Komponen Antena dalam Produk Telekomunikasi, Apa Pentingnya?
Pernahkah anda mengalami harus memperbaiki posisi antena televisi supaya gambar tayangan jernih? Kalau iya, dari sini kita tau bagaimana pentingnya komponen antena khususnya untuk peralatan elektronik.
Kalau mendengar kata antena, kemungkinan besar yang terbayang adalah jenis antena televisi tersebut. Atau setidaknya, antena parabola. Ukurannya besar.
Namun, tahukah anda kalau di ponsel genggam yang kita gunakan sehari-hari juga terdapat komponen antenna di dalamnya?
Di artikel ini, kita akan membahas apa itu antena, fungsinya, dan berbagai jenis berdasarkan penggunaannya.
Tak hanya itu, kita juga akan bahas jenis antena yang wajib melakukan sertifikasi DJID. Jenis antena seperti apa itu? Baca artikel ini sampai habis.
Pengertian dan Fungsi Antena
Antena merupakan sebuah komponen yang punya fungsi melakukan pemancaran dan/atau penangkapan sinyal yang ditransmisikan lewat gelombang elektromagnetik di udara.
Sinyal sendiri berisi data atau informasi dari sebuah perangkat. Artinya, antenna punya fungsi penting untuk memastikan data atau informasi tersebut bisa diterima perangkat lainnya.
Sementara gelombang elektromagnetik merupakan media transmisi data dalam sistem jaringan berbasis wireless atau nirkabel.
Karena gelombang ini berada di udara bebas dan bergerak terus menerus, dibutuhkan antenna supaya data atau informasi yang ditransmisikan di dalamnya bisa ditangkap.
Antena Aktif dan Pasif
Seperti dijelaskan di atas, fungsi antena adalah untuk memancarkan dan/atau mentransmisikan sinyal. Dari fungsi ini, dibagi menjadi dua jenis antena.
Yang pertama adalah antenna aktif. Ini adalah jenis antena yang bisa melakukan fungsi keduanya. Dengan begitu, perangkat bisa saling bertukar data. Contohnya, antena yang ada di ponsel kita.
Kedua, antenna pasif. Ini adalah jenis antena yang hanya bisa menangkap sinyal. Dengan begitu, perangkat yang menggunakan komponen antenna ini tidak bisa mengirimkan data ke perangkat lainnya.
Contoh perangkat yang menggunakan jenis antena pasif adalah televisi model jadul tadi. Kita tidak bisa mengirimkan data apapun yang ada di televisi ke perangkat lainnya (berbeda dengan tv modern atau smart tv).
Directional dan Omnidirectional
Tadi merupakan jenis antena berdasarkan fungsi. Sekarang, kita bahas jenis antena berdasarkan pola pemancaran atau penangkapan sinyalnya.
Umumnya dibagi menjadi dua: directional dan omnidirectional.
Antena directional hanya memfokuskan satu arah untuk memancarkan atau mengirim sinyal. Jika bergeser, fungsinya bisa berantakan. Namun, kekuatan pengiriman sinyalnya lebih baik ketimbang omnidirectional.
Sementara antena omnidirectional adalah jenis antena khususnya yang bisa menangkap sinyal dari arah manapun. Jadi, tidak perlu pusing melakukan penyesuain posisi antenna.
Meski begitu, seperti dijelaskan, jenis antena seperti ini tidak sekuat directional. Tapi, sangat cocok jika memang jalur transmisi sinyalnya banyak penghalang.
Jenis Antena Berdasarkan Bentuk
Sekarang kita bahas jenis antena berdasarkan bentuknya. Karena seperti contoh yang kami berikan, antena televisi jadul dengan antena yang ada di ponsel, bentuknya berbeda, bukan?
1. Antena Dipole dan Monopole
Dua jenis antena yang punya bentuk mirip namun punya jumlah titik konduktor yang berbeda. Seperti namanya, monopole hanya punya satu, sementara dipole dua. Jenis antenna ini umumnya terpasang di barang elektronik.
2. Antena Yagi Uda
Jenis antena dengan bentuk tulang ikan. Pasti pernah melihatnya, bukan? Ini adalah jenis antena yang punya banyak elemen reflector dan direktif. Karena itulah bentuknya seperti tulang ikan.
3. Antena Parabola
Antena parabola banyak kita temukan ketika televisi masuk ke jaman digital. Antena besar terpasang di depan berbagai rumah hingga gedung perkantoran. Bentuknya seperti payung terbalik.
Jenis antenna ini punya bentuk seperti itu karena fungsinya memfokuskan gelombang radio. Karena itu, sangat cocok digunakan untuk komunikasi perangkat jarak jauh.
4. Antena Corong
Ini adalah jenis antena berbentuk corong segi 4. Biasanya jenis ini digunakan untuk komunikasi menggunakan gelombang mikro (gelombang radio dengan frekuensi tinggi).
5. Antena Patch
Inilah jenis antena yang terpasang di ponsel kita. Bentuknya sangat kecil bahkan datar layaknya komponen lain di dalam hp.
Kewajiban Sertifikasi DJID
Seperti dijelaskan, antenna wajib sertifikasi DJID. Namun, bukan jenis-jenis antena yang sudah kami sebutkan di atas.
Jenis antena yang wajib sertifikasi DJID adalah antena-antena yang digunakan dalam infrastruktur jaringan komunikasi. Biasanya dipasang oleh para penyedia layanan jaringan (seluler, internet, dll).
Antenna tersebut harus memenuhi ketentuan teknis yang tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 601 Tahun 2023.
Di dalam standar teknis, terdapat 4 jenis antena yang wajib sertifikasi DJID. Akan kami bahas di poin selanjutnya.
Namun secara umum, ada 2 hingga 3 parameter yang akan diuji yakni rentang frekuensi kerja antena, nilai VSWR dan gain.
Smeentara persyaratan parameter-parameter tersebut sudah kami jelaska dalam video. Anda bisa menontonnya untuk mengetahui informasi tersebut.
Jenis Antena yang Wajib Sertifikasi DJID
Berikut ini 4 jenis antena yang wajib Sertifikasi DJID berdasarkan yang tertera dalam standar teknis:
1. Antena BS IMT
Kita mungkin sering melihat menara sinyal jaringan seluler, atau dikenal juga dengan menara BTS. Antena BS IMT sendiri terpasang di menara tersebut. Fungsinya untuk memancarkan sinyal seluler ke menara lain atau pengguna.
2. Antena Microwave Link
Di menara BTS tersebut, biasanya juga terpasang antena dengan bentuk seperti gendang. Itu merupakan antenna microwave link. Jenis ini digunakan khusus untuk perangkat jaringan jarak jauh yang memanfaatkan gelombang mikro.
3. Antena RLAN untuk Keperluan Backhaul
WiFi yang kita gunakan menangkap sinyal dari menara jaringan ini. Namun, yang wajib disertifikasi DJID disini adalah antenna yang menghubungkan antena di menara tersebut dengan station pusat.
4. Antena BWA
Broadband Wireless Access merupakan teknologi jaringan yang menggunakan pita frekuensi lebar. Dengan begitu, lebih banyak data yang bisa ditransmisikan dalam satu waktu.
Teknologi WiFi sudah banyak yang menggunakan sistem jaringan ini. Selain itu, Voice over Internet Phone atau VoIP, kita kenal juga dengan IP Phone, umumnya menggunakan teknologi ini.



