Telepon Kabel Jaringan PSTN: Pengertian, Cara Kerja Hingga Alasan Semakin Ditinggalkan
Coba cek, ada berapa banyak rumah yang masih menggunakan telepon kabel? Nampaknya, akan sangat sulit ditemukan.
Padahal di awal kemunculannya, perangkat ini bahkan jadi simbol status sosial tinggi untuk pemilik rumah. Wajar, karena saat itu biaya langganannya saja sangat mahal.
Data dari BPS pun menunjukkan bahwa saat ini hanya ada kurang dari 1% rumah tangga di Indonesia yang menggunakan telepon kabel.
Bukan tanpa alasan perangkat ini ditinggalkan. Karena kita tau, di era smartphone komunikasi ke mana saja semakin mudah. Beda dengan telepon kabel yang ribet bahkan kita harus mencatat nomor telepon secara manual di buku.
Satu lagi kelemahannya. Kalau anda pernah terjebak macet karena ada sebuah galian di pinggir jalan, salah satunya adalah untuk membuat atau memperbaiki infrastruktur jaringan tersebut.
Artinya, untuk membuat sistem dan/atau memperbaikinya itu ribet dan mahal. Bahkan, merugikan banyak orang.
Infrastruktur telepon kabel dibentuk oleh sebuah jaringan bernama jaringan PSTN. Dan disini, kita akan membahas lebih dalam tentang sistem tersebut.
Apa Itu Jaringan PSTN?
PSTN merupakan kependekan dari Public Switch Area Network. Simpelnya, ini adalah jenis sistem jaringan berbasis kabel yang digunakan untuk menghubungkan berbagai area (public). Contoh jenis jaringan berbasis kabel lainnya adalah jaringan ethernet.
Kebalikannya, ada juga sistem jaringan berbasis wireless atau tanpa kabel. Di antaranya LAN, WAN, dan lain sebagainya. Umumnya, mereka menggunakan teknologi memanfaatkan gelombang radio yang merambat di udara seperti seluler, wifi, Bluetooth, dan lain sebagainya.
Jadi, galian di pinggir jalan penyebab kemacetan itu merupakan galian kabel untuk membentuk sistem jaringan ini.
Namun, perangkat telepon kabel tidak langsung terhubung satu sama lain lewat kabel ini. Karena ada sebuah perangkat yang mengatur arus lalu lintas panggilan yang dinamakan switch. Dengan begitu, cara kerja sistem jaringan ini menggunakan circuit switching.
Infrastruktur dan Cara Kerja
Kita bahas lebih lanjut infrastruktur dan cara kerja sistem jaringan PSTN ini.
1. Infrastruktur
Dari penjelasan sebelumya, sistem jaringan ini setidaknya butuh 3 komponen utama: perangkat telepon sebagai perangkat akhir, switch sebagai pengatur lalu lintas panggilan, dan kabel sebagai jalur mengalirkan data berupa suara ketika kita menggunakan telepon.
Namun, memang tidak sesederhana itu untuk membangun keseluruhan sistem jaringan PSTN. Terutama ini karena peranan berbeda dari switch. Switch diletakkan di sebuah lokasi yang bernama kantor atau hub. Setiap kantor ini punya peranan masing-masing. Artinya, switch di dalamnya punya peranan sendiri.
Ada kantor atau hub yang menghubungkan area lokal, ada yang menghubungkan area nasional, hingga hub gateway untuk terhubung secara internasional.
Ada lagi kabel yang menghubungkan antar hub yang disebut jaringan backbone. Ini digunakan supaya sistem komunikasi telepon kabel berbasis jaringan PSTN lebih efisien.
2. Cara Kerja
Sementara cara kerja transmisi data pada sistem jaringan PSTN ini sama saja seperti jaringan kabel yang lain.
Data analog berupa suara yang kita kirimkan itu akan diinduksi agar bisa ditransmisikan melalui sinyal listrik yang merambat di dalam kabel.
Selanjutnya, sinyal akan sampai ke switch dan diarahkan agar sesuai dengan nomor atau perangkat telepon yang kita tuju.
Sinyal yang sudah diarahkan oleh switch tersebut kemudian diubah lagi menjadi data analog yang hasilnya berupa suara yang bisa didengar perangkat penerima.
Kelebihan yang Bisa Jadi Pertimbangan
Meski sudah jarang digunakan di rumah, mungkin anda masih cukup sering melihat telepon kabel di area perkantoran. Karena memang, sektor penting seperti ini sangat membutuhkannya.
1. Transmisi Data Lebih Stabil
Jika dibandingkan dengan teknologi wireless, stabilitas pengiriman data jaringan berbasis kabel seperti jaringan PSTN lebih stabil. Ini karena sinyal listrik yang membawa data itu terlindungi oleh kabel.
Bandingkan dengan wireless yang mana data dibawa melalui gelombang elektromagnetik yang ada di udara bebas. Dengan kata lain, tidak ada pelindung fisiknya.
Itulah kenapa panggilan yang kita lakukan lewat jaringan seluler atau internet sering terputus-putus saat cuaca buruk. Ini karena proses transmisi datanya terganggu oleh petir, hujan, dll.
2. Lebih Aman
Dari penjelasan di atas, kita tau bahwa teknologi wireless punya satu kelemahan yakni data yang ditransmisikan tidak terlindung oleh penghalang fisik.
Selain mempengaruhi proses komunikasi, tidak ada pelindung ini membuat banyak gangguan bisa masuk tanpa sepengetahuan kita. Atau dengan kata lain mudah untuk diretas atau dihack.
Memang saat ini sudah banyak teknologi untuk meminimalisir hal tersebut seperti enkripsi dll. Namun, tetap tidak sebaik perlindungan fisik pada jaringan kabel.
Inilah kenapa, kantor-kantor masih menggunakan telepon berbasis jaringan PSTN. Karena di sektor ini, kita butuh berkoordinasi antar pegawai yang terkadang merupakan rahasia perusahaan. Bisa bahaya jika data di dalamnya bocor atau diretas.



