Smart refrigerator atau kulkas pintar menjadi jenis home appliances yang semakin diminati. Bagi yang sudah menggunakan, banyak yang merasa mereka jadi lebih hemat energy dan biaya belanja bulanan ketika menggunakannya.
Sekilas jika dipikirkan mungkin aneh. “Apalagi teknologi yang harus disematkan ke dalam kulkas? Toh, kulkas itu sendiri sudah merupakan teknologi yang membantu manusia.”
Tapi ingat, zaman terus berubah. Aktivitas kita semakin padat. Sekedar membuka kulkas saja kadang kita harus berpikir beberapa kali. Disinilah kulkas pintar hadir membantu anda.
Also Read
Kara “smart” atau “pintas” pada jenis kulkas ini bukan tanpa alasan. Penyematan teknologi yang memanfaatkan gelombang radio yang merambat di udara membuatnya bisa dioperasikan dari jarak jauh.
Tapi perlu digaris bawahi, semua home appliances, atau semua alat/perangkat yang memanfaatkan teknologi serupa, wajib melakukan sertifikasi DJID.
Disini kita akan membahas semua tentang kulkas pintar yang bisa membantu anda memutuskan yang tepat sebelum membelinya.
Kami juga akan jelaskan persyaratan teknis apa saja yang perlu dipenuhi perangkat tersebut agar lolos sertifikasi DJID. Hal ini penting diketahui para manufaktur, distributor ataupun importir.
Apa Itu Kulkas Pintar?
Kulkas pintar adalah jenis kulkas yang bisa terhubung ke berbagai perangkat lainnya melalui jaringan nirkabel. Dengan begitu, ada lebih banyak opsi operasional yang bisa dilakukan.
Disebut pintar karena teknologi yang tersemat ini bisa bekerja secara otomatis dengan pemrograman. Jadi, kita tidak perlu lagi bolak-balik mengecek kulkas untuk memastikan operasional tersebut berjalan dengan baik.
Apa Bedanya dengan Kulkas Biasa?
Paling mudah mengetahui apa itu kulkas pintar adalah dengan membandingkannya dengan kulkas biasa. Jadi, disini kami akan berikan beberapa contohnya:
1. Pengaturan Nyala-Mati Lampu
Lampu di dalam kulkas sangat penting untuk visibilitas. Apalagi kalau kulkasnya besar dan kita membukanya di malam hari.
Kulkas konvensional umumnya memiliki semacam saklar di sisi engsel pintu. Ketika pintu ditutup, saklar tersebut akan tertekan yang membuat lampu mati. Begitu sebaliknya.
Pada kulkas pintar, ini tidak diperlukan lagi. Nyala-mati lampu bisa diatur dari aplikasi yang tersedia. Jadi, tak hanya ketika membuka pintu lampu kulkas akan menyala. Lebih dari itu, waktunya benar-benar bisa diperhitungkan.
2. Pengaturan Suhu
Masih sama, suhu pada kulkas konvensional umumnya disetel secara manual. Di kulkas pintar, semuanya bisa diatur pada OS yang digunakan.
Bahkan ada beberapa merek yang menyertakan sensor agar kulkas bisa menyesuaikan suhu sesuai keadaan. Baik keadaan di dalam kulkas maupun lingkungan sekitarnya.
3. Terhubung ke Perangkat Lain
Dalam ekosistem Smart Home, setuap peralatan rumah tangga memungjinkan terhubung denagn jaringan tertentu seperti Bluetooth ataupun WiFi.
Pun demikian dengan kulkas. Peralatan ini bisa terhubung ke peralatan rumah tangga lainnya yang memiliki jaringan nirkabel yang sama.
Lantas, apa gunanya? untuk memudahkan operasional, terutama berhubungan dengan konsumsi daya listrik.
Misalnya, jika AC rumah sedang menyala, kulkas pintar otomatis menyesuaikan suhunya agar tidak terjadi lonjakan tagihan listrik.
Misalnya lagi, ketika memanggang roti menggunakan toaster, kulkas yang terhubung dengan alat tersebut bisa mendeteksi bahwa suhu di sekitarnya bisa jadi lebih panas. Ia lalu menyesuaikan suhunya agar makanan dan minuman di dalamnya tetap segar.
Fitur Lainnya
Perbedaan kulkas pintar dan kulkas konvensional di atas mungkin sekaligus menjelaskan beberapa fitur smart refrigerator ini.
