Mesin Cuci Pintar: Cara Kerja, Manfaat Hingga Kewajiban Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi mesin cuci pintar.

Hampir semua peralatan rumah tangga kini ada versi “pintar”-nya. Kalau dalam Bahasa Inggris, nama peralatan diawali dengan “Smart”. Tak terkecuali mesin cuci. Dalam konteks ini, berarti “Mesin Cuci PIntar” atau “Smart Washing Machine”.

Layaknya semua peralatan rumah tangga pintar, mesin cuci pintar memberikan fleksibilitas pengaturan pemakaian yang lebih baik. Artinya, anda tidak perlu menghampiri mesin cuci untuk mengatur program pencucian.

Itu hanya salah satu dari banyak fitur yang ditawarkan. Selebihnya, akan kami jelaskan di artikel ini.

Tapi, kami juga akan membahas apakah peralatan ini benar-benar bermanfaat buat pengguna. Anda juga perlu mengetahui kekurangannya sebagai bahan pertimbangan.

Dari sisi penjual, banyak hal yang perlu diperhatikan kalau ingin menjualnya di Indonesia, salah satunya izin usaha. Salah satu jenisnya adalah sertifikasi DJID, atau nama resminya Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

Dari nama sertifikasi di atas, mungkin anda akan bertanya-tanya, “Ini kan bukan alat komunikasi, kenapa harus disertifikasi?” Jawabannya juga bisa anda temukan di sini.

Apa Itu Mesin Cuci Pintar?

Mesin cuci pintar adalh bentuk “pintar” nya dari mesin cuci konvensional. Dikatakan pintar karena mesin cuci ini memberikan lebih banyak fitur, terutama program pencucian, dibanding mesin cuci biasa.

Penambahan fitur-fitur tersebut karena integrasi teknologi di dalamnya. Biasanya, berupa teknologi memanfaatkan gelombang radio yang merambat di udara. Karena merambat di udara, jadi tidak butuh kabel atau nirkabel.

Dengan teknologi seperti ini, mesin cuci juga bisa terhubung ke perangkat rumah tangga lain seperti kulkas pintar, smart plug, smart bulb, dan lain sebagainya. Tentu saja, bisa terhubung ke ponsel anda untuk fungsi operator.

Berbagai Fitur yang Tersedia

Dari penjelasan di atas, anda mungkin bertanya fitr seperti apa yang ditawarkan mesin cuci pintar ini?

Perlu diketahui, banyak brand atau merek yang beredar di pasaran. Setiap merek memiliki keunggulan dalam penyediaan fiturnya. Jadi, ada banyak fitur mesin cuci pintar yang bisa dibuat.

Tapi secara umum, kami akan membagikan beberapa fitur yang paling bermanfaat buat anda. Selain itu, kami juga akan bandingkan dengan yang ada di mesin cuci biasa.

1. Pengaturan Pemrograman dari Ponsel

Ini fitur yang paling umum ada di mesin cuci pintar. Sebenarnya, sistem kontrol otomatis ini adalah basic dari semua fitur yang akan kami bahas.

Dengan teknologi Bluetooth atau WiFi yang tersedia, mesin cuci bisa terhubung ke ponsel anda. Anda perlu mengungunduh aplikasi sesuai merk mesin cuci. Setelah itu, anda perlu mengkoneksikannya, baik lewat Bluetooth atau WiFi.

Jika sudah, di aplikasi tersebut biasanya ada berbagai jenis pemrograman. Anda bisa mengatur waktu pencucian, kecepatan putaran, dan lain sebagainya.

Intinya, semua pemrograman yang biasanya dilakukan lewat tombol atau knop di mesin cuci, bisa anda lakukan lewat ponsel.

2. Perhitungan Jumlah Deterjen dan Pelembut

Masalah klasik dari penggunaan mesin cuci konvensional adalah boros deterjen dan pelembut/pewangi. Tapi, ini sebenarnya salah dari sisi pengguna karena tidak mengetahui takaran yang tepat.

Dengan mesin cuci pintar, ia akan merekomendasikan berapa banyak penggunaan deterjen dan pewangi sesuai jumlah pakaian kotor yang akan dicuci.

Anda perlu masukkan pakaian kotor ke dalam tabung mesin cuci. Lewat sensor di dalamnya, mesin cuci akan menampilkan informasi tersebut. Informasi bisa ditampilkan di layar mesin cuci (kalau ada), bisa juga lewat ponsel.

3. Penentuan Kekuatan Putaran Berdasarkan Bahan Pakaian

Di mesin cuci konvensional, kita bisa memilih seberapa kuat putaran lewat tombol atau knop. Tapi kami yakin, kita semua kadang tidak peduli. Semua pakaian kotor dengan berbagai jenis bahan dijadikan satu lalu pilih mode pencucian normal. Alhasil, banyak pakaian cepat rusak.

