Buat kita yang baru pertama kali masuk ke studio rekaman, satu hal yang mungkin agak kelihatan berbeda adalah ruangannya.
Di dalam ruangan tersebut, ada busa yang menempel di dinding. Ruangan jadi terasa sunyi dan kedap. Dan ya, memang salah satu fungsinya supaya lebih kedap suara.
Tapi sebenarnya itu bukan asal tempel. Perlu kemahiran artistic sekaligus tata ruang dalam membuatnya. Dalam dunia musik, ruangan seperti ini dibuat dengan teknik soundproofing dan acoustic treatment.
Also Read
Kta akan membahas keduanya. Buat musisi terutama yang baru pertama kali rekaman, ini bisa dijadikan acuan memilih studio yang bakal berdampak pada produksi musik atau pembuatan lagu yang anda buat.
Di Studio Rekaman Selalu Ada Suara
Pada dasarnya, studio rekaman punya fungus sebagai fasilitas untuk merekam berbagai instrumen suara, baik itu vokal maupun alat musik.
Karena itu, sudah pasti di dalam studio, suara-suara akan menggema. Tinggal bagaimana engineer mengolah suara-suara tersebut menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang.
Memang di dalam studio rekaman, tidak semua ruangan digunakan untuk merekam suara. Ada juga untuk engineer mengatur peralatannya, untuk proses produksi, hingga ruangan untuk berdiskusi.
Ruangan rekaman sendiri kebanyakan dibagi menjadi fungsi perekaman setiap instrumen musik yang digunakan. Ada yang untuk vokal, untuk gitar, bass, drum dan sebagainya.
Tapi, ada juga studio rekaman yang membuat sebuah ruangan rekaman untuk merekam semua instrumen tersebut.
Pada intinya, ruangan ini harus bisa mengakomodasi kebutuhan penangkapan suara dari berbagai instrumen tersebut. Teknik soundproofing dan acoustic treatment inilah yang digunakan.
Mengapa harus dilakukan demikian?
Suara merupakan geombang lonigitudinal yang merambat baik di benda padat, cair, maupun gas, seperti udara. Selain merambat, suara juga punya sifat dipantulkan dan dibiaskan.
Pantulan dan bias suara inilah yang akan mempengaruhi proses produksi hasil rekaman instrumen musik tersebut.
Dalam produksi musik dan pembuatan lagu, memang sebisa mungkin meminimalisir suara-suara yang tidak diinginkan yang dihasilkan dari sifat-sifat suara tersebut.
Teknik soundproofing dan acoustic treatment sendiri digunakan supaya tidak ada pantulan suara dari instrumen maupun suara yang mengganggu (noise) di luar instrument dan akan mempengaruhi kualitas rekaman.
Buat musisi perlu diketahui bahwa kualitas perekaman ini juga bisa mempengaruhi biaya pembuatan lagu di studio rekaman. Semakin bagus, bisa jadi semakin mahal. Tentu saja, komponen pembuatannya juga lebih mahal.
Soundproofing dan Acoustic Treatment
Soundproofing dan Acoustic Treatment bisa dibilang teknik yang wajib diaplikasikan dalam pembuatan ruangan di studio rekaman profesional.
Dimulti Music yang menyediakan jasa pembuatan lagu dan produksi musik di studio rekaman profesional kami pun demikian.
Kami memahami bahwa tren perekaman digital saat ini bisa membantu menghilangkan suara-suara yang tidak diinginkan. Namun dalam proses produksinya, tidak adanya suara yang tidak diinginkan bisa sangat membantu.
Jika kembali ke tahun 90-an, perekaman analog yang sangat populer memang punya ciri khas terdengar saat alami.
Tapi, itu dulu. Saat ini mungkin masih banyak dipakai. Tapi jika kita pakai kacamata industri musik yang luas, rasanya cukup sulit bersaing.
Supaya lebih jelas, kita akan bahas soundproofing dan acoustic treatment secara khusus terkait tujuan dan tekniknya.
1. Soundproofing
Ruangan yang kedap suara di studio rekaman tidak lepas dari penggunaan teknik soundproofing ini. Suara dari luar tidak akan terdengar. Bahkan kalau studi tersebut ada di pinggir jalan raya, suara mesin motor dan mobil benar-benar tidak akan masuk.
Prinsip pembuatannya menggunakan material padat untuk memisahkan permukaan dinding supaya getaran di dinding tersebut tidak masuk ke ruangan. Selain itu, juga ditambahkan segel untuk mengisolasi bagian-bagian yang masih terbuka.
2. Acoustic Treatment
Acoustic treatment yang digunakan dalam studio rekaman lebih berfungsi pada peningkatan kualitas rekaman. Karena disini, getaran atau pantulan yang dihasilkan suara instrument diminimalisir bahkan dihilangkan.
Prosesnya sebetulnya masih sama, namun menggunakan bahan atau material yang berbeda. Selain itu, bass isolation biasanya juga digunakan di setiap sudut ruangan.
