Sampel Pengujian Rusak, Harus Ngapain? Ini Jawabannya
Dalam proses sertifikasi DJID jalur local testing, pemohon sertifikasi perlu mengirimkan sampel ke balai uji.
Pengiriman sampel ini sama seperti anda mengirimkan barang ketika belanja online. Ada mekanisme perusahaan pengiriman barang yang wajib diperhatikan.
Meski sudah diatur dengan ketat, namanya mengirim barang apalagi dari jarak jauh bahkan luar negeri, pasti bersinggungan dengan paket barang lainnya. Disini, biasanya jadi letak penyebab utama sampel pengujian rusak.
Kerusakan bisa jadi terlihat secara visual seperti ada bagian yang retak, patah, atau pecah. Namun, bisa juga baru ketahuan ketika produk telekomunikasi tersebut masuk ke proses pengujian di balai uji.
Mekanisme Penanganan Sampel Pengujian Rusak
Setiap balai uji memiliki mekanisme penanganan sampel pengujian yang rusak. Namun biasanya, balai uii milik pemerintah yang menginformasikan hal tersebut di laman resmi mereka. Untuk balai uji swasta, bisa menanyakan langsung ke customer service mereka.
Karena itu, di video dan artikel ini, kami akan menjelaskan penanganan sampel pengujian yang rusak dari balai uji milik pemerintah, tepatnya Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi atau BBPPT, milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Komdigi sendiri merupakan regulator sertifikasi DJID, lewat unit Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital atau DJID (ya, itulah mengapa namanya sertifikasi DJID).
Selain membaca artikel kami dan menonton video sampai habis, anda juga bisa memperoleh informasi ini di laman resmi BBPPT. Tapi, kebanyakan, sih, kembali lagi ke kami untuk bertanya karena tidak paham maksudnya seperti apa.
1. Sampel Tidak Bisa Diuji
Yang pertama jika sampel pengujian secara visual tidak ada yang rusak. Namun ketika diuji mengikuti mekanisme SOP pengujian yang dikirimkan pemohon sertifikasi, hasilnya tidak keluar di alat.
Penguji tentu saja akan mengulangi pengujian hingga beberapa kali. Jika masih tidak bisa, barulah akan diinformasikan kepada anda selaku klien.
Informasi ini dikirimkan melalui email ke alamat email yang anda cantumkan ketika mengajukan permohonan pengujian.
Disini, biasanya BBPPT akan meminta pendampingan untuk melakukan setting ulang alat. Artinya, teknisi anda diminta datang ke balai uji untuk men-setting alat. Harapannya setelah disetting ulang, produk bisa berjalan normal.
Anda perlu membalas email tersebut dengan menyertakan estimasi kapan waktu setting alat tersebut bisa dilakukan.
Yang perlu jadi catatan, BBPPT memberikan tenggat waktu selama 10 hari untuk melakukannya, dihitung sejak email tersebut dikirim mereka.
Jika melewati, anda dinyatakan membatalkan pengujian produk. Sementara tarif pengujian produk telekomunikasi yang sudah anda bayar sejak awal, tidak bisa dikembalikan.
Artinya, kalau mau melakukan pengujian produk serupa di BBPPT, anda harus membayar lagi.
2. Penggantian Sampel
Jika setelah disetting ulang produk telekomunikasi yang mau anda sertifikasi tersebut tetap tidak menunjukkan kinerja optimal, BBPPT mempersilahkan anda untuk mengganti sampel.
Mekanisme ini juga bisa dilakukan ketika sampel yang anda kirim ke balai uji rusak. Artinya, setelah mereka terima dan dilihat secara visual ternyata terdapat kerusakan yang mempengaruhi kinerja pengujian.
Sama seperti sebelumnya, BBPPT akan mengirimkan email terkait informasi tersebut. Anda bisa membalasnya dengan menyertakan estimasi kapan sampel pengujian pengganti tersebut sampai.
Juga masih sama seperti sebelumnya, ada batas waktu yang ditentukan untuk mengganti sampel ini, yakni 5 hari setelah email pemberitahuan tersebut dikirimkan.
Layanan Narmadi Company Mencegah Kerugian
Sertifikasi DJID jalur local testing memakan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu. Kalau masalah sampel pengujian rusak ini terjadi, tentu waktunya akan molor.
Waktu yang mundur ini bisa mempengaruhi agenda perusahaan. Pasti bikin pusing apalagi jika waktu rilis produk telekomunikasi tersebut sudah ditentukan.
Tak hanya itu, perusahaan anda juga perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi teknisi yang akan melakukan setting ulang di balai uji.
Itupun kalau berhasil. Kalau tidak, anda harus melakukan penggantian sampel. Artinya, perlu keluar biaya lagi untuk mengirimkannya.
Narmadi Company memahami permasalahan ini. Karena itu, kami menyediakan layanan Pre-Testing. Layanan ini mengakomodir pengujian produk telekomunikasi di lab internal kami sebelum dilakukan pengujian resmi di balai uji.
Tentu kami tidak berhak mengeluarkan Laporan Hasil Uji atau LHU sebagai salah satu dokumen persyaratan sertifikasi.
Layanan pre-testing ini kami buat supaya anda tidak mengalami kerugian yang sudah kami jelaskan sebelumnya.
Dengan mengetahui kondisi produk telekomunikasi anda sebelum benar-benar diuji, anda bisa melakukan penanganan yang tepat.
Misalnya kalau terjadi kerusakan, atau tidak bisa diuji secara normal, atau bahkan hasil pengujiannya belum menunjukkan hasil yang dipersyaratkan, anda bisa mengganti terlebih sampel tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya pengujian dulu.
Tenang saja, layanan ini gratis! Fee Jasa Sertifikasi DJID yang anda bayarkan ke Narmadi Company, sudah mencakup layanan ini.



