Key Telephone System: Fungsi, Kelebihan dan Persyaratan Sertifikasi DJID

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Ilustrasi berbabagi tombol dalam key telephone system.

Key telephone system adalah salah satu jenis sistem jaringan telepon yang wajib melakukan sertifikasi DJID. Sistem ini, meski lawas, masih digunakan hingga saat ini terutama untuk bisnis skala kecil.

Hingga hari ini, key phone terbaru terus dirilis. Artinya, peminatnya juga cukup banyak.

Jadi, buat anda manufaktur atau distributor yang ingin memperjualbelikan perangkat tersebut, masih punya potensi pasar yang menjanjikan.

Di sisi lain, buat bisnis bisa mempertimbangkan sistem jaringan telepon seperti ini. Disini, kami akan menjelaskan apa kelebihan dan sedikit perbandingan dengan sistem telepon lainnya.

Kami juga akan menjelaskan bagaimana proses sertifikasi sistem perangkat telepon tersebut. Ini adalah salah satu izin usaha yang wajib dipenuhi. Jika tidak, perangkat yang anda jual dianggap ilegal dan berpotensi mendapatkan hukuman jika nekat memperjualbelikan.

Apa Itu Key Telephone System?

Key telephone system adalah salah satu bentuk sistem jaringan telepon yang memanfaatkan jalur telepon umum (PSTN).

Artinya, sistem ini terhubung dengan sistem teepon kabel berskala nasional (jaringan kabel bawah tanah). Dengan begitu, sistem ini memungkinkan menerima dan memanggil ke sistem telepon luar.

Key telephone system memiliki banyak tombol untuk menerima atau melakukan panggilan. Tombol-tombol ini memiliki berbagai fungsi sebagai berikut:

  • Line Key: Tombol yang menyala ketika menerima panggilan telepon. Indikator ini sebagai kemampuan key telephone memilih jalur keluar penerimaan telepon.
  • Hold: menahan panggilan sementara, biasanya diriingi dengan musik (music on hold).
  • Transfer: Mengalihkan panggilan ke telepin lain. Sangat berguna jika pemanggil “salah sambung” atau sengaja dialhikan untuk kebutuhan lain.
  • Radial: Memanggil ulang nomor terakhir yang dihubungi.
  • Mute: Mematikan mikrofon agar suara tidak terdengar oleh yang memanggil.

Di atas hanya beberapa contoh tombol dan fungsinya. Masih banyak tombol dengan fungsinya masing-masing, tergantung yang tersedia di pesawat telepon itu sendiri.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Key telephone bekerja seperti sistem jaringan kabel telepon pada umumnya. Suara sebagai sinyal analog diubah menjadi sinyal listrik lalu dialirkan lewat kabel bawah tanah.

Pesawat telepon penerima kemudian mengubah sinyal listrik menjadi sinyal analog berupa suara sehingga bisa didengarkan oleh penerima.

Yang dikatakan “key telephone system” disini adalah manajemen arus listrik tersebut, dalam artian pengaturan panggilan teleponnya. Agar lebih mudah dipahami, berikut ini konfigurasi infrastruktur key telephone system:

Contoh konfigurasi key telephone system.

Secara umum, key telephone system bekerja untuk dua fungsi atau kebutuhan. Yakni eksternal dan internal. Kami akan jelaskan lebih lanjut disini.

1. Sistem Eksternal

System eksternal key telephone system maksudnya adalah sistem yang terhubung langsung ke jaringan kabel telepon atau PSTN. Disini, sinyal listrik panggilan telepon akan berjalan.

Seperti dijelaskan, karena terhubung dengan jaringan telepon berskala besar, key telephone bisa menerima panggilan dari berbagai perangkat.

Panggilan ke key telepon biasanya tidak berbentuk nomor telepon pada umumnya. Hanya berupa rangkaian tiga angka (misalnya 110, 211, dsb).

2. Sistem Internal

System internal yang kami maksud adalah pemanfaatan Key System Unit atau KSU. Ini adalah otaknya sistem jaringan telepon key telepon.

Di perangkat ini, semua jalur telepon akan diatur. Perangkat ini bisa mengatur panggilan telepon baik dari atau keluar serta sistem jaringan telepon internal.

Pada perusahaan, biasanya dibuat sistem jaringan telepon internal. Pengaturannya juga lewat KSU.

Di setiap key telepon dalam perusahaan saling terhubung menggunakan nomor ekstensi (0, 1,2 dst). Jadi, tidak memakai rangkaian tiga nomor seperti panggilan dari luar. Nah, pengaturannya lewat KSU ini.

Setiap perangkat key telepon juga bisa diatur apakah bisa menerima panggilan dari system eksternal atau tidak (kebanyakan tidak bisa, kecuali pesawat telepon pusat).

Cara kerja inilah yang biasanya jadi pertimbangan perusahaan untuk menggunakan key telephone system.

Apa Kelebihan Key Telephone?

Key telephone system adalah sebuah system. Sementara perangkat yang menggunakan sistem tersebut adalah key telephone.

Sebagai penyedia jasa sertifikasi DJID, jujur saja, Dimulti Indonesia cukup jarang mendapatkan klien yang mau sertifikasi key telephone system.

Karena biasanya digunakan untuk sistem jaringan telepon internal perusahaan, banyak teknologi lain yang lebih canggih seperti telepon berbasis PABX, VoIP phone atau sekalian telepon seluler yang lebih fleksibel.

Meski begitu, seperti kami jelaskan, sistem ini cocok digunakan terutama untuk bisnis kecil karena kelebihannya sebagai berikut:

1. Lebih Aman

Jika dibandingkan dengan telepon seluler, penggunaan telepon berbasis kabel lebih aman karena minim interferensi. Dalam arti, lebih sulit diretas.

Sinyal (data suara) yang dialirkan lewat kabel terlindungi dengan baik oleh kabel itu sendiri. Pihak yang tidak bertanggung jawab (hacker) membutuhkan akses langsung ke sistem jaringan tersebut kalau mau melakukan hacking yang mana sulit diakses karena dilindungi sistem pusat.

Panggilan telepon juga sangat jarang terputus. Kecuali kalau mati lampu atau karena ada masalah pada sistem jaringan teleponnya (misalnya kabel putus dll).

2. Hemat Biaya Pemasangan

Biaya pemasangan atau instalasi key telephone system juga murah jika dibandingkan dengan sistem berbasis PABX atau VoIP.

Meski sama-sama membutuhkan perangkat system (KSU pada key telephone, PABX pada telepon PABX), pengaturan key telephone lebih sederhana.

3. Cukup untuk Bisnis Kecil

Bisnis kecil yang mengandalkan telepon untuk berkomunikasi, baik dengan klien atau internal, sudah mencukupi menggunakan sistem ini.

Key telephone system mampu menjangkau hingga 30 perangkat key telepon. Jumlah ini cukup untuk bisnis berskala kecil.

Disayangkan jika fitur telepon seluler yang sangat lengkap digunakan untuk bisnis seperti ini. Banyak fitur yang akhirnya “tidak berguna” sementara biaya operasional tetap menghitungnya.

Perbedaan dengan Sistem Jaringan Telepon Lain

Key telephone system umumnya dibandingkan dengan sistem PABX dan VoIP atau IP Phone. Ini karena ketiganya sama-sama digunakan untuk sistem komunikasi internal.

1. Key Telephone vs PABX

Sistem key telephone secara umum sama saja seperti PABX. KSU dalam Key Telephone fungsinya mirip dengan PABX.

Yang membedakan adalah fiturnya. PABX memiliki banyak fungsi untuk memperluas jangkauan panggilan.

Namun secara spesifik, yang membedakan adalah sistem pengaturan panggilannya. Seperti dijelaskan, key telephone punya sistem semi-manual dimana pengguna sendiri yang menentukan jalur panggilan mana yang mau diterima/dipanggil dengan menekan tombol.

Sementara perangkat PABX merutekan panggilan secara otomatis. Jadi jika ada panggilan telepon, pengguna tinggal mengangkat gagang telepon.

Sementara jika ingin melakukan panggilan, pengguna cukup menekan satu tombol, disebut tombol ekstensi, yang memberi sinyal pada PABX jalur telepon mana yang mau digunakan.

2. Key Telephone vs IP Phone

Perbedaan key telephone vs IP Phone cukup jelas. Jika key telephone menggunakan jaringan kabel bawah tanah, IP Phone menggunakan internet untuk melakukan atau menerima panggilan.

IP Phone butuh semacam router untuk menghubungkan jaringan analog (suara) ke internet (data digital).

Perangkat IP Phone pun wajib melakukan sertifikasi DJID. Sertifikasi DJID perangkat IP Phone bisa anda baca di artikel kami yang lain.

Standar Teknis Pengujian

Perangkat key telephone (unit pesawat teleponnya) dalam key telephone system wajib dilakukan pengujian. Pengujian merupakan salah satu langkah dalam sertifikasi DJID.

Pengujian dilakukan untuk memastikan operasional perangkat memenuhi persyaratan yang ditentukan Pemerintah Republik Indonesia. Tujuannya agar tidak mengganggu perangkat lain yang sama-sama memakai PSTN.

Hasil dari pengujian dituangkan dalam Laporan Hasil Uji atau LHU. Dokumen ini yang dilampirkan sebagai salah satu syarat sertifikasi DJID. Masih ada dokumen lain yang dibutuhkan.

Untuk melakukan pengujian, penguji mengacu pada standar teknis. Standar teknis dibuat biasanya tergantung jenis teknologi telekomunikasi yang digunakan perangkat tersebut.

Untuk key telephone, mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Perdirjen SDPPI) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Standar Teknis Perangkat Telekomunikasi yang Terhubung ke PSTN.

Dalam pengujian tersebut, pemenuhan dinilai dari dua parameter, yakni persyaratan operasional dan persyaratan elektris.

Persyaratan Operasional

Dalam standar teknis dijelaskan, key telephone bisa menerima sinyal panggilan berupa dering atau video (selain lampu yang menyala pada tombol). Karakteristiknya harus sesuai sebagai berikut:

  • level sumber: 60 Vac
  • frekuensi nominal: 25 Hz
  • periode dering: ≤1 Detik
  • tahanan pengganti saluran: 1500 Ω

Persyaratan Elektris

Karena key telephone system terhubung dengan jaringan kabel bawah tanah, otomatis membutuhkan sumber daya listrik untuk beroperasi.

Persyaratan elektris menilai bagaimana penggunaan sumber daya listrik dalam setiap fungsi perangkat tersebut.

Ada tiga penilaian yang dilakukan dalam pemenuhan persyaratan elektris ini, yang karakteristik voice frequency port, tahanan kebocoran dan impedansi.  

a. Karakteristik Voice Frequency Port

Parameter ini untuk menilai frekuensi daya listrik yang digunakan ketika melakukan panggilan. Dibagi menjadi dua, High Group Frequency (HGF) dan Low Group Frequency (LGF).

HGF memiliki toleransi ± 1.8% dengan karaekteristik sebagai berikut:

  • F1 1209 Hz (1187 – 1231 Hz)
  • F2 1336 Hz (1312 – 1360 Hz)
  • F3 1477 Hz (1450 – 1504 Hz)

LGF juga memiliki toleransi ± 1.8% dengan karaekteristik sebagai berikut:

  • F1 697 Hz (684 – 710 Hz)
  • F2: 1336 Hz (1312-1360 Hz)
  • F3: 1477 Hz (1450 – 1504 Hz)

Selain dua parameter di atas, berikut ini pemenuhan penilaian lain yang dibutuhkan:

  • beda level high group lebih besar dari low group 2 dB + 1.5 dB
  • level daya frekuensi : -11 dBm s/d -4 dBm.
  • panjang sinyal: 40 ms – 500 ms.
  • selang antar sinyal: 40 ms – 500 ms.
  • impedansi nominal: 600 Ω ± 20%
  • Return Loss: ≥ 12 dB (300 Hz – 600 Hz); ≥ 15 dB (600 Hz – 3400 Hz)
  • voice channel frekuensi : 300 Hz – 3400 Hzb.

b. Tahanan Isolasi

Tahanan isolasi adalah kemampuan material pesawat telepon menahan kebocoran arus listrik. Tahanan isolasi diukur dalam keadaan on-hook, diukur dengan tegangan 100 Vdc antara kawat a (tip) dan b (ring): ≥ 1 MΩ.

Bagi perangkat yang memiliki fasilitas pentanahan, antara kawat a dengan fasilitas pentanahan maupun antara kawat b dengan fasiitas pentanahan, tahanan isolasi wajib ≥ 1 MΩ.

c. Impedansi

Impedansi adalah total hambatan atau perlawanan perangkat terhadap aliran arus bolak-balik (AC). Impedansi diukur dalam keadaan on-hook dan ­off-hook dengan ketentuan sebagai berikut:

  • On –hook : Impedansi perangkat untuk frekuensi 25 Hz, diukur pada tegangan 70 Vac, minimal 4000 Ω.
  • Off-hook : Impedansi DC perangkat, diukur dengan tegangan catu nominal 48 Vdc dan arus catu nominal 20 mA, maksimal 400 Ω.

Persyaratan Sertifikasi DJID Perangkat Lain

Perlu diketahui, penggunaan key telephone system bisa terhubung dengan sistem lain seperti PABX. Jika menggunakan konfigurasi ini, perangkat PABX juga wajib disertifikasi DJID.

Standar teknis yang digunakan dalam pengujian perangkat PABX sama seperti perangkat pesawat telepon dalam sistem key telepon.

Key telephone system juga bisa terhubung dengan perangkat lain seperti faksimile. Sama seperti PABX, faksimile juga wajib disertifikasi.

Penjelasan apa itu faksimile dan bagaimana proses pengujian dalam sertifikasi DJID-nya bisa anda baca pada artikel kami yang lain.

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment