Sertifikasi DJID Modem Kabel Koaksial (Modem CCHN)

M. Fakhri Adzhar

Sertifikasi Produk

Kabel koaksial yang digunakan untuk transmisi data modem kabel koaksial.

Kabel koaksial sudah lama menjadi infrastruktur jaringan , khususnya jaringan internet. Bahkan saat pertama kali internet dikembangkan, kabel jenis ini yang digunakan.

Hingga saat ini, banyak perangkat dalam infrastruktur jaringan internet yang masih menggunakan kabel tersebut. Salah satunya modem kabel koaksial untuk jaringan di dalam rumah, dikenal dengan nama Modem Coaxial Cable Home Network atau Modem CCHN.

Banyak yang menggap modem kabel koaksial kuno karena masih memakai kabel untuk koneksi internet. Nyatanya hingga saat ini masih banyak yang menggunakan karena berbagai kelebihan.

Karena itu, banyak produsen dan distributor yang memperoleh keuntungan besar memperjualbelikan modem ini di Indonesia.

Meski begitu, ada satu izin usaha perdagangan produk tersebut di Indonesia, yakni sertifikasi produk telekomunikasi atau sertifikasi DJID (dikenal juga dengan nama sertifikasi Postel).

Mengapa Harus Disertifikasi DJID?

Modem kabel koaksial harus disertifikasi karena merupakan infrastruktur jaringan yang memanfaatkan sistem elektromagnetik dalam operasionalnya.

Modem ini mengubah sinyal listrik menjadi frekuensi radio yang dibawa dalam kabel. Frekuensi radio sendiri merupakan salah satu sistem elektromagnetik.

Sementara alat atau perangkat yang memanfaatkan sistem elektromagnetik untuk berkomunikasi disebut dengan alat/perangkat telekomunikasi.

Seperti yang tertera dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo) Nomor 3 Tahun 2024, semua alat/perangkat telekomunikasi wajib dilakukan sertifikasi DJID.

Masih dijelaskan dalam regulasi tersebut, tujuan sertifikasi DJID adalah untuk memastikan keamanan pengguna dan perangkat tidak mengganggu perangkat lainnya saat digunakan.

Apa Itu Modem Kabel Koaksial (Modem CCHN)?

Modem kabel koaksial adalah modem yang menggunakan jenis kabel koaksial untuk transmisi data. Nah, untuk memahaminya, kita juga perlu mengetahui definisi kabel koaksial dan modem terlebih dahulu.

1. Kabel Koaksial Adalah….

Kabel koaksial adalah kabel dengan inti tembaga dan dikelilingi isolator dielektrik (berbentuk serat kabel). Kedua jenis kabel ini kemudian dilindungi oleh anyaman logam. Lalu, dilindungi lagi oleh selubung luar seperti karet kabel pada umumnya.

Bisa dilihat, ada berbagai lapisan yang terdapat dalam kabel koaksial. Bukan tanpa sebab. Lapisan-lapisan ini memastikan frekuensi radio yang ditransmisikan “tidak keluar” yang menyebabkan kegagalan pengiriman data. Dalam artian, kabel koaksial sangat baik dalam ketepatan pengiriman data.

Meski begitu, bisa dibayangkan juga dari penjelasan apa itu kabel koaksial di atas, sudah pasti sangat berat. Adanya inti tembaga, lapisan serabut kabel pelindung dan pelindung logam membuat bobotnya bertambah.

2. Apa Itu Modem?

Sekarang terminologi kedua dalam modem kabel koaksial yang harus kita pahami, yakni modem. Modem adalah perangkat yang mengubah sinyal digital internet untuk disalurkan menjadi sinyal listrik/gelombang radio.

Modem sendiri merupakan singkatan dari modulator-demodulator. Modulator adalah proses perubahan sinyal digital (internet) menjadi sinyal analog (listrik). Sementara demodulator sebaliknya.

Meski begitu, tidak semua modem menggunakan kabel koaksial untuk menghubungkan jaringan. Ada juga yang memakai kabel Ethernet. Serta yang banyak digunakan saat ini, terhubung dengan kabel serat fiber atau fiber optic.

3. Lantas, Apa Itu Modem CCHN?

Modem CCHN umumnya digunakan untuk menghubungkan televisi ke jaringan internet secara langsung, kita kenal dengan tv kabel.

Meski begitu, modem CCHN juga bisa digunakan untuk konektivitas perangkat lainnya (seperti DVD player sehingga komputer).

Dalam struktur jaringan internet, modem biasanya dipasang untuk menghubungkan jaringan internet yang disediakan Penyedia Jaringan Internet (ISP).

Mungkin maksudnya router?

Memang demikian. Tapi sebenarnya router yang kita kenal itu juga punya fungsi sebagai modem. Sementara router sendiri, seperti namanya, menyediakan (memecah) rute jaringan internet ke perangkat pelanggan.

Dalam standar teknis sertifikasi DJID modem kabel koaksial (akan kami informasikan di poin selanjutnya) disebutkan, Modem CCHN adalah perangkat yang memungkinkan transmisi data Ethernet menggunakan medium kabel koaksial di dalam rumah atau bangunan.

Perangkat modem memang pada umumnya punya beberapa jenis input, termasuk kabel koaksial dan Ethernet.

Mudahnya, apapun modem kabel yang anda punya di rumah, jika memiliki input kabel koaksial, berarti perlu disertifikasi DJID.

Modem kabel koaksial yang didefinisikan regulasi tersebut tidak mencakup yang punya dual fungsi sebagai router. Jadi, biasanya modem inil yang digunakan untuk memperluas cakupan jaringan internet dari router.

Lebih jelasnya, anda bisa melihat contoh konfigurasinya yang tertera dalam standar teknis tersebut berikut ini:

Contoh Konfigurasi Modem CCHN.

Kenapa Harus Menggunakan Modem CCHN?

Yang jadi pertanyaan, kenapa harus menggunakan modem kabel koaksial atau modem CCHN untuk koneksi jaringan internet di dalam rumah? bukannya cukup dengan router?

Perlu diketahui, router memancarkan gelombang radio yang ditangkap oleh perangkat. Dikenal dengan jaringan Wifi. Jaringan nirkabel ini rentan interferensi karena merambat di udara.

Sebagai analogi, anda pasti merasa jaringan wifi anda lemot ketika berada di ruangan yang berbeda dengan ruangan tempat memasang router bukan?

Nah, disinilah fungsi modem CCHN tersebut. Dengan amplifikasi jaringan internet router lewat kabel, frekuensi radio terlindungi dan tidak rentan terhadap interferensi. Dengan begitu, tidak perlu pusing gagak pengiriman data (kecuali jika kabel putus dimakan tikus!).

Kekurangan Modem CCHN

Meski unggul dalam keamanan pengiriman data, menggunakan modem kabel koaksial juga ada kekurangannya.

Yang pertama, jelas anda perlu memberi perangkat Modem CCHN tersebut. Artinya, menambah biaya lagi. Belum lagi harus membeli kabel koaksial (untuk menghubungkan antar modem) dan kabel Ethernet (untuk menghubungkan modem ke perangkat).

Selain itu, seperti dijelaskan, modem koaksial itu berat. Ada bisa kewalahan mengangkatnya kalau kabelnya panjang dan tidak terbiasa.

Standar Teknis Sertifikasi DJD Modem CCHN

Sekarang saatnya kami bocorkan standar teknis Sertifikasi DJID Modem Kabel Koaksial, yakni terdapat dalam Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos Dan Informatika (Perdirjen SDPPI) Nomor 3 Tahun 2021.

Apa Itu Standar Teknis dalam Proses Sertifikasi DJID?

Singkatnya, ini adalah acuan yang digunakan dalam proses pengujian produk yang mau disertifikasi DJID.

Selain modem kabel koaksial, standar teknis yang mengatur teknologi komunikasi lain di antaranya Perangkat Free Space Optic (Kepmen Komdigi Nomor 43 Tahun 2025), Transiver Radio Amatir (Kepmen Komdigi Nomor 44 Tahun 2025), Short Range Device (Kepmen Kominfo Nomor 260 Tahun 2024), dan lain sebagainya.

Pengujian sampel produk sendiri adalah langkah wajib untuk memastikan teknologi telekomunikasi yang ada dalam produk memenuhi ketentuan edar di Indonesia.

Hasil dari pengujian tersebut dilampirkan dalam Laporan Hasil Uji atau LHU. Dokumen ini salah satu persyaratan sertifikasi DJID. 

Dokumen persyaratan lainnya terdiri dari berikut ini:

  • Spesifikasi produk yang mencantumkan nama model
  • Foto produk
  • Form Aplikasi PM5
  • Deklarasi Kesesuaian yang Ditandatangani Local Representative (LR, pihak yang berwenang terhadap pemasaran produk di Indonesia)
  • MoU/Distributor Agreement antara Brand Holder dan LR
  • Informasi LR (Nama dan alamat perusahaan, nama dan nomor contact person, alamat email perusahaan)

Persyaratan Catu Daya

Persyaratan pertama yang wajib dipenuhi adalah catu daya. Karena modem ini menggunakan listrik, otomatis harus dilakukan pengujian pada port sumber dayanya (baik AC maupun DC).

Dalam regulasi dijelaskan, perangkat modem kabel koaksial dengan catu daya AC, harus beroperasi normal dengan catuan 220 V ± 10 % dan frekuensi 50 Hz ± 6 %.

Sementara jika menggunakan catuan eksternal, misalnya adaptor AC, catuan tersebut harus tidak mempengaruhi kemampuan operasi perangkat.

Persyaratan EMC

Electromagnetic Compatibility atau EMC adalah kemampuan perangkat berfungsi dengan baik di lingkungan sistem elektromagnetik. Artinya, tidak terganggu oleh perangkat lain.

Persyaratan ini juga mematikan perangkat modem kabel koaksial tidak mengganggu fungsi perangkat dengan sistem elektromagnetik lainnya ketika digunakan.

Parameter pengujiannya adalah Uji Emisi. Sementara emisi tersebut dibagi lagi menjadi dua, yakni emisi radiasi dan emisi konduksi.

1. Emisi Radiasi

Emisi radiasi Modem CCHN harus memenuhi persyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.4 dan Tabel A.5 sesuai dengan klausul 4 SNI ISO/IEC CISPR 32.

2. Emisi Konduksi

Emisi konduksi diukur pada lokasi port daya DC atau AC/Konverter Daya AC/DC serta port jaringan kabel.

Emisi konduksi pada port daya DC dan/atau AC/konverter AC/DC Modem CCHN harus memenuhi persyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.10 sesuai dengan klausul 4 SNI ISO/IEC CISPR 32.

Sementara emisi konduksi pada port jaringan kabel harus memenuhi persyaratan Kelas B yang ditentukan pada Tabel A.12 standar yang sama.

Persyaratan Keselamatan Listrik

Ini adalah parameter untuk menilai apakah penggunaan listrik dalam perangkat masih dalam taraf aman atau tidak.

Penilaian keselamatan listrik Modem CCHN harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam IEC 60950-1 atau IEC 62368-1.

Persyaratan Interoperabilitas

Interoperabilitas adalah kemampuan berbagi informasi antar perangkat. Seperti dijelaskan, modem kabel koaksial biasanya memiliki input kabel koaksial dan Ethernet untuk transmisi data.

Kedua jenis antarmuka tersebut dipersyaratkan dalam standar teknis untuk dilakukan pengujian dan dinilai spesifikasinya.

1. Antarmuka Koaksial

Antarmuka koaksial modem kabel koaksial harus menggunakan konektor bertipe F (IEC 60169-24) dengan nilai impedansi sebesar 75 Ohm.

Protokol jaringan kabel tersebut bisa mengacu pada salah satu dari dua standar, yakni MoCA dan ITU G.hn.

MoCA

Antarmuka harus sesuai dengan MoCA 1.1, MoCA 2.0 dan/atau MoCA 2.5.Antarmuka yang menggunakan protokol MoCA harus beroperasi pada salah satu frekuensi radio yang terdapat pada jenis protokol MoCA yang digunakan.

Lebih lengkapnya anda bisa melihat di laman e-sertifikasi DJID (karena ada 6 tabel yang panjang jika dituangkan disini).

Selanjutnya, antarmuka yang menggunakan protokol MoCA harus menggunakan teknik modulasi OFDM.

Terakhir, daya output maksimum per kanal dan total daya output maksimal harus sesuai dengan yang tertera dalam tabel berikut ini:

Daya output maksimal modem CCHN yang memakai protokol MoCA.

ITU G.hn

Antarmuka harus sesuai dengan ITU-T Rec. G.9960. Selanjutnya, antarmuka yang menggunakan protokol ITU G.hn harus beroperasi pada frekuensi tengah sesuai dengan tabel berikut ini:

Tabel frekuensi kerja Modem CCHN yang menggunakan protokol ITU G.hn.

Antarmuka yang menggunakan protokol ITU G.hn harus menggunakan teknik modulasi OFDM dengan parameter sesuai yang tertera dalam tabel berikut ini:

Parameter modulasi ITU G.hn berbasis koaksial.

Terakhir, total daya transmisi modem kabel koaksial tidak boleh melebihi nilai yang terdapat pada tabel di bawah ini:

Limit Total Daya Transmisi dalam ITU-T Rec. G.9964.

2. Ethernet

Antarmuka modem kabel koaksial harus sesuai dengan jenis protokol 1000BASE-T (IEEE 802.3ab-1999). Verifikasi dapat dilakukan melalui plug-test.

Popular Post

Ilustrasi hasil audit pengecualian. Ini penjelasan tentang surat pengecualian SNI produk elektronik yang perlu diketahui.

Panduan Lengkap Pengurusan Surat Pengecualian SNI Produk Elektronik

M. Fakhri Adzhar

Produk elektronik terkadang tidak memerlukan sertifikasi SNI. Namun, harus disertai surat pengecualian SNI produk elektronik agar bisa diperjualbelikan.

Ilustrasi komunikasi yang dilakukan oleh banyak orang. Ini daftar produk wajib sertifikasi DJID.

[Update] Daftar Produk Wajib Sertifikasi DJID POSTEL

M. Fakhri Adzhar

Komdigi mengeluarkan peraturan tentang daftar produk wajib sertifikasi DJID. Ini daftar lengkapnya.

Handy talkie jadi salah satu alat yang wajib sertifikasi produk radio frekuensi.

Sertifikasi Produk Radio Frekuensi (Wireless, Bluetooth, RFID, Dll)

M. Fakhri Adzhar

Dunia jadi semakin cepat. Semua data dan informasi bisa berpindah hanya dengan sekali tempel. Bahkan, tanpa bersentuhan sama sekali. Semua ...

Ilustrasi impor. Ini semua tentang sianti yang perlu diketahui.

SIANTI: Sistem Pemantauan Impor Produk Telekomunikasi yang Wajib Dipahami Pemilik Sertifikat DJID

M. Fakhri Adzhar

DJID menggunakan aplikasi yang diberi nama SIANTI untuk melakukan pemantauan produk bersertifikat saat diimpor.

Ilustrasi melakukan pencarian secara online. Begini cara cek sertifikasi DJID POSTEL.

Cara Cek Sertifikasi DJID POSTEL: Panduan Lengkap dan Mudah

M. Fakhri Adzhar

Cara cek sertifikasi DJID POSTEL bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Ini caranya.

Ilustrasi laporan yang dibukukan. Memahami apa itu LHU dalam sertifikasi DJID.

Apa Itu LHU dalam Proses Sertifikasi DJID?

M. Fakhri Adzhar

Apa itu LHU? Dokumen ini wajib dilampirkan ketika mengajukan permohonan sertifikasi DJID.

Leave a Comment