Tips Cepat Mengurus Sertifikasi DJID
Melakukan proses sertifikasi DJID, atau sertifikasi produk telekomunikasi itu lama. Ada banyak tahapan yang harus dilakukan.
Sama seperti mengurus perizinan lainnya di Indonesia, terkadang jalan berliku harus dilalui oleh para pemohon sertifikasi DJID.
Nanti kami ceritakan bagaimana prosesnya, dan apa masalah yang sering terjadi di tahapan tersebut.
Tapi, artikel ini tidak mau fokus ke permasalahan tersebut. Narmadi Company yang berpengalaman sejak tahun 2008 mengurus sertifikasi DJID (dulu dikenal dengan Sertifikasi Postel atau Sertifikasi SDPPI) sudah kenyang dengan masalah yang bikin proses jadi makin lama.
Sebelum di era digital sekarang, dulunya proses ini bahkan jauh lebih lama. Semua dokumen berbentuk fisik dan tanda tangan basah. Harus bolak-balik ke berbagai tempat untuk mendapatkannya.
Sekarang semua prosesnya sudah terpusat di akun e-sertifikasi DJID milik masing-masing pemohon. Meski begitu, tetap butuh waktu.
Dengan pengalaman Narmadi Company, kami akan menjelaskan bagaimana supaya lebih cepat mengurus sertifikasi DJID tersebut.
Proses Sertifikasi dan Masalah yang Sering Ditemukan
Seperti janji kami di atas, disini kami tidak hanya menjelaskan bagaimana proses sertifikasi DJID, tapi juga masalah yang sering ditemukan.
Di bagian ini, anda sudah mulai bisa mempelajari tahapannya dan mulai mempersiapkan bagaimana memecahkan masalahnya.
1. Pengujian Produk di Balai Uji
Tahapan pertama ketika klien datang ke Narmadi Company adalah konsultasi. Jika semua sudah disepakati dan produknya belum diuji, maka harus dilakukan pengujian terlebih dahulu.
Pemohon sertifikasi DJID haruslah badan usaha yang berbadan hukum Indonesia. Jadi kalau produknya dari luar negeri, harus ada perwakilannya di Indonesia.
Untuk pemohon asal Indonesia, mungkin tidak banyak masalah dalam pengiriman sampel. Kalau ada delay pun tidak mundur terlalu lama.
Masalah yang lebih banyak ditemukan adalah dari produk yang berasal dari luar negeri. Kita tau, proses importasi tidak sesederhana itu.
Masalah lainnya bisa muncul karena pemohon tidak memahami bagaimana syarat sampel pengujian. Karena dalam proses ini, dibutuhkan pengkondisian sampel. Alhasil, sampel tidak sesuai dan harus kirim ulang.
Untuk syarat sampel pengujian, anda bisa menonton video kami dan/atau membaca di artikel kami yang lain.
Lupakan sejenak masalah-masalah di atas. Setelah selesai pengujian, anda akan mendapatkan Laporan Hasil Uji atau LHU. Ini adalah salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk aplikasi permohonan sertifikasi DJID.
Masalah lainnya muncul. Ternyata hasil pengujian tidak memenuhi persyaratan. Lagi-lagi, anda harus mengulang proses ini. Dan masalah-masalah sebelumnya, berpotensi terjadi lagi.
Khusus untuk menghindari kegagalan pengujian produk telekomunikasi, kami sudah buat artikel dan video tepat sebelum artikel ini tayang. Jadi, anda bisa melihatnya disitu.
2. Mengumpulkan Dokumen Lainnya
Jika sudah mendapatkan LHU sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk produk telekomunikasi anda, sekarang tinggal mengumpulkan dokumen-dokumen lainnya.
Sama seperti sebelumnya, dokumen untuk sertifikasi DJID ini juga sudah kami tulis. Anda bisa membacanya di artikel yang ada di website ini.
Yang jadi masalah, persyaratan dokumen ini tidak saklek. Artinya, terkadang butuh tambahan dokumen lain tergantung dengan status anda sebagai pemohon ataupun jenis produk telekomunikasi yang mau disertifikasi.
3. Submit Dokumen
Jika semua dokumen yang dibutuhkan sudah terkumpul sesuai persyaratan, tinggal anda submit di akun e-sertifikasi DJID milik perusahaan anda.
Cara submitnya sebenarnya cukup simple. Namun, yang sering jadi masalah adalah kesalahan dalam pengisian isian data dalam formulir permohonan.
Tentu kami pernah mengalaminya. Hanya karena salah memilih kategori produk telekomunikasi, permohonan ditolak. Meski revisinya sederhana, tetap saja ini membuang-buang waktu.
Soal alasan penolakan permohonan sertifikasi DJID juga sudah kami tulis di website ini beserta cara menanganinya. Disana terdapat daftar kesalahan yang menyebabkan penolakan tersebut berikut cara menghindarinya.
4. Penerbitan Sertifikat DJID
Jika permohonan anda diterima, DJID akan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pembayaran atau SP2 berikut nominal tarif atau biaya sertifikat DJID. Tinggal anda bayar dan otomatis sertifikat akan terbit.
Di tahapan ini, memang jarang ditemukan masalah. Paling-paling karena lupa atau tidak mengupdate proses sertifikasi DJID, jadi mepet sama batas waktu pembayaran (14 hari).
Jika lewat sampai 3 kali, sertifikasi dibatalkan. Tak ada pengembalian dana yang sudah dikeluarkan. Tambahan sanksinya, tidak boleh mengajukan sertifikasi selama 6 bulan.
5. Pemasangan Label
Jika sertifikat sudah terbit, harus memasang label DJID dan melampirkan bukti pemasangannya maksimal 30 hari setelah sertifikat terbit.
Sama seperti sebelumnya, kebanyakan masalah terjadi karena tidak tau regulasi atau tidak update proses sertifikasinya sehingga terlewat masa tenggat waktu tersebut. Alhasil, sanksi harus diterima, termasuk larangan mengajukan permohonan sertifikasi selama 1 tahun.
Akibat Jika Proses Sertifikasi Molor
Dari penjelasan di atas saja anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana lama proses sertifikasi DJID. Sebagai gambaran, proses ini memakan waktu selama 4 sampai 6 minggu.
Ya, lebih dari satu bulan. Jadi, kalau ada masalah-masalah seperti yang tadi disebutkan, tentu prosesnya bisa lebih lama lagi.
Bayangkan jika anda sudah mengestimasikan waktu di atas dan dimasukkan dalam agenda perilisan produk tersebut. Lantas masalah terjadi. Semua rencana, bubar jalan. Vendor minta ganti rugi. Kepercayaan konsumen menurun.
Ujungnya, kerugian baik secara moral maupun finansial bisa dialami perusahaan anda.
Tips Cepat Mengurus Sertifikasi DJID
Masalah-masalah dalam proses sertifikasi DJID mungkin bisa anda alami. Tapi jika mengikuti tips cepat mengurus sertifikasi DJID ini, timeline agenda perusahaan yang anda susun bisa aman.
1. Ketahui Regulasi dan Standar Teknis
Jangan melakukan sertifikasi DJID kalau belum mengetahui sama sekali bagaimana prosedurnya. Kami menyarankan minimal anda membaca terlebih dahulu Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.
Selain regulasi tersebut, saat pengujian setiap produk menggunakan standar teknis berbeda-beda tergantung fitur telekomunikasinya. Ini dokumen regulasi yang beda lagi. Dan anda, wajib tau.
Langsung saja hubungi Narmadi Company karena kami menyediakan layanan konsultasi gratis untuk bekal anda sebelum melakukan proses sertifikasi DJID.
Karena kalau datang “kosongan” waktu akan terbuang dengan bertanya hal-hal dasar yang seharusnya sudah selesai di awal.
2. Siapkan Dokumen Lain Saat Proses Pengujian Produk
Untuk menguji produk di balai uji, tidak sehari jadi. Karena balai uji sendiri mungkin menangani puluhan bahkan ratusan produk. Jadi, harus antri. Belum lagi karena memang proses pengujian dan penulisan laporannya yang tidak sebentar.
Nah, sembari menunggu LHU, anda bisa mempersiapkan dokumen lainnya terlebih dahulu. Ini juga ada hubungannya dengan poin pertama. Kalau anda sudah tau aturan dan prosedur sertifikasi DJID sebelum melakukannya, tahapan ini akan jauh lebih mudah dan cepat.
Sebagai tambahan, kalau sampel dikirim dari luar negeri, anda juga harus mempelajari dan mempersiapkan dokumen importasinya. Karena di bea cukai, setiap produk telekomunikasi yang masuk ke Indonesia akan diperiksa.
Ada persyaratan dokumen yang wajib dilampirkan, terutama karena ini adalah sampel, bukan produk yang akan diperjualbelikan.
3. Follow Up Balai Uji
Anda akan diberikan estimasi waktu pengujian oleh balai uji. Namun sekali lagi, ini hanya perkiraan. Karena itu, supaya prosesnya termonitoring dengan baik, aktif bertanya kepada mereka.
Mungkin ini tidak akan mempercepat proses pengujian. Namun setidaknya anda jadi tau sampai mana prosesnya dan bisa mempersiapkan langkah-langkah lain jika tidak sesuai skenario awal.
4. Teliti Saat Submit Dokumen
Seperti sudah dijelaskan, submit dokumen tidak hanya mengupload persyaratan, tapi juga ada isian yang wajib diisi. Kalau salah, harus revisi.
Kesalahan kecil bisa mengganggu jalannya proses sertifikasi DJID. Jadi, daripada harus rugi karena masalah sepele, lebih baik teliti dan periksa berkali-kali sebelum menekan tombol “submit”.
5. Jangan Tunda Revisi, Bayar Sertifikat, dan Pasang Label
Kalau ternyata harus revisi, segera lakukan supaya di hari yang sama anda bisa memperbaiki atau mengupload dokumen yang sudah benar.
Ini juga berlaku untuk pembayaran tarif sertifikat. Seperti dijelaskan, sertifikat otomatis terbit di hari yang sama saat anda melakukan pembayaran. Manfaatkan ini!
Pun begitu dengan pasang label. Kabar baiknya, tidak ada penolakan bukti pemasangan label (yang penting sesuai dengan ketentuan).
Jadi supaya produk anda bisa langsung dirilis, langsung pasang label saat sertifikat terbit dan upload buktinya di hari yang sama.



