Penjelasan Lengkap Sertifikasi DJID Perangkat IP Phone

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi IP Phone. Ini semua yang perlu dipahami tentang sertifikasi DJID perangkat IP Phone.

Komunikasi yang efisien sangat penting demi berjalannya roda perusahaan. Berbagai perangkat komunikasi bisa digunakan. Jika anda membutuhkan perangkat yang cepat dan all in one, bisa memakai IP Phone.

Ini bukan telepon biasa. Karena memanfaatkan jaringan internet, jalur komunikasi jadi lebih cepat dan luas. Dengan begitu, potensi klien anda semakin besar.

Saat ini, perangkat IP Phone banyak digunakan di berbagai perusahaan. Dengan semakin banyak perusahaan baru (startup) di Indonesia, tentu ini jadi peluang bagus buat anda menjual produk telekomunikasi tersebut.

Namun, sama seperti alat/perangkat telekomunikasi lainnya, sertifikasi DJID perangkat IP Phone juga dibutuhkan. Apalagi sudah jelas, perangkat ini menggunakan jaringan internet sebagai salah satu bentuk sistem elektromagnetik.

Butuh bantuan melakukan sertifikasi DJID perangkat IP Phone? segera hubungi Dimulti Indonesia. Namun sebelumnya, anda bisa membaca artikel ini untuk persiapan.

Apa Itu IP Phone?

IP Phone adalah kepanjangan dari Internet Protocol Phone atau Telepon berbasis perangkat keras yang menggunakan protokol internet.

Voice Over Protocol Internet atau VoIP adalah protokol yang digunakan perangkat tersebut dalam operasionalnya.

Supaya lebih mudah, pernahkan anda melihat telepon rumah yang menggunakan kabel? Nah, bentuknya mirip seperti itu.

Yang membedakan, telepon kabel memanfaatkan konstruksi listrik untuk mentransmisikan data (suara). Sementara IP Phone memanfaatkan protokol atau jaringan internet.

Cara Kerja IP Phone

Pada dasarnya, cara kerja IP Phone adalah dengan mengubah sinyal analog berupa suara menjadi sinyal digital. Sinyal digital ini kemudian dikirimkan melalui protokol internet dan diterima oleh penerima.

Sinyal digital kemudian diubah kembali menjadi sinyal analog (suara) sehingga penerima bisa mendengarkan suara penelepon.

Dari cara kerja IP Phone di atas, kita bisa mem-breakdown kembali menjadi beberapa poin sebagai berikut:

1. Coder-Decoder

Untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya, perangkat IP Phone dilengkapi dengan teknologi pengkodean.

Saat suara masuk, akan diubah menjadi sinyal digital, prosesnya disebut coder. Setelah suara sampai ke penerima, perangkat IP Phone milik penerima akan mengubah sinyal digital menjadi sinyal suara (analog). Prosesnya disebut decoder.

2. Transmisi Data Melalui Internet

Karena namanya internet protocol phone, otomatis butuh jaringan internet agar bisa beroperasi. Kebanyakan IP Phone terhubung dengan jaringan internet melalui kabel. Namun, ada juga wireless IP Phone (pakai Wifi).

3. Protokol VoIP

Penggunaan jaringan internet untuk transmisi data IP Phone memakai protocol VoIP, seperti sudah kami sebutkan di atas.

Protokolnya ada beberapa (dan sudah diatur dalam regulasi sertifikasi DJID perangkat IP Phone). Protokol ini yang menentukan bagaimana jalur pengiriman data digital.

4. PSTN Integration

Poin ini tidak terkait dengan cara kerja IP Phone di poin-poin sebelumnya. Ini bersifat opsional.

Jika anda ingin menelepon seseorang dengan perangkat Public Switched Telephone Network atau PSTN menggunakan IP Phone, anda membutuhkan sebuah perangkat gateway.

Perangkat gateway akan berfungsi untuk menghubungkan panggilan VoIP ke jaringan telepon tradisional.

Kenapa Perangkat IP Phone Banyak Digunakan?

Seperti dijelaskan di awal, IP Phone kebanyakan digunakan perusahaan untuk kebutuhan operasional. Jenis telepon ini dinilai memberikan keuntungan lebih besar ketimbang komunikasi memakai HP atau telepon kabel biasa.

1. Komunikasi Lebih Efisien

Saat ini, IP Phone banyak yang memiliki fitur tidak hanya untuk komunikasi suara, bahkan juga video conference. Tentu ini memungkinkan mengingat transmisi datanya memakai jaringan internet yang luas.

Masih banyak integrasi teknologi lainnya seperti pesan suara, mesin penjawab otomatis (kalau anda pernah menghubungi call center, pasti tau maksudnya seperti apa), dan sebagainya.

Dengan begitu, karyawan perusahaan bisa melakukan berbagai tugas komunikasi hanya dengan satu perangkat. Tak perlu pindah aplikasi. Tak perlu pindah perangkat.

2. Lebih Profesional

Bayangkan jika anda adalah perusahaan multinasional namun call center anda dihubungi melalui layanan seperti WhatsApp.

Okelah jika nomor telepon itu bisa dibeli sehingga nampak cantik dan jauh dari kecurigaan nomor penipu. Tapi, apakah anda yakin jika pesan yang dikirimkan klien akan langsung terjawab?

Karena itu, layanan seperti WhatsApp kebanyakan hanya dijadikan second choice oleh perusahaan untuk menerima panggilan dari klien. Yang utama, IP Phone (atau masih banyak juga yang pakai telepon kabel).

Alasannya jelas: ketika ada panggilan masuk dari klien bisa langsung dieksekusi. Hal ini membuat perusahaan lebih profesional karena selalu mengutamakan pelanggan.

3. Lebih Hemat dari Telepon Kabel

Sekarang mari kita bandingkan dengan telepon kabel biasa. Telepon seperti ini menggunakan kabel untuk transmisi data. Artinya, butuh listrik.

IP Phone pun butuh listrik. Namun fungsinya untuk menghubungkan daya perangkat saja. Sementara transmisi datanya memanfaatkan jaringan internet.

Dibandingkan biaya listrik, biaya langganan jaringan internet (misalnya WLAN/Wifi) lebih murah. Bahkan banyak referensi yang menyebut perusahaan bisa hemat hingga 60%. 

Sertifikasi DJID Perangkat IP Phone

Dalam proses sertifikasi DJID, biasanya setiap teknologi telekomunikasi memiliki acuan atau standar teknis berisi persyaratan dan cara pengujian produk tersebut.

Persyaratan ini mengacu pada tujuan sertifikasi DJID itu sendiri, yakni memastikan produk aman digunakan dan tidak mengganggu produk lainnya.

Sementara pengujian membuktikan bahwa produk dengan teknologi telekomunikasi yang ada di dalamnya sudah memenuhi persyaratan.

Sebagai informasi, Sertifikasi DJID diselenggarakan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Sementara standar teknis untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone terdapat dalam Peraturan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 29/DIRJEN/2009 Tentang Persyaratan Teknis Internet Protocol (IP) Phone.

Dalam regulasi tersebut, diatur beberapa poin untuk persyaratan dan pengujian perangkat IP Phone. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Persyaratan Konstruksi

Perangkat lP Phone harus memenuhi persyaratan konstruksi berupa antarmuka fisik sebagai berikut:

PortSalah satu antara:
– RJ-45 8-wire connector
– RJ-11 port untuk jaringan telepon PSTN
Standar Antarmuka– IEEE802.3 10BASE-T
– lEEE802.3u 100BASE-TX
– IEEE 802.11 (khusus berbasis radio)

2. Catu Daya

Perangkat IP Phone harus dapat menggunakan catu daya yang berlaku di Indonesia sebagai berikut:

ACNominal 110/220 Vac dan frekuensi 50 Hz
DC5 Vdc — 12 Vdc

3. Kondisi Lingkungan

Bahkan kondisi lingkungan operasional perangkat IP Phone juga diatur. Perangkat ini harus bisa berfungsi normal dalam kondisi lingkungan sebagai berikut: 

Suhu25° C ± 10° C
Gradient Suhu≤ 5° per jam
Kelembaban Relatif40% < H< 80%
Gradient Kelembaban≤ 5% Per jam

4. Software

Persyaratan software untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone bisa dibilang jadi subjek yang paling banyak. Karena itu, pemohon sertifikasi harus benar-benar memahaminya.

