Rumah pintar adalah konsep yang banyak dikembangkan developer saat ini. Intinya, konsep ini menggabungkan teknologi dalam peralatan rumah yang terpasang.
Salah satu peralatan tersebut adalah smart door lock. Terbukti, saat ini semakin banyak iklan perumahan di berbagai media menonjolkan fitur tersebut sebagai nilai jual.
Meski lama-lama membosankan dan terdengar klise, penggunaan smart door lock pada rumah memiliki banyak manfaat. Karena itu, banyak pelanggan yang secara spesifik mencari fitur ini ketika mau membeli rumah atau ngontrak.
Also Read
Angka Penjualan yang Terus Meningkat
Manfaat tak hanya didapatkan oleh pengguna akhir alias klien developer perumahan. Penyedia peralatan tersebut juga kebagian berkahnya.
Penjualan smart door lock semakin meningkat. Berdasarkan data yang dikeluarkan Grand View Research, ukuran pangsa pasar peralatan rumah ini di tahun 2030 mencapai lebih 8 ribu dollar AS. Dan kana terus meningkat.
Jadi, wajar jika semakin banyak produk smart door lock kita temui sekarang. Pengguna diberikan banyak pilihan dan perlu bijak memilih yang tepat sesuai kebutuhan mengingat banyak teknologi yang tersemat.
Selain itu, penjual (baik produsen, distributor maupun importir) juga perlu memastikan usaha sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Satu hal yang tidak boleh terlewat adalah melakukan proses sertifikasi DJID smart door lock. Ini adalah salah satu izin usaha produk yang memiliki fitur wireless, termasuk kunci rumah pintar tersebut.
Proses ini untuk memastikan perangkat aman digunakan, dalam hal ini masyarakat Indonesia dilindungi dari masalah radiasi gelombang elektromagnetik.
Selain itu, proses ini juga untuk memastikan produk tersebut tidak mengganggu produk lainnya yang memakai wireless saat digunakan. Artinya, tidak saling mengganggu yang ujungnya merugikan pengguna.
Apa Itu Smart Door Lock?
Smart door lock adalah sistem penguncian pintu rumah memanfaatkan teknologi nirkabel seperti Bluetooth dan RFID.
Teknologi ini memungkinkan proses penguncian atau membuka kunci tidak membutuhkan anak kunci konvensional. Bisa menggunakan kartu, sidik jari serta dengan memasukkan password.
Bisa dibilang, teknologi ini adalah pengganti sistem penguncian pintu rumah konvensional. Lantas, mengapa harus diganti? kami akan bahas di poin selanjutnya.
Mengapa Sistem Penguncian Rumah Perlu Diganti?
Ada banyak alasan mengapa sistem penguncian rumah konvensional perlu diganti dengan smart door lock. Namun, satu yang pasti: keamanan.
Pintu rumah yang memakai anak kunci rentan dibobol maling. Sudah banyak kasus maling berhasil mencongkel rumah kunci untuk membuka pintu. Bahkan tidak terdengar sama sekali oleh pemilik rumah.
Meski sistem penguncian pintar ini tidak sepenuhnya bebas dari korban tindakan kejahatan seperti itu, setidaknya lebih sulit diakses oleh pelaku.
Semua peralatan yang menggunakan kata “smart” di depannya merujuk pada penggunaan teknologi wireless alias nirkabel. Dan penggunaan teknologi tersebut, tujuan utamanya untuk kemudahan dan keamanan.
Manfaat dan Kelebihan Lainnya
Selain keamanan, ada beberapa kelebihan smart door lock yang memberikan manfaat bagi penggunanya. Soal ini, bisa anda jadikan bahan pertimbangan:
1. Memudahkan Akses
Smart door lock bekerja dengan cara mengirimkan sinyal gelombang radio ke perangkat dari alat yang disebut tag (bentuknya kebanyakan berupa kartu).
Sensor dalam perangkat membaca sinyal tersebut dan melaksanakan sesuai perintah dari data yang dibawa. Setelah itu, pintu akan terbuka.
Mekanisme ini berjalan hanya sepersekian detik. Bahkan jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan anak kunci untuk membuka gagang pintu (belum lagi kalau ada masalah seperti berkarat atau retak dan sebagainya).
Perbedaan waktunya hanya sebentar. Tapi buat anda yang punya mobilitas tinggi, tentu ini sangat bermanfaat. Karena waktu adalah uang. Begitu, bukan?
2. Kontrol Jarak Jauh
Jika smart door lock yang anda pilih memiliki fitur WiFi, bisa diakses dari jarak jauh. Anda hanya perlu mendownload aplikasi yang sesuai dan aktifan buka-kunci pintu dari aplikasi tersebut.
Fitur ini bisa berguna untuk kebutuhan seperti memberikan akses pada orang jika mendesak. Namun, juga perlu bijak.
3. Tidak Khawatir Kehilangan Kunci
Bahkan ponsel anda bisa menjadi kunci untuk membuka smart door lock. Kalaupun kartu “kunci:” hilang, anda bisa memasukkan password. Ada banyak pilihan untuk membuka-kunci pintu.
Bandingkan dengan kunci konvensional. Tidak ada cara lain untuk membuka pintu selain dengan anak kunci. Kalau anak kunci hilang dan tidak ada serep nya, tidak akan bisa membuka kunci.
4. Desain Futuristik dan Mewah
Soal ini, sebenarnya selera. Bahkan banyak kolektor dan orang-orang kaya lebih suka desain kunci pintu konvensional. Apalagi kalau punya nilai historis.
Tapi kembali lagi. Dengan semakin banyaknya developer mengusung konsep smart home, rumah-rumah di Indonesia akan kebanjiran desain modern. Desain ini memang paling cocok disandingkan dengan smart door lock.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Jujur saja, smart door lock merupakan pilihan paling realistis saat ini dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Meski, penggunaan kunci konvensional bukannya ketinggalan zaman.
Bahkan, smart door lock juga punya kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah penanganan, tujuan rumah yang cerdas dan aman bisa gagal.
1. Potensi Hacker
Wireless atau nirkabel pada intinya mengirimkan perintah berupa data lewat gelombang radio. Gelombang ini adanya di udara dan tidak terlihat.
Adanya halangan seperti tangan atau benda mungkin bisa mempengaruhi kinerjanya (data tidak sampai jadi pintu tidak bisa dibuka).
Tapi yang paling mengerikan, halangan atau disebut interferensi ini datang dari orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka merekayasa jalur pengiriman dan membuat data kita malah sampai ke server mereka. Data bisa disalahgunakan untuk kejahatan. Ya, inilah yang disebut hacker.
2. Ketergantungan Baterai
Kebanyakan smart door lock menggunakan baterai sebagai sumber daya. Masalahnya, baterai bisa habis kapan saja dan kita tidak mengetahuinya. Akibatnya, pintu tidak akan bisa terbuka.
Namun sebenarnya ini masalah kecil. Ukuran baterai AA diketahui bisa bertahan lebih dari 1 tahun. Pun begitu, kebanyakan produsen masih menyediakan slot kunci konvensional untuk menghindari masalah ini.
3. Instalasi Khusus
Sebagai kepala rumah tangga, bapak-bapak dituntut untuk bisa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah. Termasuk mengganti slot atau gagang kunci rumah.
Masalahnya, smart door lock tidak bisa sembarangan pasang. Gagang pintu tidak dipasang menggunakan baut layaknya pintu konvensional. Karenanya, butuh teknisi khusus yang biasanya disediakan produsen.
Kalau terjadi kerusakan, anda harus memanggil kembali teknisi tersebut. Mungkin akan memakan waktu. Dan akan bermasalah kalau mobilitas anda cukup tinggi.
