Narmadi Media

Penjelasan Apa Itu Telepon Cordless

03 October 2026 · Fakhri Adzhar · Teknologi

Tahukah anda kalau ada sebuah perangkat telekomunikasi yang punya cara kerja mirip dengan smartphone yang kita gunakan saat ini? Namanya telepon cordless.

Bentuknya memang seperti telepon rumah/telepon kabel atau IP Phone. Namun, karena cara kerjanya sama seperti smartphone, jenis telepon ini bisa kita bawa kemana-mana.

Bahkan, sumber dayanya pun sama-sama menggunakan baterai. Jadi, sangat fleksibel digunakan.

Tapi, perlu digarisbawahi, yang sama itu hanya proses transmisi datanya karena sama-sama memanfaatkan gelombang radio. Tapi, soal kecanggihan, jauh berbeda.

Telepon cordless hanya bisa digunakan untuk transmisi suara. Ini karena hanya fitur atau teknologi tersebut yang ada di dalamnya. Dengan begitu, fitur yang ada di dalamnya hanya bisa mendukung proses transmisi ini.

Berbeda dengan smartphone yang bisa terhubung ke jaringan internet. Sudah pasti, jauh lebih banyak hal yang bisa kita lakukan. Belum lagi ada teknologi Bluetooth, NFC, dll yang semakin memperkaya kegunaan smartphone.

Apa Itu Telepon Cordless?

Seperti namanya, telepon cordless merupakan sistem telepon tanpa kabel. Cordless sendiri artinya tanpa kabel.

Untuk komunikasi, data berupa suara yang kita keluarkan saat menggunakannya itu ditransmisikan lewat gelombang radio yang ada di udara. Persis seperti kita melakukan telepon dengan smartphone.

Yang membedakan adalah penggunaan frekuensi gelombang radionya. Umumnya, smartphone menggunakan frekuensi 2,4 GHz (seluler, internet, wifi, dll) saat melakukan panggilan suara.

Untuk telepon cordless terutama versi lebih lama, itu menggunakan frekuensi yang lebih kecil. Dampaknya, jarak transmisi data serta kualitas datanya lebih rendah.

Protokol Jaringan Berdasarkan Mekanis Transmisi Data

Setiap teknologi nirkabel yang kebanyakan menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi datanya itu punya protokol.

Di dalamnya, terdapat ketentuan spesifikasi teknologi agar tidak membahayakan atau menimbulkan gangguan ketika mengoperasionalkannya.

Pun begitu dengan telepon cordless. Saat ini, ada dua jenis mekanisme kerja telepon cordless, yakni modulasi analog dan digital.

Modulasi analog artinya sinyal analog berupa suara yang kita keluarkan saat berkomunikasi, akan dimodulasi agar bisa ditransmisikan di gelombang radio.

Sementara modulasi digital, suara tersebut dimodulasi dan diubah menjadi data digital sebelum ditransmisikan di gelombang radio. Dengan mengubahnya menjadi data digital, sinyal jadi lebih kuat dan tahan terhadap gangguan.

Nah, kedua mekanisme ini memiliki protokolnya masing-masing.

1. Protokol Analog

Ini adalah protokol jaringan telepon cordless yang digunakan sejak awal penemuannya sekitar tahun 1959. Saat itu, perangkat ini memanfaatkan frekuensi 47-49 MHz. Protokol jaringan ini dikenal dengan CT0.

Karena frekuensi tersebut sangat rendah, seperti dijelaskan, kualitas suaranya jadi jelek dan jaraknya terbatas.

Maka di tahun 90-an, telepon cordless khususnya di Amerika mendapatkan frekuensi lebih tinggi, yakni 900 MHz. Untuk operasional menggunakan frekuensi ini, dibuat protokol yang bernama CT1.

Penggunaan frekuensi 900 MHz untuk telepon cordless dikembangkan kembali agar lebih efisien dan maksimal.

Maka selanjutnya dibuat protokol CT2 yang mengalokasikan frekuensi 864-868 untuk perangkat ini. Kualitas sinyal dan jarak transmisi tidak jauh berbeda dari sebelumnya, namun punya daya lebih efisien.

2. Protokol Digital

Seiring berkembangnya zaman, penggunaan sinyal analog digantikan oleh digital. Cordless sendiri sudah punya “modal” untuk transisi ke teknologi digital karena proses transmisi datanya nirkabel.

Karena itu, mudah untuk perangkat ini bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi ini.

Sekitar pertengahan 90-an, protokol telepon cordless untuk bisa bekerja melalui mekanisme digital dibuat, bernama Digital Enhanced Cordless Telecommunication atau DECT.

Protokol tersebut mengalokasikan frekuensi 2,4 GHz untuk operasionalnya. Ini adalah pita frekuensi yang paling banyak digunakan berbagai teknologi nirkabel yang memanfaatkan gelombang radio.

Kelebihan yang Ditawarkan

Kita tidak akan terlalu banyak membahas kelebihannya karena sudah dijelaskan di awal. Intinya, telepon cordless bisa menggantikan telepon kabel atau sebagai alternatif IP phone.

Biasanya perangkat telepon ini digunakan untuk kebutuhan internal dengan jarak komunikasi tidak terlalu jauh seperti di kantor.

Dibanding menggunakan smartphone, komunikasi antar personal atau divisi menggunakan perangkat telepon seperti cordless lebih efisien.

Namun karena telepon cordless ini benar-benar tidak butuh kabel (kecuali untuk melakukan pengisian daya baterainya), bisa dibawa kemana-mana.

Jadi jika saat melakukan panggilan anda butuh berpindah tempat untuk melakukan kegiatan lain, tidak perlu memutus panggilan telepon tersebut.

Kelemahan yang Jadi Pertimbangan Menggunakannya

Ini yang mungkin jadi pertimbangan banyak kantor untuk tidak menggunakannya, yakni mudah terjadi gangguan terutama untuk model yang masih menggunakan modulasi analog.

Karena modulasi analog seperti ini sebetulnya mirip dengan mekanisme kerja walkie talkie/handy talkie.

Kalau anda pernah menggunakannya, pasti sudah tau kalau perangkat ini bisa bekerja optimal di luar ruangan karena tidak ada penghalangnya. Kalau di dalam, seringnya suara terputus-putus.

Sementara untuk model digital, penggunaan frekuensi 2,4 GHz sebetulnya juga perlu dipertimbangkan.

Seperti dijelaskan, frekuensi ini digunakan untuk banyak teknologi. Bahkan perangkat-perangkat di sekitar pengguna telepon cordless lain itu banyak yang memanfaatkannya.

Semakin banyak pengguna, lalu lintas semakin padat. Selain potensi interferensi sinyal, juga bisa menghambat laju pengiriman data.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.