bisa merasakan apakah sang musisi terlalu memaksakan menarik suara, padahal itu bukan vocal range nya. Jika memang harus diturunkan, mengapa tidak? Yang penting, karya yang dihasilkan terasa lebih jujur dan tidak dipaksakan.

Peralatan yang digunakan pun diatur sedemikian rupa. Contoh sederhananya, jarak mikrofon dengan mulut vokalis.

Teorinya, semakin dekat mikrofon ke mulut, semakin jelas suara yang dihasilkan. Namun yang sering tidak disadari: semakin dekat mikrofon ke mulut, semakin terdengar helaan napas.

Helaan napas bukan noise! Ya, kami selalu menganggap demikian. Bahkan kalau suara yang bahkan musisinya sendiri itu tidak suka mendengarnya adalah karakteristik, tidak akan kami hilangkan.

Tidak perlu takut karya gagal. Takutlah pada karya yang tidak jujur. Karena karya seperti ini, hanya akan mampir sementara di kepala lalu tertelan oleh paksaan viral lagu lainnya.

3. File Backup yang Dibutuhkan Musisi

Karena sound engineer studio rekaman yang memegang file hasil pembuatan lagu atau produksi musik, mereka juga yang pasti akan dicari-cari oleh musisi jika suatu saat lagu tersebut butuh disentuh ulang.

Sound Engineer Dimulti Music studio terbiasa membuat file rekaman untuk berbagai kebutuhan. BIsa dengan berbagai durasi, berbagai sentuhan efek, berbagai file master untuk berbeda-beda platform, dan lain sebagainya.

Dan alur kerja seperti ini adalah DNA kami. Semuanya kami lakukan untuk memenuhi visi dari sang musisi.

Kami pernah punya pengalaman beberapa kali melakukan revisi dengan berbagai tipe file berbeda. Semua file revisi tersebut tetap kami simpan. Pada akhirnya, musisi tersebut kembali ke file yang pertama kali kami kirim.

Ini bukan hanya tentang kerapian data. Tapi bagaimana setiap pekerjaan kami lakukan dengan hati. Meskipun judulnya revisi, nyatanya musisi tersebut kembali ke file awal yang artinya, sejak awal memang sudah sesuai dengan apa yang ia inginkan.

Peralatan yang Digunakan Sound Engineer di Studio Rekaman

Semua. Ya, semua peralatan yang ada dalam studio rekaman pasti akan “diotak-atik” oleh sound engineer.

Pada intinya, semua jenis peralatan itu dibagi tiga: untuk rekaman, untuk editing, serta produksi (termasuk mixing dan mastering).

Kalau anda bertanya, peralatan apa yang digunakan Dimulti Music, berikut daftarnya:

  • SSL 360, memungkinkan teknisi bekerja dengan workflow yang teratur dan efisien
  • Yamaha HS8, studio monitor yang digunakan untuk memastikan musik standar industri
  • Yamaha HS3, studio monitor untuk cek kualitas audio di driver yang menyerupai speaker konsumen
  • Mac Studio M4 Ultra, prosesor untuk memuat semua project besar, kuat hingga ratusan multitracks
  • WA87, microphone dengan kualitas standar industri
  • Fender Telecoustic, gitar hybrid yang bisa menyesuaikan kebutuhan akustik hingga elektrik
  • SSL12, UF1, UC1, UF8, workflow kelas dunia emulasi dari Queen hingga Adele
  • Logic Pro X, DAW All in One dengan beragam fitur canggihnya

Ini bukan “flexing” kualitas peralatan. Kami memilih peralatan-peralatan ini dengan tujuan mengefisiensi proses rekaman lagu atau produksi musik di studio kami.

Tentu kami menyadari, peralatan yang kami gunakan sesuai dengan kualitas yang dihasilkan. Tapi, itu bukan tujuannya. Sekali lagi, kami bekerja sesuai dengan visi yang ingin dicapai sang musisi.

Popular Post

Ilustrasi vocal room. Salah satu jenis ruangan dalam studio rekaman.

Jenis Ruangan dalam Studio Rekaman dan Fungsinya

M. Fakhri Adzhar

Setiap ruangan dalam studio rekaman tersebut punya fungsi. Ini penjelasannya.

Proses take vocal di studio rekaman profesional Dimulti Music.

Penjelasan Studio Rekaman: Sejarah, Peralatan Hingga Proses Produksi

M. Fakhri Adzhar

Studio rekaman makin menjamur, apalagi di era digital. Banyak musisi datang dengan harapan bisa jadi bintang ternama.

Berbagai gear yang digunakan untuk rekaman lagu di studio.

Proses Rekaman Lagu di Studio dari Awal Hingga Rilis

M. Fakhri Adzhar

Semua lagu yang kita sering kita dengar berawal dari rekaman lagu di studio. Begini prosesnya.

Ilustrasi kenaikan harga dan penulisan lagu. Segini biaya pembuatan lagu di studio rekaman profesional.

Biaya Pembuatan Lagu di Studio Rekaman Profesional

M. Fakhri Adzhar

Biaya pembuatan lagu di studio rekaman profesional pasti jadi hal pertama yang ditanyakan setiap musisi. Ini bocorannya.

Dimulti Music, salah satu studio rekaman terdekat UI Margonda Depok.

Studio Rekaman Terdekat UI Margonda Depok

M. Fakhri Adzhar

Keberadaan studio rekaman terdekat UI Margonda Depok bisa sangat membantu meningkatkan kapasitas musik para musisi.

Mikrofon yang digunakan untuk rekaman vokal di studio profesional.

Rekaman Vokal di Studio Profesional dari Awal Hingga Jadi dan Tips Sukses

M. Fakhri Adzhar

Rekaman vokal di studio punya banyak tujuan. Kami jelaskan prosesnya disini.

Leave a Comment