Timbangan Digital Bluetooth Bantu Ukur Komposisi Tubuh: Wajib Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Salah satu contoh timbangan digital bluetooth.

Tubuh terdiri dari banyak komposisi yang bisa menunjukkan tingkat kesehatan kita. Tapi, banyak orang yang menganggap bahwa berat badan yang besar sudah pasti tidak sehat.

Masalahnya, timbangan konvensional mendukung asumsi tersebut. Nyatanya, berat badan atau massa tubuh seseorang tidak melulu menentukan kesehatan.

Misalnya begini. Ada orang yang punya berat seperti jauh dari kondisi idealnya (memperimbangkan tinggi badannya). Tapi, ternyata massa otot orang tersebut besar terlihat dari bentuk badannya.

Artinya, yang membuat berat badannya itu terlihat berat, ya, karena ototnya, bukan lemak. Sementara massa otot yang besar (tapi tidak melebihi batas normal), justru baik untuk kesehatan.

Tapi tentu beda cerita jika yang menimbang badannya besar karena tumpukan lemak menggelambir. Kalau seperti itu, jelas tidak sehat.

Karena itu, kita tidak bisa mengandalkan berat badan. Timbangan konvensional tidak bisa jadi acuan. Lebih akurat jika kita menggunakan timbangan digital bluetooth, atau bisa disebut timbangan pintar.

Jenis timbangan seperti ini tidak hanya menampilkan berat badan, tapi juga komposisi tubuh kita secara lengkap. Kami akan jelaskan disini.

Selain itu, karena menggunakan koneksi Bluetooth, timbangan ini wajib melakukan proses sertifikasi DJID. Penjelasan persyaratan teknisnya juga akan kami sampaikan disini.

Apa Itu Timbangan Digital Bluetooth?

Timbangan digital Bluetooth adalah jenis timbangan dengan layar digital dimana hasil timbang bisa ditransmisikan ke ponsel melalui fitur Bluetooth.

Secara bentuk dan fungsi, sama saja dengan timbangan konvensional. Bedanya, seperti yang kami jelaskan di atas, timbangan ini bisa mengukur komposisi tubuh, bukan hanya berat badan.

Bagaimana Caranya Mengukur Komposisi Tubuh?

Disini rahasianya. Timbangan digital Bluetooth menggunakan sistem yang dinamakan Bioelectrical Impedance Analysis atau BIA.

Ketika kita menginjak timbangan, alat tersebut mengirimkan listrik yang sangat kecil ke telapak kaki sehingga tidak terasa, lalu masuk ke dalam tubuh.

Listrik kemudian mengalir di setiap komposisi tubuh kita. Di lemak, otot, darah, tulang, dan lain sebagainya.

Di setiap komposisi tubuh, listrik akan melambat. Atau biasa disebut terkena hambatan. Nah, dari hambatan inilah komposisi tubuh anda bisa terbaca.

Misalnya di otot yang mengandung banyak air, listrik akan mengalir cepat karena air mampu menghantarkan listrik dengan baik.

Jika kecepatan listrik yang cepat ini terbaca lebih banyak oleh timbangan, berarti masa otot tubuh anda juga besar.

Sebaliknya, lemak mengandung sedikit air sehingga listrik juga akan terhambat. Jika kecepatan listrik yang rendah ini terbaca di banyak titik di tubuh anda, maka timbangan menampilkan massa lemak tubuh yang besar.

Peran Koneksi Bluetooth

Yang jadi pertanyaan, apa peran koneksi Bluetooth? jawabannya untuk mengirimkan data-data komposisi tubuh anda tersebut ke aplikasi di ponsel.

Setiap brand timbangan digital Bluetooth memiliki aplikasi. Anda perlu mengunduhnya. Setelah itu, nyalakan Bluetooth ponsel anda dan pastikan Bluetooth timbangan menyala.

Setiap merek memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengaktifkan Bluetooth pada tmbanga digital. Ada yang harus menekan tombol, ada yang menyala otomatis ketika ada beban, atau memang menyala terus menerus.

Tambahkan timbangan digital sebagai alat yang digunakan dalam aplikasi tersebut. Setelah itu, pairing dengan menekan nama alat untuk mengkoneksikan dengan ponsel.

Jika sudah, timbangan digital Bluetooth anda sudah terhubung dengan aplikasi di ponsel. Ketika menimbang, data-data akan ditransmisikan lewat frekuensi gelombang radio yang digunakan Bluetooth (biasanya 2,4 GHz).

Data dalam bentuk digital diubah oleh timbangan menjadi sinyal radio agar bisa ditransmisikan lewat gelombang radio.

Sinyal ini kemudian ditangkap oleh ponsel anda lalu diubah lagi menjadi data digital agar bisa ditampilkan dalam layar.

Fitur Lain yang Tersedia

Selain mengukur komposisi tubuh, timbangan digital Bluetooth juga memiliki fitur lain yang bermanfaat. Berikut di antaranya:

1. Pengukuran BMI

BMI atau Body Mass Index sebenarnya sama saja seperti komposisi tubuh. Bedanya, data ini diolah lebih lanjut untuk mengukur tingkat gizi tubuh anda.

Rentangnya antara 18,5 sampai 25. Kurang dari 18,5, tubuh dianggap kurang gizi. Sementara lebih dari 25 sebaliknya, atau biasa disebut obesitas.

Perhitungan ini memang masih digunakan banyak analis kesehatan. Namun dengan catatan, untuk kondisi tubuh normal (tidak ada salah satu atau beberapa komposisi massa tubuh yang berlebihan).

Jika kasusnya seperti yang sudah kami contohkan (berat badan besar karena massa otot), perhitungan ini kurang akurat.

2. Mengukur Umur Biologis

Fitur ini dinilai jauh lebih bermanfaat ketimbang BMI. Dengan data-data tubuh seperti tinggi badan, usia dan jenis kelamin yang sudah anda masukkan ketika membuat akun di aplikasi, ia akan menyingkronkannya dengan data komposisi tubuh hasil timbangan.

Dari situ, aplikasi akan membandingkan usia anda sebenarnya dengan usia biologis berdasarkan komposisi tubuh.

Maksudnya begini, misalnya usia anda saat ini 30 tahun. Setelah menimbang, anda dianggap mengalami obesitas. 

Orang yang obesitas biasanya gerak tubuhnya melambat, bukan? Kondisi seperti ini sama seperti orang usia lanjut, katakanlah di atas 50 tahun.

Dengan kondisi seperti ini, maka usia biologis tubuh anda sebenarnya adalah di atas 50 tahun meski usia aslinya baru 30 tahun.

Tapi tenang, usia biologis bisa diubah. Tidak seperti usia asli. Caranya? tentu dengan olahraga dan makan makanan bergizi serta pola hidup yang teratur.

3. Integrasi Data Kesehatan

Buat anda yang familiar dengan aplikasi kesehatan seperti Apple Health dan Google Fit, data dari aplikasi bawaan timbangan digital Bluetooth ini bisa disinkronkan.

Atau jika anda memantau kesehatan dari aplikasi bawaan rumah sakit tertentu (atau punya pemerintah) dan harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter, beberapa aplikasi dari brand timbangan juga bisa menyinkronkan datanya.

Agar Timbangan Tetap Akurat

Layaknya peralatan digital lain, ada kalanya ketepatan pengukuran timbangan digital Bluetooth kurang akurat. Hal ini wajar mengingat beban yang tiap hari mereka ukur. Akibatnya, komponen internal seperti sensor tidak lagi bekerja optimal.

Untuk memastikan akurasi timbangan digital, beberapa hal ini perlu dilakukan:

1. Kalibrasi

Proses untuk mereset sistem agar tetap sesuai dengan baseline (acuan pengukuran, biasanya bawaan pabrik). Langkah kalibrasi timbangan serta kapan melakukannya biasanya diberikan panduan oleh pabrikan.

2. Gunakan di Permukaan yang Datar

Permukaan yang rata membuat gaya gravitasi bekerja penuh pada titik tumpu timbangan. Artinya, massa tubuh anda diukur secara maksimal sehingga pengukuran akurat.

3. Suhu yang Ideal

Timbangan bekerja menggunakan sensor. Komponen ini sangat sensitif terhadap suhu. Semakin ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), pembacaan jadi tidak akurat.

Wajib Sertifikasi DJID

Seperti dijelaskan di awal, timbangan digital Bluetooth wajib disertifikasi DJID, atau nama resminya sertifikasi alat telekomunikasi dan/atau perangkat telekomunikasi.

Bukan karena timbangan bisa digunakan menelepon/berkomunikasi seperti ponsel, tapi karena ada fitur Bluetooth di dalamnya.

Bluetooth membuat timbangan bisa terhubung dengan ponsel via aplikasi. Dengan kata lain, timbangan bisa berkomunikasi dengan ponsel. Sistem ini disebut telekomunikasi. Dengan kata lain, timbangan digital Bluetooth masuk kategori alat telekomunikasi.

Sementara semua alat/perangkat telekomunikasi wajib melakukan sertifikasi DJID. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024.

Siapa yang mengajukan permohonannya? pihak yang bertanggungjawab terhadap peredarannya di Indonesia. Bisa produsen/manufaktur lokal atau importir/distributor dari pabrik/merek luar negeri.

Syarat Spesifikasi Bluetooth

Dalam proses sertifikasi DJID, produk akan diuji. Pengujian dilakukan terhadap fitur Bluetooth dan komponen yang terkait dengan sistem telekomunikasinya.

Produk harus memenuhi persyaratan yang tertera dalam regulasi atau dikenal dengan standar teknis. Regulasi ini biasanya mengatur tiap teknologi telekomunikasi. Atau, dibedakan berdasarkan kelompok alat/perangkat.

Untuk timbangan digital Bluetooth, atau produk lain yang punya fitur Bluetooth, pemenuhan persyaratannya mengacu pada menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 260 Tahun 2024.

Dalam regulasi tersebut, ada dua jenis pengujian yang wajib dilakukan pada produk timbangan digital Bluetooth, yakni Pengujian Radio Frekuensi (RF) dan Electromagnetic Compatibility (EMC). Setiap jenis pengujian, punya parameter persyaratannya.

1. Pengujian RF

Pengujian ini dilakukan untuk menilai kinerja Bluetooth pada timbangan. Berdasarkan standar teknis, timbangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
2400 – 2483,5 MHz< 20 dBm EIRPMemenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)

2. Pengujian EMC

Pengujian EMC dilakukan untuk menilai ketahanan produk di lingkungan elektromagnetik.

Dalam artian, kinerja Bluetooth produk tidak boleh terpengaruh signifikan ketika beroperasi di dekat produk yang sama-sama sedang mengoperasikan Bluetooth atau teknologi yang memanfaatkan sistem elektromagnetik lainnya.

Begitupun sebaliknya. Timbangan digital tidak boleh mempengaruhi kinerja produk lain ketika fitur bluetooth aktif.

Berdasarkan standar teknis, produk harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam:

  • SNI IEC CISPR 32:2015
  • IEC CISPR 32
  • Salah satu seri ETSI EN 301 489

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment