Spurious Emission dan Pengujiannya dalam Proses Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Terminologi

Contoh pengujian spektrum gelombang radio. Ini penjelasan tentang spurious emission yang perlu dipahami.

Buat anda yang mengajukan permohonan sertifikasi DJID, wajib memahami berbagai istilah yang terdapat di pengujian produk.

Pengujian produk (sampel) di balai uji sendiri merupakan langkah wajib dalam proses sertifikasi DJID. Laporan Hasil Uji atau LHU didapatkan setelah pengujian.

LHU ini yang menggambarkan kondisi produk anda apakah masuk dalam persyaratan layak edar di Indonesia atau tidak.

Pengujian mengacu pada standar teknis sesuai teknologi telekomunikasi yang tertera di dalam produk tersebut.

Di setiap standar teknis, ada parameter yang perlu dicapai produk melalui berbagai jenis pengujian. Salah satu parameter tersebut adalah spurious emission.

Apa itu? bagaimana prosesnya dalam sertifikasi DJID? sebagai penyedia jasa sertifikasi DJID, Dimulti Indonesia perlu menjelaskan hal ini supaya anda bisa menghindari kegagalan dalam pengujian.

Ingat, banyak parameter pengujian. Satu saja parameter tidak sesuai persyaratan, pengujian bisa gagal dan harus diulang. Pengulangan pengujian memakan dana dan merugikan perusahaan anda!

Definisi Produk Telekomunikasi

Semua produk telekomunikasi wajib diajukan permohonan sertifikasi DJID. Dalam Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024, telekomunikasi didefinisikan sebagai alat/perangkat yang memiliki sistem kerja elektromagnetik di dalamnya.

Sistem elektromagnetik ini digunakan untuk salah satu atau keseluruhan fungsi pemancaran, pengiriman dan penerimaan sinyal.

Ingat, salah satu atau keseluruhan.

Sebagai contoh, sebuah produk hanya memiliki fungsi pemancaran, tidak memiliki kemampuan untuk menangkap sinyal. Artinya, tidak bisa dipakai berkomunikasi.

Karena pemancaran bagian dari definisi telekomunikasi dalam regulasi, produk seperti ini tetap harus disertifikasi.

Apa Itu Spurious Emission?

Semua sistem elektromagnetik bisa dipastikan menghasilkan emisi. Sementara emisi adalah pelepasan zat, partikel dan komponen fisika lainnya ke lingkungan sekitar.

Ketika sistem elektromagnetik bekerja, ia bergerak membentuk gelombang. Ketika bergerak, terkadang ada partikel gelombang yang keluar jalur. Ini yang disebut emisi.

Lantas, apa itu spurious emission? Dalam banyak standar internasional disebutkan, spurious emission adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang tidak diinginkan. Artinya, tidak dibutuhkan dalam fungsi kerja alat/perangkat.

Spurious emission umumnya terjadi pada sistem elektromagnetik berupa radio frekuensi. Hal ini karena udara sebagai media laju gelombang sangat rentan terhadap interferensi atau gangguan.

Karena itu, banyak yang mendefinisikan spurious emission adalah munculnya sinyal atau spektrum gelombang radio yang tidak diinginkan.

Conducted dan Radiated Emission

Sekarang kita memahami bahwa emisi bisa terjadi di setiap sistem elektromagnetik. Residu gelombang elektromagnetik ini bisa merambat melalui kabel maupun nirkabel.

Dengan dua medium emisi yang berbeda, dalam pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC), emisi dikategorikan menjadi dua, conducted dan radiated.

Supaya lebih jelas, sebelum membahas spurious emission, kita pahami dulu conducted dan radiated emission berikut ini:

1. Conducted

Conducted emission, atau dalam kebanyakan standar teknis sertifikasi DJID disebut sebagai emisi konduksi, adalah emisi yang tercipta dari transmisi data sistem elektromagnetik berbasis kabel (wired).

Emisi bisa keluar dan kembali lagi ke bodi perangkat, disebut Common Mode Noise. Atau bisa juga mengikuti arus normal transmisi data (keluar di ujung kabel, tidak kembali ke bodi produk). Ini disebut differential/Normal Mode Noise.

Sementara rentang waktu terjadinya bisa terus menerus atau terputus-putus, tergantung mekanisme kerja produk tersebut.

2. Radiated

Secara garis besar, definisi radiated emission adalah emisi sebuah perangkat yang berpotensi mengganggu lingkungan sekitarnya.

Namun karena “lingkungan sekitar” yang dimaksud merujuk pada berbagai objek yang tidak terkait dalam pengoperasian produk, otomatis residu merambat lewat udara bebas.

