Head Unit Mobil: Syarat Teknis Sertifikasi DJID yang Wajib Dipenuhi

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Contoh head unit mobil.

Menyetir mobil bisa sangat melelahkan. Apalagi jika perjalanan jauh dan macet. Bisa berbahaya kalau kita kelelahan dan tertidur saat berkendara.

Maka, banyak orang mencari hiburan di dalam mobil ketika sedang mengendarainya. Yang paling umum tentu saja mendengarkan radio yang terpasang di head unit mobil.

Seiring berkembangnya zaman, head unit tidak hanya sebagai tempat radio. Awalnya ditambah dengan slot pemutaran CD/DVD. Lalu bertambah slot USB untuk flashdisk atau koneksi ke ponsel pakai kabel.

Sekarang, kebanyakan mobil modern mengintegrasikan head unit mobil dengan berbagai teknologi. Mulai dari layar sentuh besar layaknya komputer tablet hingga berbagai koneksi nirkabel seperti Bluetooth dan WiFi untuk meningkatkan pengalaman.

Hasilnya, mobil modern kini bukan sekedar kendaraan, melainkan jadi tempat menghibur diri menjalani hari yang melelahkan.

Penjualan Mobil Meningkat, Produsen Bisa Untung Besar

Produksi mobil di Indonesia menyentuh angka rata-rata lebih dari 600 ribu unit per tahun, terhitung sejak 1998 hingga 2024 lalu. Di tahun 2022 lalu, bahkan memecahkan rekor dengan catatan 1,2 juta mobil yang dibuat.

Dengan terus bertambahnya produksi mobil, maka kebutuhan perangkat head unit semakin besar. Setiap produsen punya cara berbeda. Ada yang punya kemampuan membuat head unit sekaligus untuk mobilnya. Namun kebanyakan memboyong pihak lain untuk bekerjasama.

Buat para produsen, importir hingga distributor perangkat ini, tentu jadi peluang bisnis yang tak akan mati. Setiap tahun bisa dipastikan angka penjualan terus bertambah.

Tap ingat, penjualan produk tersebut bukan hanya tentang kerjasama dengan brand, namun juga pemenuhan regulasi.

Head unit mobil wajib melakukan sertifikasi DJID terutama jika memiliki fitur teknologi seperti WiFi atau Bluetooth. Fitur ini dinamakan sistem telekomunikasi. Dan semua produk dengan fitur sistem telekomunikasi wajib memenuhi izin usaha serupa. 

Apa Itu Head Unit Mobil?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang sertifikasi DJID produk head unit mobil, kita perlu menjelaskan dasar-dasar apa itu head unit. 

Head unit mobil adalah sistem hiburan yang terdapat di bagian depan mobil. Biasanya ada di tengah. Lokasi penempatannya sama seperti speedometer mobil.

Head unit bisa berupa perangkat audio visual atau hanya audio. Selain sebagai hiburan seperti mendengarkan radio hingga menonton Youtube, head unit juga bisa digunakan sebagai sistem navigasi.

Head unit modern yang dilengkapi layar besar ada yang mendukung sistem seperti Apple Carplay atau Android Auto. Singkatnya, ini adalah sistem yang mirip seperti diaplikasikan di ponsel.

Jadi, aplikasi maps yang biasanya bisa dibuka di ponsel atau komputer tablet, juga bisa terpasang di head unit. Dan tentu saja, bisa digunakan. Asalkan head unit terhubung ke koneksi internet (ada juga yang memakai jaringan seluler dengan kartu khusus).

Karena bisa terhubung ke jaringan internet dan tampilannya mirip dengan ponsel atau tablet, head unit mobil bisa digunakan untuk menonton video kesayangan. Pilihan hiburan di mobil jadi semakin beragam.

Jenis yang Tersedia di Pasaran

Jenis head unit di pasaran yang dikenal banyak pengguna cukup unik karena dibedakan dari ukurannya. Ada dua yang umum, single din dan double din.

“Din” merupakan satuan internasional yang ditetapkan oleh German institute Deutsches Institut für Normung (DIN). Dengan kata lain, ini adalah nama satuan yang diambil dari nama lembaga tersebut.

DIN sendiri merupakan organisasi nirlaba nasional Jerman yang berfungsi sebagai lembaga standardisasi untuk merumuskan norma teknis industri, perdagangan, dan penelitian.

1. Single Din

Ukuran head unit single din berdasarkan ketentuan tersebut yakni 7 X 2 inch, atau sekitar 180 X 50 mm. Ukurannya kecil dan umum dipasang di banyak mobil.

2. Double Din

Sementara head unit mobil Double Din berukuran 7 X 4 inch, atau sekitar 180 X 100 mm. Ukurannya tentu lebih besar ketimbang double din.

Seperti dijelaskan, perbedaan head unit single din dan double din hanya di ukurannya. Jadi, kalau anda melihat head unit mobil lebih besar dari ukuran normalnya, itu adalah jenis double din.

Ukuran yang lebih besar bukan sekedar tampilan. Di dalamnya lebih banyak fitur yang terpasang seperti navigasi GPS, konektivitas Bluetooth yang lebih baik, dan kontrol yang lebih lengkap.

Manfaat Bagi Pengguna

Bisa dibilang, head unit adalah fitur standar pada mobil. Apapun jenis yang terpasang, di mobil manapun.

Tapi, ini head unit mobil bukan sekedar pelengkap. Ada manfaat yang bisa dirasakan setiap pengguna. Berikut diantaranya:

1. Hiburan

Head unit mobil lama umumnya hanya berupa radio. Lebih baru, disertai dengan cd atau slot USB. Namun, sebenarnya fungsinya sama, yakni hiburan. Lebih tepatnya, untuk mendengarkan lagu.

Hiburan sangat penting di dalam mobil, terutama kalau sedang dalam perjalanan jauh atau terjebak macet.

Adanya lagu membuat tubuh kita tidak mudah kelelahan. Sementara kelelahan adalah penyebab paling banyak kasus kecelakaan.

2. Navigasi

Beranjak ke head unit mobil yang lebih modern. Banyak diantaranya bisa tersambung ke ponsel. Atau, punya sistem sendiri yang bisa menampilkan aplikasi maps (peta).

Maps sangat penting untuk navigasi. Jadi, tidak seperti zaman dahulu kala yang harus berhenti di pinggir jalan lalu bertanya kepada seseorang jika kita sedang mencari lokasi.

3. Kamera Mundur

Head unit modern kini juga berfungsi sebagai kontrol kamera yang diletakkan di berbagai lokasi di mobil. Paling umum, di bagian belakang. Atau kita kenal dengan kamera mundur.

Kamera mundur memberikan visibilitas yang lebih baik ketika kita berjalan mundur, terutama ketika parkir. Ketimbang melihat spion samping dan tengah.

Sertifikasi DJID Head Unit

Hingga saat ini, sertifikasi DJID untuk head unit mobil model lama tidak wajib dilakukan. Yakni head unit yang hanya memiliki fitur radio, CD/DVD Player, dan slot USB.

Tapi untuk head unit modern yang memiliki fitur telekomunikasi seperti WiFi dan Bluetooth. Dan karena kebanyakan head unit memiliki dua fitur teknologi tersebut, kami akan membahas syarat teknis keduanya.

Perlu diketahui, sertifikasi DJID ini wajib dilakukan semua produk yang memiliki fitur telekomunikasi. Artinya, produk yang bisa berkomunikasi lewat sambungan telekomunikasi.

Telekomunikasi sendiri merupakan komunikasi dengan sistem elektromagnetik.  Sementara sistem elektromagnetik adalah hubungan antara medan magnet dan listrik.

Standar Teknis

Dalam proses sertifikasi DJID, rangkaian utamanya adalah pemeriksaan teknologi di dalam produk. Caranya, produk harus diuji.

Pengujian dilakukan di balai uji yang ditentukan. Lebih lengkapnya, anda bisa baca tentang Balai Uji untuk sertifikasi DJID.

 Saat melakukan pengujian, pengujian mengacu ke standar teknis. Standar teknis biasanya dibuat sesuai dengan teknologi telekomunikasi.

Karena head unit mobil umumnya memakai WiFi dan Bluetooth, standar teknis yang digunakan yang mengatur dua teknologi tersebut.

1. Bluetooth

Standar teknis Bluetooth mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.

Standar teknis ini mengatur Short Range Device atau SRD, yakni produk yang bisa bertelekomunikasi jarak pendek. Karena Bluetooth merupakan salah satu sistem telekomunikasi jarak pendek, maka termasuk didalamnya.

Setiap produk dengan fitur Bluetooth harus memenuhi persyaratan pengujian Radio Frekuensi (RF) sebagai berikut:

Rentang FrekuensiOutput PowerSpurious EmissionMetode Pengujian
2400 – 2483,5 MHz< 20 dBm EIRPMemenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy)

2. WiFi

Standar teknis WiFi diatur dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Radio Local Area Network (RLAN).

Pada dasarnya, RLAN adalah teknologi telekomunikasi berbasis jaringan internet dengan cakupan area lokal atau terbatas.

Sama seperti Bleutooth, setiap produk dengan fitur WiFi harus memenuhi persyaratan pengujian Radio Frekuensi (RF) sebagai berikut:

Rentang FrekuensiLebar PitaSaluran (Channel)
2400 – 2483,5 MHz20 MHz1, 6, 11 (2412, 2437, 2462)

Pengujian Lain

Dalam standar teknis SRD dan RLAN, dua pengujian lain yang dipersyaratkan yakni Electrical Safety dan Electromagnetic Compatibility atau EMC. Pastikan produk head unit mobil anda memenuhi keduanya.

Untuk pengujian Electrical safety, produk harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam:

  • SNI IEC 60950-1:2016
  • SNI IEC 62368-1:2014
  • SNI 04-6253
  • IEC 62368-1
  • IEC 60950-1
  • IEC 60065
  • Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

Sementara untuk pengujian EMC, produk harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam:

  • SNI IEC CISPR 32:2015
  • IEC CISPR 32
  • Salah satu seri ETSI EN 301 489

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment