Apa Itu Microwave Link?
Pernah mendengar istilah microwave link? Mungkin yang terbayang oleh kita adalah sebuah oven, bukan? Tidak salah, memang. Namun, perangkat yang dimaksud disini bukan itu.
Oven microwave sendiri menggunakan gelombang mikro yang disebarkan ke dalam makanan. Melalui sifat gelombang tersebut, panas bisa disebarkan secara merata ke setiap sisi makanan.
Sementara microwave link adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk jaringan telekomunikasi. Sama seperti microwave oven, perangkat ini juga memanfaatkan gelombang mikro sebagai media menyalurkan data atau informasi.
Karena merupakan perangkat untuk transmisi data atau informasi, microwave link digunakan untuk berbagai kebutuhan terkait proses tersebut. Disini, kami akan menjelaskannya.
Apa Itu Microwave Link?
Seperti dijelaskan, microwave link merupakan sebuah perangkat yang memanfaatkan gelombang mikro untuk proses transmisi data.
Gelombang mikro sendiri merupakan sub gelombang radio, salah satu jenis gelombang elektromagnetik, yang bekerja pada frekuensi antara 300 MHz hingga 300 GHz. Atau bisa dikatakan, bekerja pada frekuensi tinggi.
Dalam rentang frekuensi tersebut, sebenarnya ada banyak teknologi yang memanfaatkannya. Di antara yang terbanyak adalah frekuensi 2,4 GHz seperti digunakan jaringan seluler, WiFi (RLAN), Bluetooth dan lain sebagainya.
Namun, yang membedakan perangkat Microwave Link disini adalah perangkat yang menggunakan rentang frekuensi jauh di atas frekuensi di atas.
Mudahnya, ini bisa kita lihat dalam standar teknis rentang frekuensi yang diizinkan beredar di Indonesia, yakni antara 4,4 hingga 86 GHz. Di rentang tersebut, dibagi lagi menjadi kelompok pita frekuensi.
Anda bisa melihat langsung persyaratan tersebut dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nomor 619 Tahun 2024.
Komponen Utama
Masih belum terbayang bagaimana bentuk perangkat microwave link?
Kalau anda sering melihat menara seluler atau dikenal juga dengan menara BTS, jika diperhatikan di atas sana terdapat sebuah benda berbentuk seperti gendang. Nah, itu adalah salah satu komponen perangkat microwave, yakni komponen antena.
Tapi, itu hanya salah satu. Karena untuk bekerja sesuai tugasnya, perangkat microwave link memiliki beberapa komponen utama:
1. Antena
Komponen ini fungsinya untuk memancarkan dan menangkap sinyal gelombang mikro.
2. Transceiver dan Receiver
Transceiver merupakan sebuah komponen yang bertugas menghasilkan gelombang mikro sebelum dipancarkan antena lalu ditransmisikan dalam gelombang mikro.
Sementara receiver kebalikannya. Fungsinya adalah menerima sinyal gelombang mikro yang ditangkap dari antena.
3. Modulator dan Demodulator
Modulator dan modulator biasanya menjadi bagian atau komponen dari transiver dan receiver microwave link.
Karena teknologi ini merupakan jenis wireless, data analog harus diubah dulu menjadi data digital (angka biner) supaya bisa ditransmisikan dalam gelombang mikro.
Nah, komponen yang bertugas mengubah data analog (informasi mentah) menjadi data digital tersebut adalah modulator.
Sementara kebalikannya, yang mengubah data digital menjadi sinyal analog agar bisa dipahami pengguna perangkat adalah demodulator.
Kelebihan dan Kekurangan
Ada banyak gelombang elektromagnetik yang bisa digunakan sebagai media transmisi data dari sistem jaringan wireless. Di antaranya gelombang cahaya dan gelombang radio.
Namun, mengapa gelombang mikro digunakan? Salah satu keunggulannya karena frekuensi kerjanya yang tinggi, transmisi datanya juga sangat cepat. Apalagi pita frekuensinya lebar yang cukup untuk mentransmisikan sejumlah besar data dalam satu waktu.
Selain itu, penggunaan gelombang mikro itu ideal untuk transmisi data jarak jauh. Banyak sumber yang menyebut jika teknologi microwave link ini bisa melakukan transmisi data hingga jarak 80 km.
Namun, tentu saja setiap teknologi jaringan wireless punya kekurangan. Karena microwave link punya panjang pita yang pendek, sistem ini sangat rentan terhadap interferensi atau gangguan.
Namun, jika line of sight alias tidak ada penghalang antar perangkat, sistem jaringan ini bisa sangat powerfull. Itulah kenapa antenna microwave link biasanya dipasang di menara yang menjulang tinggi.
Kegunaan dan Pemanfaatan
Dari kelebihan microwave link yang disebutkan di atas, ada banyak pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan sistem jaringan yang mereka buat. Di antaranya:
1. Penyedia Layanan Jaringan
Penyedia layanan jaringan seperti internet (WiFi) atau jaringan seluler umumnya menggunakan teknologi ini terutama untuk membuat sistem jaringan backhaul.
Backhaul sendiri merupakan jalur komunikasi antara jaringan akses lokal (seperti perangkat yang terpasang di menara BTS) dengan jaringan inti.
Dengan begitu, kebutuhan setiap pelanggan mereka bisa diakomodir lebih cepat.
2. Menghubungkan Antar Gedung
Banyak juga perkantoran yang terhubung menggunakan sistem jaringan berbasis teknologi microwave link.
Dengan gedung menjulang, tidak ada penghalang berarti untuk proses transmisi datanya. Dengan begitu, setiap gedung bisa terhubung untuk berbagai kebutuhan seperti koordinasi kantor pusat di sebuah gedung dengan kantor cabang di gedung lainnya.
3. Radar dan Satelit
Teknologi radar dan satelit juga banyak yang menggunakan gelombang mikro agar setiap perangkat bisa saling berkomunikasi. Sekali lagi, teknologi ini digunakan karena keunggulan kecepatan transmisi datanya.



