Smart Wall Switch: Pengertian Manfaat dan Syarat Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi smart wall switch.

Pernah lupa mematikan lampu saat bepergian jauh berhari-hari? akhirnya tagihan listrik membengkak dan anda boncos.

Masalah ini bisa diselesaikan oleh smart wall switch. Ini adalah sakelar pintar yang bisa anda operasikan dari jarak jauh. Jadi walaupun beda kota bahkan negara, anda tetap bisa menyala-matikan lampu sesuai kebutuhan.

Bahkan dengan perangkat ini, anda bisa mengatur kapan lampu tersebut menyala dan mati. Ini lebih mengesankan lagi karena anda benar-benar tidak perlu melakukan tindakan apapun.

Teknologi ini berkembang seiring masifnya Internet of Thing (IoT) yang salah satunya diaplikasikan dalam sistem smart home. Sistem canggih memanfaatkan koneksi nirkabel untuk memudahkan kehidupan.

Tapi jangan lupa, buat produsen, importir atau distributor perangkat tersebut, lakukan kewajiban sertifikasi DJID.

Hal ini mengingat perangkat tersebut memanfaatkan koneksi nirkabel. Tujuannya, supaya aman digunakan dan tidak mengganggu perangkat nirkabel lainnya ketika digunakan. Yang paling penting, anda akan terhindar dari resiko melanggar hukum.

Apa Itu Smart Wall Switch?

Smart wall switch adalah saklar pintar yang sebagai media pengoperasionalan alat elektronik seperti lampu, AC, kipas angin, dan lain sebagainya.  

Tapi karena kebanyakan saklar digunakan untuk menyala-matikan lampu, alat ini juga biasanya untuk operasional lampu.

Seperti dijelaskan, ini adalah versi modern dari sakelar. Untuk memati-nyalakan lampu, biasanya kita perlu menekan saklar ke posisi yang sesuai. Tapi dengan smart wall switch, kita bisa melakukannya lewat aplikasi pada ponsel. 

Meski juga tetap bisa dilakukan secara manual. Namun, biasanya tombolnya lebih ringkas. Bahkan, ada yang bisa dilakukan tanpa sentuhan (dengan sensor).

Bagaimana Cara Kerjanya?

Kebanyakan peralatan dengan embel-embel “Smart” (termasuk smart remote tv hingga perangkat TPMS), itu beroperasi dengan sistem wireless atau nirkabel (tanpa kabel).

Koneksinya menggunakan sistem elektromagnetik yang merambat di udara seperti gelombang radio, gelombang cahaya, gelombang suara, dan lain sebagainya.

Untuk smart wall switch, umumnya menggunakan gelombang radio. Sinyal perintah ditransmisikan lewat frekuensi radio tertentu.

Perangkat ini perlu dipasang dan dihubungkan ke teknologi nirkabel seperti WiFi atau Bluetooth. Fitur nirkabel dari Smart Wall Switch tersebut diaktifkan lewat aplikasi.

Jika sudah, pastikan wifi anda tetap menyala dan anda memiliki jaringan internet di ponsel untuk menjalankan aplikasi.

Buka aplikasi dan berikan perintah khusus. Misalnya, anda mau menyalakan atau mematikan lampu. Tinggal tekan tombol virtual yang ada di dalam aplikasi.

Perintah berupa data digital tersebut kemudian ditransmisikan lewat gelombang radio protokol jaringan nirkabel. Biasanya memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz.

Sinyal lau ditangkap oleh smart wall switch dan diubah menjadi sinyal listrik kemudian diterjemahkan sesuai perintah. Kalau menyalakan lampu, energy listrik akan disalurkan ke lampu. Kalau mematikan, berarti listrik diputus.

Manfaat yang Bisa Dirasakan

Di awal kami sudah jelaskan, semua home appliances dengan embel-embel “smart” di depannya, tujuan dibuatnya tak lain dan tak bukan adalah untuk memudahkan kehidupan manusia.