Mana yang Lebih Penting?
Untuk studio rekaman profesional, kami bisa bilang dua-duanya harus diaplikasi dengan benar. Soundproof memastikan tidak ada gangguan suara, sementara acoustic treatment memastikan kejernihan suara.
Pertanyaan ini sebetulnya lebih layak diajukan jika anda mau membuat home studio. Ya, sebuah studio yang dibuat di dalam rumah, baik membangun ruangan sendiri maupun menyulap sebuah ruangan di dalam rumah.
Kami memahami bahwa tidak semua musisi memiliki sumber daya yang cukup untuk membangun home studio bertaraf profesional. Apalagi musisi pemula.
Disis lain, kami juga memahami tidak semua musisi (lagi-lagi, terutama pemula) tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyewa studio profesional dalam produksi musik.
Selain itu, adanya home studio juga membantu para musisi bisa langsung menuangkan idenya ketika tiba-tiba muncul di kepala.
Kami menyarankan, gunakan studio untuk menuangkan ide dan menggalinya lebih dalam. Tapai kalau sudah masuk tahap produksi, sebaiknya serahkan pada profesional.
Pilih penerapan teknik soundproofing dan acoustic treatment untuk home studio yang berorientasi pada penekanan tersebut.
Kami menyarankan menggunakan soundproofing terlebih dahulu. Ini untuk memastikan anda bisa mendengar hasil rekaman tanpa ada gangguan suara lain yang tidak diinginkan.
Pantulan suara atau gema memang menimbulkan bias suara yang lebih sulit dideteksi. Tapi justru disitu fungsinya. Anda bisa mendengarkan suara lebih jujur.
Meluruskan Kesalahpahaman
Ketika kita masuk ke dalam ruangan rekaman di studio rekaman, mungkin kita akan fokus ke busa di dinding, karpet tebal di lantai dan pintu masuk yang berat.
Setelah itu, kita menyimpulkan bahwa ketiganya merupakan teknik-teknik utama dalam membuat ruangan rekaman yang baik.
Padahal, tidak demikian. Busa yang menempel di dinding sering kita anggap adalah cara menahan suara dari luar. Padahal, ini juga bagian dari acoustic treatment untuk mencegah pantulan suara.
Karpet tebal dan pintu ruangan yang berat juga sering dianggap membantu menyerap suara. Ya, memang demikian, tapi itu tidak cukup.
Karpet hanya menyerap frekuensi suara yang tinggi tapi tidak bisa membantu mengatasi masalah kebisingan. Sementara pintu yang tebal tanpa adanya isolasi yang baik, hasilnya sama saja.
Pada intinya, soundproofing dan acoustic treatment merupakan serangkaian teknik pembuatan ruangan rekaman dengan detail terperinci.
Selain material, prose spmebuatannya membutuhkan ujicoba menggunakan berbagai instrumen untuk memastikan memperoleh hasil yang diinginkan.
Tak hanya itu, dalam penerapannya juga diukur banyak metric dengan proses cukup ribet. Inilah yang anda bayar ketika menggunakan studio rekaman profesional.
Ruangan yang Kedap Tidak Cukup
Ruang rekaman yang menerapkan teknik soundproofing dan acoustic treatment memang bisa jadi salah satu faktor anda dalam memilih studio rekaman. Tapi, ini saja tidak cukup.
Karena semuanya akan percuma jika engineer maupun in house producer di dalamnya tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.
Pilih studio rekaman seperti Dimulti Music yang punya sound engineer dan producer berpanagalam memproduksi musik skala nasional dan internasional.
Tak hanya itu, lewat pengalaman kami, kami memahami bahwa setiap musisi perlu diperlakukan sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, kami akan selalu bekerja sesuai visi pembuatan lagu atau produksi musik yang mau ia capai.
Kami mendengarkan, bukan sekedar menjalani pekerjaan. Kami melayani kebutuhan, bukan sekedar menghasilkan file master lagu.
Penerapan di Lokasi Lainnya
Karena soundproofing dan acoustic treatmant secara umum fungsinya menghasilkan suara yang terdengar sesuai kebutuhan, teknik ini juga diterapkan di banyak lokasi lain:
- Hotel: meredam suara antar kamar karena bersifat privasi
- Rumah Sakit: Pasien butuh ruangan yang tenang supaya pemulihan lebih cepat
- Ruang Kelas: Suara yang diredam membantu siswa lebih fokus
- Ruang Konferensi dan Teater: Kebutuhan audio dengan desibel tinggi, butuh treatment supaya tidak mengganggu lingkungan sekitar
- Ruang Produksi Pabrik: Suara mesin produksi yang keras perlu diredam agar tidak mengganggu lingkungan dan ruangan lainnya di pabrik
- Kantor: Suara yang diredam membantu karyawan bekerja lebih fokus












