Apa Itu RFID? Ini Penjelasannya
Saat ini semakin banyak developer perumahan yang mengintegrasikan teknologi terkini pada rumah yang mereka buat. Salah satunya adalah smart door lock.
Untuk perumahan kelas menengah sampai atas, pintu rumah pintar ini mungkin sudah jadi standar teknologi yang harus tersemat.
Developer pasti menginginkan perumahan yang mereka bangun itu aman. Nah, smart door lock ini, meski bukan satu-satunya, bisa mewujudkan hal tersebut. Pastinya customer juga senang.
Pada intinya, smart door lock ini menghilangkan kunci konvensional untuk membuka akses. Diganti dengan sidik jari, password, ataupun kartu akses.
Kartu akses mungkin sistem yang paling mirip dengan kunci konvensional. Namun, ia tidak perlu dimasukkan ke lubang kunci. Cukup dekatkan ke bagian gagang pintu dan kunci akan terbuka.
Khusus untuk mekanisme pembukaan akses menggunakan kartu pada smart door lock ini, menggunakan teknologi yang namanya RFID. Disini, kita akan membahasnya.
Apa Itu RFID?
RFID merupakan kependekan dari Radio Frequency Identification. Initnya, ini adalah sistem atau teknologi untuk mengidentifikasi menggunakan media frekuensi radio.
Frekuensi radio sendiri merupakan lokasi transmisi data dalam gelombang radio yang merambat di udara.
Karena itu, teknologi yang memanfaatkan gelombang radio untuk transmisi data seperti RFID ini dikenal juga dengan wireless atau nirkabel (tanpa kabel).
Selain RFID, teknologi lain yang dikategorikan wireless di antaranya teknologi Bluetooth, wifi, NFC, dll. Initnya, kalau dua atau lebih produk bisa saling terhubung tanpa kabel, itu berarti produk wireless.
Supaya lebih mudah, mari kita kembali ke smart door lock. Disebut “identification” karena perangkat gagang pintu akan mengidentifikasi “perintah” untuk membuka kunci yang disematkan ke dalam kartu. “Perintah” tersebut kemudian dikirimkan melalui gelombang radio.
Meski kita biasanya menyentuhkan kart uke gagang pintu, sebenarnya cukup dengan mendekatkannya kunci pintu bisa terbuka. Alias, tidak perlu sentuhan. Namun, proses pengiriman perintah tersebut tetap bisa berjalan karena melalui gelombang radio yang merambat di udara.
Komponen dan Cara Kerjanya
Dari contoh smart door lock di atas, kita bisa mengetahui kalau sistem atau teknologi RFID di dalamnya membutuhkan minimal dua perangkat untuk bisa bekerja: kartu dan gagang pintu.
Perlu diketahui, keduanya sebenarnya tersemat komponen yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan teknologi RFID: Tag dan Reader.
1. Tag
Tag merupakan chip yang berisi “perintah”. Pada smart door lock, tag ini disematkan ke dalam kartu akses.
Perlu diketahui, ada dua jenis tag. Ada yang bisa dimodifikasi dan tidak. Untuk kartu akses, umumnya merupakan tag yang tidak bisa dimodifikasi.
2. Reader
Reader alat pembaca “perintah” dari tag. Dalam smart door lock, komponen ini disematkan dalam gagang pintunya.
Setelah menerima dan membaca perintah dari tag, reader akan melanjutkannya sesuai perintah tersebut. Dalam smart door lock adalah membuka kunci.
Pita Frekuensi RFID dan Kegunaannya
Selain smart door lock, RFID juga banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bahkan dalam skala besar seperti di industri.
Namun, karena kebutuhannya berbeda, teknologi RFID yang digunakan smart door lock dengan industri tentu berbeda. Umumnya dibedakan berdasarkan pita frekuensi RFID-nya.
Karena sejatinya, pita frekuensi penggunaan RFID itu beragam.
1. Low Frequency
Low Frequency atau LF secara umum bekerja pada pita frekuensi 30 hingga 300 KHz. Untuk RFID, umumnya menggunakan frekuensi 125 KHz.
Karena frekuensinya rendah, kecepatan transmisi datanya juga rendah. Selain itu, jarak jangkauannya juga pendek.
Namun, ini sangat berguna terutama yang memang hanya utuh teknologi RF sederhana seperti absensi karyawan atau kartu akses parkir sederhana. Smart door lock sederhana umumnya juga memakai frekuensi ini.
2. High Frequency
High Frequency atau HF bekerja pada pita 3 hingga 30 MHz. Untuk RFID, umumnya menggunakan pita 13,56 MHz. Dan pita frekuensi ini paling banyak digunakan untuk teknologi RFID berbagai produk.
Pita frekuensi ini tidak terlalu lambat seperti LF, tapi tetap aman karena frekuensinya tidak tinggi yang rentan interferensi. Pun begitu, kegunaannya juga tidak membutuhkan kecepatan transmisi data yang sangat cepat.
Smart door lock yang fiturnya sudah lebih canggih umumnya menggunakan RFID dengan pita frekuensi HF ini.
Bahkan, RFID dengan pita frekuensi HF ini dikembangkan lagi oleh industri untuk membuat teknologi lainnya. Salah satunya adalah NFC.
Nah, kalau bicara NFC, kita sudah cukup familiar dengan penggunaannya. Misalnya untuk melakukan pembayaran dan lainnya.
3. Ultra High Frequency
Ultra High Frequency atau UHF bekerja pada pita antara 300 MHz hingga 3 GHz. Untuk RFID, umumnya menggunakan 860 hingga 960 MHz.
Dibanding LF dan HF, jarak pembacaan RFID yang menggunakan pita UHF ini lebih jauh. Bahkan bisa mencapai 12 meter. Selain itu, kecepatan transmisi datanya lebih cepat.
Nah, sistem gudang dalam industri umumnya menggunakan RFID dengan pita frekuensi UHF ini. Karena dengan RFID ini, pekerjaan manajemen data barang gudang yang jumlahnya ratusan bisa lebih cepat.
Selain itu, sistem pelacakan seperti pelacakan plat nomor untuk parkir serta keamanan toko (EAS) juga umum menggunakannya.
Kewajiban Sertifikasi DJID
Buat anda pelaku usaha yang ingin memperjualbelikan produk yang punya fitur RFID, produk tersebut wajib melakukan sertifikasi DJID.
Initnya, ini adalah proses untuk memastikan gelombang radio yang digunakan RFID dalam produk tersebut aman digunakan dan tidak mengganggu produk lainnya.
Setelah melalui proses ini, produk akan mendapatkan sertifikat DJID sebagai legalitas peredarannya di Indonesia.
Yang jadi pertanyaan, perangkat tag atau reader yang wajib dilakukan sertifikasi DJID? Jawabannya adalah readernya.
Pada smart door lock, itu berarti gagang pintunya yang wajib disertifikasi. Sementara kartu aksesnya tidak.
Anda bisa menonton video kami untuk mendapatkan penjelasan secara rinci apa saja yang dilakukan dalam sertifikasi DJID produk RFID ini.