Apa Bedanya Spurious, Radiated, dan Conducted Emission dalam Sertifikasi DJID?

Kebingungan sering terjadi ketika membuka standar teknis atau LHU. Di Pengujian EMC, terdapat pengujian conducted dan/atau radiated emission. Sementara Spurious Emission umumnya ditemukan di bagian pengujian Radio Frekuensi.

Mengapa berbeda jenis pengujian padahal semuanya sama-sama emisi?

Di banyak standar internasional seperti FCC dan ETSI, istilah spurious emission dicantumkan dalam pengujian EMC.

Namun di Indonesia, spurious emission merujuk pada sinyal gelombang radio (yang termasuk sistem elektromagnetik) yang tidak diinginkan. Karena itu, masuk dalam parameter pengujian produk berbasis teknologi RF.

Lantas, apakah ini tidak masalah?

Perlu diketahui, semua metode pengujian produk telekomunikasi dalam standar teknis mengacu pada standar internasional.

Selama setiap parameter pengujian emisi dalam standar internasional juga dipersyaratkan oleh standar teknis di Indonesia, tidak jadi masalah.

Out of Band dan Spurious Domain

Pembahasan kita semakin mengerucut. Singkatnya, pengujian spurious emission dalam sertifikasi DJID dilakukan pada produk telekomunikasi berbasis RF.

Apa contoh teknologi RF? banyak, diantaranya Intelligent Transport System (ITS), WLAN, IP Phone, Free Space Optic (FSO), jaringan seluler, jaringan internet, dan sebagainya.

Dalam pengujian, spurious emission dibagi lagi menjadi dua jenis. Yakni out of band dan spurious domain. Berikut penjelasannya:

1. Out of Band Domain

Ketika dilakukan pengujian RF, perangkat atau alat disambungkan dengan konektor ke alat uji bernama spectrum analyzer.

Kondisi dan syarat sampel pengujian untuk sertifikasi DJID berbeda-beda tergantung jenisnya. Perlakuan dalam pengujiannya juga berbeda. Tapi, kita tidak membahasnya secara lengkap disini.

Spectrum Analyzer, seperti namanya, merupakan sebuah alat untuk mengukur spektrum gelombang radio yang dipancarkan produk saat bekerja.

Pengujian tidak hanya dilakukan pada pita frekuensi kerja produk tersebut. Karena sejatinya, gelombang radio akan terus terbentuk selama produk dinyalakan. Pita frekuensi ditentukan sebagai lokasi transmisi data.

Dalam pita frekuensi, terdapat channel. Sementara jumlah channel berbeda-beda tergantung lebar pita frekuensi (band) yang digunakan.

Out of band domain sendiri merupakan emisi gelomgang radio yang dihasilkan dalam rentang frekuensi kerja (pita frekuensi) produk.

Misalnya begini. Sebuah produk menggunakan frekuensi radio 2,4 GHz dengan pita 2400 MHz (2,4 GHz) sampai 2483,3 MHz.

Dalam pita frekuensi tersebut, misalnya, ada 13 channel. Di tiga channel awal, spektrum gelombang radio melonjak melebihi batas yang ditentukan. Ini yang dinamakan out of band.

2. Spurious Domain

Spurious domain adalah emisi frekuensi radio yang dihasilkan di luar pita frekuensi kerja produk.

Kita ambil contoh produk serupa di atas. Pengujian dilakukan, misalnya, dengan rentang frekuensi 300 MHz hingga 10 GHz.

Spurious domain diukur ketika sinyal muncul dan melebihi batas yang ditentukan pada channel di luar pita 2400 MHz – 2483,3 MHz.

Meski muncul di luar pita frekuensi kerja produk (sehingga tidak mengganggu fungsi produk), emisi gelombang radio ini bisa menimbulkan gangguan atau interferensi elektromagnetik pada produk lain. Jadi, harus dibatasi.

Kenapa Perlu Diuji?

Sudah banyak kami mention sebelumnya, spurious emission sebenarnya tidak dibutuhkan. Kalau bisa dibuat 0, lebih baik. Masalahnya, kan, tidak demikian. Ini akan selalu ada. Yang bisa dilakukan adalah membatasinya.

Lantas, apa dampaknya jika tidak dibatasi? berikut beberapa di antaranya:

1. Malfungsi Produk

Langsung saja kami berikan contoh. Pernahkan anda mendengarkan siaran radio lalu tiba-tiba suaranya hilang?