Sebelum membahas fitur ini, perlu digaris bawahi bahwa pemisahan pakaian kotor berdasarkan bahan (dan warna) memang sepenting itu. Dan ini, tetap perlu dilakukan di mesin cuci pintar.

Bedanya, setelah pakaian kotor dengan bahan (dan lebih baik, dengan warna yang sama/mirip) dimasukkan, mesin cuci akan menganalisis kekuatan putaran yang tepat.

Prinsipnya, sama seperti penghitungan jumlah deterjen dan pewangi tadi. Jadi, anda tidak perlu memilih pemrograman secara manual. Ini juga bermanfaat kalau anda memang benar-benar tidak tahu kekuatan putaran yang tepat untuk bahan pakaian yang anda cuci.

4. Perhitungan Jumlah Pemakain Air

Sama seperti deterjen dan pewangi, terkadang kita impulsif menggunakan air untuk mencuci. Dalam bayangan, semakin banyak air maka semakin bersih. Padahal, tidak selalu demikian.

Penggunaan air dalam jumlah banyak justru membuat pakaian rusak, apalagi kalau ada bahan berjenis karet. Selain itu, efisiensi deterjennya jadi tidak maksimal.

Masih sama konsepnya dengan penentuan kekuatan putaran atau penghitungan jumlah deterjen, perhitungan jumlah air juga bisa dilakukan mesin cuci pintar.

Ia akan memberikan informasi atau bahkan langsung melakukan pencucian sesuai dengan jumlah pakaian yang anda masukkan ke tabung.

5. Self Tube Clean

Kita mungkin pernah mengalami, pakaian sudah dicuci berkali-kali di mesin cuci tapi tetap saja kotor. Bisa jadi, masalahnya ada di mesin cuci itu sendiri. Tepatnya di bagian tabung.

Tabung mesin cuci umumnya menggunakan bahan plastik atau alumunium. Karena benda padat, kotoran akan mudah menempel. Lama kelamaan, bisa mengeras.

Pada mesin cuci konvensional, kita tidak pernah tau kapan tabung itu kotor hingga merasakan masalah seperti yang disebutkan tadi.

Tapi pada mesin cuci pintar, ia bisa mengenali dirinya sendiri dan memberikan informasinya lewat ponsel anda. Anda akan menerima notifikasi pembersihan tabung dari mesin cuci.

Bahkan, anda bisa langsung melakukan perintah untuk membersihkan tabung pada mesin cuci anda. Ia akan mengambil air, mengatur putaran, menambahkan sabun, secara mandiri.

Terlalu Overpower, Apakah Ada Kekurangannya?

Semua fitur mesin cuci pintar di atas, bisa kami bilang, benar-benar sagat membatu pengguna. Semua masalah klasik ketika mencuci dengan mesin cuci, bisa teratasi.

Tapi tetap saja, pengembanganteknologi pasti ada kekurangannya. Mungkin tidak terlalu berpengaruh buat anda. Atau bisa jadi sebaliknya. Tapi, coba baca dulu beberapa poin ini.

1. Harganya Pasti Mahal

Hal pertama tentu saja harganya (jauh) lebih mahal dari mesin cuci konvensional dengan ukuran yang sama. Integrasi teknologi jadi penyebabnya.

Untuk mensinkronkan semua komponen fisik dengan teknologi, membutuhkan keahlian dan ketelitian. Jadi, tidak mungkin memberikannya secara “gratis” buat pengguna.

2. Perbaikan Harus Memanggil Teknisi Produsen

Rata-rata, produsen menyelipkan keunikan tersendiri terhadap teknologi yang diintegrasikan ke mesin cuci pintar mereka. Ini memang semakin memberikan kemudahan buat pengguna. Tapi di sisi lain, kalau rusak, tidak semua teknisi bisa memperbaikinya.

Karena itu, anda tidak bisa sembarangan memanggil teknisi untuk memperbaiki mesin cuci pintar yang rusak. Paling direkomendasikan adalah memanggil teknisi dari produsen langsung.

Masalahnya, teknisi dari produsen mungkin tidak tersedia di semua lokasi. Atau bisa jadi, anda perlu mengantri untuk bisa memanggilnya ke rumah.

3. Masalah Privasi

Masalah privasi memang tidak berkaitan dengan kegiatan mencuci anda. Tapi, ini bisa alami jika menggunakan mesin cuci pintar.

Hal ini karena data-data pribadi anda mungkin akan terbaca oleh aplikasi mesin cuci tersebut. Dan beberapa (seperti alamat email) memang dibutuhkan.

Masalahnya, apakah ada yang bisa menjamin kerahasiaan data tersebut? Pun begitu, kalau ada orang yang tidak bertanggung jawab dan meretas aplikasi tersebut, semua data rahasia bisa berpindah tangan.

Jadi, Apa Pertimbangan Memilihnya?

Mesin cuci pintar punya kelebihan dan kekurangan seperti yang kami jelaskan. Kelebihan bisa sangat bermanfaat. Tapi kekurangan bisa membuat anda pusing.

Supaya mudah, kami akan memberikan rekomendasi kondisi seperti apa anda bisa memutuskan menggunakan alat ini.

1. Waktu yang Dialokasikan Buat Mencuci

Kalau anda orang yang sibuk tapi juga mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, alokasi waktu sangat penting. Puin begitu untuk mencuci.

Mesin cuci pintar sangat cocok kalau anda hanya mengalokasikan sedikit waktu buat mencuci. Cukup masukkan pakaian dan atur semua dari ponsel. Anda bisa mengerjakan yang lain.

2. Pilih Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan

Cek fitur yang benar-benar anda butuhkan. Jangan sampai ada banyak fitur, tapi yang anda gunakan hanya satu. Ini namanya boros pengeluaran.

3. Susah Beradaptasi dengan Teknologi

Ya, banyak orang yang suka dengan alat konvensional. Kalau ini termasuk anda, lebih baik beli mesin cuci biasa saja.

Karena kalau pakai mesin cuci pintar, butuh belajar menggunakan fiturnya terlebih dahulu dan bisa memakan waktu.

Kewajiban Sertifikasi DJID

Seperti dijelaskan, produsen, importir atau distributor wajib melakukan sertifikasi DJID mesin cuci pintar sebelum memasarkan produk tersebut.

Alasannya karena memiliki teknologi nirkabel di dalamnya. Karena teknologi tersebut, mesin cuci bisa berbagi data dengan ponsel anda. Inilah yang dinamakan telekomunikasi. Jadi, bukan sekedar komunikasi konvensional seperti ponsel.

Semua produk dengan fitur telekomunikasi wajib melakukan sertifikasi DJID. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024.

Bagaimana Prosesnya?

Proses sertifikasi DJID melibatkan pengujian produk di balai uji yang ditetapkan Direktorat Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Setelah dilakukan pengujian, akan mendapatkan Laporan Hasil Uji atau LHU. LHU dan daftar dokumen untuk sertifikasi DJID lainnya perlu disubmit ke akun e-sertifikasi DJID Next Gen yang dikelola DJID. Perusahaan anda, wajib punya.

Jika sudah, dokumen-dokumen tersebut akan dievaluasi. Jika dinyatakan lolos, anda perlu membayar biaya penerbitan sertifikat DJID berdasarkan tagihan yang anda terima di akun tersebut.

Sertifikat lalu akan terbit. Tapi sebelum memasarkan produk secara luas, perlu juga melakukan pelabelan sesuai ketentuan dan laporkan hasilnya di akun e-sertifikasi DJID Next Gen.

Persyaratan Teknis

Ketika dilakukan pengujian, penguji akan mengacu ke standar teknis sesuai teknologi telekomunikasi yang terdapat di produk mesin cuci pintar anda. Di dalamnya tertera metode pengujian berikut spesifikasi teknis yang wajib dipenuhi produk anda.

Karena umumnya peralatan ini pakai Bluetooth dan Wifi, kami akan menjelaskan standar teknis dua teknologi tersebut.

1. Bluetooth

Standar teknis Bluetooth mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 260 Tahun 2024.

Penggunaan gelombang radio pada fitur Bluetooth yang terdapat di mesin cuci pintar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
2400 – 2483,5 MHz< 20 dBm EIRPMemenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)

2. Wifi

Standar teknis WiFi mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.

Sama seperti Blueooth, pemanfaatan gelomang radio pada Wifi yang terintegrasi dalam produk mesin cuci harus memenuhi persyaratan, yakni sebagai berikut:

Rentang FrekuensiLebar PitaSaluran
2400 – 2483,5 MHz20 MHz1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)

Pengujian Lainnya

Selain pengujian Radio Frekuensi (RF) di atas, ada dua pengujian lain yang dibutuhkan. Yakni pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC) dan Electrical Safety.

1. EMC

Pengujian EMC dilakukan untuk parameter emisi. Ada dua jenis parameter emisi yang diuji, yakni conducted dan radiated.

Dalam standar teknis dijelaskan, produk yang diuji EMC harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam:

  • SNI IEC CISPR 32:2015
  • IEC CISPR 32
  • Salah satu seri ETSI EN 301 489

2. Electrical Safety

Pengujian Electrical safety wajib dilakukan buat semua produk telekomunikasi yang butuh supply listrik lewat kabel. Otomatis, mesin cuci pintar pun demikian.

Dalam standar teknis, produk yang diuji electrical safety wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam:

  • SNI IEC 60950-1:2016
  • SNI IEC 62368-1:2014
  • SNI 04-6253
  • IEC 62368-1
  • IEC 60950-1
  • IEC 60065
  • Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment