Panduan Sertifikasi DJID Wireless Speaker: Syarat Pengujiannya

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Contoh wireless speaker. Ini panduan sertifikasi DJID wireless speaker.

Wireless speaker semakin digemari karena fleksibilitas konektivitasnya. Anda tidak perlu memakai kabel untuk menghubungkan speaker ke perangkat lain.

Dengan begitu, speaker bisa terhubung dengan banyak perangkat, asalkan punya fitur konektivitas yang sama.

Wireless speaker umumnya digunakan untuk mendengarkan musik. Meski sebenarnya audio apapun bisa juga.

Karena musik merupakan hiburan yang bisa dinikmati banyak orang, penjualan wireless speaker melonjak tajam.

Bagi produsen atau distributor yang ingin memperdagangkan produk tersebut di Indonesia, jangan lupa melakukan sertifikasi DJID wireless speaker. Ini adalah izin usaha yang wajib dipenuhi. Jika tidak, konsekuensi hukum menanti.

Kami akan menjelaskan apa itu wireless speaker, fitur yang tersemat berikut cara memilih kualitas terbaik. Selain itu, kami berikan panduan bagaimana persyaratan sertifikasi DJID wireless speaker yang harus dipenuhi.

Apa Itu Wireless Speaker?

Wireless Speaker adalah jenis speaker yang menggunakan koneksi nirkabel (wireless) untuk terhubung dengan perangkat lain seperti ponsel, televisi, sound system dan lain sebagainya.

Suara ditransmisikan melalui gelombang radio yang merambat di udara. Ketika suara dari perangkat utama disetel (play), sepersekian detik akan ditransmisikan oleh teknologi seperti Bluetooth atau wifi lalu diterima speaker wireless.

Data digital dari perangkat pengirim (ponsel dan sebagainya) diubah menjadi gelombang radio lalu ditransmisikan lewat frekuensi radio.

Gelombang tersebut kemudian diterima oleh Wireless Speaker. Alat tersebut kemudian mengubahnya kembali menjadi data digital lalu diubah lagi menjadi sinyal analog (suara) agar bisa didengar.

Fitur Konektivitas

Kunci dari cara kerja wireless speaker adalah fitur konektivitasnya. Teknologi dalam fitur tersebut yang bisa mengubah sinyal analog (suara) dan digital menjadi gelombang radio lalu kembali menjadi suara.

Setiap brand wireless speaker memiliki fitur konektivitas yang berbeda-beda. Selain transmisi suara, ada juga yang berfungsi terhubung langsung ke internet sehingga bisa memutar audio langsung dari berbagai platform.

Setidaknya ada tiga fitur konektivitas Wireless speaker yang umum digunakan yakni Bluetooth, Wifi dan NFC. Fitur-fitur ini yang nantinya diuji dalam proses sertifikasi DJID Wireless Speaker.

Kembali lagi, setiap brand wireless speaker berbeda-beda. Ada yang hanya satu, dua atau bahkan ketiganya.

1. Bluetooth

Bluetooth adalah teknologi konektivitas wireless speaker yang paling umum. Speaker bisa terhubung dengan perangkat yang juga punya fitur serupa.

2. WiFi

Seperti dijelaskan, beberapa wireless speaker bisa terhubung langsung ke internet. Biasanya menggunakan konektivitas Wifi.

Wireless speaker seperti ini kebanyakan punya layar digital sehingga memungkinkan pengaturan dari berbagai platform pemutaran musik.

3. NFC

Selain Bluetooth, pairing perangkat ke speaker bisa juga memakai Near Field Communication atau NFC. Konektivitas ini dipilih untuk memudahkan pairing. Cukup dengan mendekatkan perangkat ke wireless speaker, bisa langsung terhubung.

Fitur Audio yang Handal

Selain fitur konektivitas, fitur audio wireless speaker juga jadi “bahan jualan” para brand. Untuk pengguna, juga menguntungkan. Berikut beberapa fitur audio wireless speaker di antaranya:

1. TWS

True Wireless Speaker atau TWS memungkinan dua perangkat wireless speaker yang sama dihubungkan ke satu perangkat. Dengan begitu, bisa menghasilkan suara yang balance (stereo).

2. Voice Assistant

Sama seperti banyak perangkat elektronik lainnya, voice assistant juga bisa diintegrasikan ke wireless speaker. Fitur ini memungkinkan pengguna mengontrol perangkat menggunakan suara.

Fitur Pendukung

Fitur wireless speaker yang tak kalah penting. Bisa memberikan pengalaman lebih maksimal sekaligus menjaga umur pakainya.

1. Waterproof

Seperti namanya, wireless speaker yang punya fitur waterproof terlindungi dari bahaya cipratan air. Karena seperti kita ketahui, perangkat elektronik sangat sensitif dengan air. Air yang masuk ke perangkat bisa membuat suara jadi terdengar tidak enak.

Wireless speaker yang punya fitur waterproof sangat cocok digunakan untuk acara seperti di pinggir kolam renang atau di pantai.

2. Kustomisasi EQ

Equalizer atau EQ adalah pengaturan audio yang berhubungan dengan kekuatan bass dan treble. Sangat berguna jika anda menginginkan kualitas suara yang kuat.

3. Fungsi Power Bank

Terakhir, banyak juga wireless speaker yang dilengkapi dengan fungsi power bank. Intinya, fitur ini memungkinkan wireless speaker digunakan untuk sumber daya perangkat lain. Selain itu, biasanya kapasitas baterai wireless speaker dengan fitur ini lebih besar ketimbang pada umumnya.

Jenis Berdasarkan Kualitas Audio

Jika  mencarinya di internet, mungkin anda akan menemukan jenis wireless speaker yang beragam. Namun, kebanyakan hanya dibedakan tempat pemakaiannya.

Misalnya, wireless speaker untuk penggunaan di rumah (home speaker) dan di mobil (car wireless speaker). Secara bentuk mungkin berbeda. Namun umumnya punya fitur yang sama (apalagi fungsinya).

Jadi jika berbicara jenis wireless speaker, lebih cocok jika membandingkan kualitas audionya. Bukan jelek atau bagus. Tapi lebih menyesuaikan keutuhan.

1. Speaker Balance

Jenis wireless speaker yang memiliki audio seimbang. Anda bisa mendengarkan semua jenis genre dengan kualitas yang baik. Namun, mungkin akan kesulitan jika membutuhkan audio jenis genre spesifik seperti RnB.

2. Speaker Audiophile

Secara keluaran audio, sama seperti speaker balance. Namun dengan kualitas suara yang jauh lebih jernih. Speaker ini cocok untuk pecinta audio sejati.

3. Speaker Bass

Kualitas audio sering dikonotasikan dengan suara bassnya. Padahal, tidak selalu demikian. Memang ada speaker yang khusus menaikkan suara bass, disebrut bass booster. Tapi, jika tidak suka dengan suara yang berat, speaker ini tidak cocok.

Memilih Wireless Speaker

Sekali lagi, memilih berbagai fitur wireless speaker seperti yang kami sebutkan sebelumnya tergantung kebutuhan. Namun, pastikan beberapa hal ini terpenuhi:

1. Portabilitas Koneksi

Fitur konektivitas yang banyak memungkinkan anda melakukan pairing lebih fleksibel. Misalnya, jika mau menyetel playlist peribadi, penggunaan Bluetooth atau NFC cukup. Namun jika sesekali ingin memutar musik random di internet, fitur WiFi bisa memudahkan.

2. Koneksi Stabil

Pastikan juga konektivitasnya stabil. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum benar-benar membeli.

Satu hal yang penting, pastikan produk sudah melakukan sertifikasi DJID Wireless speaker (ditandai dengan pemenuhan persyaratan label DJID pada perangkat). Karena proses ini salah satunya untuk memastikan kualitas konektivitas baik.

3. Kualitas Suara Maksimal

Sama seperti koneksi, pastikan juga suara yang dihasilkan sesuai keinginan anda. Dan juga sesuai dengan spesifikasi yang dituliskan produsen.

4. Daya Tahan Baterai Baik

Jika anda menggunakan wireless speaker portable, pastikan daya tahan baterainya bagus. Anda bisa melihat kapasitas baterai dan menghitung seberapa lama wireless speaker bisa digunakan dalam kondisi penuh.

Standar Teknis Sertifikasi DJID Wireless Speaker

Sertifikasi DJID wajib dilakukan semua produk yang memungkinkan bertelekomunikasi. Telekomunikasi sendiri adalah jenis komunikasi memanfaatkan sistem elektromagnetik (gelombang radio, gelombang cahaya, kabel dan sebagainya).

Karena menggunakan komunikasi memanfaatkan gelombang radio, maka wajib dilakukan sertifikasi DJID wireless speaker. Langkah ini dilakukan sebelum produk dirilis di pasaran.

Proses utama dalam tahapan ini adalah pengujian produk. Dilakukan di balai uji yang diakui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Tujuannya memastikan fitur telekomunikasi (fitur konektivitas) wireless speaker sesuai dengan ketentuan di Indonesia.

Dalam pengujian mengacu pada standar teknis. Sebagai pemohon sertifikasi DJID, anda juga perlu memahaminya dan diimplementasikan pada perangkat yang mau disertifikasi agar dipastikan lolos pengujian.

Standar teknis dibuat berdasarkan teknologi (fitur konektivitas). Karena setiap brand berbeda, kami akan menjelaskan ketiga fitur telekomunikasi seperti yang sudah kami jelaskan.

1. Bluetooth dan NFC

Bluetooth dan NFC dikategorikan perangkat Short Range Device atau SRD. Intinya, ini adalah perangkat yang bisa terhubung dari jarak dekat.

Standar teknis SRD tertera dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.

2. WiFi

WiFi dikategorikan sebagai Radio Local Area Network atau RLAN. Intinya, ini adalah alat atau perangkat yang terhubung dengan jaringan internet dalam jarak dekat (lokal).

Standar teknis pengujian fitur WLAN tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.

Pengujian Electrical Safety

Setiap standar teknis, memiliki parameter pengujian. Setiap pengujian memiliki persyaratan yang wajib dipenuhi pemohon sertifikasi DJID wireless speaker.

Untuk perangkat dengan fitur radio (produk radio frekuensi atau RF), biasanya dilakukan tiga pengujian, yakni electrical safety, electromagnetic compatibility atau EMC, serta pengujian RF.

Pengujian electrical safety intinya memastikan isolasi perangkat sanggup menahan tegangan RF yang dihasilkan produk. Dalam standar teknis SRD dan RLAN, persyaratannya sama saja. Jadi, akan kami gabungkan di poin ini.

Produk wireless speaker harus memenuhi persyaratan electrical safety yang tertera dalam:

  • SNI IEC 60950-1:2016
  • SNI IEC 62368-1:2014
  • SNI 04-6253
  • IEC 62368-1
  • IEC 60950-1
  • IEC 60065
  • Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

Pengujian EMC

Pada intinya, pengujian EMC dilakukan untuk menilai sistem elektromagnetik yang digunakan teknologi konektivitas wireless speaker. Sama seperti Electrical Safety, persyaratan SRD dan RLAN sama saja.

Produk harus memenuhi parameter yang ditetapkan dalam:

  • SNI IEC CISPR 32:2015
  • IEC CISPR 32
  • Salah satu seri ETSI EN 301 489

Pengujian RF

Persyaratan SRD dan RLAN yang berbeda ada dalam pengujian RF. Masing-masing memiliki persyaratan tersendiri. Berikut penjelasannya:

1. WiFi

Di Indonesia, teknologi WiFi dialokasikan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz. Namun kebanyakan produk wireless speaker yang beredar di pasaran menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Persyaratannya sebagai berikut:

Rentang FrekuensiLebar PitaSaluran
2400 – 2483,5 MHz20 MHz1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)

2. Bluetooth

Persyaratan pengujian produk yang menggunkana fitur Bluetooth (termasuk wireless speaker) harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
2400 – 2483,5 MHz< 20 dBm EIRPMemenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)

3. NFC

Dalam standar teknis dijelaskan, fitur NFC dalam wireless speaker harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
13.553 – 13.567 MHz≤ 20 dBm atau ≤ 94 dBµV/mMemenuhi ketentuan EN 302 291 dan EN 300 330Memenuhi ketentuan EN 302 291 dan EN 300 330

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment