Balai Uji untuk Sertifikasi DJID, Mana yang Pas Buat Anda?
Semua produk telekomunikasi yang mau melakukan sertifikasi DJID harus dilakukan pengujian. Fungsinya, memastikan fitur telekomunikasinya bekerja sesuai persyaratan yang berlaku di Indonesia.
Pengujian wajib dilakukan di balai uji yang diakui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital atau DJID selaku operator sertifikasi ini.
Anda perlu mengirimkan sampel produk ke balai uji. Apakah sampel pengujian harus disertifikasi DJID juga? bisa anda baca di link yang kami sematkan.
Setelah diuji, anda sebagai pemohon sertifikasi DJID akan mendapatkan Laporan Hasil Uji atau LHU. Ini adalah salah satu dokumen yang dipersyaratkan untuk dilampirkan dalam proses sertifikasi DJID.
Balai uji untuk sertifikasi DJID sendiri punya tiga jenis atau kelompok yang dibedakan berdasarkan lokasinya. Nantinya, juga akan berpengaruh pada jalur sertifikasi yang anda lalui.
Apa saja jenis balai uji tersebut? Mana yang paling tepat untuk proses sertifikasi produk telekomunikasi anda? Kami akan membahasnya disini.
Apa Itu Balai Uji?
Balai uji dalam sertifikasi DJID adalah laboratorium pengujian produk telekomunikasi yang sudah diakui oleh DJID.
DJID bisa menjadikan sebuah balai uji legal digunakan untuk proses sertifikasi dengan cara balai uji tersebut mengajukan permohonan sebagai balai uji untuk sertifikasi DJID.
Kami tidak akan membahas persyaratannya di artikel ini maupun video. Namun, anda bisa melihat dalam Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2024 tentang “Penetapan Balai Uji Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi”.
Apa Saja Wewenang Balai Uji?
Seperti sudah dijelaskan, balai uji yang diakui DJID ini bisa menjadi tempat pengujian produk telekomunikasi yang mau disertifikasi.
Balai uji tersebut berwenang mengeluarkan LHU yang nantinya dilampirkan sebagai persyaratan sertifikasi DJID. Jika balai uji tidak diakui, maka LHU-nya tidak berlaku.
Kalau anda menggunakan balai uji yang tidak diakui DJID, ketika melakukan proses sertifikasi anda harus mengulang pengujian produk lagi.
Selain wewenang di atas, balai uji juga ikut terlibat dalam mekanisme Post Market Surveillance atau PMS yang dilakukan DJID.
PMS adalah proses pengawasan produk telekomunikasi yang sudah diedarkan. Pengawasan ini dilakukan minimal satu tahun sekali.
Produk telekomunikasi akan di sampling acak dari pasaran lalu dilihat apakah sudah memiliki sertifikat DJID atau belum.
Jika sudah, akan diuji kembali di balai uji untuk memastikan apakah spesifikasinya masih sesuai yang tertera di sertifikat atau tidak. Kalau tidak, ada sanksi yang bisa dikenakan pada pemegang sertifikat DJID.
Balai Uji untuk Sertifikasi DJID
Langsung saja, berikut ini jenis balai uji untuk sertifikasi DJID yang bisa digunakan berikut pertimbangan untuk memilihnya.
1. Balai Uji Dalam Negeri
Mudahnya, ini adalah balai uji yang berada di Indonesia. Jika anda memilih menggunakan jenis balai uji ini, artinya anda akan melalui jalur local testing dalam sertifikasi ini. Ini adalah jalur normal dimana semua proses sertifikasinya dilakukan di Indonesia.
Anda juga bisa melakukan pengujian di balai uji dalam negeri ketika melalui jalur evaluasi dokumen parsial. Ini adalah jalur dimana salah satu jenis pengujian dilakukan di balai uji yang ada di Indonesia. Artinya, salah satu LHU-nya berasal dari balai uji dalam negeri ini.
Mengapa ini penting diketahui? Karena setiap jalur pengujian memiliki tarif penerbitan sertifikat yang berbeda-beda.
Untuk pemohon sertifikasi dari produsen atau manufaktur yang berkedudukan di Indonesia, tentu disarankan menggunakan balai uji dalam negeri. Alasannya simple, karena lebih efisien.
Narmadi Company juga menyarankan menggunakan balai uji dalam negeri jika pemohon sertifikasi DJID, khususnya produsen atau manufaktur, baru pertama kali melakukan sertifikasi DJID.
2. Balai Uji Luar Negeri MRA
MRA merupakan kepanjangan dari Mutual Recognition Arrangement. Ini adalah bentuk kerjasama dua negara dalam kesepakatan tertentu.
Dalam konteks sertifikasi DJID, Indonesia menjalin kerjasama dengan negara lain untuk saling mengakui hasil pengujian balai uji di negara masing-masing.
Hingga artikel ini ditulis, baru Korea Selatan yang menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk pengakuan hasil pengujian balai uji untuk proses sertifikasi produk telekomunikasi.
Keuntungan perjanjian ini salah satunya adalah tarif penerbitan sertifikat DJID-nya lebih murah ketimbang balai uji luar negeri Non-MRA.
Jadi, kalau anda adalah Local Representative (LR) dari manufaktur yang berasal dari Korea, disarankan menggunakan salah satu dalam daftar balai uji luar negeri MRA ini.
Jika negaranya dekat dengan Korea, juga bisa menggunakan balai uji ini. Namun, jangan memaksakan kalau negara asal produknya jauh karena anda perlu mengirim sampel. Semakin jauh jarak pengiriman, semakin mahal harganya.
Jika anda menggunakan balai uji ini, artinya anda akan melalui jalur evaluasi dokumen/paperwork, baik seluruhnya atau sebagian (parsial).
3. Balai Uji Luar Negeri Non-MRA
Ini adalah jenis balai uji untuk sertifikasi DJID di negara yang tidak bekerjasama melalui MRA dengan Indonesia. Artinya, jenis balai uji selain balai uji sebelumnya.
Balai uji ini tersebar di banyak negara. Jadi, ada jauh lebih banyak pilihan balai uji yang diakui DJID dan bisa digunakan dalam sertifikasi ketimbang balai uji luar negeri Non-MRA.
Anda tinggal memilih mana yang paling dekat dengan negara asal produk telekomunikasi yang mau anda masukkan ke Indonesia.
Tapi, perhatikan lokasi dan cakupan pengujiannya. Walaupun dekat namun cakupan pengujiannya tidak sesuai dengan ketentuan dalam standar teknis yang dipersyaratkan untuk produk anda, maka tidak bisa digunakan.
Pun begitu dengan lokasi. Jika tidak terdapat dalam daftar meskipun dari perusahaan balai uji yang sama yang diakui DJID, tidak bisa digunakan.
Sama seperti balai uji luar negeri MRA, jika menggunakan jenis balai uji ini artinya anda melalui jalur evaluasi dokumen, baik full maupun parsial.
Daftar Balai Uji yang Diakui DJID
Semua daftar jenis balai uji untuk sertifikasi DJID bisa anda lihat di laman sertifikasi.postel.go.id. Lihat toolbar bagian atas dan pilih menu “Balai Uji”. Klik lalu pilih salah satu jenis balai uji yang mau anda lihat.



