Kita mungkin sering menemukan orang menggunakan perangkat TWS di berbagai lokasi. Angkutan umum, ketika sedang olahraga, atau hanya sekedar nongkrong di pinggir jalan.
Bagi sebagian orang, perangkat tersebut sudah jadi bagian kehidupan. Karena menggunakannya, anda bisa mendengarkan musik kapan saja dan dimana saja.
Tak hanya itu, banyak TWS yang punya fungsi lain seperti menerima panggilan. Jadi, tak perlu lagi buka ponsel yang menyelip di saku celana.
Also Read
Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, perangkat ini semakin diminati dan jadi lading cuan buat para pelaku usaha.
Namun, produsen, distributor atau importir perlu memperhatikan syarat perdagangannya. Salah satunya adalah sertifikasi DJID.
Disini kita akan membahas segala hal yang perlu anda ketahui tentang perangkat TWS. Selain itu, juga terkait syarat teknis sertifikasi DJID yang penting dipahami pelaku usaha.
Apa Itu Perangkat TWS?
TWS adakah kepanjangan dari True Wireless Stereo. Sementara perangkat TWS adalah earphone atau speaker nirkabel yang terhubung dengan perangkat lain tanpa kabel.
Perangkat ini disebut TWS karena memungkinkan pengguna mendengarkan suara seperti aslinya pada perangkat.
Jika earphone kabel mengirimkan data suara dari perangkat lewat kabel, TWS mengirimkannya lewat gelombang radio yang merambat di udara.
Cara Kerjanya
TWS menggunakan gelombang radio yang merambat di udara. Data suara dari perangkat yang terhubung, akan diubah menjadi sinyal radio lalu ditransmisikan di udara.
Setelah itu, perangkat TWS akan menangkap sinyal tersebut kemudian diubah kembali menjadi data analog berupa suara. Suara tersebut lalu dipancarkan lewat speaker pada TWS dan bisa didengarkan oleh pengguna.
Untuk mentransmisikan data tersebut, TWS memerlukan teknologi nirkabel. Saat ini, yang banyak digunakan adalah Bluetooth.
Umumnya, Bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Ini adalah pita frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical) tanpa lisensi karena Bluetooth memakai daya rendah.
Perlu diketahui, frekuensi radio itu ada banyak. Setiap teknologi punya aplikasinya masing-masing. Ini yang membuat meski banyak perangkat nirkabel, tidak saling mengganggu.
Teknologi Bluetooth 5.0
Perangkat TWS modern dari berbagai brand kenamaan di dunia saat ini mulai menggunakan teknologi Bluetooth 5.0. Ini adalah poengembangan versi sebetlumnya, yakni Bluetooth 4.2.
Sebelum membahas apa yang dikembangkan, perlu diketahui bahwa dulunya TWS menggunakan konektivitas Bluetooth klasik. Jenis Bluetooth ini punya kecepatan transfer data yang baik secara konsisten. Namun, jadi lebih boros.
Di sisi lain, dikembangkanlah teknologi Bluetooth Low Energy atau BLE. Tujuan utamanya adalah untuk konektivitas Bluetooth yang membutuhkan daya rendah seperti fitness tracker atau sensor kesehatan.
Bluetooth 5.0 ini menggabungkan dua teknologi sebelumnya. Ketika diimplementasikan ke TWS, konsumsi daya baterai jadi lebih efisien. Bluetooth klasik digunakan untuk koneksi suara dari perangkat lain, sementara BLE digunakan untuk konfigurasi hingga suara notifikasi seperti lowbat.
Apa Bedanya dengan Earphone dan Earbuds?
Perangkat TWS sebenarnya bentuk pengembangan dari earphone dan earbuds. Kedua perangkat tersebut, jika terhubung ke perangkat lain lewat sambungan nirkabel, bisa dikatakan TWS.
Namun, ada sedikit perbedaan antara earphone dan earbuds. Bentuk earphone dibuat agar pas di telinga. Sementara earbuds, ada tambahan seperti karet kecil agar terasa semakin pas di lubang telinga.
Terkadang ketika menggunakan earbuds dalam jangka waktu lama, telinga terasa lebih sakit ketimbang earphone. Tapi saat ini, banyak produsen mengembangkan teknologinya agar masalah ini terjadi.
Kelebihan TWS Dibanding Earphone Kabel
Perangkat TWS tentu saja dikembangkan untuk menggantikan earphone kabel. Perbedaanya jelas, adanya kabel dan tidak.
Lantas mengapa semakin banyak orang yang meninggalkan earphone kabel dan beralih ke TWS? tentu karena kelebihan yang ditawarkannya. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tidak Ribet dengan Kabel
Perangkat TWS banyak jadi pilihan karena pengguna tidak lagi ribet dengan kabel layaknya earphone jadul. Gerakan tubuh pun jadi lebih leluasa.
Masalah seperti tidak sengaja terlepas karena tersangkut di tangan pasti sering terjadi. Tak hanya itu, jika tertarik terlalu keras, kabel bisa putus dan otomatis earphone tidak bisa digunakan lagi.
2. Tampilan Lebih Elegan
Selain jadi tidak ribet, tidak adanya kabel pada TWS membuat tampilan perangkat ini jadi lebih elegan. Ponsel bisa ditaruh dimana saja dengan mudah tanpa khawatir kabel berbelit.
3. Mendukung Banyak Perangkat
Banyak produsen yang membuat TWS bisa terhubung dengan dua atau tiga perangkat sekaligus. Tentu ini kelebihan jika dibandingkan dengan earphone kabel yang hanya bisa menyambung ke satu perangkat.
Lebih banyak perangkat artinya ada lebih banyak suara yang bisa didengar. Jika bosan dengan playlist lagu di satu ponsel, bisa menyetel playlist lagu di ponsel lain tanpa butuh konfigurasi koneksi kembali.
Cara Menghubungkan TWS ke Perangkat Lain
Jangan khawatir, cara menghubungkan TWS ke perangkat lain sama mudahnya dengan menghubungkan earphone kabel ke perangkat lain.
Caranya mungkin berbeda-beda setiap brand. Namun, secara umum sebagai berikut:
1. Aktifkan Bluetooth di TWS
Konfigurasi koneksi antara TWS ke perangkat intinya Bluetooth keduanya harus hidup. Supaya lebih mudah, disarankan mengaktifkan Bluetooth pada TWS terlebih dahulu.
Setiap TWS memiliki cara mengaktifkan Bluetooth yang berbeda. Ada yang cukup dibuka tempatnya otomatis sudah nyala, ada yang perlu menekan tombol tertentu.
Untuk yang menggunakan tombol juga berbeda. Ada yang perlu ditekan lama, ada yang cukup menekan seperti biasa pada tombol tertentu (biasanya yang punya banyak tombol tambahan seperti volume).
Supaya lebih jelas karena cara mengaktifkan Bluetooth di TWS setiap brand berbeda, anda bisa membacanya di buku panduan produk masing-masing.
2. Aktifkan Bluetooth pada Perangkat Lain
Bluetooth di perangkat TWS sudah aktif. Sekarang tinggal mengaktifkan Bluetooth di perangkat. Pengaturan pengaktifan Bluetooth pada ponsel biasanya ada status bar. Sementara pada laptop, biasanya ada di taskbar.
3. Hubungkan Perangkat dengan TWS
Setelah mengaktifkan Bluetooth pada perangkat, biasanya akan muncul daftar perangkat lain di dekatnya dengan kondisi Bluetooth aktif.
Pastikan TWS anda tidak terlalu jauh dengan perangkat agar bisa dipindai. Setelah Bluetooth TWS berhasil ditemukan, tinggal di klik dan koneksikan.
Sertifikasi DJID TWS
Buat pengguna, semua informasi yang anda butuhkan tentang perangkat TWS sudah kami jelaskan. Di bagian ini, informasi penting perlu dipahami penjual produk tersebut.
Seperti kita ketahui, ketika ingin menjalankan usaha utamanya dalam skala besar, kita membutuhkan berbagai izin usaha. Semuanya tergantung lini usaha dan produk apa yang kita jual.
Untuk distributor, importir atau manufaktur TWS, penjualan produk anda berhubungan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Kementerian tersebut bertugas mengawasi peredaran alat telekomunikasi di Indonesia.
Alat atau perangkat telekomunikasi sendiri adalah alat/perangkat yang bisa saling berkomunikasi menggunakan sistem elektromagnetik.
Salah satu contoh sistem elektromagnetik adalah pemanfaatan gelombang radio. Dan salah satu teknologi yang memanfaatkan gelombang radio adalah Bluetooth.
Mengapa ini perlu diawasi? tujuannya dua: agar dipastikan aman digunakan masyarakat di Indonesia serta produk anda dipastikan tidak mengganggu atau terganggu kinerja produk lainnya.
Pemenuhan Standar Teknis
Ada prosedur yang perlu anda lalui dalam melakukan sertifikasi DJID perangkat TWS, salah satunya pengujian produk tersebut. Untuk kasus ini, tujuan untuk memastikan penggunaan Bluetooth pada produk TWS yang anda jual memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.
Pengujian dilakukan sebelum model atau tipe produk dipasarkan secara luas. Jadi, pengujian dilakukan pada sampel atau prototype produk TWS anda.
Pengujian dilakukan di Balai Uji yang diakui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital atau DJID. Ini adalah unit Komdigi sebagai penyelenggara sertifikasi DJID (dikenal juga dengan sertifikasi Postel atau sertifikasi alat telekomunikasi).
Penguji mengacu pada standar teknis. Standar teknis ini biasanya dibuat berdasarkan jenis teknologi telekomunikasi.
Karena perangkat TWS kebanyakan menggunakan Bluetooth, maka standar teknisnya yang menyertai persyaratan Bluetooth di dalamnya, yakni tertera di Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kepmen Kominfo) Nomor 260 Tahun 2024.
Ini adalah standar teknis untuk perangkat komunikasi nirkabel jarak dekat atau Short Range Device (SRD). Selain Blueooth, standar ini juga mengatur fitur NFC, RFID, UWB, Wireless Charging, dan lain sebagainya.
Standar teknis ini tentu berlaku untuk semua perangkat yang memiliki fitur Blueooth, seperti proyektor wireless, CCTV Wireless, wireless speaker, dan lain sebagainya.
Pengujian Produk
Dalam standar teknis di atas, dilakukan tiga jenis pengujian pada perangkat dengan fitur Bluetooth, yakni Electrical Safety (keselamatan listrik), EMC (kompatibilitas sistem elektromagnetik), serta pengujian Radio Frekuensi (frekuensi gelombang radio yang digunakan.
1. Electrical Safety
Perangkat harus memenuhi persyaratan electrical safety yang tertera dalam:
- SNI IEC 60950-1:2016
- SNI IEC 62368-1:2014
- SNI 04-6253
- IEC 62368-1
- IEC 60950-1
- IEC 60065
- Standar SNI atau IEC yang relevan, untuk SRD selain audio, video, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
2. EMC
Perangkat harus memenuhi parameter kompatibilitas elektromagnetik yang ditetapkan dalam:
- SNI IEC CISPR 32:2015
- IEC CISPR 32
- Salah satu seri ETSI EN 301 489
3. RF
Perangkat harus memenuhi parameter penggunaan radio frekuensi dengan ketentuan sebagai berikut:
| Rentang Frekuensi | Output Power | Spurious Emission | Metode Pengujian |
| 2400 – 2483,5 MHz | < 20 dBm EIRP | Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy) | Memenuhi persyaratan dalam EN 300 328 dan EN 300 440 (untuk Bluetooth Low Energy) |













