Narmadi Media

Apa Itu Radar? Jenis, Cara Kerja dan Kewajiban Sertifikasi DJID

09 October 2026 · Fakhri Adzhar · Teknologi

Mungkin kita sudah tidak asing dengan kata “radar”. Bahkan, terminologi ini sering kota dengar tak hanya pada skala industri atau organisasi besar, namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya? Automotive Radar.

Namun, disini kita tidak akan membahas tentang jenis radar tersebut. Lebih spesifik, kita akan membahas radar yang wajib disertifikasi DJID.

Mengapa? Karena perangkat ini digunakan untuk kebutuhan yang jauh lebih besar: ketahanan dan keamanan negara.

Meski begitu, konsep cara kerjanya sebetulnya sama saja dengan jenis radar lainnya. Jadi, artikel dan video ini tetap bisa menjawab pertanyaan apa itu radar untuk berbagai kebutuhan.

Apa Itu Radar?

Radar merupakan sebuah kependekan yakni Radio Detection and Ranging. Atau dalam Bahasa Indonesia “deteksi dan pengukuran radio”.

Radio yang dimaksud disini adalah pemanfaatan gelombang radio. Ini merupakan salah satu jenis gelombang elektromagnetik yang merambat di udara bebas.

Karena itu, teknologi radar ini bisa dikatakan sebuah perangkat wireless karena transmisi datanya tidak menggunakan kabel (seperti kabel serat optik, kabel tembaga, dll).

Seperti namanya, radar berfungsi untuk pendeteksian dan pengukuran. Jadi, gelobang radio yang dihasilkan perangkat digunakan untuk tujuan tersebut.

Wajib Sertifikasi DJID

Inilah mengapa radar wajib melakukan sertifikasi DJID. Karena perangkat ini, dikategorikan sebagai produk telekomunikasi.

Telekomunikasi sendiri adalah jenis komunikasi yang memanfaatkan sistem elektromagnetik sebagai media transmisi datanya.

Dan seperti dijelaskan, gelombang radio merupakan jenis gelombang yang termasuk ke dalam sistem elektromagnetik.

Dalam Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi DJID dijelaskan, semua produk telekomunikasi yang beredar di Indonesia, baik digunakan sendiri ataupun diperjualbelikan, wajib melakukan Sertifikasi DJID.

Perangkat radar yang diwajibkan sertifikasi disini umumnya merupakan radar besar. Terutama digunakan oleh berbagai industri atau lembaga besar, termasuk otoritas negara.

Khusus otoritas negara, jika mau menggunakan radar untuk kebutuhan lembaganya, sertifikasi dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan langsung ke Kementerian Komunikasi dan Digital, tidak melalui mekanisme seperti pada umumnya.

Komponen dan Cara Kerja Radar

Komponen radar yang membuat perangkat ini bisa bekerja. Meski teknologi semakin luas, namun setidaknya tiga komponen utama ini yang mendukung cara kerja utamanya:

1. Transmitter

Ini adalah komponen penghasil gelombang radio pada radar. Gelombang radio ini yang digunakan untuk mendeteksi objek serta mengukurnya.

2. Antenna

Gelombang radio yang dihasilkan transmitter kemudian akan dipancarkan oleh antenna. Ya, seperti antenna pada umumnya.

3. Receiver

Setelah gelombang radio dipancarkan, ia lalu akan mencari objek spesifik yang sudah disetting perangkat sejak awal.

Jika sudah menemukan dan mengenai objek tersebut, ia akan memantul kembali dan ditangkap oleh antenna lalu disalurkan ke receiver sebelum objek ditampilkan dalam layar.

Teknologi Radar

Seperti kami jelasakan di atas, tiga komponen tersebut merupakan komponen inti dalam radar. Namun, banyak teknologi yang diintegrasikan dalam perangkat ini sehingga kemampuan radar lebih optimal serta sesuai dengan peruntukannya.

Disini, kami akan menjelaskan tiga contoh teknologi radar tersebut:

1. Radar Dual Pol

Ini adalah jenis radar dengan mekanisme deteksi osilasi horizontal dan vertical sekaligus. Dengan begitu, pengukuran jarak objek yang dideteksi (terutama yang bergerak) bisa lebih tepat.

2. Radar Doppler

Radar ini menggunakan efek doppler dalam mekanisme kerjanya. Efek doppler sendiri menyatakan bahwa akan terjadi perubahan frekuensi ketika objek menjauh.

Karena itu, jenis radar ini biasanya digunakan untuk memantau objek yang terus bergerak sehingga perhitungan jarak dan waktu tempuhnya lebih akurat.

3. Radra FMCW

Jenis radar yang menggunakan mekanisme pengiriman sinyal terus menerus dengan frekuensi yang bisa berubah-ubah sesuai objek yang diteliti. Artinya, jenis radar ini bisa digunakan untuk mendeteksi beberapa objek sekaligus.

Jenis Radar yang Wajib Sertifikasi DJID

Kembali ke sertifikasi DJID radar. Dalam proses ini, perangkat radar akan diuji. Parameter dan persyaratan yang harus dipenuhi radar tertera dalam standar teknis.

Standar teknis radar sendiri diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan Informatika (Perdirjen SDPPI) Nomor 2 Tahun 2020.

Dalam standar teknis ini, ada 4 jenis radar yang wajib melakukan sertifikasi DJID:

  • Radar Maritim: radar bergerak yang ditempatkan di atas kapal laut
  • Radar Surveillance: radar tetap yang berfungsi untuk pengawasan darat, udara, pantai, selat, atau sungai serta untuk eksplorasi lepas pantai dan/atau darat
  • Radar GBSA: radar untuk mendeteksi pergerakan berkaitan dengan struktur, kontur, atau konstruksi
  • Radar Oseanografi: untuk pengamatan laut menggunakan informasi di permukaan laut untuk mengukur arus dan keadaan laut

Bisa dilihat, semua jenis radar yang disebutkan dalam standar teknis umumnay digunakan untuk tugas-tugas besar.

Dan seperti kami jelaskan di awal, radar di sini biasanya dipakai oleh otoritas atau lembaga negara untuk kepentingan keamanan dan perkembangan negara.

Masing-masing jenis radar memiliki parameter persyaratan yang wajib dipenuhi. Anda bisa meng-copy-paste nama standar teknis yang kami cantumkan ke mesin pencari, lalu buka dan lihat langsung persyaratan-persyaratan tersebut.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.