Narmadi Media

Mengenal Sistem Jaringan Ethernet

25 September 2026 · Fakhri Adzhar · Teknologi

Kantor anda menggunakan internet kabel untuk operasional sehari-hari? Atau bahkan sistem internet seperti ini anda terapkan di rumah?

Sekarang, coba bandingkan dengan WiFi. Apakah anda merasakan perbedaannya? Mungkin tidak sehari dua hari. Tapi kalau pemakaian sebulan hingga setahun, mungkin anda bisa menilainya.

Ini akan kami bahas dalam artikel. Namun sebagai awalan, internet kabel ini sebetulnya punya nama sistem jaringannya, yakni jaringan Ethernet. Dan artikel ini, akan membahas teknologi tersebut.

Apa Itu Jaringan Ethernet?

Jaringan ethernet adalah salah satu sistem jaringan berbasis kabel. Sementara kabel yang digunakan dalam sistem jaringan ini, fungsinya sebagai media transmisi data.

Jaringan sendiri merupakan sebuah sistem untuk menghubungkan antar perangkat. Ada yang berbasis kabel seperti ethernet, ada juga wireless atau nirkabel seperti teknologi UWB, Bluetooth, WiFi, RFID, NFC dan lain sebagainya.

Di sebuah kantor biasanya antar komputer atau PC perlu dihubungkan. Fungsinya agar lebih mudah pengiriman datanya. Nah, salah satu sistem jaringan yang banyak digunakan untuk tujuan ini adalah ethernet.

Sistem jaringan ethernet sendiri umumnya digunakan untuk lokasi lokal atau punya batasan. Tidak seperti jaringan kabel telepon rumah yang bisa menghubungkan antar kota, pulau bahkan negara.

Dalam dunia jaringan, jaringan lokal dikenal dengan Local Area Network atau LAN. Selain berbasis kabel, bisa juga nirkabel seperti WiFi.

Karena itu, jika anda menggunakan internet kabel, biasanya kabel yang digunakan disebut dengan “Kabel LAN”. Padahal, nama kabelnya bukan itu.

Cara kerja sistem ini, data dari perangkat akan dialirkan melalui kabel ethernet. Data analog dimodulasi agar bisa ditransmisikan pada kabel yang digunakan. Setelah dirutekan, perangkat penerima akan memodulasi data agar bisa dibaca atau dipahami oleh pengguna.

Sejarah Ethernet

Perlu diketahui, kabel yang digunakan dalam sistem jaringan ethernet ini sebetulnya ada banyak jenisnya. Namun, semuanya kita sebut dengan kabel LAN dan/atau kabel ethernet.

Bukan tanpa alasan. Karena memang dipengaruhi dari sejarah penciptaan sistem jaringan tersebut.

Jaringan ethernet diperkenalkan oleh Robert Metcalfe sekitar tahun 1973. Saat itu ia bekerja di perusahaan teknologi bernama Xerox PARC.

Awalnya, para ilmuwan terdahulu meyakini bahwa di udara bebas ini tidak kosong, tapi dipenuhi oleh zat yang tidak terlihat. Para ilmuwan menyebutnya dengan “Ether” atau “Eter”.

Walaupun ini dibantah oleh penemuan Einstein tentang sistem elektromagnetik, Metcalfe sangat suka dengan teori ini. Namun jelas karena secara sains sudah terbantah, ia tidak bisa meneliti lebih jauh.

Namun, ia hanya membayangkan bagaimana jika memang ada suatu medium yang bisa menghubungkan perangkat satu sama lain.

Saat itu karena teknologi masih dalam tahap perkembangan, yang terbayang olehnya adalah menggunakan kabel.

Lalu lahirlah sebuah sistem jaringan yang saat itu ia namakan Alto Aloha Network. Dinamakan demikian karena sistem jaringan ini awalnya digunakan antar perangkat Xerox Alto buatan perusahaan tempat Metcalfe bekerja.

Namun, ia ingin arsitektur jaringannya itu bisa digunakan di perangkat mana saja. Akhirnya, ia merubah namanya menjadi Ethernet, gabungan antara Ether dan Network.

Ia juga menegaskan bahwa sistem jaringan ciptaannya ini bersifat universal, tidak terbatas pada satu jenis kabel saja.

Jenis Jaringan

Berhubungan dengan sejarah terciptanya jaringan ethernet tadi, lambat laun berbagai jenis kabel diciptakan untuk mendukung operasional sistem ini.

Kabel ini mempengaruhi kecepatan transmisi datanya. Dan karena itu, diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sistem jaringan ethernet berdasarkan kecepatan transmisi data sebagai berikut:

  • Fast Ethernet: Menggunakan kabel Twisted Pair Cat5 dalam jaringan 100BASE. Kecepatan transmisi data mencapai 100 Mbps.
  • Gigabit Ethernet: Menggunakan kabel twisted pair Cat5e dan Cat6. Kecepatan transmisi data mencapai 1 Gbps.
  • 10-Gigabit Ethernet: Menggunakan kabel twisted pair CAT6a, CAT7, atau kabel serat optik. . Kecepatan transmisi data mencapai 10 Gbps.

Infrastruktur Jaringan

Selain menghubungkan antar perangkat, sistem jaringan ethernet juga bisa menghubungkan sebuah jaringan ke jaringan yang lebih luas.

1. Menghubungkan Antar Perangkat

Ini adalah mekanisme dasar dari sistem jaringan ethernet. Komponen yang dibutuhkan dalam mekanisme ini adalah perangkat, switch, dan kabel.

Perangkat terhubung ke switch menggunakan kabel. Switch sendiri berfungsi untuk merutekan data yang ditransmisikan. Jadi, kalau adalah lebih dari 1 perangkat yang mengirimkan data secara bersamaan, tidak akan tertukar.

2. Menghubungkan ke Jaringan yang Lebih Luas

Pada intinya, sistem ini menghubungkan jaringan ethernet dasar seperti di atas dengan jaringan yang lebih luas seperti internet.

Dari mekanisme di atas, switch terhubung lagi ke perangkat router. Router lah yang menghubungkan sistem jaringan ethernet dasar ini ke internet.

Namun, saat ini banyak produk router internet sekaligus sebagai switch. Artinya, untuk merutekan data tidak perlu lagi pakai switch. Perangkat langsung terhubung ke router. Biasanya jenis router ini memiliki banyak port kabel LAN/kabel ethernet.

Switch dan Router Wajib Sertifikasi DJID

Meski semakin banyak ditinggalkan karena perkembangan teknologi wireless, sistem jaringan kabel seperti ethernet ini masih penting apalagi mengingat konsistensi kecepatan transmisi data dan keamanannya.

Karena itu, kantor, pemerintahan, industri dan banyak sektor besar dan vital lainnya masih menggunakan sistem jaringan ini untuk operasional. Dengan kata lain, produk kabel, switch maupun router saat ini masih laku di pasaran.

Meski begitu, buat pelaku usaha penjualan produk router dan/atau switch, atau jika mau menggunakannya untuk kepentingan internal, wajib dilakukan sertifikasi DJID.

Ini karena keduanya merupakan komponen vital dalam sistem jaringan yang membuat antar perangkat bisa saling berkomunikasi, atau bertelekomunikasi.

Intinya, router atau switch tersebut dipastikan kinerjanya sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku di Indonesia.

Selain memastikan produk berkualitas baik, juga menjaga pengguna (dalam hal ini masyarakat Indonesia) dari potensi bahaya saat menggunakannya.

Untuk penjelasan proses lengkap Sertifikasi DJID produk jaringan ethernet, anda bisa menonton langsung video kami.

Sebagai catatan, khusus produk router, wajib melakukan sertifikasi DJID jika memiliki dua atau lebih port kabel ethernet/kabel LAN.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.