Penjelasan Lengkap Apa Itu Teknologi NFC
Pernah melakukan pembayaran hanya dengan menempelkan ponsel? Atau membuka sebuah pintu kamar dengan kunci akses?
Ya, ini adalah salah satu jenis implementasi teknologi NFC.
Bagaimana? Jadi lebih simpel, bukan? Karena memang, integrasi teknologi tersebut ke dalam perangkat yang kita gunakan tersebut bertujuan demikian.
Kita tidak lagi memerlukan sentuhan fisik. Tidak lagi memasukkan kunci atau menekan tombol. Cukup tempelkan dan semua urusan selesai.
Tentu saja, dibalik kemudahan yang kita rasakan ada kecanggihan dari teknologi NFC ini. Disini, kami akan membahasnya.
Apa Itu Teknologi NFC?
NFC merupakan kependekan dari Near Field Communication. Dari namanya kita bisa mengetahui bahwa teknologi NFC ini digunakan untuk komunikasi jarak dekat (near).
Apa yang berkomunikasi? Tentu saja dua perangkat yang mendukung operasional teknologi ini. Misal dari pembayaran tadi. Yang berkomunikasi adalah ponsel kita dengan mesin reader/EDC NFC.
Sebenarnya, kita tidak perlu menempelkan kartu atau ponsel untuk menggunakan fitur teknologi NFC ini. Cukup didekatan.
Pasalnya, NFC ini menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data. Gelombang radionya sendiri berada di udara bebas.
Penggunaan teknologi NFC sendiri harus diatur. Di skala internasional, salah satu acuannya adalah ISO 18092 tahun 2023.
Dalam regulasi dijelaskan lebih lanjut definisi NFC, yakni mode komunikasi untuk Antarmuka dan Protokol Komunikasi Jarak Dekat menggunakan perangkat kopling induktif yang beroperasi pada frekuensi pusat 13,56 MHz.
Dari definisi tersebut sudah jelas kalau NFC ini menggunakan frekuensi gelombang radio 13,56 MHz.
Cara Kerja NFC dan Pengaplikasiannya
Cara kerja teknologi NFC sebetulnya sangat simpel. Bagaimana tidak, cara memakai perangkat dengan teknologi NFC saja cukup dengan mendekatkan/menempelkan dengan perangkat lain.
Intinya sama seperti berbagai teknologi yang memanfaatkan gelombang radio lainnya seperti teknologi RFID, Bluetooth ataupun Wifi.
Data ditransmisikan lewat gelombang radio sesuai frekuensi kerjanya. Kemudian perangkat penerima akan menangkap sinyal dan menjalankan perintah sesuai yang tertera dalam data tersebut.
Namun jika dibreakdown lebih dalam, sebetulnya secara spesifik ada tiga jenis cara kerja NFC yang semuanya mungkin sudah pernah kita gunakan. Minimal, kita pernah lihat orang lain menggunakannya.
1. Reader Tag
Reader dan Tag adalah dua komponen pendukung mekanisme kerja NFC. Tag merupakan chip yang berisi data/informasi berupa perintah. Reader adalah alat yang menangkap sinyal dari tag, membaca, dan menerjemahkannya.
Contohnya seperti sudah disebutkan. Ketika anda menggunakan kartu untuk melakukan pembayaran. Chip dalam kartu tersebut terdapat komponen tag.
Lalu, mesin EDC berperan sebagai komponen readernya. Di dalamnya terdapat susunan komponen yang membentuk komponen reader ini.
Antena dalam komponen reader di mesin EDC kemudian menangkap sinyal yang dipancarkan tag dalam kartu ketika didekatkan. Selanjutnya, ia menerjemahkan data tersebut dan melakukan sesuai perintahnya, yakni melakukan pembayaran.
Cara kerja seperti ini juga digunakan pada NFC yang dimanfaatkan untuk akses mode transportasi. Untuk masuk ke area transportasi seperti KRL atau Transjakarta, pastinya kita harus menempelkan kartu, bukan? Nah, kartu ini terdapat tag di dalamnya sehingga akses gerbang bisa terbuka.
2. Card Emulation
Kami kembali mengambil contoh dari proses pembayaran karena memang sektor ini yang paling banyak memanfaatkan teknologi NFC.
Cara kerja kedua adalah Card Emulation. Intinya, perangkat lain selain kartu itu bisa dimodifikasi agar fungsinya bisa sesuai dengan kartu pembayaran (seperti debit, kartu kredit, dll).
Contohnya juga sudah kami berikan di awal, yakni melakukan pembayaran menggunakan ponsel. Nah, ponselnya ini yang “dimodifikasi” agar bisa melakukan fungsi pembayaran seperti kartu pembayaran.
Tapi, tentu saja ada mekanisme modifikasi tersebut dan tidak akan dibahas disini karena akan terlalu panjang.
3. Peer to Peer
Perlu diketahui, pada cara kerja NFC mekanisme tag dan reader, perangkat Tag nya merupakan perangkat pasif. Artinya, dia hanya bisa berfungsi sebagai pengirim data atau perintah.
Nah, pada cara kerja peer to peer ini, kedua perangkat bisa saling bertukar posisi. Bisa mengirimkan dan menerima data, ataupun sebaliknya.
Contohnya fitur NFC pada ponsel. Kita bisa mengirimkan data-data layaknya menggunakan Bluetooth atau jaringan seluler menggunakan fitur ini. Baik dari ponsel A ke B atau B ke A.
Wajib Sertifikasi DJID
Buat anda pelaku usaha yang ingin mengedarkan produk dengan fitur NFC, wajib melakukan sertifikasi DJID pada setiap model atau tipenya.
Intinya, proses ini memastikan operasional NFC itu aman buat pengguna dan tidak mengganggu produk lain ketika digunakan.
Mengingat, teknologi NFC memanfaatkan gelombang radio yang juga banyak dimanfaatkan teknologi lainnya.
Lebih lengkap soal sertifikasi DJID produk dengan fitur NFC, anda bisa langsung menonton video kami.
Intinya, kalau tidak melakukannya produk anda tidak boleh beredar di Indonesia. Kalau memaksakan atau secara diam-diam (ilegal) tentu ada sanksi dan dendanya.