Hal ini bisa jadi karena ada lonjakan gelombang radio di pita frekuensi channel radio yang anda dengarkan. Ya, benar, terdapat out of band domain di sana.

Masalah ini bisa menjadi bahaya ketika, misalnya, anda menggunakan radio untuk kepentingan darurat. Ketika suara anda tidak sampai ke tujuan karena sudah terdeliver di pita frekuensi yang bukan seharusnya, siapa yang bisa menemukan anda?

2. Mengganggu Produk Lain

Pernahkah anda mengganti channel radio namun suara dari penyiar channel radio yang sebelumnya anda dengarkan masih terdengar?

Nah, hal itu bisa jadi karena terjadi adanya lonjakan spektrum radio dari pemancar stasiun radio yang sebelumnya anda dengarkan (spurious domain).

Akan jadi berbahaya kalau sinyal radio ini mengganggu, misalnya, Air Traffic Controller atau ATC. Pilot sulit berkomunikasi dengan menara ATC bandara. Akibatnya, pesawat kehilangan visibilitas dan berpotensi menabrak sesuatu.

3. Efisiensi Berkurang

Setiap sinyal radio yang muncul itu memakan sumber daya perangkat. Artinya, semakin banyak dan besar spurious emission, semakin besar daya yang terhisap. Jangan kaget jika produk boros listrik atau baterainya cepat habis.

Tips Menghindari Kegagalan Pengujian

Mungkin sekarang anda sudah terbayang action apa yang perlu diambil sebelum menghadapi pengujian produk telekomunikasi. Kami sedikit bagikan saran untuk menghindari kegagalan, terutama di parameter spurious emission, berikut ini.

1. Menggunakan Komponen Berkualitas

Sebagai produsen, anda jauh lebih memahami bagaimana komponen yang berkualitas sehingga meminimalisir spurious emission.

Soal desain produk pun anda lebih paham. Menggunakan filter frekuensi, rangkaian osilator yang baik, shielding pada bagian sensitif. Semuanya tidak perlu dijelaskan lagi.

Yang jelas, berinvestasi pada material berkualitas jauh lebih menguntungkan ketimbang harus terus menerus membayar kerugian akibat kegagalan dalam perizinan berusaha.

2. Memahami Regulasi

Sangat penting memahami teknologi telekomunikasi dalam produk dan standar teknis apa yang dipakai untuk menguji produk anda tersebut.

Seperti kami jelaskan, setiap teknologi memiliki standar teknis berbeda-beda. Spurious emission sendiri diuji sesuai pita frekuensi. Masalahnya, banyak sekali teknologi menggunakan pita frekuensi yang sama.

Kalau anda belum yakin standar teknis apa yang jadi acuan untuk menguji produk anda, bisa menghubungi Dimulti Indonesia.

Kami berpengalaman sejak tahun 2008 dalam pendampingan proses sertifikasi produk telekomunikasi. Tentu kami wajib memahami setiap regulasi untuk kepuasan anda.

3. Menggunakan Layanan Pre-test Dimulti Indonesia

Satu keuntungan yang bisa anda dapatkan jika menggunakan jasa Dimulti Indonesia adalah kami memiliki layanan pre testing.

Simpelnya, produk anda akan diuji di lab internal kami sebelum masuk balai uji. Kami menggunakan spectrum analyzer standar balai uji untuk pengujian tersebut.

Dengan begitu, anda bisa mengetahui kondisi teknologi radio frekuensi produk anda sebelum melakukan pengujian sesungguhnya.

Kalau parameter spurious emissionnya tidak sesuai, anda bisa memperbaiki terlebih dahulu. Jadi, tidak perlu mengulang pengujian di balai uji yang memakan biaya.

Oh iya, layanan ini sudah termasuk biaya jasa yang kami tawarkan. Jadi, jangan khawatir harus mengeluarkan uang lagi.

Segera konsultasi dengan Dimulti Indonesia!

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi perhitungan biaya dengan kalkulator dan pencatatan. Ini tarif pengujian untuk sertifikasi DJID.

Daftar Tarif Pengujian untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Mengetahui tarif untuk sertifikasi DJID bisa memudahkan anda menyusun anggaran. Ini selengkapnya.

Ilustrasi sertifikat yang dikeluarkan untuk alat telekomunikasi. Ini semua tentang penerbitan sertifikat DJID.

Penerbitan Sertifikat DJID: Contoh, Prosedur, Biaya Hingga Masa Berlaku

M. Fakhri Adzhar

Penerbitan sertifikat DJID melalui proses panjang. Ada juga syarat yang harus dipenuhi. Jangan sampai terlewat!

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Leave a Comment