Apa Itu Telekomunikasi? Ini Penjelasannya

M. Fakhri Adzhar

Terminologi

Menara jaringan seluler. Ini penjelasan tentang apa itu telekomunikasi.

Sebagai penyedia jasa Sertifikasi DJID, atau nama resminya Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi, Dimulti Indonesia masih sering mendapatkan pertanyaan dari calon klien terkait apa itu telekomunikasi.

Biasanya, mereka datang dan bertanya apakah produk yang mau mereka jual termasuk alat/perangkat telekomunikasi.

Setelah kami jelaskan, banyak yang masih bingung karena membandingkan produk mereka dengan alat komunikasi konvensional seperti telepon atau ponsel. Padahal, alat/perangkat telekomunikasi tidak terbatas itu saja.

Kami akan menjelaskan apa itu telekomunikasi disini sekaligus menjawab pertanyaan tersebut secara  lebih lengkap dan mudah dipahami.

Apa Itu Komunikasi?

Telekomunikasi sebenarnya adalah salah satu jenis komunikasi. Namun, yang berkomunikasi bukanlah manusia, melainkan alat atau perangkat.

Sementara komunikasi adalah proses penyampaianan pesan dari pengirm ke penerima. Proses ini bisa dilakukan secara langsung maupun media. Nah, salah satu medianya adalah alat/perangkat telekomunikasi.

Banyak ahli yang berkecimpung di bidang komunikasi menjelaskan, komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang untuk menyampaikan rangsangan atau lambing-lambang verbal untuk mengubah perilaku seseorang.

1. Jenis Komunikasi

Jenis komunikasi ada banyak, tergantung kita melihat dari sudut pandang mana. Namun secara umum, bisa dibagi menjadi empat jenis.

Pertama, komunikasi verbal. Yakni jenis komunikasi secara langsung menggunakan kata-kata secara lisan maupun tulisan.

Kedua, komunikasi non-verbal, yakni jenis komunikasi tanpa menggunakan bahasa verbal. Bisa menggunakan gerak tubuh atau ekspresi wajah.

Selanjutnya, komunikasi tertulis. Seperti namanya, ini adalah jenis komunikasi menggunakan tulisan. Artikel yang sedang anda baca ini juga termasuk komunikasi tertulis. Dan sesuai prediksi anda, ini termasuk komunikasi verbal.

Terakhir, komunikasi visual. Intinya, ini adalah jenis komunikasi menggunakan format gambar. Baik itu foto, video, grafik, dan lain sebagainya. Dan, ya, ini juga termasuk komunikasi verbal.

2. Tujuan Komunikasi

Apapun jenis komunikasinya. Bagaimanapun cara penyampaiannya. Apapun media yang digunakan. Tujuan komunikasi adalah menimbulkan kesepahaman.

Setelah itu, akan mempengaruhi orang yang mendapatkan informasi untuk melakukan sebuah aksi atau sikap. Dari sini, baru tujuan seperti membangun hubungan, membangun citra, memecahkan masalah, dan lain sebagainya, bisa dicapai.

Apa Itu Telekomunikasi?

Dari penjelasan di atas kita bisa memahami apa itu telekomunikasi. Bahwasannya, ini adalah jenis komunikasi yang memanfaatkan media.

Lantas, media apa yang digunakan? Sistem elektromagnetik. Sistem elektromagnetik sendiri merupakan sebuah sistem hubungan antara listrik dan medan magnet. 

Jadi, yang dimaksud dengan apa itu telekomunikasi adalah sistem komunikasi memanfaatkan sistem elektromagnetik.

Informasi dikirimkan melalui alat/perangkat telekomunikasi dan diterima oleh alat/perangkat telekomunikasi lainnya.  

Sementara alat/perangkat telekomunikasi adalah semua alat/perangkat yang menggunakan sistem elektromagnetik untuk berkomunikasi. Bukan hanya sistem komunikasi konvensional seperti ponsel.

Di Indonesia, peredaran alat/perangkat telekomunikasi diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.

Sesuai dengan nama regulasi tersebut, setiap produk telekomunikasi wajib memiliki sertifikat alat/perangkat telekomunikasi.

Saat ini, penyelenggara sertifikasi tersebut dilakukan oleh Direktorat Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Sesuai dengan nama penyelenggara sertifikasi, maka proses ini dikenal dengan Sertifikasi DJID. Sementara sertifikatnya dikenal juga dengan nama sertifikat DJID.

Pihak yang bertanggung jawab terhadap peredaran produk tersebut di Indonesia wajib mengajukan permohonan sertifikasi DJID. Ia juga yang menjadi pemegang sertifikat DJID.

Sejarah Telekomunikasi

Saat ini, sistem telekomunikasi dimanfaatkan untuk komunikasi jarak jauh. Meski ada juga alat/perangkat telekomunikasi yang hanya bisa digunakan jarak dekat. Ini kita bahas nanti.

Intinya, sistem telekomunikasi dibuat untuk memudahkan manusia berkomunikasi. Kita tak perlu langsung menghampiri orang yang akan kita berikan informasi. Cukup dari jarak jauh.

Konsep ini sebetulnya sudah ada sejak zaman kuno. Dahulu orang-orang menggunakan drum dan sinyal asap untuk mengirim pesan jarak jauh. Muncul juga sistem komunikasi seperti semaphore yang bisa memberikan sinyal atau tanda dari kejauhan.

Tapi, tentu saja sistem seperti ini punya kelemahan. Yakni kita tidak mengetahui detail informasi yang dikirimkan. Akibatnya, respon orang yang menerima informasi ini bisa salah.

Sistem telekomunikasi modern diketahui bermula dari penemuan telegraf listrik pada tahun 1838 oleh Andre-Marie Ampere. Namanya pun dijadikan satuan dalam sistem kelistrikan.

Sistem ini dapat mengirimkan nada jarak jauh. Pesan dapat dikirimkan dengan mengubah durasi dan waktu nada tersebut. Sistem ini kemudian dikenal sebagai kode Morse. Telegraf semakin tersebar luas dan meletakkan dasar telekomunikasi modern.

Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menemukan telepon, yang memungkinkan transmisi suara jarak jauh. Berbeda dengan telegraf yang mengirimkan kode, telepon mengirimkan suara sehingga informasi menjadi lebih jelas.

Saat itu, sistem telepon tidak real time seperti sekarang. Jadi, masih ada gap waktu yang riskan diintervensi. Apalagi saat itu masih zaman perang.

Pada tahun 1893, Nikola Tesla menjadi orang pertama yang mengirimkan data secara nirkabel menggunakan gelombang radio. Teknologi ini menjadi landasan penyiaran radio jarak jauh.

Berbeda dengan sistem telepon, penggunaan gelombang radio membuat informasi disampaikan secara real time. Lebih aman dan cepat. Namun, tetap memiliki resiko interferensi.

Tahun-tahun selanjutnya adalah penyempurnaan teknologi yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, juga pembuktian konsep dan peningkatan infrastruktur yang membentuk sistem telekomunikasi canggih hingga saat ini.

Sistem Elektromagnetik

Kami jelaskan lebih lanjut tentang sistem elektromagnetik di sini. Prinsipnya, sistem elektromagnetik memungkinkan komunikasi melalui gelombang yang merambat di udara dengan kecepatan 300.000 km/s atau kecepatan cahaya.

Ada banyak jenis gelombang, atau disebut juga dengan spektrum elektromagnetik. Beberapa gelombang elektromagnetik ini bisa dilihat oleh mata. Contohnya cahaya tampak yang menghasilkan warna-warna Pelangi.

Namun, ada juga yang tidak terlihat. Salah satu contohnya adalah radio frekuensi yang biasa digunakan alat/perangkat telekomunikasi.

Kita dapat mengukur daya dari sistem elektromagnetik ini. Selain itu, juga frekuensi, yakni jumlah gelombang yang melewati titik tertentu dalam satu detik (diukur dalam siklus per detik atau Hertz).

Terakhir, kita juga dapat mengukur panjang gelombang, yakni jarak dari puncak satu gelombang ke puncak gelombang berikutnya (diukur dalam satuan meter).

Dari penjelasan di atas kita bisa melihat bahwa ada hubungan terbalik antara frekuensi dan panjang gelombang. Semakin besar frekuensi, semakin kecil panjang gelombangnya.

Jenis Sistem Elektromagnetik untuk Telekomunikasi

Sistem elektromagnetik memungkinkan komunikasi menggunakan kabel maupun nirkabel atau wireless. Dari berbagai jenis sistem elektromagnetik, berikut ini yang sering digunakan untuk alat/perangkat telekomunikasi.

1. Gelombang Radio

Pemanfaatan gelombang radio merupakan sistem telekomunikasi nirkabel yang paling banyak digunakan.

Informasi atau data ditransmisikan melewati jenis gelombang ini dan dikirimkan melalui radiasi di frekuensi tertentu dengan rentang antara 3 kHz hingga 3.000 GHz.

Bisa dilihat bahwa rentang frekuensi gelombang radio sangat luas. Karena itu, di dunia diatur alokasi penggunaannya.

Selanjutnya, setiap negara juga membuat regulasi untuk mengatur penggunaan frekuensi radio tersebut, termasuk di Indonesia.

Setiap frekuensi biasanya digunakan oleh jenis teknologi tertentu. Sebagai contoh, Bluetooth dan internet menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Kemudian NFC menggunakan frekuensi 13,56 MHz. Dan lain sebagainya.

Di Indonesia, setiap jenis teknologi ini diatur penggunaannya lewat regulasi yang disebut standar teknis.

Regulasi ini berkaitan erat Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengatur proses sertifikasi DJID secara umum. Sementara standar teknis mengatur spesifikasi teknologi telekomunikasi yang diterima di wilayah Indonesia.

Setiap pihak yang ingin mendistribusikan alat/perangkat telekomunikasi di Indonesia wajib memahami ini dan mengimplementasikan pada produk yang akan dijual.

2. Gelombang Mikro (Microwave)

Gelombang mikro frekuensinya lebih tinggi ketimbang gelombang radio. Gelombang ini sifatnya panas sehingga biasa dimanfaatkan oleh oven microwave untuk memanaskan makanan.

Meski begitu, sesuai dengan pembahasan ini, gelombang ini juga bisa digunakan untuk bertelekomunikasi. Tepatnya untuk teknologi satelit dan radar.

Sama seperti gelombang radio, penggunaan gelombang mikro juga diatur dalam regulasi standar teknis. Regulasinya juga dibuat berdasarkan teknologinya.

Sebagai contoh, dalam proses sertifikasi DJID teknologi microwave link secara umum diatur dalam standar teknis Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nomor 619 Tahun 2024.

Kemudian proses sertifikasi DJID radar, standar teknisnya mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan Informatika (Perdirjen SDPPI) Nomor 2 Tahun 2020.

3. Sistem Kabel

Terakhir, ada sistem kabel. Sistem yang secara umum paling tua digunakan untuk bertelekomunikasi.

Sistem ini membenamkan kabel dalam tanah, atau disebut juga dengan jaringan kabel. Umumnya merupakan jaringan kabel telepon.

Sistem kabel menghubungkan jaringan kabel tersebut ke terminal dan rumah atau tempat-tempat secara langsung.

Ada berbagai jenis kabel yang digunakan, antara lain kabel Twisted Pair (UTP/STP), kabel koaksial, dan kabel spiral.

Sementara jenis kabel yang paling baru dan tercepat untuk telekomunikasi yang digunakan saat ini adalah kabel serat optik.

Dasar-Dasar Sistem Telekomunikasi

Susunan sistem telekomunikasi sebetulnya tergantung dengan jenis sistem elektromagnetik yang digunakan. Namun, kami akan menjelaskan prinsip dasarnya.

1. Dupleks

Dupleks mengacu pada kemampuan saluran telekomunikasi untuk mengirim dan menerima data. Ada tiga jenis dupleks, yakni full dupleks, half dupleks dan simple dupleks atau simpleks.

Komunikasi full-dupleks memungkinkan data dikirim dan diterima secara bersamaan. Contohnya adalah telepon atau telepon seluler, di mana audio dikirim dan diterima secara bersamaan oleh kedua pengguna.

Komunikasi half-dupleks merujuk pada saluran yang dapat menerima dan mengirim data, tetapi tidak dapat melakukannya secara bersamaan. Contohnya adalah saluran push-to-talk, seperti walkie-talkie tradisional.

Di sini, pengguna bisa memilih untuk mengirim data atau menerima data. Namun, ketika mereka mengirim, mereka tidak dapat menerima data apa pun, atau sebaliknya.

Komunikasi simpleks berarti bahwa suatu saluran hanya dapat mengirimkan data satu arah. Contohnya adalah sensor suhu sederhana, yang melaporkan data suhu tetapi tidak dapat menerima komunikasi apa pun.

2. Jenis Sinyal

Dalam telekomunikasi, terdapat dua jenis sinyal utama: analog dan digital. Sinyal analog adalah sinyal kontinu.

Artinya, sinyal ini tidak memiliki diskontinuitas dan dapat mengirimkan informasi dengan tingkat detail yang lebih tinggi. Namun, sinyal analog rentan terhadap noise, distorsi, dan degradasi pada jarak jauh.

Sinyal digital adalah sinyal diskrit. Ini berarti bahwa sinyal digital dapat memiliki diskontinuitas. Sinyal digital kurang sensitif terhadap noise dan distorsi serta lebih mudah ditransmisikan jarak jauh.

Namun, sinyal digital membutuhkan bandwidth yang lebih tinggi untuk mengirimkan jumlah data yang sama seperti sinyal analog dan biasanya lebih kompleks untuk diproses.

3. Modulasi dan Multiplexing

Modulasi dan multipleksing adalah dua teknik yang membantu meningkatkan cara pengiriman aliran data.

Multiplexing memungkinkan beberapa sinyal data independen dikirim melalui satu saluran komunikasi.

Saat mengirim data, sinyal data individual digabungkan dengan beberapa cara menjadi satu aliran data tunggal. Di sisi penerima, aliran data kemudian diproses menjadi sinyal data individual.

Sementara modulasi melibatkan penyisipan sinyal data ke dalam sinyal pembawa. Dengan modulasi, sinyal data adalah sinyal frekuensi rendah yang berisi informasi yang akan ditransmisikan.

4. Sampling dan Bandwidth

Sampling digunakan untuk konversi sinyal analog ke sinyal digital. Proses ini melibatkan pengukuran bentuk gelombang analog pada interval waktu tertentu. Pengukuran diskrit ini kemudian dapat digunakan untuk membuat sinyal digital.

Sementara Bandwidth adalah rentang frekuensi maksimum suatu sinyal.

Kedua konsep ini penting dalam mengkonversi sinyal analog ke digital, dan memastikan bahwa saluran telekomunikasi diatur untuk mengirimkan informasi secara akurat.

5. Protokol Transport

Protokol transport adalah definisi formal tentang bagaimana komunikasi terjadi dalam sistem telekomunikasi. Ini mencakup sintaksis, aturan, dan sinkronisasi komunikasi.

Protokol transport sangat penting dalam banyak sistem telekomunikasi, karena menyediakan kerangka kerja umum untuk komunikasi.

Protokol ini juga biasanya bertujuan untuk mengatasi kekurangan atau masalah umum, seperti penanganan kesalahan, kehilangan data, dan kecepatan.

6. Noise atau Interferensi

Noise didefinisikan sebagai segala gangguan dalam transmisi informasi yang menurunkan kualitas informasi.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, seperti transmisi yang saling bersaing, atau kebisingan atmosfer.

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment