Narmadi Media

Tips Mencegah Kegagalan Pengujian Produk dalam Sertifikasi DJID

25 July 2026 · Fakhri Adzhar · Sertifikasi POSTEL

Pengujian produk dalam sertifikasi DJID atau Sertifikasi Produk Telekomunikasi jadi bagian penting. Dalam proses ini, produk dinilai apakah sudah memenuhi persyaratan teknis atau belum.

Dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika atau Permen Kominfo Nomor 3 Tahun 2024 tentang sertifikasi alat telekomunikasi dan/atau perangkat telekomunikasi juga sudah ditekankan kewajiban ini.

Dalam Pasal 3 dijelaskan:

Setiap Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang dibuat, dirakit, atau dimasukkan, untuk diperdagangkan dan/atau digunakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib memenuhi Standar Teknis.

Intinya, semua produk telekomunikasi yang diperjualbelikan atau digunakan di Indonesia wajib memenuhi standar teknis yang berlaku. Tujuannya, untuk keamanan pengguna dan kualitasnya tidak mempengaruhi produk lain.

Namun, seperti halnya ujian, pengujian produk telekomunikasi dalam rangka sertifikasi DJID ini bisa dinyatakan gagal. Produk dinilai belum memenuhi persyaratan standar yang berlaku di Indonesia.

Artinya, anda tidak bisa memperjualbelikan produk ini di Indonesia. Kalau memaksa melakukan penjualan produk tidak bersertifikat DJID, tentu ada konsekuensi hukumnya.

Akibat Kegagalan Pengujian Produk dalam Sertifikasi DJID

Ini mungkin jadi mimpi buruk buat para pemohon sertifikasi DJID. Selain mereka harus menyesuaikan standarnya, harus dilakukan lagi pengujian ulang.

Memperbaiki produk agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku tentu memakan waktu. Apalagi harus mengikuti prosedur permohonan pengujian. Ini belum termasuk rangkaian sertifikasi DJID yang masih panjang.

Agenda perusahaan untuk merilis produk di pasaran yang disertifikasi itu tentu saja akan mundur. Bayangkan kalau semuanya sudah disiapkan dan ternyata tanggalnya harus molor. Berapa biaya denda atau penalti yang harus dibayarkan perusahaan ke berbagai vendor.

Tak hanya itu, buat para penggemar produk anda, dipastikan bakal kecewa. Karena di waktu yang dijanjikan, ternyata produknya tidak jadi (lebih tepatnya belum) diluncurkan.

Meski kalau cinta tak akan kemana, sedikit banyaknya akan mempengaruhi psikologis mereka. Ujungnya, potensi kehilangan kepercayaan (dan tentu saja, keuntungan) bisa terjadi.

Satu lagi. Banyak balai uji yang tidak menginformasikan saat proses ini berlangsung kalau produk anda ternyata tidak lolos standar teknis. Anda baru mengetahuinya setelah Laporan Hasil Uji atau LHU keluar.

Jika ini terjadi, kalau tetap memaksakan melampirkan LHU tersebut tentu tidak akan diterima oleh DJID. Ujungnya, permohonan anda pasti ditolak.

Lantas, anda harus melakukan pengujian ulang di balai uji. Tentu saja anda harus memperbaiki spesifikasi fitur telekomunikasinya terlebih dahulu agar sesuai dengan standar teknis.

Permohonan pengujian perlu anda submit kembali. Artinya, anda harus membayar lagi untuk melakukan pengujian.

Jadinya, untuk satu produk anda perlu membayar dua kali biaya pengujian. Perusahaan mana yang rela? Apalagi terjadi karena kesalahan seperti ini.

Tips Mencegah Kegagalan Pengujian

Dari penjelasan panjang lebar di atas, satu intinya: kegagalan pengujian produk dalam Sertifikasi DJID bakal merugikan perusahaan.

Jangan sampai hal ini terjadi!

Narmadi Company sudah berpengalaman belasan tahun dalam mendampingi ratusan klien menjalani proses sertifikasi DJID. Berdasarkan pengalaman kami, 3 hal ini bisa anda lakukan untuk mencegahnya:

1. Pahami dengan Baik Regulasi

Kami sering mendapatkan klien yang baru mau pertama kali melakukan sertifikasi DJID. Pertanyaan basic seperti apa saja dokumennya, berapa lama waktunya, dan lain sebagainya sering dilontarkan.

Hal yang wajar. Namun, kami selalu menyarankan mereka untuk membaca regulasi terkait sertifikasi DJID. Tak perlu menghafal semuanya. Yang penting, hal-hal vital di dalamnya perlu dipahami. Termasuk, soal standar teknis.

Karena pada intinya, kegagalan pengujian ini menunjukkan bahwa produk telekomunikasi yang disertifikasi belum memenuhi standar teknis.

Jika sudah memahaminya dari awal, produk bisa disesuaikan terlebih dahulu sebelum benar-benar dilakukan pengujian.

2. Konsultasikan dengan Balai Uji atau Agen

Balai uji cukup terbuka dengan pemohon pengujian dalam rangka sertifikasi DJID. Anda bisa bertanya apapun terkait pengujian produk anda, termasuk standar teknis apa yang wajib dipenuhi.

Jika anda menggunakan jasa sertifikasi DJID dari Narmadi Company, kami juga akan membantu menjelaskan semua prosesnya, termasuk pengujian ini.

Langkahnya mudah. Anda cukup mengirimkan spesifikasi produk (terutama detail fitur telekomunikasi-nya) dan kami akan menjelaskan standar teknis serta persyaratan apa saja yang wajib produk anda penuhi.

Kami juga menyediakan layanan Pre-Testing untuk produk dengan fitur telekomunikasi wireless (nirkabel).

Kami akan menguji fitur telekomunikasi produk anda menggunakan alat yang sama seperti di balai uji di lab internal kami.

Hasil pengujian ini memang bukan official. Namun setidaknya, anda sudah mengetahui bagaimana kinerja produk anda sebelum benar-benar diuji.

Jika ada yang belum memenuhi persyaratan, bisa diperbaiki terlebih dahulu. Atau kalau mau juga bisa mengirimkan sampel yang berbeda.

Setelah diperbaiki atau diganti, akan kami cek lagi. Tenang saja, setiap pengujiannya gratis karena semuanya sudah termasuk dalam fee layanan kami.

3. Gunakan Material Berkualitas

Kita memahami bahwa setiap usaha ingin memperoleh untung yang besar. Namun untuk penjualan produk telekomunikasi, lebih baik jangan bertaruh dengan material yang jelek. Apalagi yang digunakan untuk membuat fitur telekomunikasinya.

Karena material yang jelek akan memberikan hasil pengujian yang tidak optimal. Dan semua itu, akan terlihat dari LHU yang anda terima.

Ini bukan omong kosong karena kami juga pernah menanganinya. Berkali-kali diganti komponen, tetap sama. Berkali-kali disetting ulang softwarenya, hasilnya juga belum memenuhi persyaratan. Ternyata, memang materialnya jelek.

Bicara soal kualitas material, produsen atau manufaktur jauh lebih paham menjelaskannya. Jadi, penjelasan kami cukup sampai sini.

Lanjutkan belajar

Urus sertifikasi DJID produk Anda

Tim Narmadi membantu proses Sertifikasi DJID (Postel) dari dokumen sampai sertifikat terbit.