Hidup sudah ruwet dengan berbagai masalah. Jangan ditambah hal sepele seperti sekedar lupa memati-nyalakan lampu. 

Tapi, itu hanya garis besar. Banyak yang tidak menyadari manfaat smart wall switch lebih dalam. Beberapa hal ini mungkin akan mengubah sudut pandang anda.

1. Hemat Energi

Tulisan ini dibuat dengan hook boros listrik karena lupa mematikan lampu. Dan, ya, penggunaan smart wall switch benar-benar bisa meminimalisir hal tersebut.

Anda bisa memprogram kapan peralatan elektronik di rumah menyala dan mati. Jadi, tidak perlu khawatir listrik terbuang percma.

2. Mencegah Kebakaran

Masalahnya, lampu atau alat elektronik rumah tangga lain yang terus-menerus menyala bisa panas. Kabel bisa hangus dan terbakar. Alhasil, arus pendek terjadi dan membahayakan karena jadi penyebab kebakaran.

Jadi, dengan mengatur kapan peralatan elektronik di rumah anda menyala dan mati, bisa mencegah hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Bahkan, bisa bikin alat elektronik jadi lebih awet.

3. Desain Futuristik 

Poin ini sangat subjektif. Tapi seiring berkembangnya desain modern minimalis rumah, penggunaan smart wall switch akan sangat cocok dengan konsep tersebut.

Kalau tidak percaya, coba cari perangkat ini di internet dan lihat mayoritas desainnya. Simpel dan elegan tapi tidak menghilangkan fungsi utamanya.

Kalau anda suka dengan konsep desain seperti ini, sangat cocok. Tapi kalau anda memang suka desain klasik, perangkat ini mungkin bukan jawaban.

Fitur Penting

Perlu diketahui, di pasaran ada banyak jenis smart wall switch. Biasanya dibedakan berdasarkan dua fitur penting berikut ini:

1. Jumlah Saklar (Gang)

Gang adalah jumlah saluran listrik dari perangkat elektronik yang bisa terhubung ke saklar pintar. Biasanya berjumlah 1 hingga 3. Artinya, kalau dipasang di lampu, anda isa menyalakan 1, 2 bahkan 3 lampu sekaligus dengan 1 saklar.

2. Manual Override

Beberapa smart wall switch didesain sebagai hub atau server terminal. Pusat kendalinya ada di aplikasi. Jenis seperti ini biasanya tidak disertai dengan kemampuan sebagai saklar manual.

Tapi, lebih banyak yang punya fitur manual override. Artinya, anda tetap bisa mengoperasikan saklar layaknya saklar konvensional. Pemilihan antara keduanya tergantung kebutuhan dan kenyamanan anda.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Instalasi

Karena berhubungan dengan instalasi listrik, pemasangan smart wall switch perlu dilakukan dengan benar dan hati-hati.

1. Harus Terhubung ke Jalur Kabel Netral

Yang pertama, hampir semua jenis di pasaran mensyaratkan adanya jalur kabel netral. Ini adalah jalur kabel yang tidak dialiri listrik.

Perlu diketahui, pada saklar konvensional, jalur kabel netral biasanya tidak ada. Karena saklar konvensional hanya bertindak sebagai jembatan pemutus atau penyambung arus listrik.

Pada smart wall switch, perangkat ini butuh daya listrik terus menerus untuk fitur nirkabelnya sehingga memungkinkan menerima perintah kapanpun.

Disisi lain, tidak mungkin anda menyalakan bohlam lampu terus menerus, bukan? Karena itu, jalur kabel netral dibutuhkan supaya arus listrik tetap bisa mengalir ke saklar meskipun bohlam lampu mati.

2. Matikan MCB

Memasang perangkat apapun yang terhubung k e jalur kabel secara langsung memang baiknya mematikan MCB terlebih dahulu supaya aman.

3. Disarankan Dilakukan oleh Tukang Listrik

Ini yang paling penting. Kalau anda tidak biasa dengan sambungan kelistrikan, lebih baik pemasangan smart wall switch dilakukan oleh tukang listrik.

Sebagai gambaran, untuk mengubah saklar konvensional menjadi saklar pintar, anda harus membongkar rangkaian. Di dalamnya terdapat beberapa jalur kabel.

Untuk memeriksa apakah jalur kabel tersebut adalah jalur fasa/api atau jalur netral, kita butuh tespen. Alat ini adalah standar pertukangan kelistrikan. 

Kalau tidak pakai alat ini, akan bingung menentukannya. Di sisi lain kalau salah pasang, smart wall switch tidak akan berfungsi atau bahkan potensi arus pendek.

Teknologi Nirkabel yang Digunakan

Kami sudah sebutkan sebelumnya kalau kebanyakan smart wall switch yang beredar di pasaran menggunakan teknologi nirkabel Bluetooth dan Wifi.

Dua teknologi ini dinilai lebih simple karena anda tidak membutuhkan hub/gateway tambahan seperti pada Zigbee dan teknologi semacamnya.

Perbedaan, WiFi menggunakan protokol internet, sementara Bluetooth tidak. Artinya, kalau anda menggunakan smart wall switch Bluetooth, hanya bisa dari jarak dekat (meskipun tetap nirkabel).

Sementara kalau pakai WiFi, pastikan router anda tetap menyala (dan langganan tetap berlaku). Ponsel anda sebagai operator juga perlu dipastikan terhubung ke internet (pastikan kuota internet berlaku).

Kalau dua-duanya sudah terhubung ke jaringan internet, mau dari manapun, anda bisa mengoperasikan smart wall switch ini.

Kenapa Wajib Sertifikasi DJID?

Jawabannya sederhana, karena koneksi nirkabel yang digunakan. Koneksi nirkabel seperti Bluetooth dan Wifi menggunakan gelombang radio untuk beroperasi. Gelombang radio sendiri merupakan salah satu sistem elektromagnetik.

Sementara semua perangkat yang bisa terkoneksi menggunakan sistem elektromagnetik (disebut alat/perangkat telekomunikasi), wajib melakukan sertifikasi DJID.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

Syarat Teknis Yang Harus Dipenuhi

Dalam sertifikasi DJID, intinya perangkat Smart Wall Switch yang mau anda jual di Indonesia harus memenuhi ketentuan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Dalam hal ini, ketentuan ditetapkan oleh Direktorat Infrastruktur Digital (DJID, karena itu disebut Sertifikasi DJID), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Produk akan diuji. Pengujian dilakukan di Balai Uji yang ditetapkan DJID. Penguji akan mengacu ke standar teknis. Standar teknis ini berisi syarat spesifikasi produk yang mau dijual di Indonesia.

1. Standar Teknis

Standar teknis biasanya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi (fitur nirkabel). Tapi ada juga yang dikelompokkan berdasarkan jenis produk.

Kareena Smart Wall Watch umumnya pakai Bluetooth dan Wifi, kami hanya akan menjelaskan dua standar teknis teknologi tersebut.

Untuk standar teknis Bluetooth, tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Device (SRD).

Perangkat dengan fitur Bluetooth dikategorikan sebagai SRD karena memungkinkan koneksi secara nirkabel dari jarak pendek.

Sementara Standar Teknis Wifi diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.

Baik Bluetooth maupun WiFi, sama-sama menggunakan gelombang radio untuk beroperasi. Syarat pemanfaatannya kami jelaskan di poin selanjutnya.

2. Syarat Fitur Bluetooth

Untuk fitur Bluetooth, setiap produk yang menggunakannya wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut sesuai ketentuan standar teknis:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
2400 – 2483,5 MHz< 20 dBm EIRPMemenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)

3. Syarat Fitur Wifi

Sama seperti Bluetooth, WiFi juga punya persyaratan operasional. Hal ini tertuang dalam standar teknis yang kami sebutkan sebelumnya, yakni sebagai berikut:

Rentang FrekuensiLebar PitaSaluran
2400 – 2483,5 MHz20 MHz1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment