Narmadi Media

Catat! Ini Daftar Dokumen untuk Sertifikasi DJID (Indonesia Type Approval)

09 June 2026 · Fakhri Adzhar · Sertifikasi POSTEL

Indonesia Type Approval, atau kita kenal dengan sertifikasi DJID atau Sertifikasi POSTEL, pada dasarnya simple. Kita hanya butuh melampirkan berbagai dokumen untuk sertifikasi DJID yang dibutuhkan.

Setelah semua dokumen dikumpulkan, kita submit ke akun e-sertifikasi DJID Next Gen perusahaan yang menjadi pemohon sertifikasi.

Setelah itu, dokumen akan diperiksa. Jika dinyatakan lengkap dan semuanya memenuhi persyaratan, bayar sertifikat lalu sertifikat akan terbit. Pasang label dan anda bisa langsung berjualan dalam skala besar.

Tapi memang, proses mengumpulkan dokumennya itu yang terkadang menjadi tantangan. Bisa karena proses untuk mendapatkannya yang panjang, atau justru karena kita tidak tau bahwa dokumen tersebut dibutuhkan.

Disini kita akan membahas apa saja dokumen untuk sertifikasi DJID yang dibutuhkan berdasarkan jalur yang dilalui.

Perhatikan juga video dengan seksama supaya tidak ada lagi kasus proses sertifikasi terhambat karena dokumen belum lengkap atau butuh revisi.

Apa Itu Sertifikasi DJID?

Sertifikasi DJID, atau nama resminya Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi adalah proses penilaian produk telekomunikasi yang akan diperjualbelikan di Indonesia.

Penilaian untuk memastikan produk aman digunakan serta tidak mengganggu produk lain ketika fitur telekomunikasinya aktif, ataupun sebaliknya. Sertifikasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

Jalur Sertifikasi

Pemenuhan dokumen untuk sertifikasi DJID pada dasarnya tergantung jalur sertifikasi yang ditempuh. Jalur tersebut ada 3:

  • Local testing: produk diuji di balai uji yang ada di Indonesia, LHU dihasilkan dari pengujian tersebut
  • Evaluasi Dokumen: produk sudah diuji di balai uji luar negeri, LHU balai uji tersebut bisa digunakan
  • Evaluasi Dokumen Pegujian RF Modul: khusus produk dengan fitur radio frekuensi, bisa menggunakan LHU Pengujian RF Modul (karena ketentuan umumnya produk yang diuji harus berupa end product atau produk yang nantinya dijual di pasaran)

Daftar Dokumen untuk Sertifikasi DJID

Seperti dijelaskan di atas, butuh dokumen spesifik tergantung jalur sertifikasi DJID yang anda tempuh.

Meski begitu, daftar dokumen untuk sertifikasi DJID secara umum ini wajib dilampirkan apapun jalur yang anda tempuh:

  • Spesifikasi produk yang mencantumkan nama model
  • Foto produk
  • Test Report (Laporan Hasil Uji atau LHU) (RF, EMC, Electrical Safety, Laser Safety, SAR)
  • Form Aplikasi PM5: terdiri dari informasi Pemohon (nama perusahaan, alamat, dan nama kontak), dan informasi produk (nama peralatan, nama model, nama merek, negara asal, kode HS, nama dan alamat pabrik)
  • Deklarasi Kesesuaian (DoC) yang Ditandatangani oleh pemohon sertifikasi
  • MoU/Distributor Agreement antara Brand Holder dan Pemohon Sertifikasi (LR atau Local Representative, distributor, importir, pabrikan lokal)
  • Sertifikat Kepemilikan Merek (Jika pemohon adalah pemegang merek, tidak perlu melampirkan MoU Agreement)
  • Informasi Pemohon Sertifikasi (Nama dan alamat perusahaan, nama dan nomor contact person, alamat email perusahaan)

Dokumen Tambahan Jalur Local Testing

Jaur local testing adalah “jalur normal” sertifikasi DJID. Daftar dokumen untuk sertifikasi DJID di atas sebenarnarnya mengacu ke jalur ini.

Meski begitu, ada dokumen tambahan yang dibutuhkan. Dokumen ini bukan untuk dilampirkan di pengajuan permohonan, melainkan saat pengujian produk.

Dokumen tersebut adalah SOP pengujian produk yang dibutuhkan sebagai panduan penguji saat menguji produk anda.

Kalau pengujian menggunakan software tertentu, juga wajib melampirkan SOP penggunaan software tersebut.

Catatan tambahan, setidaknya anda perlu mengirimkan dua sampel produk untuk diuji. Yang satu dikondisikan sebagai conducted sample, satu lagi radiated sample.

Dokumen Tambahan Jalur Evaluasi Dokumen

Sama seperti jalur local testing, semua daftar dokumen untuk sertifikasi DJID yang disebutkan sebelumnya perlu dilampirkan kalau anda menempuh jalur evaluasi dokumen.

Namun jika menggunakan jalur ini, ada dua dokumen tambahan yang diperlukan. Pertama, ringkasan LHU yang ditandatangani balai uji yang menerbitkan LHU produk anda.

Ringkasan ini menunjukkan halaman-halaman spesifik hasil pengujian dari parameter yang dipersyaratkan untuk produk anda.

Satu lagi adalah surat kuasa penggunaan LHU dari brand holder. Ini karena biasanya pengujian tersebut dilakukan oleh brand holder dan atas nama mereka juga.

Anda sebagai distributor/importir memerlukan “izin” untuk menggunakannya, dalam hal ini untuk keperluan sertifikasi DJID.

Dokumen Tambahan Jalur Evaluasi Dokumen Pengujian Modul RF

Sama seperti jalur evaluasi dokumen biasa, dua dokumen yang disebutkan di atas juga diperlukan jika anda menggunakan jalur evaluasi dokumen pengujian modul RF.

Selain itu, juga dibutuhkan dokumen berupa diagram blok dan rangkaian modul RF. Selain itu, anda juga perlu melampirkan foto produk, foto modul, serta foto modul yang terpasang di produk.

Dokumen ini digunakan untuk memastikan modul yang diuji sesuai yang terpasang di produk. Selain itu, juga memudahkan verifikator menentukan apakah proses pengujiannya sesuai ketentuan atau tidak.

Catatan Penting!

Di tahun 2027 mendatang, semua proses sertifikasi DJID wajib dilakukan melalui jalur local testing. Dengan kata lain, jalur evaluasi dokumen sudah tidak berlaku.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.