Supaya lebih mudah, kami akan menjelaskannya menjadi sebuah tabel seperti pada poin-poin sebelumnya. Berikut selengkapnya: 

Protokol VoIP1. SIP
2. H 323
Fungsi Operasi– Dapat melakukan originating/accepting cal dengan lP Phone lainnya (peer to peer) dan telepon PSTN melalui gateway.
– Dapat menggunakan pengalamatan lP Address, H.323 lD. SIP URI atau E.164.Dynamic lP address via DHCP dan sfafic lP address.
– Dapat berkomunikasi dengan DNS server untuk translasi FQDN kedalam alamat lP.
– lP Phone barbasis SIP harus dapat berkomunikasi dengan SIP Registrar Server dan SIP Proxy Server.
– lP Phone berbasis H.323 harus dapat berkomunikasi dengan Gatekeeper untuk translasi format nomer H.323 lD atau E.164 ke dalam alamat lP.
– lP Phone berbasis H.323 harus dapat berkomunikasi dengan AAA/RADIUS Server atau gatekeeper untuk proses autentifikasi suatu panggilan.
Voice Coder-Decoder1. G.729, G729A, G729AB
2. G.711 A-law
3. G.711 u-law
Aplikasi yang Didukung Software1. DHCP
2. Web configuration via built-in web server
3. Basic boot provisioning
4. Dial plan provisioning
5. Time and Date synchronization using NTP
6. Server provisioned XML-based configuration files
7. Mengacu IEEE802.1 p/Q tagging (VLAN), Layer 3 TOS
8. RTCP support
9. Event Logging
10. User-selectable hardware diagnostic
Management dan Maintenance– Dapat dikonfigurasi menggunakan web interface dengan protokol HTTP/HTTPS atau menggunakan craft terminal RS-232C atau keypad
– Software upgradable
Keamanan (Dilengkapi Sistem Keamanan 3DES atau AES)– Harus mendukung fasilitas enkripsi (H.235) untuk komunikasi dengan lP Phone lainnya.
– Harus memiliki mekansime password untuk mengakses sistem konfigurasi lP Phone.
Call Progress Tones (DTMF)Mendukung DTMF (RFC 2833)

Penutup

Pastikan produk anda memenuhi semua persyaratan untuk sertifikasi DJID perangkat IP Phone di atas. Produk akan masuk ke balai uji untuk pengujian dan dilihat apakah sudah sesuai dengan persyaratan.

Untuk menghindari kegagalan dalam pengujian atau penolakan permohonan sertifikasi DJID, anda bisa berkomunikasi langsung dengan Dimulti Indonesia.

Kami berpengalaman sejak tahun 2008 dalam jasa sertifikasi DJID (dikenal juga dengan Sertifikasi Postel, Sertifikasi Produk Telekomunikasi, Sertifikasi SDPPI, dsb).

Untuk perangkat IP Phone, tentu saja kami sudah sangat sering menanganinya. Sejauh ini, semuanya sukses keluar sertifikatnya. Jadi, jangan ragu.

Selain perangkat IP Phone, kami juga melayani:

  • Sertifikasi DJID perangkat Bluetooth
  • Sertifikasi Perangkat WLAN
  • Sertifikasi Produk Wireless Charging
  • Sertifikasi Perangkat Ethernet
  • Sertiifkasi Produk dengan Fitur NFC dan RFID
  • dll

Intinya, semua produk telekomunikasi yang wajib disertifikasi, bisa kami tangani. Konsultasikan dengan Dimulti Indonesia Sekarang! Gratis!

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi perhitungan biaya dengan kalkulator dan pencatatan. Ini tarif pengujian untuk sertifikasi DJID.

Daftar Tarif Pengujian untuk Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Mengetahui tarif untuk sertifikasi DJID bisa memudahkan anda menyusun anggaran. Ini selengkapnya.

Ilustrasi sertifikat yang dikeluarkan untuk alat telekomunikasi. Ini semua tentang penerbitan sertifikat DJID.

Penerbitan Sertifikat DJID: Contoh, Prosedur, Biaya Hingga Masa Berlaku

M. Fakhri Adzhar

Penerbitan sertifikat DJID melalui proses panjang. Ada juga syarat yang harus dipenuhi. Jangan sampai terlewat!

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Leave a Comment