Narmadi Media

Teknologi WDM pada Jaringan Berbasis Kabel Serat Optik

07 October 2026 · Fakhri Adzhar · Teknologi

Jika berbicara jaringan berbasis kabel, ada banyak macam kabel yang bisa digunakan seperti kabel ethernet, kabel koaksial, dan kabel serat optik.

Sementara saat ini yang paling banyak digunakan oleh penyedia layanan adalah jenis kabel serat optik.

Jenis kabel tersebut menggunakan gelombang cahaya untuk mentransmisikan datanya. Namun, dialirkan melalui media kabel.

Kabel yang digunakan bukan seperti kabel tembaga konvensional, namun serat khusus yang dirancang untuk bekerja sebagai jalur gelombang cahaya (optic).

Jenis kabel ini punya kelebihan, salah satunya adalah kecepatan transmisi datanya yang jauh lebih cepat. Namun, juga punya kelemahan yakni harganya yang mahal.

Jika satu provider memiliki beberapa layanan seperti internet, tv kabel serta telepon kabel dan digunakan oleh satu pengguna, mereka harus membuat masing-masing jalur kabel fiber optiknya.

Tentu saja karena mahal, akhirnya yang menanggung biaya tersebut adalah penggunanya. Ini yang menyebabkan bisnis tidak berkembang.

Karena itu, banyak provider yang beralih menggunakan teknologi sistem WDM. Jadi, semua layanan tersebut hanya butuh satu jalur kabel.

Anggaran lebih murah, pelanggan tetap puas karena kecepatan optimal dan tidak menimbulkan jalur kabel yang ruwet.

Apa Itu Teknologi WDM?

WDM atau Wavelength Division Multiplexing (Teknologi WDM) adalah sebuah sistem yang menggabungkan beberapa sinyal optik jadi satu untuk ditransmisikan pada jalur yang sama.

Seperti contoh di atas, sinyal optik berupa data dari layanan internet, tv kabel dan telepon kabel bisa ditransmisikan melalui satu jalur kabel serat optik saja.

Infrastruktur Jaringan

Untuk membuat infrastruktur jaringan berbasis kabel serat optik dengan teknologi WDM, tentu saja membutuhkan kabel serat optik itu sendiri.

Selanjutnya, ada beberapa perangkat lain yang mendukung sistem jaringan seperti ini:

1. MUX dan DEMUX

MUX atau multiplexing dan DEMUX atau demultiplexing adalah rahasia teknologi WDM bisa mengalirkan beberapa sinyal optik dalam satu kabel.

MUX fungsinya untuk menggabungkan beberapa sinyal optik sebelum ditransmisikan lewat kabel serat optik. Sementara DEMUX kebalikannya, yakni memecah kembali sinyal-sinyal tersebut.

2. Transponder

Transponder juga berperan penting dalam sistem jaringan ini. Perangkat ini punya fungsi mengubah sinyal optik multimode atau single mode menjadi panjang gelombang tertentu. Perangkat ini dipasang sebelum MUX dan setelah DEMUX.

3. Optical Amplifier

Ini adalah perangkat khusus yang digunakan pada jenis DWDM (kita akan bahas selanjutnya). Seperti namanya, fungsi perangkat ini untuk memperkuat sinyal optik.

CWDM dan DWDM

Dalam sistem jaringan berbasis kabel serat optik dengan teknologi WDM, umumnya memiliki dua jenis untuk kebutuhan berbeda.

Pada intinya, CWDM umumnya digunakan untuk transmisi data pada jarak yang lebih pendek ketimbang DWDM. Perbedaan utamanya ada pada spektrum elektromagnetik dan jarak antar gelombangnya.

Pada CWDM, menggunakan rentang spektrum elektromagnetik 1270-1610 nanometer (nm) dengan panjang gelombang yang dipisahkan sejauh 20 nm.

Sementara DWMD menggunakan Pita C (1525 nm hingga 1565 nm) atau pita L (1570 nm hingga 1610 nm) dengan jarak antar gelombang hanya 0,4 nm.

Karena DWDM umumnya digunakan untuk transmisi data jarak jauh, maka dibutuhkan optical amplifier untuk memastikan stabilitas pengiriman datanya.

Infrastruktur Jaringan Harus Memenuhi Standar

Semua infrastruktur jaringan berbasis kabel serat optik dengan Teknologi WDM harus melakukan Sertifikasi DJID. Ini adalah proses standarisasi teknologi tersebut yang diizinkan beredar di Indonesia.

Penggunaan kabel serat optik, atau lebih spesifik gelombang cahaya, dalam sistem jaringan pasti memiliki resiko. Terutama yang bisa berdampak negatif di sisi pengguna, dalam hal ini masayarakat Indonesia.

Karena itu, dalam proses ini perangkat-perangkat tersebut harus diuji dan disesuaikan dengan standar teknis yang berlaku di Indonesia.

Sementara standar teknis perangkat yang mendukung sistem jaringan kabel serat optik dengan teknologi WDM ini tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 6 Tahun 2023.

Ada dua jenis pengujian yang wajib dilakukan, yakni pengujian umum dan interoperabilitas.

Pengujian umum ini meliputi pengujian Electrical Safety, Laser Safety, persyaratan catu daya, serta Pengujian Electromagnetic Compatibility.

Sementara pengujian Interoperabilitas merupakan pengujian pada masing-masing perangkat yang kami sebutkan. Tujuannya untuk memastikan semuanya memiliki kemampuan untuk saling terhubung secara optimal.

1. Transponder

Untuk Transponder, parameter antarmuka Tributary dan Optical Line akan diuji.

Antarmuka Tributary harus memenuhi persyaratan yang terdapat pada salah satu atau lebih standar internasional yakni STM-16 dengan karakteristik sesuai ITU-T Rec. G.957, STM-64 dengan karakteristik sesuai ITU-T Rec. G.691, serta Ethernet dengan karakteristik sesuai IEEE 802.3 atau yang relevan.

Sementara Antarmuka Optical Line harus sesuai dalam standar ITU-T Rec. G.695 dan Nominal Central Wavelength sesuai dengan ITU-T Rec. G.694.2 (untuk CWDM) serta ITU-T Rec. G.698.1 atau ITU-T Rec. G.698.2 dan Nominal Central Wavelength sesuai dengan ITU-T Rec. G.694.1 (untuk DWDM).

2. MUX dan DEMUX

Perangkat MUX dan DEMUX harus memiliki spesifikasi sesuai standar internasional ITU-T Rec. G.695 untuk CWDM dan ITU-T Rec. G.698.2 untuk DWDM.

3. Optical Amplifier

Dan terakhir, optical amplifier harus memiliki spesifikasi yang sesuai dalam standar ITU-T Rec. G.691 untuk CWDM (jika menggunakannya) dan ITU-T Rec. G.692 untuk DWDM.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.