Memahami Jaringan WLAN: Wajib Tau Kalau Suka Pakai Free Wifi!
Siapa yang tidak suka free wifi? Akses internet kecepatan tinggi dan stabil yang membuat akses ke informasi di internet yang dibutuhkan jadi maksimal.
Namun ada satu kekurangan penggunaan WiFi (apalagi yang gratis) disadari atau tidak, yakni kita tidak bisa jauh-jauh dari routernya. Menjauh sedikit saja, sinyal langsung hilang.
Tapi sebenarnya mekanisme jaringan WiFi seperti ini ada maksudnya. Tak lain dan tak bukan adalah untuk keamanan.
Dan untuk membuat operasional Wifi menjadi demikian, dibutuhkan sistem jaringan khusus yang namanya jaringan WLAN. Kita akan bahas disini.
Apa Itu Jaringan WLAN?
WLAN merupakan kependekan dari Wireless Local Area Network. Disini, kita bisa meng-highlight beberapa poin.
1. Wireless
Pertama, ini adalah jaringan wireless, atau dalam Bahasa Indonesia artinya nirkabel. Mudahnya, ini adalah jaringan tanpa media kabel sebagai media perantara keterhubungan antar perangkatnya.
Jika ada jaringan nirkabel, ada juga jaringan kabel, dong?
Ya, betul. Jika anda pernah menggunakan kabel internet yang harus dihubungkan dengan Kabel LAN terlebih dahulu, itu salah satu bentuk jaringan dengan kabel.
Sementara untuk jaringan nirkabel, media untuk menghubungkan antar perangkat adalah gelombang elektromagnetik yang merambat di udara. Ini tidak bisa terlihat oleh mata, makanya disebut nirkabel.
Pada jaringan dengan kabel, data dari sebuah perangkat akan dialirkan lewat kabel. Sebelumnya, data tersebut dimodulasi terlebih dahulu agar bisa dialirkan lantas diterima oleh perangkat lain.
Mekanisme transmisi data pada jaringan nirkabel sebenarnya sama saja. Hanya proses modulasinya yang berbeda.
2. Local Area
Local area maksudnya adalah jaringan ini bisa diakses pada area yang terbatas. Agar mudah dimengerti, mari kita bandingkan dengan jaringan seluler.
Ponsel kita memiliki sim card untuk bisa mengakses jaringan seluler. Dan hampir di seluruh tempat, kita bisa mengakses jaringan tersebut.
Sementara Wifi, seperti dijelaskan, hanya bisa digunakan untuk area jangkauannya. Itulah yang disebut area lokal.
3. Network/Jaringan
Penjelasan ini seharusnya ada di urutan pertama. Tapi karena penulisan dalam Bahasa Inggris diletakkan di akhir, jadi kita ikuti saja.
Initnya, jaringan adalah sistem yang terdiri dari berbagai perangkat atau objek agar bisa saling terhubung.
Pada jaringan WLAN, sistem ini bisa menghubungkan antar perangkat di dalam sistemnya, atau bisa juga menghubungkan dengan jaringan lain (seperti internet).
Infrastruktur dan Cara Kerja Jaringan
Masih berhubungan dengan penjelasan sebelumnya, untuk membentuk jaringan WLAN ini membutuhkan beberapa objek atau perangkat.
Yang jelas sudah tersedia adalah media transmisi datanya yakni gelombang radio di udara. Selanjutnya, kita juga butuh setiap perangkat yang ingin saling terhubung.
Jaringan WLAN ini didesain agar satu atau lebih perangkat bisa saling terhubung. Karena itu, harus dibuat access point. Pada WiFi, kita mengenalnya dengan router.
Akses poin ini tidak hanya bisa digunakan untuk menghubungkan antar perangkat yang terhubung kepadanya. Tapi juga ke jaringan yang lebih luas.
Karena itu, router WiFi bisa kita gunakan untuk akses internet. Jadi, ponsel kita terhubung dengan router lewat jaringan WLAN, lalu router menghubungkannya ke jaringan internet.
Kelebihan dan Kekurangan yang Bisa Jadi Bahan Pertimbangan
Ada banyak teknologi atau sistem jaringan di dunia. Ada yang menggunakan kabel (seperti ethernet) maupun nirkabel (seperti teknologi NFC, Bluetooth, RFID, termasuk WLAN).
Semua teknologi sistem jaringan ini memiliki keunggulan dan kekurangan. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan kebutuhan.
1. Kelebihan
Sistem jaringan WLAN populer dimanfaatkan untuk teknologi WiFi. Ini sesuai dengan kebutuhan pengguna WiFi-nya.
WiFi biasanya dijadikan fasilitas untuk mengakses internet yang lebih cepat ketimbang data seluler. Karena itu, diletakkan di sektor-sektor penting seperti kantor, industri, pelayanan, rumah sakit dan lainnya.
Karena sistem jaringan ini tidak semua perangkat bisa menggunakannya. Jadi, kecepatan koneksinya lebih cepat.
Kalau kita menggunakan jaringan seluler, pasti pernah merasakan koneksinya terasa lemot bukan? Ini salah satunya disebabkan oleh beban penggunaan.
2. Kekurangan
Kekurangan yang utama sudah beberapa kali disebutkan, yakni jangkauannya yang terbatas. Kalau anda mau akses internet cepat dengan WiFi, ya harus mendekat ke routernya.
Selain itu, yang paling terasa jika dibandingkan dengan jaringan seluler adalah masalah jika sinyalnya terhalang oleh benda atau objek.
Anda bisa dengan santai berselancar di internet di dalam kamar dengan menggunakan jaringan seluler.
Namun jika menggunakan WiFi dan routernya ada di ruang keluarga yang lokasinya agak jauh dari kamar, sudah pasti harus sabar karena koneksinya lemot. Pernah merasakannya, kan?
Hal yang Harus Diwaspadai
Jaringan WLAN menggunakan frekuensi radio yang merambat di udara bebas untuk mentransmisikan datanya.
Meski tidak terlihat oleh mata, frekuensi gelombang radio tetap objek fisik yang bisa berubah kondisinya dalam kondisi tertentu.
Perubahan kondisi ini umumnya menyebabkan kinerja koneksi jaringan jadi bermasalah. Bisa jadi koneksi lemot atau bahkan terputus.
Perubahan kondisi ini bisa disebabkan banyak hal: karena interferensi silang sinyal, gangguan gelombang karena kondisi alam, dll.
Yang berbahaya, jika perubahan kondisi ini dilakukan “dengan sengaja” oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan kata lain, dihack.
Koneksi bukan diperlambat atau diputus, tapi dialihkan dengan maksud jahat. Misalnya, mengirimkan data ke tempat yang bukan seharusnya, menyusupkan virus, dll.
Dan ingat, kejadian seperti ini tidak hanya bisa dialami jaringan WLAN, tapi semua jenis jaringan wireless lainnya.
Karena itu, setiap perangkat yang memiliki fitur atau bisa terkoneksi dengan sistem jaringan wireless jika ingin diedarkan di Indonesia wajib dilakukan sertifikasi. Namanya sertifikasi alat telekomunikasi dan/atau perangkat telekomunikasi.
Setiap teknologi jaringan punya aturannya, termasuk WLAN. Sementara perangkat penunjang jaringan WLAN yang wajib melakukan sertifikasi ini berdasarkan aturan jaringan WLAN yang dipersyaratkan adalah access poin atau routernya.
Penjelasan lebih lengkap terkait sertifikasi DJID perangkat jaringan WLAN, bisa langsung ditonton dalam video.