Standar Teknis Sertifikasi DJID
Seperti dijelaskan di awal, semua manufaktur, p[odusen, distributor maupun importir yang mau menjual smart door lock di Indonesia harus melakukan prose sertifikasi DJID.
Ini adalah serangkaian proses untuk mendapatkan sertifikat DJID atas produk tersebut. Sertifikat khusus tipe atau model tertentu. Beda tipe atau model, butuh sertifikat lain.
Salah satu rangkaian prosesnya adalah pengujian produk. Pada intinya, ini adalah proses untuk memastikan fitur wireless pada smart door lock sesuai ketentuan di Indonesia.
Setiap teknologi memiliki acuan yang dinamakan standar teknis. Karena smart door lock umumnya menggunakan Bluetooth dan RFID, kami akan jelaskan dua standar teknis pengujian teknologi-teknologi tersebut.
1. Bluetooth
Dalam regulasi di Indonesia,perangkat atau alat dengan fitur Bluetooth dikategorikan sebagai Short Range Device atau SRD.
Pada intinya, ini adalah perangkat dengan kemampuan telekomunikasi jarak pendek. Dan Bluetooth adalah salah satu teknologi yang mendukungnya.
Ketika diuji, alat atau perangkat SRD mengacu pada standar teknis Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.
2. RFID
Sama seperti Bluetooth, produk dengan fitur RFID atau Radio Frequency Identification dikategorikan sebagai SRD. Jadi, standar teknis yang digunakan sama saja. Meski begitu, di dalam standar teknis ini, terdapat ketentuan untuk masing-masing Bluetooth dan RFID.
Sebagai informasi, RFID adalah sistem identifikasi objek menggunakan gelombang radio tanpa memerlukan kontak fisik. Lebih jelasnya, anda bisa membaca artikel kami tentang apa itu RFID.
Pengujian Electrical Safety
Ada tiga jenis pengujian dalam standar teknis SRD, yakni electrical safety, electromagnetic compatibility atau EMC, serta radio frekuensi atau RF.
Pengujian electrical safety intinya memastikan isolasi smart door lock bekerja maksimal. Parameter yang diukur adalah tegangan berlebih dan arus bocor.
Produk harus memenuhi ketentuan dalam:
- SNI IEC 60950-1:2016
- SNI IEC 62368-1:2014
- SNI 04-6253
- IEC 62368-1
- IEC 60950-1
- IEC 60065
- Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
Pengujian EMC
Pengujian EMC dilakukan untuk memastikan sistem elektromagnetik produk, dalam hal ini penggunaan gelombag radio, tidak mengganggu kinerja perangkat lainnya. Begitu juga sebaliknya.
Dalam standar teknis SRD, parameter pengujiannya, produk harus memenuhi ketentuan dalam:
- SNI IEC CISPR 32:2015
- IEC CISPR 32
- Salah satu seri ETSI EN 301 489
Pengujian Radio Frekuensi (RF)
Seperti dijelaskan, persyaratan Bluetooth dan RFID dalam standar teknis SRD berbeda. Juga tergantung produk apa yang akan disertifikasi DJID.
Untuk Bluetooth pada smart door lock, kebanyakan menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Ada tiga parameter utama yang dinilai, yakni rentang frekuensi, output power, dan spurious emission. Ketentuannya sebagai berikut:
| Rentang Frekuensi | Output Power | Spurious Emission | Metode Pengujian |
| 2400 – 2483.5 MHz | < 20 dBm EIRP | Sesuai yang tertera dalam ETSI EN 300 328 | Sesuai yang tertera dalam ETSI EN 300 328 |
Pada pengujian RFID smart door lock, parameter yang diuji juga sama. Ketentuannya sebagai berikut:
| Rentang Frekuensi | Output Power | Spurious Emission | Metode Pengujian |
| 13.553 – 13.567 MHz | ≤ 94 dBµV/m | Sesuai yang tertera dalam EN 302 291 dan EN 300 330 | Sesuai yang tertera dalam EN 302 291 dan EN 300 330 |













