Penjelasan Pengujian EMC dalam Proses Sertifikasi DJID
Sudah sering kami jelaskan bahwa tujuan Sertifikasi DJID itu adalah untuk keamanan penggunanya. Selain itu, juga tidak mengganggu kinerja produk lain ketika produk tersebut digunakan. Dengan begitu, tidak ada yang dirugikan karena penggunaan produk anda.
Dalam pembahasan interferensi frekuensi radio, kami sudah menjelaskan bahwa hal ini bisa mengganggu produk lain dan bisa merugikan. Namun, produk telekomunikasi yang mengalami (atau jadi korbannya) adalah produk berbasis gelombang radio.
Sementara dalam sistem elektromagnetik, tidak hanya gelombang radio yang bisa digunakan sebagai media transmisi data. Semua sistem yang berhubungan dengan medan magnet dan medan listrik juga bisa.
Produk telekomunikasi sudah pasti membutuhkan energi listrik sebagai sumber dayanya. Sementara itu, sistem listrik seperti kabel juga bisa digunakan untuk media transmisi data. Jadi, tidak hanya wireless seperti gelombang radio.
Nah, sistem elektromagnetik dalam produk telekomunikasi ini juga wajib diuji. Karena kembali lagi, tujuan sertifikasi ini adalah untuk memastikan keamanan pengguna dan penggunaan sistem elektromagnetiknya tidak mengganggu produk lain.
Apa Itu Pengujian EMC?
Untuk memastikan hal tersebut, dalam proses Sertifikasi DJID, produk telekomunikasi akan dilakukan pengujian EMC.
EMC sendiri singkatan dari Electromagnetic Compatibility. Dari namanya kita bisa ketahui bahwa pengujian EMC adalah pengujian untuk memastikan sistem elektromagnetik dalam produk telekomunikasi kompatibel dengan lingkungan sekitarnya.
Maksudnya seperti apa?
Ketika produk telekomunikasi ini digunakan dekat dengan produk lain yang sama-sama aktif, tidak terjadi masalah elektromagnetik.
Apa Pentingnya Pengujian Ini?
Pada interferensi frekuensi radio, jika ini terjadi maka kinerja produk yang menggunakan gelombang radio untuk transmisi data bisa bermasalah.
Dampak negatif seperti pengiriman data yang lama hingga terjadi kegagalan bisa terjadi.
Pun demikian jika produk telekomunikasi terpapar radiasi elektromagnetik yang tidak diinginkan. Namun karena spektrumnya lebih luas dari sekedar gelombang radio, dampaknya bisa lebih besar.
Misalnya, karena radiasi elektromagnetik berupa masalah terkait sistem kelistrikan, tidak hanya produk tidak bisa bekerja maksimal, namun juga berpotensi rusak.
Untuk produk telekomunikasi rumah tangga, mungkin anda tinggal memperbaikinya atau membeli yang baru.
Tapi coba bayangkan jika masalah ini memberi dampak negatif pada produk telekomunikasi yang digunakan di ranah kritis seperti medis atau dirgantara (pesawat terbang)? Tak hanya produknya yang rusak, namun puluhan bahkan ratusan nyawa bisa terancam.
Kewajiban Pengujian EMC
Dalam regulasi operasional Sertifikasi DJID, yakni di Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024 memang anda tidak akan menemukan kalimat secara spesifik menyebut Pengujian EMC diwajibkan dalam proses ini.
Namun dalam regulasi ini dijelaskan bahwa produk telekomunikasi yang mau lulus sertifikasi wajib memenuhi standar teknis yang berlaku.
Nah, tinggal dilihat standar teknis apa yang digunakan untuk pengujian produk telekomunikasi anda. Jika dipersyaratkan, maka ini harus dilakukan.
Namun pengalaman Narmadi Company dalam mendampingi sertifikasi DJID, saat ini mayoritas produk telekomunikasi wajib melakukan pengujian ini.
Klasifikasi Produk
Sebelum dilakukan pengujian EMC, produk telekomunikasi harus diklasifikasikan terlebuh dahulu sebagai berikut:
- Fixed Equipment: Perangkat yang dipasang secara tetap (fixed location permanently) atau dicatu daya menggunakan catu daya AC
- Vehicular Equipment: Perangkat yang digunakan dalam kendaraan dan dicatu daya menggunakan baterai utama kendaraan
- Portable Equipment: Perangkat yang digunakan untuk penggunaan portable dan memiliki catu daya utama berupa baterai
Klasifikasi ini nantinya akan mempengaruhi teknis pengujian EMC. Setiap klasifikasi, memerlukan perlakuan berbeda.
Acuan Standar Internasional
Jika anda membaca salah satu standar teknis yang mempersyaratkan pengujian EMC, anda tidak akan menemukan teknis rinci pengujian tersebut.
Biasanya, dalam standar teknis dijelaskan bahwa produk telekomunikasi yang diuji harus memenuhi persyaratan yang mengacu ke standar internasional.
Karena memang, pengujian EMC ini digunakan secara internasional untuk perdagangan berbagai produk, terutama produk elektronik.
Sementara standar internasional yang digunakan sebagai acuan umumnya adalah CISPR (dibuat oleh komisi elektronik internasional atau IEC) dan ETSI EN (dibuat oleh ETSI, badan Eropa yang mengurus bidang telekomunikasi, penyiaran dan spektrum radio).
Jenis Pengujian
Secara umum, pengujian EMC ini dibagi menjadi dua jenis pengujian dengan tujuan masing-masing:
1. EMC Immunity (Kekebalan)
Uji EMC Immunity atau kekebalan adalah pengujian untuk memastikan keamanan produk yang bekerja di lingkungan sistem elektromagnetik aktif.
Intinya, produk tidak boleh kehilangan kinerja dalam jumlah besar ketika bekerja di lingkungan elektromagnetik aktif.
Mulai tahun 2025, produk Wavelength Division Multiplexing, Passive Optical Network (PON), Perangkat Jaringan Ethernet, Free Space Optics, Modem Kabel Koaksial (Home Network), dan Terminal ISDN (Integrated Service Digital Network) wajib melakukan pengujian EMC Immunity sebagai persyaratan sertifikasi DJID.
2. EMC Emission (Emisi)
Kebalikannya dari kekebalan, pengujian EMC Emission adalah untuk menilai radiasi elektromagnetik yang dihasilkan produk telekomunikasi.
Tujuannya jelas, radiasi tersebut tidak boleh membuat produk lain kehilangan kinerjanya. Apalagi sampai membahayakan pengguna.
Ada dua jenis pengujian EMC Emission ini: radiated emission dan conducted emission.
Pengujian radiated emission dilakukan untuk mengukur energi elektromagnetik yang secara tidak sengaja dipancarkan ke udara. Pengujian ini dilakukan di ruang anechoic atau semi-anechoic menggunakan antenna.
Sementara pengujian conducted emission dilakukan untuk mengukur energi frekuensi radio (RF) yang tidak diinginkan yang merambat sepanjang jalur daya atau sinyal. Biasanya emisi terjadi di bawah 30 MHz.
Klasifikasi Perangkat dan Batas Pengujian EMC Emission
Produk telekomunikasi yang diuji EMC Emission diklasifikasikan lagi berdasarkan penggunaan.
Produk diklasifikasikan menjadi kategori A dan B. Kategori A merupakan produk yang digunakan di lingkungan komersial (industri, medis, otomotif, dll). Sementara kategori B merupakan produk rumah tangga.
Klasifikasi ini berfungsi untuk menentukan batas persyaratan yang harus dipenuhi setiap produk. Berikut Batasan tersebut:
Conducted Emission

Radiated Emission