Tapi, tentu saja tidak berhenti sampai di situ. Ada banyak fitur yang bisa anda dapatkan ketika menggunakan perangkat ini. Tidak mungkin kami sebutkan semuanya. Jadi, kami ulas yang umum saja.
1. Kamera Internal
Pernah terbangun tengah malam dan haus serta ingin minum air es di dalam kulkas? setelah turun tangga dan membuka kulkas, ternyata sudah habis! Menyesakkan, bukan?
Banyak kulkas pintar yang menyertakan kamera di dalamnya. Ya, kamera! Jadi, jika kehausan lagi di tengah malam, tinggal buka aplikasi di ponsel lalu lihat apa yang ada di dalam kulkas.
2. Menampilkan Ketersediaan Produk
Kulkas pintar biasanya punya layar sentuh di depan pintunya. Apa yang ditampilkan layar ini umumnya sama seperti di aplikasi. Salah satu yang bisa ditampilkan adalah ketersediaan produk di dalamnya.
Kombinasi adanya kamera dengan sensor membuat kulkas bisa membaca ketersediaan produk di dalamnya dengan akurat. Jadi, sangat membantu jika kita lupa membeli bahan makanan yang penting.
3. Pengingat Belanja
Tak hanya menampilkan ketersediaan produk, kulkas pintar juga bisa mengirimkan notifikasi kapan waktunya anda belanja.
Notifikasi ii muncul karena anda mengatur jadwal belanja bulanan. Atau, bisa juga karena ketersediaan bahan makanan sudah menipis.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Kulkas pintar bekerja dengan mengirimkan data secara nirkabel melalui gelombang radio yang merambat di udara.
Kita perlu mengunduh aplikasi sesuai dengan brand kulkas yang dibeli. Disitu, semua data tadi bisa ditampilkan.
Dengan demikian, ponsel anda dan kulkas itu sendiri harus sama-sama terhubung ke jaringan nirkabel. Umumnya yang dipakai adalah WiFi karena memiliki keleluasan pengaturan dan jangkauan yang jauh.
Kulkas harus selalu terhubung ke WiFi (dan tentu saja ke sumber listrik) agar bisa beroperasi. Sementara anda menggunakan jaringan WiFi yang sama untuk melakukan pairing pertama.
Setelah terhubung ke jaringan WiFi yang sama dengan yang terhubung ke kulkas, unduh aplikasi. Kemudian, pilih nama kulkas lalu tambahkan.
Ponsel anda dan kulkas akan terhubung lewat jaringan wifi yang sama. Jika sudah berhasil terkoneksi, tinggal atur sesuai kebutuhan.
Tenang saja, jika sudah terhubung, anda tak perlu lagi selalu tersambung ke jaringan WiFi yang sama dengan kulkas. Yang penting, terhubung ke jaringan internet.
Tiga Alasan Memilihnya
Jika anda tidak terkendala dengan dana (karena harga kulkas pintar biasanya lebih mahal ketimbang kulkas konvensional), membeli jenis kulkas ini bisa memberikan anda manfaat. Setidaknya, tiga hal ini bisa menjadi pertimbangan.
1. Lebih Hemat Listrik
secara harga beli, kulkas pintar bisa jadi lebih mahal ketimbang kulkas konvensional. Tapi soal konsumsi daya, bisa diadu.
Mengapa? karena ada pengaturan suhu secara otomatis. Artinya, kulkas akan menyesuaikan konsumsi data sesuai kebutuhan. Kalau lingkungan kulkas dingin, buat apa pakai suhu rendah terus.
2. Bahan Makanan Lebih Awet
Kita pasti pernah merasakan, makanan yang baru disimpan 1-2 hari sudah membusuk. Ini bisa jadi karena pengaturan suhunya yang salah.
Menggunakan kulkas pintar, anda bahkan bisa mengatur suhunya per kompartemen. Yang artinya, suhu ruangan bahan yang satu dengan yang lain bisa berbeda. Dan ini, sangat membantu karena setiap bahan makanan butuh suhu yang tepat supaya bisa bertahan lama.
3. Kembali ke Masalah Awal
Alasan ketiga, kembali ke masalah yang sudah disebutkan di awal artikel, soal kehausan di malam hari. Jangan sampai anda sudah jauh-jauh keluar kamar untuk memeriksa, ternyata yang dicari tidak ada.
Kenapa Wajib Sertifikasi DJID?
Kulkas pintas wajib sertifikasi DJID karena menggunakan teknologi atau fitur nirkabel seperti WiFi. Ini adalah teknologi yang memanfaatkan salah satu sistem elektromagnetik untuk berkomunikasi.
Komunikasi yang dimaksud bukan seperti ponsel. Melainkan komunikasi antar perangkat. Seperti ponsel anda ke kulkas yang terhubung lewat aplikasi.
Sistem ini dinamakan telekomunikasi. Sementara dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024 dijelaskan, semua alat/perangkat telekomunikasi wajib sertifikasi DJID (nama resminya Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi).
Pada home appliances, izin ini juga wajib dipenuhi produk-produk lain yang umumnya memiliki kata “smart” di depannya. Seperti smart bulb (lampu pintar), Smart Wall Switch (saklar pintar), smart AC, hingga CCTV wireless.
Persyaratan Teknis
Produk wajib dilakukan pengujian di balai uji yang diakui DJID. Hasil pengujian produk tersebut akan dibandingkan dengan standar teknis. Jika hasilnya sesuai, produk bisa lolos sertifikasi.
Nah, standar teknis ini berbeda-beda tergantung jenis teknologi telekomunikasi yang terpasang pada produk. Untuk kulkas pintar, berarti WiFi.
Standar teknis tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Kepmen Komdigi) Nomor 12 Tahun 2025.
1. Pengujian RF
Gelombang atau frekuensi radio yang digunakan WiFi pada kulkas pintar akan diuji. Hasilnya harus sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
| Rentang Frekuensi | Lebar Pita | Saluran |
| 2400 – 2483,5 MHz | 20 MHz | 1, 6, 11 (2412, 2437, 2462) |
2. Pengujian EMC
Pengujian EMC wajib dilakukan untuk semua produk yang memiliki fitur teknologi radio frekuensi, salah satunya WiFi.
Fungsinya, memastikan teknologi tersebut tidak mengganggu produk lain dengan teknologi yang sama ketika digunakan.
Dalam standar teknis dijelaskan, produk harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam SNI IEC CISPR 32:2015; IEC CISPR 32; atau salah satu seri ETSI EN 301 489.
3. Pengujian Electrical Safety
Pengujian ini wajib dilakukan semua perangkat telekomunikasi dengan kabel (memiliki catu daya AC). Kulkas pun demikian. Fungsinya, memastikan keselamatan dari bahaya listrik bagi penggunannya.
Dalam standar teknis ditetapkan, produk harus memenuhi ketentuan dalam:
- SNI IEC 60950-1:2016
- SNI IEC 62368-1:2014
- SNI 04-6253
- IEC 62368-1
- IEC 60950-1
- IEC 60065
- Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
Apakah Sudah Selesai?
Belum, anda perlu melengkapi serangkaian prosesnya berikut ini:
1. Lengkapi Berkas
Lengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Baca artikel kami tentang dokumen untuk sertifikasi DJID untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan.
2. Submit Permohonan
Pastikan anda punya akun e-sertifikasi DJID Next Gen. Submit semua dokumen tersebut di pengajuan permohonan di akun perusahaan anda.
3. Evaluasi oleh DJID
Evaluasi dilakukan oleh DJID dari permohonan tersebut. Biasanya, antrian pemeriksaan cukup panjang. Tapi proses pemeriksaannya sendiri hanya berlangsung 24 jam.
4. Bayar Biaya Sertifikat
Kalau dinyatakan lolos, anda perlu melunasi biaya penerbitan sertifikasi DJID. Baca di link yang kami sematkan untuk mengetahuinya. Setelah lunas, sertifikat DJID kulkas pintar anda akan terbit.
5. Penuhi Persyaratan Pemasangan Label
Tunggu dulu, anda belum bisa menjual produknya secara masal. Penuhi persyaratan label DJID dan laporkan hasilnya di akun e-sertifikasi DJID next gen anda. Jika sudah, barulah produk anda boleh dipasarkan.
Ingat Ini!
Sertifikasi DJID hanya berlaku untuk satu type/model alat/perangkat. Jadi kalau anda membuat dua model berbeda, meskipun perbedaan spesifikasinya hanya sedikit, harus mengajukan permohonan sertifikasi DJID yang berbeda.













