Sertifikasi DJID Perangkat Free Space Optic (FSO), Ini Ketentuannya

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi transmisi gelombang cahaya, sistem yang dipakai perangkat free space optic.

Cahaya bisa jadi media transmisi data yang bisa digunakan manusia. Ya, serius. Ternyata cahaya bukan hanya membantu menerangi kehidupan.

Perangkat Free Space Optic atau FSO adalah satu satu alat yang menggunakan prinsip tersebut. Bahkan, perangkat ini punya banyak keunggulan dibanding jenis sistem telekomunikasi lain.

Meski begitu, yang perlu diperhatikan adalah keamanan penggunaannya. Produsen, importir, distributor hingga pengguna harus aware terhadap keberadaan sertifikat produk telekomunikasi perangkat tersebut.

Izin usaha yang biasa disebut sertifikat DJID atau sertifikat POSTEL ini diperoleh dengan serangkaian proses untuk memastikan keamanan pengguna. Tak hanya itu, juga untuk memastikan penggunaannya tidak mengganggu sistem telekomunikasi produk lain.

Disini, kami akan membahas apa itu perangkat Free Space Optic sekaligus apa saja persyaratan peredaran dan penggunaannya di Indonesia berdasarkan proses sertifikasi DJID.

Apa Itu Perangkat Free Space Optic?

Perangkat Free Space Optic adalah alat komunikasi nirkabel yang memanfaatkan spektrum cahaya. Berbeda dengan kebanyakan alat komunikasi nirkabel lainnya yang menggunakan gelombanb radio.

Spektrum cahaya sendiri bergerak lurus sehingga FSO memiliki prinsip Light-of-Sight alias garis pandang lurus antara pemancar dan penerima sinyal.

Karena itu, tidak boleh ada material apapun yang menghalangi pancaran dan penerimaan sinyal dari perangkat free space optic.

Perangkat ini biasanya dipasang di ketinggian, baik itu menggunakan menara menjulang ke langit ataupun menara yang terpasang di atas ketinggian gedung.

Bagaimana Cara Kerja FSO?

Perangkat Free Space Optic membutuhkan sumber listrik untuk bisa beroperasi. Baik itu dari catu daya AC (menggunakan kabel) maupun pakai baterai.

Listrik yang dihasilkan digunakan untuk menghantarkan sinyal. Sinyal berisi berbagai data ini kemudian diubah menjadi gelombang cahaya lalu ditransmisikan di atmosfer.

Perangkat Free Space Optic di tempat lain yang punya detector konduktor kemudian menangkap gelombang cahaya tersebut lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Selanjutnya, data di dalamnya diubah kembali dengan demodulator supaya bisa dibaca dan dipahami pengguna.

Prinsip kerjanya sebetulnya sama saja dengan sistem nirkabel lainnya seperti gelombang radio.

Sejarah Singkat FSO

Alexander Graham Bell adalah ilmuwan yang menancapkan tonggak sejarah penemuan perangkat free space optic. Meski ia lebih dikenal sebagai penemu telepon.

Percobaan transmisi suara menggunakan cahaya matahari dengan proyek yang ia beri nama fotofon diketahui sebagai produk telekomunikasi nirkabel pertama.

Dari percobaan ini, diketahui bahwa “udara bebas” ternyata bisa menjadi media transmisi berbagai data yang dibutuhkan manusia.

Dari situ, sistem elektromagnetik nirkabel seperti gelombag radio dan gelombang cahaya ditelliti lebih lanjut oleh para ilmuwan.

Namun karena prinsip kerja Fotofon sebetulnya sama dengan FSO, penemuan Graham Bell ini lebih layak disebut sebagai sejarah Free Space Optic.

Mari lupakan sejenak hal tersebut. Melompat jauh hingga awal abad ke-20, penggunaan kabel telepon semakin masif.

Akibatnya (dan bisa kita rasakan hingga sekarang), kabel menjuntai dimana-mana. Tak hanya itu, membuat infrastruktur kabel pun sangat mahal.

Dari sini, penemuan Graham Bell dipertimbangka kembali, terutama untuk transmisi data dalam jumlah besar.

Maka, penggunaan FSO jadi perhatian karena kemampuannya mengakomodir kebutuhan tersebut, sambil mengurangi jumlah kabel yang ada di jalanan.

Kelebihan FSO

Berdasarkan sejarah, kita tahu bahwa kelebihan perangkat free space optic ada pada biaya pemasangan infrastrukturnya lebih rendah ketimbang jaringan menggunakan kabel.

Dari sana kita juga mengetahui bahwa transmisi data menggunakan gelombang cahaya bisa sangat cepat. Banyak literatur menyebut hingga lebih dari kecepatan Giga Bit per Second (Gbps).

Gelombang cahaya bergerak di berkas (frekuensi)  yang sangat sempit dan terfokus. Karena itu, sangat sulit diretas. Dalam arti, keamanannya sangat baik.

Kelebihan FSO yang terakhir adalah tidak memerlukan lisensi spektrum, berbeda dengan produk nirkabel dengan sistem telekomunikasi gelombang radio. Jadi untuk memenuhi syarat regulasi, lebih mudah.

Kekurangan yang Jadi Pertimbangan

Seperti dijelaskan, sama sekali tidak boleh ada penghalang antara pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) FSO. Belum lagi kondisi cuaca buruk sangat berpengaruh negatif.

Kalau semua yang disebutkan di atas terjadi, otomatis transmisi data tidak stabil atau bahkan terjadi kegagalan pengiriman data.

Kekurangan lainnya, jarak transmisinya yang terbatas. Banyak literatur menyebut jika jarak transmisinya maksimal 5 Km. Meski cukup jauh, tetap tidak bisa digunakan antar wilayah.

Terakhir, penyelarasan transmitter dan receivernya sangat sulit. Benar-benar harus presisi. Jika tidak, potensi gagal dalam pengiriman data bisa terjadi.

Sebenarnya masalah di atas bisa diatasi dengan adanya komponen auto-tracking. Intinya, sudut pandang transmitter atau receiver bisa diatur otomatis. Tapi, ini justru menambah kerumitan pemasangan infrastruktur secara keseluruhan.

FSO Cocok Untuk….

Kelebihan dan kekurangan perangkat Free Space Optic di atas bisa jadi pertimbaangan berbagai pihak untuk menggunakannya.

Meski begitu, sebagai tambahan peritimbangan, setidaknya beberapa sektor ini cocok menggunakan teknologi tersebut.

1. Jaringan Backhaul

Ketimbang menggunakan gelombang radio untuk menghubungkan antar menara seluler atau menara jaringan backhaul wifi, lebih baik pakai gelombang cahaya seperti FSO. Lebih cepat dan pembuatan infrastrukturnya sama saja.

2. Komunikasi Antar Bangunan

Kalau anda punya kantor cabang yang jaraknya tidak lebih dari 5 Km, FSO bisa dipertimbangkan agar semua karyawan bisa saling berkomunikasi.

3. Jaringan Cadangan

Terakhir, teknologi ini cocok digunakan kalau anda mau membangun jalur jaringan cadangan atau redundancy.

Meski sangat cepat, penggunaannya sangat rentan gangguan yang berasal dari lingkungan. Jika cuaca bagus, jalur komunikasi dengan FSO bisa digunakan. Jika tidak, ini bisa jadi cadangan dan bersiap ketika jalur komunikasi utama mengalami masalah.

Acuan Standar Teknis Sertifikasi DJID FSO

Kita masuk ke regulasi peredaran. Seperti yang dijelaskan, salah satu persyaratannya adalah sertifikat DJID atau sertifikat postel atau sertifikat Produk telekomunikasi.

Sertifikat ini dikeluarkan setelah rangkaian proses sertifikasi. Sertifikasi tersebut dilakukan untuk semua produk yang menggunakan sistem elektromagnetik untuk berkomunikasi, disebut juga telekomunikasi. Gelombang cahaya yang digunakan FSO adalah salah satunya.

Pengujian produk adalah salah satu langkah dalam proses sertifikasi DJID. Untuk menguji perangkat Free Space Optic, operator harus mengacu ke standar teknis.

Acuan ini juga penting diketahui pemohon sertifikasi untuk menghindari kegagalan dalam pengujian. Kegagalan artinya harus mengulang. Pengulangan artinya penambahan biaya.

Hasil pengujian ditampilkan dalam Laporan Hasil Ujian atau LHU. Dokumen inilah yang dilampirkan sebagai syarat mendapatkan sertifikat DJID (dan banyak dokumen lainnya).

Kembali ke standar teknis, pengujian FSO dalam proses sertifikasi DJID mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 202.

Persyaratan Catu Daya

Banyak parameter pengujian yang diatur dalam standar teknis pengujian perangkat free space optic. Kita mulai dari catu daya.

Dalam regulasi tersebut dijelaskan, FSO boleh menggunakan catu daya AC atau DC atau bahkan catu daya eksternal.

Namun ketika dilakukan pengujian (produk dinyalakan) dengan catu daya tegangan AC 220 V ± 10% dan frekuensi 50 Hz ± 2%, semua tolak ukur parameter pengujian harus bisa terpenuhi. Artinya, ketetapan tegangan dan frekuensi pengujian tidak bisa diubah.

Selain itu, jika menggunakan catu daya eksternal dengan ketentuan tegangan dan frekuensi yang sama, komponen tersebut tidak boleh mempengaruhi hasil pengujian.

Persyaratan Keselamatan Listrik (Electrical Safety)

Ini adalah pengujian untuk memastikan keamanan listrik dari sumber listrik perangkat Free Space Optic. Parameter yang diuji adalah tegangan berlebih dan arus bocor. 

Pengujian parameter tersebut harus meneuhi persyaratan yang ditentukan dalam:

  • SNI IEC 62368-1:2014 atau yang termutakhir
  • SNI IEC 60950-1:2016 atau yang termutakhir
  • IEC 62368-1
  • IEC 60950-1

Persyaratan Electromagnetic Compatibility (EMC)

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan perangkat free space optic tidak terganggu atau mengganggu sistem elektromagnetik di sekitarnya saat beroperasi. Parameter yang diukur adalah emisi.

Emisi yang diukur ada dua jenis, radiasi dan konduksi. Emisi radiasi harus memenuhi persyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.4 dan Tabel A.5 sesuai dengan klausul 4 SNI CISPR 32.

Sementara emisi konduksi bisa anda lihat dari tabel di bawah ini:

Letak PengukuranPersyaratan
Port Daya DC
Port Daya AC
Konverter Daya AC/DC
Persyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.10 dan Tabel A.5 sesuai dengan klausul 4 SNI CISPR 32
Port Jaringan KabelPersyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.12 dan Tabel A.5 sesuai dengan klausul 4 SNI CISPR 32

Persyaratan Laser Safety

Ini adalah jenis pengujian yang dipersyaratkan untuk produk telekomunikasi yang memanfaatkan gelombang cahaya.

Laser yang digunakan untuk keperluan uplink (point to point) harus memenuhi standar class 1, 1M, 2, 2M, 3R, dan/atau 3B sesuai dengan IEC 60825-1 dan/atau IEC 60825-12.

Sementara Laser yang digunakan pada antarmuka optik untuk keperluan data lines interface harus memenuhi standar class 1 atau class 1M sesuai IEC 60825.

Tabel klasifikasi kelas laser bisa anda lihat di artikel kami berjudul Memahami Pengujian Laser Safety.

Lokasi Penempatan Perangkat

Lokasi penempatan untuk menentukan access level yang diijinkan dan emisi yang digunakan. Klasifikasi tipe lokasi secara umum sesuai dengan IEC 60825-12:2022 adalah sebagai berikut:

  • Unrestricted Location
  • Restricted Location
  • Inaccesible Location
  • Controlled Location

Sementara persyaratan untuk masing-masing tipe lokasi yang ditetapkan seperti pada gambar tabel di bawah ini:

Access Level FSO berdasarkan tipe lokasi.

Sebagai catatan, perangkat transmitter FSO dengan access level 3B hanya dapat ditempatkan pada Controlled Location, dengan pengamanan tambahan seperti dispesifikasikan pada dokumen IEC 60825-12:2022 klausul 6.3.2.

Catatan lainnya, perangkat transmitter FSO untuk keperluan uplink (point to point) wajib memiliki sistem APR yang memenuhi standar dalam IEC 60825-12.

Persyaratan Interoperabilitas Antarmuka

Dua parameter yang diuji dalam persyaratan ini adalah Ethernet dan Synchronous Digital Hierarchy atau SDH.

Antarmuka ethernet harus sesuai dengan standar IEEE 802.3 atau wajib memenuhi ketentuan persyaratan teknis terkait perangkat telekomunikasi jaringan ethernet.

Sementara jika perangkat Free Space Optic memiliki antarmuka SDH, harus sesuai dengan salah satu atau lebih jenis protokol STM-16 (ITU-T Rec G.957) dan/atau STM-64 (ITU-T Rec G.691).

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment