Kesalahan dalam Sertifikasi DJID Ini Bisa Bikin Proses Semakin Lama!
Sertifikasi produk telekomunikasi (sertifikasi Postel), atau dikenal juga dengan Sertifikasi DJID membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu. Atau kira-kira satu bulan lebih.
Ini tentu bukan waktu yang sebentar. Apalagi untuk pelaku usaha, waktu ini pasti dipertimbangkan karena masuk dalam agenda produk tersebut di Indonesia.
Meski begitu, ini hanya estimasi. Bisa jadi lebih cepat atau bahkan lebih lama. Kalau lebih cepat tentu lebih baik. Tapi kalau lebih lama, agenda peluncuran produk tersebut bisa terhambat.
Semakin menjadi masalah jika acara perilisan produknya sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Tempat sudah disewa, sudah bayra vendor, sebar undangan, tapi ternyata harus diundur.
Bukan hanya biaya yang hilang. Kepercayaan konsumen pun menjadi ancaman.
Salah satu hal yang membuat lama proses ini adalah karena persiapannya yang tidak maksimal. Alhasil, melakukan banyak kesalahan dalam sertifikasi DJID.
Supaya hal ini tidak terjadi agar lebih cepat mengurus sertifikasi DJID, kami akan bagikan daftar kesalahan apa saja yang harus dihindari para pemohon sertifikasi.
Apa yang Membuat Sertifikasi DJID Itu Lama?
Sebelum masuk ke daftar kesalahan dalam sertifikasi DJID yang wajib dihindari, kita bahas sedikit mengapa proses ini bisa memakan waktu cukup lama.
1. Pengujian Produk
Yang pertama dan bisa dibilang tahapan yang paling lama adalah pengujian produk. Intinya, produk anda akan diuji di balai uji yang diakui DJID untuk dipastikan fitur telekomunikasinya sesuai standar.
“Tapi, kan, jalur evaluasi dokumen gak sampai 1 minggu?”
Memang demikian. Namun perlu diingat, estimasi waktu tersebut karena anda sudah melakukan pengujian produknya di balai uji luar negeri.
Tapi kalau ditarik lagi, dihitung dari waktu pengujiannya, sama saja sebetulnya seperti jalur local testing. Karena, ya, sama-sama dilakukan pengujian. Dimana tahapan ini, wajib hukumnya.
2. Melengkapi Dokumen
Daftar dokumen untuk sertifikasi DJID bisa anda baca di artikel kami yang lain. Atau bisa juga melihat di video di channel youtube kami.
Jika dilihat, ada banyak dokumen yang wajib dipenuhi. Banyak yang belum dimiliki karena belum ada dokumennya. Atau, harus melalui proses terlebih dahulu (seperti LHU setelah dilakukan pengujian). Ini yang membuat proses sertifikasi DJID jadi lama.
3. Pengiriman Sampel
Waktu pengiriman sampel ke Indonesia dari berbagai negara bisa berbeda-beda. Ini juga yang membuat proses sertifikasi DJID lama.
Ini juga belum ditambah proses pelepasan barang di wilayah kepabeanan. Kalau terjadi masalah, bisa jadi lebih lama lagi.
4. Menunggu Antrian Pemeriksaan
Yang terakhir mengapa sertifikasi DJID lama adalah, DJID sendiri membutuhkan waktu untuk memeriksa semua pengajuan permohonan sertifikasi.
Mungkin ada puluhan bahkan ratusan permohonan yang masuk dalam satu hari yang sama dengan anda.
Karena itu, jalur evaluasi dokumen pun sebetulnya tidak bisa terlalu cepat juga. Siapa tahu berkas anda baru diperiksa seminggu setelah di submit.
Daftar Kesalahan dalam Sertifikasi DJID
Dari faktor-faktor yang membuat proses sertifikasi DJID membutuhkan waktu di atas, akan semakin lama kalau anda melakukan kesalahan berikut ini:
1. Tidak Paham Regulasi, Dokumen Tidak Siap
Kami selalu menyarankan siapapun yang mau melakukan proses ini untuk memahami regulasi yang berlaku. Minimal, tau regulasi Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024.
Karena dalam regulasi tersebut, sudah diatur semuanya.
Yang sering terjadi, karena tidak paham regulasi tersebut, banyak dokumen yang seharusnya dipersiapkan sedari awal malah baru diurus di akhir. Akhirnya, submit dokumennya jadi molor.
2. Tidak Paham Standar Teknis
Selain regulasi di atas, kami juga menyarankan anda memahami apa saja yang dipersyaratkan dalam fitur telekomunikasi di produk anda. Ini semua tertuang dalam standar teknis.
Standar teknis sendiri bukan dokumen tunggal. Ini biasanya dibuat berdasarkan teknologi telekomunikasi. Misalnya, standar teknis Bluetooth dalam Kepmen Komdigi Nomor 260 Tahun 2024, Radar dalam Perdirjen SDPPI Nomor 2 Tahun 2020, dan lain sebagainya.
Kalau produk anda punya beberapa fitur telekomunikasi, bisa jadi pengujian mengacu pada lebih dari 1 standar teknis.
Kalau paham standar teknis, produk bisa disesuaikan terlebih dahulu dengan ketentuan di dalamnya. Karena jika tidak dan ternyata kinerja fitur telekomunikasi anda tidak sesuai persyaratan, pengajuan permohonan bisa ditolak.
Harus perbaiki terlebih dahulu kemudian uji ulang. Ini pasti memakan waktu yang lama.
3. Tidak Memahami Persyaratan Sampel
Kalau anda melalui jalur local testing, sampel yang dikirim ke balai uji perlu dikondisikan untuk pengujian sesuai fitur telekomunikasi dalam produk tersebut.
Untuk persyaratan sampel ini, anda bisa membacanya di artikel kami yang lain.
Karena tidak paham, yang sering terjadi adalah balai uji meminta anda mengirimkan perwakilan untuk datang ke balai uji dan melakukan setting ulang. Itupun kalau di perusahaan anda ada teknisi yang paham. Kalau tidak, harus mengirim orang dari manufaktur asalnya, bukan?
4. Tidak Update Progres, Proses Penting Terlewat
Jika anda menggunakan jasa Narmadi Company, kami akan selalu memberikan update perkembangan proses sertifikasi DJID anda.
Bukan tanpa alasan. Karena memang dalam prosesnya terkadang terdapat bagian-bagian penting yang wajib pemohon sertifikasi DJID tindak lanjuti.
Dalam video kami jelaskan contohnya soal pembayaran sertifikat. Kalau tidak dilakukan karena tidak update, bisa kena sanksi administrasi yang merugikan perusahaan.



